Novel ini mengisahkan seorang duda beranak lima,yang membesarkan anaknya seorang diri karena sang istri meninggal dunia setelah melahirkan kelima anaknya.
Lambat laun Nio semakin menerima kenyataan kalau sang istri sudah tiada,pada akhirnya ia membuka hati nya kembali dan pada akhirnya ia menikahi karyawannya sendiri yaitu Navya.
Lalu bagaimana kelanjutannya apakah Nio dan Navya akan bahagia untuk selamanya atau mungkin malah sebaliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinda Putri Perwitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Waktu terus berlalu kini jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang,para karyawan pun menghentikan pekerjaannya karena sudah masuk jam istirahat.
"Alhamdulilah,,selsai juga oh ya anak-anak kalian ikut om Dimas dulu ya soalnya mommy masih sibuk."
"Iya mom."
Navya pun mengecup kening kembar lima secara bergantian,setelah mengecup kening kembar lima Navya dan Fitri pun keluar ruangannya dan menuju ke kantin.
"Ceritakan sekarang,jangan ada yang kamu tutup-tutupi aku nggak suka."
"Baiklah,,,jadi begini ceritanya aku dan pak Nio itu tidak saling mencintai,tapi karena suatu alasan akhirnya aku dan pak Nio memutuskan untuk menikah."
"Suatu alasan apa Navya?."
"Alasan pertama ibuku memaksa ku untuk menikah dengan Tuan Bowo,kamu tau kan tuan Bowo seorang rentenir tua yang sudah mempunyai istri tiga,dan apakah kamu tau dia akan menikahi ku dan menjadikan ku istri ke empatnya,alasan kedua sebagai balas Budi karena pak Nio membiayai ayahku yang sedang terbaring lemah di rumah sakit ternama di negara Singapura."
"Astaga,,,kasihan kamu Nav,aku kira kamu yang godain pak Nio."
"Cih,,, enak aja kalau ngomong itu dijaga ya Fit,lagian aku nggak kurang kerjaan ya main godaan in orang."
"Ya kan itu bisa jadi."
"Serah,dan oh ya di pernikahan ku nanti aku tidak bisa mengundang kamu,maaf ya karena pernikahan ku ini hanya saudara saja yang datang,kami hanya mengundang saudara jauh dan untuk karyawan rekan kerja dan lain-lain tidak diundang,jadi sekali lagi maaf ya."
"Kau tahu betapa sakitnya hatiku mendengar semua ini Navya,kamu sahabat dekatku tapi mengapa kamu tidak mengundangku di hari bahagia mu."
"Entahlah,,Fit aku tanya Pak Nio dulu ya kalau dia setuju aku akan mengundangmu,sebagai tamu VVIP ku."
"Hehehe,, iya terimakasih."
"Sama-sama."
"Yaudah ayo Nav,kita keruangan aja bisa jadi kembar lima masih disana."
"Em,,ayo."
Navya dan Fitri pun melangkahkan kakinya menuju ruangannya,dilihat ruangannya sepi pada saat ini.
"Sepi amat ya,pasti kembar lima sudah kembali ke rumahnya."
"Em,,Nav kamu pernah kerumah pak Nio??."
"Pernah sekali,tapi itu sudah beberapa hari yang lalu."
"Bagaimana rumahnya??."
"Ya,tidak perlu aku jawab kamu sudah tau jawabannya,jadi aku minta kamu fokus saja kerja Fit,nggak usah kepo hidup orang."
"Hidih,ketus amat mbak oh ya kamu selesai menikah dengan pak Nio resign atau tetap bekerja."
"Sepertinya tidak Fit,aku menikah dengan pak Nio karena aku menyayangi kembar lima aku ingin fokus pada anak-anak ku,aku tidak mau perhatianku terbagi menjadi dua."
"Wah,,, kata-kata mu itu sudah seperti perfect mother,kerena pantas ditiru mungkin wanita seperti mu sudah langkah di zaman sekarang!".
"Haishhh,,,kamu jangan terlalu berlebihan aku tidak suka."
"Hehehe,emang itu kenyataan nya,kamu itu perfect mother."
"Makasih,udah ah sana kamu kerja."
"Iya."
Navya dan Fitri pun fokus pada kerjaannya masing-masing sampai-sampai matahari sudah tenggelam,Navya dan Fitri pun memutuskan untuk menyudahi pekerjaan nya dan kembali ke rumahnya.
Di perjalanan Navya sangat tidak fokus,ia terus menerus melamun,entah apa yang di lamunkan saat ini,mungkin dia merindukan si kembar Lima.
"Ah apa aku ke mansion kembar lima aja ya?,Ah tidak deh kan aku mau menikah sama bapaknya bisa-bisa nanti banyak orang yang bilang pamali kan repot."
Navya pun segera menepis pikirannya tentang kerinduannya pada kembar lima,ia pun memilih untuk kembali kerumahnya untuk beristirahat,sesampainya di rumah Navya pun melihat-lihat bahan makanan dan ternyata sudah habis.
"Baiklah,,Navya kamu harus belanja karena bahan makanan sudah habis."
Navya pun dengan segera mengganti pakaiannya,dan tidak lupa ia juga membawa tas kecilnya.
Di sebuah swalayan,Navya membawa troli belanjaannya ia dorong secara perlahan-lahan tapi mata Navya tidak menatap lurus,ia malah menatap ke Arab kaleng makanan dan makanan ringan, sampai-sampai roda troli itu,membentur sepatu seseorang.
DUKKK
"Haduh,maaf tuan saya tidak sengaja."
"Makannya kalau jalan pakek itu mata."
"Iya tuan sekali lagi maaf."
"Hem."
Navya pun melanjutkan langkahnya untuk mencari barang-barang yang akan ia beli,Navya sesekali melirik ke orang yang ia tabrak,orang itu memang aneh menggunakan pakaian serba hitam dengan tidak lupa memakai masker dan topi mungkin untuk menutupi identitasnya.
Navya pun bergidik ngeri melihat laki-laki itu dia dengan segera mengambil barang-barang yang ia butuhkan DNA membayar nya di kasir.
Sedangkan disisi lain.
"Wanita itu siapa??,cantik juga apa dia sudah punya pacar??,kalau belum aku harus memilikinya dan jika dia sudah mempunyai pendamping aku akan merebutnya gadis itu hanya milikku selamanya."
🍀🍀🍀
Sesampainya di rumah Navya pun memasak bahan-bahan yang ia beli tadi di supermarket,sembari memikirkan laki-laki aneh yang ia jumpai tadi di supermarket.
"Siapa ya laki-laki itu,sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana??."
Navya pun tidak fokus dengan masakannya kala itu, tiba-tiba tangan Navya terkena Api.
"Auch,,panas sekali haduh,,,ada apa ini."
Navya pun terus meniup luka nya itu,dia seakan lupa kalau sekarang ia sedang merebus telur,Setelah meniup luka ditangannya Navya pun memutuskan untuk mengambil obat di kamar nya,ia keluar dapur tanpa mengecek air rebusan telur nya itu masih banyak atau malah tinggal sedikit,ia didalam kamar sangat lumayan lama sampai-sampai.
"Kok bau gosong ya,bau apa ya ini,apa jangan-jangan telurku!!!!!!."
Navya pun berlari menuju dapur dengan kekuatan seribu bayangan,dan dilihatnya kalau terlur yang ia rebus tadi sudah rusak dan tidak lupa pula wajan yang menjadi gosong.
"Wajan Ku!!!".
Navya pun menangis tersedu-sedu bagaimana tidak?,ia saat ini sedang lapar,ia ingin merebusnya lagi tapi pasti akan menghabiskan waktu yang sangat lama,jadi Navya memutuskan untuk makan kecap dan nasi.
.............
makan sesederhana pun akan terasa enak kalau kita selalu bersyukur ✨