kisah persahabatan, cinta, keluarga dan masa lalu
Bagaimana akhir kisahsi kembar tiga?bisakah mereka bersatu lagi dalam satu keluarga?
Cerita ini kelanjutan dari novel sebelumnya yang berjudul l LOVE YOU PAK POLISI
jangan lupa beri dukungannya pada Author dengan like, komen, vote dan follow juga ya ditunggu banget dukungannya😍😊 tekan favorit juga untuk novel ini.terimakasih untuk semua yang udah setia dukung Authornya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nindira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
fakta yang terkuak
Sepulang sekolah Arsya pergi ke kantor Cakrawala Agency sambil membawa makanan untuk momynya. di loby Arsya bertemu dengam om Radit dia lalu menyapa om Radit
"Sore om Radit"sapa Arsya
"Eh! ada Arsya, sore juga sya,kamu mau ketemu momy kamu?"
"Iya om,momy ada gak disini?"
"Iya ada diruangannya ayo kita bareng ketemu momy kamunya om juga mau kesana"ajak om Radit
Lalu mereka bejalan bersama.Arsya melirik Radit dengan ragu.Radit yang menyadari itu lalu bertanya"Kamu kenapa seperti gelisah gitu? apa ada yang ingin kamu tanyakan pada om?"
"Eeee,,, sebenarnya iya om, ada yang ingin aku tanyakan karena ini terus mengganggu pikiranku"
"Emang kamu mau nanya apa?"tanya Radit sambil tersenyum
"Om kan kenal momy sudah lama Apa om tahu seperti apa wajah papaku? aku tak pernah mengingatnya karena dari kecil tak ada foto apa pun tentang dia"
Radit tersentak dia lalu menghentikan langkahnya dan menatap wajah Arsya dalam-dalam batinnya berkata"kenapa Arsya tiba-tiba menanyakan papanya?"
"Apakah aku ini punya saudara kembar om?"tanya Arsya lagi secara tiba-tiba
"Kenapa kamu tiba-tiba nanyain itu semua pada om?"Radit balik nanya
"Aku hanya penasaran aja om, aku cuma mau tahu masa lalu momy itu seperti apa? apakah benar papa aku sudah meninggal dunia atau masih hidup?"
Radit menghela nafas dalam-dalam lalu dia menjawab"Meski om mengenal momy kamu sudah lama tapi om tak pernah tau banyak tentang masa lalu momy kamu. yang om Tahu momy kamu itu single parent yang mempunyai seorang anak dan dia membesarkan anaknya sendirian karena momy kamu tak punya keluarga atau saudara. dan momy kamu juga gak pernah cerita kalau dia punya anak kembar jadi om rasa cuma kamu anak satu-satunya momy kamu"
"Oh gitu ya, ya udah kalau gitu ayo kita temuin momy aku"ajak Arsya
Sesampainya diruangan tempat kerja momy Ayu. Arsya langsung menyapa momy Ayu dan memberikan makanan yang dibawanya
"Makasih ya kamu udah bawain momy makanan"
Arsya lalu mengangguk, kemudian momy menawari makanannya pada Radit
"Dit Arsya bawain makanannya banyak banget kamu mau gak? Bolehkan Sya momy bagi makanannya pa om Radit?"
"Iya boleh mom"jawab dengan wajah datar
Radit lalu mendekati mereka dan mencomot makanan yang ditawarkan padanya lalu dia berterimakasih pada Arsya
"Mom,wajah papa aku seperti apa?"tanya Arsya tiba-tiba dengan wajah serius
Ayu dan Radit jadi kaget mendengar pertanyaan Arsya, Ayu yang sudah membuka mulutnya untuk memakan makanan yang dibawa Arsya tiba-tiba tak jadi makan. Ayu hanya terdiam dan tak mau menjawab tapi Arsya terus mendesaknya
"Jawab pertanyaanku mom jangan diam aja aku butuh jawaban momy sekarang juga agar semua rasa penasaranku terjawab sudah, supaya aku tidak terus memikirkannya mom"
Akhirnya Ayu yang tak ingin Arsya terus memikirkan papanya lalu menjawab dengan malas"Jika kamu mau tahu seperti apa wajah papa kamu maka kamu bercerminlah dan lihat dirimu sendiri, seperti itulah wajah papa kamu"
"kalau memang Arsel itu saudara kembarku berarti papanya Arsel adalah papaku,dan aku yakin laki-laki yang menjemput Arsel itu adalah papaku karena dia sangat mirip dengan Arsel"
"Terus apa kah aku ini anak momy satu-satunya? atau kah aku punya saudara?"
Ayu Lalu berdiri dan menatap buah hatinya yang sedang menatap tajam dirinya kemudain dia membelai lembut pipi Arsya
"Kamu itu anak momy satu-satunya kenapa kamu meski bertanya seperti itu lagi?"
Arsya Lalu mendorong momynya, Ayu jadi kaget mendapat perlakuan Arsya pada dirinya.dia tak menyangka akan berbuat seperti itu
"Momy jangan bohong! aku bukan anak kecil lagi yang bisa momy bohongin terus-terusan"bentak Arsya
"Beneran Arsya kamu ini anak momy satu-satunya kenapa sekarang kamu malah meragukan itu?kamu kan tau selama ini hidup kita cuma berdua lalu kenapa kamu masih meragukan momy?"
Arsya lalu mengambil Foto bayi kembar ditasnya dan menunjukannya pada momy Ayu sambil berkata"Lalu apa ini? apa ini tidak cukup bukti kalau aku punya saudara kembar?"
Ayu tercengang kaget ketika melihat foto bayi kembar tiga yang ditunjukan oleh Arsya
"Dari mana kamu dapatkan foto itu?"tanya momy Ayu
"Dari lemari pakaian momy, coba apa yang bisa momy jelaskan tentang foto ini?"
Ayu hanya terdiam dia tak mau menjawab apa pun karena belum siap menjelaskan semua itu pada Arsya. karena momynya terus diam lalu Arsya berkata lagi
"Apa momy tahu selama ini aku merasa kesepian karena kesibukan momy, aku sering menghabiskan waktu sendirian dan ketika aku tahu kalau aku punya saudara kembar,papaku juga masih hidup rasanya hatiku sakit kenapa momy harus berbohong kalau papa sudah meninggal? , kenapa aku harus sendiri kalau mereka ada? dan kenapa kita harus berpisah?"tanya Arsya dengan nada suara kesal
Ayu tak bisa berkata-kata lagi ketika Arsya berkata seperti itu dia hanya bisa berlutut sedih, air matanya membasahi kedua pipinya. Radit yang merasa tak tega melihat pertengkaran antara ibu dan anaknya itu lalu memegang kedua bahu Ayu sambil berkata
"Aku tak pernah tahu masa lalu kamu seperti apa tapi kamu juga tak seharusnya berbohong pada Arsya dia juga berhak tau apa yang sebenarnya terjadi. fakta itu lama-lama akan terkuak juga kepermukaan. jadi kamu harus jujur pada Arsya seburuk apa pun itu"
Ayu menatap Radit sesaat, batinnya berkata mungkinkan ini saatnya buat aku cerita semua pada Arsya.
"Arsya, momy sangat sayang kamu momy gak mau kamu terlalu berharap banyak pada papa kamu hingga akhirnya kamu harus sakit hati jadi momy memutuskan supaya kita melupakan papa kamu"lirih momy Ayu
"Kenapa aku harus kecewa sama papa?"
"Kamu tahu kenapa momy selalu ngga mau ngerayain hari ulah tahu kamu?"
Arsya lalu menggelengkan kepalanya kemudian momy Ayu berkata
"karena dihari itu momy harus kehilangan anak-anak yang momy sayangi Arsyi dan Arsel dua adik kembar kamu, kamu tahu gimana rasa sakitnya kehilangan seorang anak bagi seorang ibu itu seperti apa? momy harus kehilangan kedua adik kamu karena ulah papa kamu dan yang bikin momy makin sedih papa kamu gak mau ngakuin kalau kamu itu anak kandungnya,papa kamu lebih memilih berpisah dengan kita setelah kedua adik kembarmu hilang itulah alasan kenapa momy gak mau kamu ketemu lagi sama papa kamu dengan perkataan bohong momy kalau dia sudah meninggal dunia padahal faktanya papa kamu masih hidup"
Setelah mendengar penjelasan momynya Arsya lalu pergi dengan hati yang sangat kecewa dan sedih, mungkin dia memang lebih baik tak pernah mengenal sosok papanya dari pada dia kenal tapi harus merasa terbuang itu hanya membuatnya kecewa dan sakit hati
Arsya merasa jadi anak yang tak berguna,pikirannya benar-benar tak karuan dalam keadaan tak menentu dia terus berlari hingga tak terasa air matanya menetes. setelah jauh dari tempat momynya Arsya lalu berhenti disebuan tempat yang sepi di atap sebuah banguna yang belum selesai dibangun namun ditinggalkan oleh pemiliknya sebelum banguna itu selesai dibuat
Dari atas Atap dia bisa menyaksika hiruk pikuk kehidupan kota yang disesaki banyak orang. masih dengan hatinya yang terluka Arsya lalu menatap jauh kedepan
"Aaaaaa!!! kenapa aku harus mengalami ini semua?"teriak Arsya kesal
Lalu dia duduk menyender kedinding pembatas sambil menunduk, air matanya tak bisa berhenti menetes
"Tuhan, sekarang apa yang harus kulakukan? aku harus bersikaf seperti apa pada Arsyi dan Arsel jika bertemu dengan mereka?Apakah Arsel yang kukenal itu benar-benar adikku? kalau iya lalu apakah aku harus bilang pada Arsel kalau aku itu adalah kakaknya dia?Apakah aku harus bilang pada momy kalau aku sudah bertemu dengan Arsel? Arsel sangat membenciku lalu bagaimana perasaan Arsel kalau dia tahu aku ini kakaknya?"batin Arsel
"Aku yakin Cahaya adalah Arsyi karena dia begitu mirip sama aku, tapi aku tak mungkin bilang sekarang kalau aku adalah saudara kembarnya karena Aya lagi sakit, jika dia tahu soal ini sekarang aku takut ini akan jadi beban pikiran buat Aya dan aku takut sakitnya Aya tambah parah sebaiknya aku tak usah bilang sekarang soal ini pada Aya"
like n favorit buat karyamu thor
mampir ya "Tambatan Hati Ceo Tampan "
atau "Akibat Nikah Muda. "
like♥️
like...♥️♥️☺️
salam dari
Gadis tiga karakter
salam dari
Gadis Tiga Karakter
semangaat...
Salam dari
GADIS TIGA KARAKTER