NovelToon NovelToon
Cerita Tak Berkisah

Cerita Tak Berkisah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Kisah cinta masa kecil / Romansa-Teen school
Popularitas:21.8k
Nilai: 5
Nama Author: fifizulfaa

Bercerita tentang seorang perempuan yang membuat janji kepada dua orang sahabatnya. Janji itu cukup tidak masuk akal dan mereka membuat penjanjian itu di umur yang masih kecil. Akankah janji itu terus berjalan hingga mereka beranjak dewasa? atau justru mereka melupakan semua dan menjadikan perjanjian itu tak berkisah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fifizulfaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Aneh

Seorang gadis menadahkan tangannya menerima rintikan hujan. Sesekali ia menoleh kebelakang dengan senyuman, melirik anak cowok yang duduk dengan bubur didepannya. Karena laki-laki itu hari ini beban yang dirasakan terasa berkurang.

Gadis itu Kayla, ia menyudahi aktivitas dan kembali ke bangku di depan Ardan, laki-laki yang sedari tadi juga mengamati dirinya.

Awalnya mereka hanya ingin menikmati bubur ayam saat istirahat yang berada di depan sekolah, ternyata hujan deras datang. Pada akhirnya mereka terjebak, namun keduanya tidak merasa kebingungan, mereka terlalu larut pada kesenangan masing-masing.

"Ardan, makasih ya." ucap Kayla dengan halus.

"Makasih buat apa?" jawab Ardan.

"Aku tahu maksud kamu bawa aku kesini, padahal kamu itu peduli sama aku, kamu juga baik, tapi kenapa gitu Daniel kelihatan enggak suka sama kamu?"

Karena dia tahu aku punya kekasih, Ay. Aku sendiri bingung sama perasaanku, batin Ardan seolah menjawab ucapan Kayla.

"Ar? Kenapa diem aja, aku salah ngomong ya?"

"Eng ... Enggak kok, ya mungkin Daniel takut kamu enggak lagi merhatiin dia."

"Entahlah, lupain aja." Kayla dan Ardan merasa kikuk setelah pembicaraan usai. Mereka sama-sama mengalihkan sikap dengan fokus memakan bubur yang tinggal seberapa itu.

Setelah cukup lama terdiam, pada akhirnya Kayla membuka pembicaraan, "Oh iya, dari tadi kita seneng-seneng tapi enggak mikirin lho, gimana kita balik ke sekolah kalau hujan seperti ini, Ar?"

"Iya juga ya, deras banget lagi."

Tukang bubur yang mendengar obrolan mereka mencoba menawarkan sesuatu, "Mas sama mbaknya mau balik ke sekolah?"

"Oh iya, Pak. Tapi ini masih deras jadi nunggu dulu." jawab Ardan dengan sopan.

"Pakai payung saya saja bagaimana? nanti takutnya keburu masuk kalian."

"Boleh, Pak?" tanya Kayla.

"Boleh lah, saya ambilkan dulu ya."

"Iya, Pak. Terimakasih." jawab Ardan memberi senyum pada Bapak itu.

"Ini payungnya, tapi maaf ya payungnya kecil."

"Iya, tidak apa-apa, Pak. Terimakasih." ucap Ardan.

Ardan dan Kayla pun sudah berdiri di pinggir warung. Ardan membuka pelan payung itu, memang benar payung terlihat kecil dan muat untuk satu orang saja.

"Ay, kamu aja yang pakai ya."

"Kenapa?"

"Payungnya cuma muat satu orang, nanti kalau kita pakai bareng-bareng juga percuma tetep basah."

"Enggak apa lah, Ar. Dari pada kamu doang yang basah. Udah ayo."

Ardan pun mengikuti mau Kayla, lalu memayungi Kayla dan dirinya dibawah payung yang sama. Mereka sempat saling menatap namun hanya sekejap. Lantas keduanya segera berjalan ke pinggir trotoar untuk menyebrang jalan menuju sekolah.

Disaat mereka menunggu jalanan cukup sepi. Ada sebuah mobil melaju kencang dan di depan mereka terdapat genangan air. Ardan yang melihat itu dengan sigap menghalangi air  mengenai Kayla, dengan berdiri tepat di depan gadis itu dan membiarkan air mengguyur tubuh belakangnya.

Tak di duga tatapan mereka lagi-lagi bertemu, namun kali ini cukup lama kedua mata mereka bertatap.

Hingga Ardan tersadar mengalihkan dirinya untuk berdiri di samping Kayla, begitupun dengan gadis itu yang mencoba melihat punggung Ardan yang basah, karena harus menolongnya.

"Ardan kamu jadi basah!" ucap Kayla dengan suara yang dia keraskan lantaran hujan begitu deras meredam suara.

Tanpa mendengar ucapan Kayla, Ardan segera melingkarkan lengannya pada pundak Kayla. Lalu segera menyebrang lantaran jalanan sudah sepi.

Tibanya di koridar sekolah Ardan segera melipat payung itu, lalu menyandarkannya pada tembok. Ia melihat Kayla yang sedari tadi terus menatapnya dengan ekspresi bersalah.

"Kenapa?" tanya Ardan dengan senyuman.

"Kamu basah gara-gara aku."

"Enggak lah, Ay. lagian seragamnya besok gak dipakai juga kan, udah ayo ke kelas sekarang."

Kayla tidak menuruti kata Ardan wajahnya terus menampakkan kesalahan. Ardan yang jengkel mendorong bahu Kayla dari belakang memaksanya untuk berjalan menuju kelas mereka.

Sesekali gadis itu menoleh kebelakang melihat Ardan yang terus mendorong dirinya. Mereka berdua terus berjalan dengan senyum yang tidak hilang dari bibir keduanya.

...

Di saat pulang sekolah tiba Daniel bergegas menuju kelas Kayla, dia tidak mau jika nanti sahabatnya itu terus-terusan dekat dengan musuhnya.

Sesampainya di kelas Kayla Daniel harus menunggu lantaran pembelajaran belum usai. Ia pun duduk di kursi panjang di depan kelas Kayla, memainkan ponselnya asal hanya untuk menyibukkan diri.

Hingga seorang guru keluar dari kelas itu disusul murid-murid yang tergesa-gesa untuk pulang. Matanya tak lepas dari orang-orang yang terus berhamburan keluar. Sampai akhirnya wanita yang sedari tadi Daniel tunggu muncul bersama dengan orang yang sekarang sangat dia benci kehadirannya.

Tidak sengaja tatapan tajam tercipta antara Daniel dan Ardan. Kayla yang sudah merasa geram dengan keduanya pergi begitu saja tanpa sepatah kata, ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi antara mereka.

Daniel yang sadar akan kepergian Kayla berteriak memanggil dan berniat untuk mengejarnya. Tapi sebelum itu dia mendekat ke Ardan, lalu berucap, "Kayla belum tahu apa-apa, dan gue harap lo bisa jaga perasaannya." Daniel berkata dengan lembut, tatapan tajam juga hilang di matanya. itu berarti membuktikan Daniel serius dan tidak main-main.

Akan tetapi lama Daniel menunggu, Ardan tak kunjung memberinya jawaban. Alhasil dirinya melangkah meninggalkan Ardan dan mengejar Kayla yang sudah jauh dari pandangannya.

Ada apa sama lo Ar kenapa tiba-tiba diam dan gak bantah omongan Daniel, Batin Ardan yang masih menatap kepergian Daniel. hari-hari ini memang hati dan perasaannya tidak pernah sejalan mulus dengan pikirannya.

...

Di Rumah Sakit tempat Dami dirawat, suasana begitu sepi dengan Nita yang tidak hentinya merawat dan menunggu Dami.

Hingga tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar itu dan masuklah Reni, Ibu Dami. Dia menghampiri Nita, "Kamu pulang saja, Nit. aku yang akan menjaga Dami! dia anak aku."

Dengan wajah tidak terima tentunya Nita menjawab, "Dia anak kandung aku!" tekan Nita dalam setiap kalimat bicaranya.

"Tapi kamu tahu kan saya yang sekarang adalah ibunya, bahkan semua orang juga tahu itu."

Nita hanya terdiam menatap Reni dengan marah. Dia juga tidak bisa mengelak karena yang dibilang perempuan di depannya itu benar. Reni pun semakin mengkeruh suasana dengan terus memojokkan Nita.

"Kamu juga sudah punya anak Nit, yang tidak diketahui siapa Ayahnya. Bagaimana jika Daniel tahu semuanya apa dia akan-"

"CUKUP! Apa yang kamu mau sebenarnya." hardik Nita yang sudah geram dengan kata-kata Reni yang menurutnya sudah sangat keterlaluan

"Aku mau kamu berhenti bersikap seperti ini Nit, berhenti untuk perhatian sama Dami, berhenti untuk bersikap seolah kamu itu Ibunya."

Keadaan semakin memanas, terlihat keduanya menatap dengan tajam satu sama lain mereka sudah tidak memperdulikan Dami yang tengah tertidur pulas tanpa tahu kapan akan bangun.

Reni berjalan ke sofa mengambil tas milik Nita dan diberikannya tas itu. Namun melihat Nita yang tidak bergerak sama sekali, ia pun mendekat dan memberikannya secara paksa pada tangan sahabatnya itu.

Nita yang sudah geram dengan keadaan, berbalik dan keluar dari kamar rawat Dami tanpa sepatah kata. Di sepanjang koridor Rumah Sakit ia tak hentinya menitihkan air mata. Mungkin mengikhlaskan memang cara yang baik, namun sangat berat baginya.

Banyak sepasang mata yang terus menatap dirinya, mungkin mereka bertanya-tanya ada apa dengan ibu itu. Nita yang mengetahui suasana pun berbelok ke kamar mandi untuk sejenak meredakan tangisannya.

...

Daniel dan Kayla turun dari mobil, mereka telah sampai pada Rumah Sakit tempat Dami dirawat. Tanpa berlama-lama keduanya segera melangkah masuk.

"Dan, duluan aja ya, aku mau ke kamar mandi dulu." suruh Kayla pada Daniel.

Daniel mengangguk dan mengusap puncak kepala Kayla, lalu meninggalkannya yang akan ke kamar mandi.

Di kamar mandi Kayla hanya ingin membasuh mukanya yang terlihat kusam baginya. Kayla membuka keran air di wastafel dan mulai membasuh wajahnya.

Namun tiba-tiba dia mendengar suara aneh dari bilik di sampingnya. Kayla yang penasaran mulai mendekat menajamkan pendengaranya. Tepat di mana dia mulai menempelkan telinga pintu itu juga terbuka.

"Aaaaaaa!"

1
sunflower
next kak
Nadia
hi kak aku mampir semangat
mommy dha
kak aku mampir membawa 10 like like back yah kak Lastri kembang desa.
silviaanugrah
11 like untuk karyamu thorrr, aku tunggu feedback nya yaa. semangat! 🌟
Aprilianana
wah, kasihan Monica d kasih hukuman😂

Jgn lupa mampir dan dukung karya ku Thor! Rahsia dibalik tirai.😁
Aprilianana
Jejak😁 semangat kak!

"Rahasia dibalik tirai" 😘
🤍
Lanjut lagi.. 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
🤍
Semangat akak.. 👍
nycto°
Lanjutkan kak, semangat!! 😍
TK
next Thor 👍
mey
Semangat, Thor
nycto°
Semangat kak aku mampir!! 👍👌
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat terus
Isma Aji
Semangat Thor, terimakasih, tetap saling dukung 🤗
nycto°
3 like datang kak semangat, jangan lupa mampir juga yah!! 👍
Isma Aji
semangat 🤗
Isma Aji
Sukses Thor 🤗
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat
Isma Aji
Like🤗, semangat
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!