Entah dewi Fortuna sedang memihak diriku atau tidak?!
Baru saja aku diterima jadi karyawan magang di perusahaan Terkenal yang ku impikan dan juga baru saja aku di panggil Mommy ?!
Hei !! aku masih lajang, umurku saja masih seperempat abad. Pacaran saja belum pernah dan tiba-tiba sudah disambut oleh Anak, What !!
"Mommy?"
"Eh. . . Mommy??"
•Novel ini hasil karya Khayalan author semata diharapkan untuk selalu mendukung.
>> masa revisi di lakukan saat author memiliki waktu luang jadi maafkan bila ada banyak Typo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DNA_2005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
"Mohon maaf saya tidak bisa lama-lama, anda siapa Dan ada perlu apa" Ucap Didi ditelpon dengan suara yang agak gentir.
"Eh Didi ini Aku Cyla" ucapku Ketus kepada Didi yang ingin cepat Cepat mematikan Telponnya.
"What! Eh Cyla kamu dimana!! Gawat Cyla!!" Teriak Didi kencang yang membuat Cyla menjauhkan Hpnya dari gendang telinga miliknya.
"Emang Kenapa?" tanya Cyla.
"Kamu tau gak, Tadi pak Bos tiba-tiba datang ke Ruangan kita terus Nanyain tentang kamu bayangin Dong. Gila gak !!" Ucap Didi menggebu-gebu.
"Eh Tunggu, Pak Bos maksudmu Pak Alex?" tanya Cyla memastikan.
"Ya siapa Lagi, Gila sih Kalau kamu datang ke kantor beh siap-siap Grup ghibahan kantor kita bakal neror Kamu Cyla" Ucap Didi semangat.
"Eh Semangat Banget Sih kamu Di, dasar Diana Rem atau Bisa Dipanggil Didi Jahanam" Sindir Cyla.
"Eh Gak usah nyebut nama panjangku juga kali, Nanti ketahuan Lagi aku itu orang kaya kan Nanti dimarahin Ayahku tersayang" Ketus Didi yang hanya dijawab Oleh kekehan Kecil Cyla.
"Iya deh Iya anak Daddy mah beda, Jadi buat apa si Pak Bos Nyariin aku gak ada kerjaan banget" tanya Cyla pada Didi.
"Gak Tau yang pasti Si Bapak tuh mukanya Merah kayak bekas kena tamparan sama dia bawa anak Kecil cowok tampan gituh yang biasanya kamu Bawa ke Kantor kemarin Itu Cyla" nyinyir Didi.
"Oh iya Kamu punya hubungan apa sama Si Pak Bos, jadi si pak Bos dingin kita itu nyariin Kamu La?" Lanjut Didi.
"Buat apa aku punya hubungan sama dia. Apalagi Nih dia itu langit dan aku tuh Tanah beda jauh, Di" Ketus Cyla.
"Masa ?! , masalahnya Nih ya gak mungkin si pak bos nyariin kamu kalau gak ada hubungan tertera" Ucap Didi.
"Udah dulu deh aku matiin aja Telponya Gak selesai selesai 1 hari nanti" ketus Cyla.
"Ya udah Deh, tapi Tunggu kamu dimana?" tanya Didi memgembalikan Topik pembicaraan Utama.
"Tuh Kan Lupa aku , aku ada di rumah sakit jadi Kasih izin Ya sama kak Lina" ucap Cyla.
"Ok siap deh, Cepat sembuh, tugasmu udah Numpuk tuh" sindir didi Yang membuat Cyla langsung mematikan Telponya.
"Huft Punya teman aneh banget dah" helaan Napas berat Cyla.
"thank you for you're handphone, Bagas" ucap Cyla sambil menyodorkan Hp milik Bagas.
"No Problem, dan Juga Cyla kan namanya?" tanya Bagas.
"Eh Iya"
"Ini nomor saya bila anda butuh pertolongan dan Juga ini tas milik anda dan saya mohon maaf Sepertinya saya tidak bisa lama-lama karena tugas Kantor memanggil saya" ucap Bagas sambil memberikan Tas milik Cyla ditemani senyumannya Yang manis.
"Eh makasih ya, Bagas. Maaf ngerepotin dan Juga makasih Banyak" Jawab Cyla Sambil menyunggikan Senyumanya.
"Kalau begitu Permisi" ucap Bagas yang sudah pergi Dari ruang inap Milik Cyla.
Cyla Pov****
Aku menghembuskan Nafas lega sesaat setelah bagas Pergi. Sungguh Entah kenapa Bagas bisa memiliki Senyuman semanis permen gak kayak Si Alex kayak Es aja.
'Eh Tunggu, Buat apa Aku mikirin dia terus sih' Ucapku Frustasi.
Kadang-kadang aku berpikir ingin menyantet Alex agar dia pergi dari kehidupanku tapi nasib Rei dipertaruhkan disini juga gak mungkin kan.
"Huft, Frustasi Banget aku kalau Mikirin Pak Bos deh" ucapku sambil mencari gaya tidur empukku. Aku juga teringat Ciuman Pertamaku diambil Oleh dirinya, padahal Ciuman itu ingin ku berikan Untuk suamiku Kelak dan sekarang Bibirku sudah tak Perawan lagi :(.
"Apa aku Santet aja ya, Pak alexnya. Tunggu astagfirullah gak boleh Cyla itu perbuatan yang tidak akan dimaafkan Allah" ucapku pada diriku sendiri. Aku pun langsung menghilangkan Pikiran jahatku dan mencoba untuk Tidur. Tanpa terasa Cyla sudah tertidur dengan Nyeyak dan nyaman sekali.
Di Tempat Lain~
Alex sibuk membalik-balikan Lembar proposal sambil mengeluarkan Aura Mencekam. Hingga Tanpa sadar ada seseorang yang masuk ke ruanganya dikarenakan sudah tidak diherani beberapa kali saat mengetuk pintu.
"Woi, Santai Aja napa, Lex" kekeh Laki-laki tersebut yang sudah duduk di sofa.
"Siapa yang izinkan kamu masuk,Gas" dingin Alex yang sudah menghentikan pekerjaannya.
"Gas gas, Namaku Bagas bukan Gas dasar Duda Karat" Sindir Lelaki tersebut ya siapa lagi kalau Bukan Bagas sahabat karibnya Alex.
"Iya deh, Ngapain kesini?!" ketus Alex.
"Aku kesini Ya buat nyapa kamu lah, secara nih Aku kan baru dipindahkan daddy Ke kantor New York Ini" bangga Bagas.
"Kamu udah nyapa Kan, nah sekarang Silakan anda pergi. Saya tidak terima tamu" Tegas Alex yang sudah berdiri dan mempersilahkan Bagas pergi dari ruangannya.
"Sebelum pergi Mukamu kenapa tuh, kena Cakar?" tanya Bagas.
"Engak"
"Atau Jangan Bilang Kena cakar Kucing betina atau Dipukul. Wah Aplouse aku sama Tuh perempuan" Tawa Bagas pecah membuat Alex langsung memukul kepala milik Bagas.
"Awch, udah deh pergi aku. Dan Juga aku pergi dulu yaa Ke tempat C-Y-L-A" Ucap Bagas penuh penakanan di kata akhir tersebut yang membuat Alex langsung menghentikan Langkah Kaki Milik Bagas.
"Tunggu, Kamu tau Cyla dari mana? Kamu. . . .