Merupakan cerita seorang putri tunggal Manajer terkenal yang selingkuh karena menikah dijodohkan..
Perjodohan terjadi tanpa meminta kepastian dari kedua belah pihak.. baik perempuan maupun laki laki..
Perjodohan itu dilakukan hanya karena ayah nya Prillya telah menyelamatkan Yoga dari maut karena kecelakaan tunggal yang terjadi..
Dan setelah di cari tahu oleh Daddy Yoga mengenai siapa yang telah menyelamatkan nya.. Maka Daddy Yoga berkeinginan untuk menjodohkan Yoga dengan Putri tunggal sang penyelamat yang tak lain adalah manajer di salah satu perusahaan nya Daddy Yoga..
Tanpa minta persetujuan dari Yoga,, sang Daddy langsung mengatur jadwal pertunangan hingga pernikahan nya.. Yoga begitu sangat marah dan sempat memberontak,, tetapi karena Yoga adalah anak yang tidak pernah mengecewakan orang tua,, maka mau tidak mau akhir nya Yoga menerima perjodohan itu..
Begitu juga dengan Prillya yang di awal sangat tidak terima dengan perjodohan itu,, pada akhir nya luluh juga dan menerima perjodohan tersebut..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeAsda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16 PELUKAN SANG BUNDA
Dengan segera si tuan muda membopong tubuh Lily masuk ke mobil nya dan membawa Lily k rumah sakit terdekat.
Sedangkan mobil Lily di bawa oleh salah seorang bodyguard nya.
"cepat jalankan mobil nya dan kita menuju rumah sakit terdekat"
perintah tuan muda pada sopir nya yang merupakan sekretaris nya.
"baik tuan muda" jawab Jack sang sekretaris
Dengan segera Jack langsung melajukan mobil nya menuju rumah sakit.
Dan sesampainya di rumah sakit, Lily langsung di bawa masuk ke IGD oleh para suster yang sudah di tunggu oleh dokter yang akan merawat nya.
Sementara di luar, sang tuan muda terlihat begitu khawatir. Ntah kenapa si tuan muda merasa tak asing dengan Lily. Seakan akan ia merasa pernah kenal dan dekat dengan Lily.
Jack mendekat dan berkata
"bagaimana dengan tujuan kita datang ke sini tuan muda? apa harus kita atur ulang jadwal nya?"
"kamu atur ulang saja.. kekacauan ini telah merobah rencana kita dan gadis itu?"
titah si tuan muda seraya tersadar dan langsung diam, karena kenapa juga dia harus mempedulikan si cewek yang sama sekali tidak di kenal nya.
Jack hanya mengangguk dan sedikit menjauh dari tuan muda nya.
Tak lama kemudian, dokter yang memeriksa Lily keluar dari ruangan.
Melihat itu, si tuan muda langsung berdiri dan bertanya
"bagaimana keadaan nya? apa dia baik baik saja?"
Dengan sedikit menundukkan kepala, si dokter berkata
"iya tuan muda, dia baik baik saja dan sudah sadar.. dia hanya sedikit shock karena mengalami hal yang tidak pernah dia alami sebelum nya dan dia sedikit tergoncang seperti nya dia lagi ada masalah"
"ok.. terimakasih.. apa saya boleh menemui nya?"
balas si tuan muda
"ya.. silahkan tuan"
jawab dokter dengan sedikit menundukkan kepala dan segera berlalu pergi meninggalkan sang tuan muda
Tanpa menunggu lama, tuan muda masuk ke dalam ruang rawatan Lily yang di ikuti oleh Jack si sekretaris nya.
"bagaimana keadaan mu? dan berapa no orang tua mu biar langsung di hubungi oleh Jack??"
tanya tuan muda pada Lily
Tanpa melihat ke lawan bicara nya, Lily langsung menjawab
"tidak tau.. dan aku tidak apa apa.. terimakasih atas bantuan nya.. kamu boleh pergi sekarang.. biarkan aku sendiri.. aku bisa mengurus diri ku sendiri"
Dengan sedikit terkejut, si tuan muda menjawab
"oke kalo itu mau mu.. dan jangan salahkan aku jika sesuatu terjadi lagi pada diri mu.. Jack, serahkan kunci mobil nya dan selesaikan administrasi nya"
titah tuan muda pada Jack dan langsung berjalan keluar dari ruangan perawatan Lily.
Sesampai nya di mobil, Jack langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju pulang ke Kota nya karena rencana awalnya yang ingin bertemu klien telah gagal total karena kekacauan yang terjadi.
"tinggalkan beberapa bodyguard tuk menjaga gadis itu dan iringi gadis itu hingga sampai pulang dengan selamat"
titah si tuan muda pada Jack.
"baik tuan muda"
jawab Jack dan langsung menelpon bodyguard nya untuk memerintahkan seperti apa yang diperintahkan oleh si tuan muda nya.
Dengan melirik si tuan muda dari kaca depan, Jack hanya bisa geleng geleng kepala dengan sikap tuan muda nya karena baru kali ini si tuan muda begitu peduli dengan seseorang apa lagi ini seorang wanita.
***
Sementara Lily kembali larut dalam lamunannya dan sesekali terisak menangisi nasib nya.
Setelah menginap dua malam di rumah sakit itu, Lily akhir nya diizinkan untuk pulang karena kondisi nya sudah mulai membaik dan tenang.
Dan selama dua malam itu juga dia losss kontak dengan keluarga dan teman teman nya karena handphone nya terjatuh dan pecah saat kejadian itu.
"sudah beberapa hari gua ga da kabar.. apa ayah bunda mencari gua ga ya?" batin Lily
"hhhmmmm.. sudah lah Ly.. emang Lo siapa yang harus dicariin segala"
lanjut Lily membatin
"ok Ly.. semangat.. kamu harus kuat.. karena kenyataan hidup yang akan kamu lalui jauh lebih berat dari ini semua"
kelakar Lily pada diri nya sendiri.
Dengan langkah yang gontai, Lily berjalan keuar dari rumah sakit itu menuju mobil nya.
Dan ternyata tanpa sepengetahuan Lily, Lily di ikuti oleh beberapa bodyguard sesuai dengan perintah si tuan muda.
Sesampainya di mobil, Lily dikejutkan karena adanya handphone keluaran terbaru di jok mobil nya.
"handphone siapa ini?"
tanya Lily dengan bingung tapi tiada jawaban karena emang hanya Lily yang ada di mobil nya.
Setelah di buka nya, ternyata di dalam nya ada secarik kertas dengan sebuah tulisan
"ini pengganti handphone mu yang rusak karena kejadian itu.. kalo kamu mau, silahkan di pakai, dan kalo kamu tidak mau, maka buang saja"
Dengan mengangkat bahu nya Lily berkata
"hhhhmmmm.. orang kaya kebangetan kali.. kenal juga tidak.. tapi sudah mau membelikan handphone semahal ini.. ga pa pa lah, itung itung rezki durian runtuh.. kapan lagi bisa memakai handphone semahal ini dan gratis lagi"
Kemudian Lily mulai melajukan mobil nya yang tentu nya arah nya adalah pulang ke rumah nya.
Walau bagaimana pun juga, mereka masih tetap orang tua Lily.
Dan rumah itu masih rumah Lily tuk tempatnya kembali.
Karena sudah tidak ada lagi orang yang Lily kenal dan orang yang mau mengakui Lily sebagai anak kecuali kedua orang tua nya yang sekarang.
Dengan tetap menyemangati diri nya dan menguatkan diri nya, Lily menuju pulang ke rumah nya walaupun sedikit berat hati karena ternyata Lily bukan anak kandung ayah bunda nya.
"semangat Ly.. Kuat Ly.. u can do it"
begitu ucapan yang selalu keluar dari mulut Prillya hanya untuk sekedar menguatkan diri nya sendiri.
Sesampai di gerbang komplek elit nya. Lily sedikit memperlambat laju mobil nya dengan harapan agar dia bisa lebih lama lagi berada di luar rumah.
Dan sesampai nya di gerbang rumah nya, Lily sedikit memencet klakson nya agar security dan penjaga segera membuka kan gerbang rumah mewah itu.
"sore non.. silahkan"
sapa penjaga pada Lily dengan sedikit menundukkan kepala.
"makasih pak"
balas Lily dengan melemparkan senyuman nya.
Sesampainya di pintu rumah, Lily di sambut oleh bunda nya yang langsung memeluk Lily sambil menangis
"ke mana saja kamu nak??kamu ga pa pa kan? ga ada yang lecetkan sayang? kenapa kamu semarah itu hingga tidak pulang berhari hari? Maaf kan ayah bunda ya sayang karena sudah menyakiti mu"
Lily hanya diam tak bergeming dalam pelukan bunda nya.
Lily hanya mampu diam tak bersuara melihat ayah nya yang mendekati nya dan langsung memeluk nya.
"maaf kan ayah gadis.. ayah tak ada maksud untuk menyakiti mu.. maaf kan ayah"
kata ayah Lily yang menangis memeluk Lily.
"kalo kamu keberatan dengan perjodohan ini, maka ayah akan membatalkannya.. ayah sayang kamu nak"
lanjut ayah Lily sambil mengajak Lily untuk duduk.
Lily menarik nafas nya dalam dalam dan berkata
"ga pa pa ayah bunda, Lily ga pa pa kok.. dan maaf sudah buat ayah bunda khawatir.. Lily akan mengikuti semua keinginan ayah bunda"
Dengan menahan tangis nya, Lily berusaha untuk tetap tegar dan kuat. Dengan menyunggingkan sedikit senyum keterpaksaan di bibir nya.
"kamu yakin nak?"
balas ayah Lily dengan senyum yang mengembang.
Tanpa berkata apa pun, Lily hanya menganggukkan kepala nya pertanda persetujuan yang dipaksakan.
"ya udah, sekarang kamu istirahat gih.. kamu pasti kecapekan dan lelah.. jangan lupa bersih bersih dulu"
lanjut bunda menimpali pembicaraan antara ayah dan anak.
Lily berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju kamar nya dengan terus berurai air mata.
Lagi lagi Lily menangis dalam diam dan dalam kesendirian di kamar yang menjadi saksi bisu perkembangannya.
***
Semoga Prillya selalu kuat ya readers.
mohon doa nya.
dan juga like indah nya.
selamat membaca readers yang baik hati..
*semua kesalahan suami diperjelas salah sedangkan semua kesalahan istri dianggap hal biasa saja
*pelakor dilaknat tapi pebinor dipuja, semua kelakuan pebinor dibenarkan dengan alasan2 munafik dan murahan wanita
*dll
paling tidak 1 x dlm seminggu ato 2x gitu 😄😅