Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehilangan
Saat ini, Anna melihat bagaimana papa Doni terpukul. Anak laki - laki kebanggaannya harus satu orang pergi meninggalkannya. Daniel yang resiko kehilangan juga tinggi. Membuat papa menjadi sangat takut. Mas Jefry berusaha menguatkan papa yang terpukul. Meskipun dia juga sedih.
Saat ini, Anna melihat mas Jefry sedang menangis dalam pelukan mba Cindy. Dia kehilangan adiknya. Mereka bertiga tumbuh dalam kasih sayang papa dan mama mereka. Meskipun mereka berdua dia dan almarhum harus berpisah dengan kedua orangtua dan adik bungsu mereka karena tugas. Setiap libur papa dan mama juga Daniel selalu pulang dan mereka berkumpul kembali.
Oma dan opa, orangtua dari mama Reny sudah datang, juga keluarga adiknya mama. Sedangkan saudara kandung papa Dony tidak bisa datang karena mereka ada di Belanda. Kemarin libur musim semi, mereka sudah datang dan baru saja kembali.
Rumah sudah di dekorasi dengan bunga - bunga. Tampak Vanesa mantan pacar David datang kerumah, dia menangis memeluk mama. Dan mama sempat memohon maaf atas kesalahan David.
Informasi pesawat yang membawa jenasah Kapten Infantri David Johanes sudah ada tiba di kota ini. Ada petinggi angkatan darat yang menjemput. Dan mereka akan menyerahkan jenasah kepada keluarga. Bunyi suara sirene semakin dekat protokol dari kodim sudah menginformasikan kepada pihak kelaurga bahwa jenasah lima menit lagi tiba.
Papa, membuat dirinya kuat. Karena jika dia tidak kuat maka mama akan lebih hancur. Papa Kolonel marinir Dony Johanes, dengan sikap tegapnya menerima Jenasah anaknya dari Dandim. Ketika mereka berpelukan, terdengar suara papa menangis. Sementara kami semua sedang menangis di ruang tamu, waktu peti jenasah di buka.
Air mata Anna jatuh. Dia memikirkan Daniel kekasihnya yang sedang pendidikan. Atas perintah papa, tidak boleh diberitahukan berita ini kepada Daniel takut menganggu pendidikannya. Namun naluri seorang adik itu selalu tidak perna salah.
Hari ini Daniel sedang mempersiapkan dirinya untuk latihan daya tahan tubuh kembali di laut. Sejak bangun dia sudah tidak merasa nyaman, namun dia harus kuat, karena ini sudah merupakan tahap - tahap akhir dari pendidikannya menjadi pasukan elite marinir, denjaka.
Mereka dibawa kelaut dan diuji ketahanan dengan berenang namun kaki dan tangan di ikat. Biasanya Daniel akan lolos duluan dari dalam air. Namun kali ini, hampir saja dia tidak selamat. Semua pelatih sudah kuatir, namun selang beberapa detik. Ketika kesadarannya kembali, Daniel muncul di permukaan.
"Kamu kenapa Dani?"
"Siap komandan. Aku merasa ada yang tidak beres di rumahku."
"Kamu harus konsentrasi ingat."
"Siap komandan."
Semua pelatih merasa sedih. Karena mereka tahu apa yang sedang dialmai oleh keluarga besar kolonel Doni Johanes. Namun atas permintaan keluarga, dan pendidikan yang sedang di jalani oleh putra bungsunya kolonel Doni, Lettu Marinir Daniel Johanes. Maka mereka pun merahasiakan semua berita ini kepada Daniel.
Sementara di rumah pribadi Kolonel Doni Johanes, mereka sedang menangis menerima kenyataan bahwa putra kedua mereka harus pergi untuk selamanya. Malam ini akan ada ibadah penguatan, ibadah ini dilakukan untuk menghibur keluarga besar yang berduka. Rencananya besok akan di makamkan. Dan keluarga merasa bangga karena banyak penghargaan yang di terima oleh David sehingga dia akan di makamkan di taman makam bahagia lokasi taman makam pahlawan. Dan semuanya itu sudah disiapkan oleh kesatuannya.
Anna melihat mama Reny dan papa Dony begitu kuat menerima kenyataan kehilangan anaknya. Bahkan malam ini, Anna mendengar mereka berbicara saling menguatkan. Papa memeluk mama begitu kuat, memberi ciuman yang mesra di kening mama. Mau menunjukan bahwa mama tidak sendiri menjalani duka ini.
"Kita bersyukur ma, Tuhan mempercayakan David kepada kita untuk kita jaga dan besarkan sampai usianya dua puluh delapan tahun. Ini rencana Tuhan." Mama hanya menangis dalam pelukan papa. Malam ini Anna melihat mama tidur disebelah peti jenasah anaknya. Karena ini malam terakhir mama bersama dengan Mas David Johanes.
"Mama iklas sayang, mama iklas David. Pergilah ke rumah Bapa di surga dengan sukacita anakku Kapten Infantri David Johanes. Mama sangat mencintaimu sayang." Peti Jenasah ditutup. Semua menangis. Selesai ibadah ini, keluarga menyerahkan jenasah Kapten Infantri David Johanes kepada negara melalui kesatuannya Angkatan Darat untuk di makamkan secara militer. Bendera merah putih sudah menutupi peti jenasah.
Suara tembakan menandakan perpisahan sudah dimulai. Peti Jenasah di turunkan kedalam liang, suara terompet. Anna melihat mama Reny dan Papa Dony begitu kuat melepaskan anak mereka, begitu juga mas Jefry hanya bisa menangis dalam diam. Mereka juga sedih, karena di tengah duka ini adik bungsu mereka tidak ada bersama.
Kami masih dimakan mas David sampai matahari mau terbenam. Dirumah akan ada ibadah pengucapan syukur. Untung mba Cindy kemarin sudah mengaturnya jadi untuk konsumsi ibadah sudah disiapkan. Sound buat ibadah alat musik dan mic sudah di siapkan. Aku dan mba Cindy duluan ke rumah. Karena aku tugas melayani dalam ibadah pengucapan syukur ini.
Semua jemaat dan warga kompleks sudah tahu, bahkan keluarga besar pun tahu bahwa aku ini sudah di lamar oleh keluarga Johanes. Calon anak mantu keluarga ini. Meskipun keluarga sedih namun kami harus tetap bersyukur. Pujian yang Anna sampaikan sangat menguatkan bagi keluarga juga dirinya. Yang juga kenal dengan mas David. Sosok kakak penyayang dan pelindung, meski sering kocak.
Dari ketiga bersaudara ini, David anak yang paling periang, semua keluarga mengakuinya. Sedangkan Jefry dan Daniel tidak bahkan mereka berdua di juluki laki - laki kaku. Senyum hanya sebentar. Meskipun mereka sayang kepada sepupu dan keponakan mereka. Bahkan cucu dari adik - adik mama Reny dekatnya sama David karena periangnya.
Kenangan bersama mas David tidak akan terlupakan bahkan papa dari mama Reny menangis sampai meminta kepada Tuhan kepada bukan dia saja, kenapa harus cucunya yang meninggal. Sampai ibadah pengucapan syukur selesai beliau masih menangis. Keluarga sangat takut terjadi sesuatu pada laki - laki usia tujuh puluh sembilan tahun ini.
"Pak, harus kuat. Jangan sedih."
"Mana bisa Don."
"Masih ada Jefry dan Daniel kan. Ada juga cucu - cucu yang lain. Kita harus iklas pa, David sudah bahagia bersama Bapa di surga."
Orangtua mama Reny Wulandari adalah pensiunan angkatan darat dengan pangkat pembantu letnan satu. David cucunya yang mengikuti jejak kariernya di angkatan darat. Namun David adalah lulusan Akademi militer. Papa Dony ingat betul bagaimana reaksi papa mantunya begitu tahu cucunya David Johanes lulus sekolah akademi militer. Jadi kalau kehilangan pasti sangat papa mertuanya rasakan.
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang
mestinya ceritanya Daniel dan Anna tidak tinggal satu rumah dulu yah, meskipun ada orang tua, biarkan Anna kost di luar, dan mereka berdua harus menjaga kekudusan mereka sampai selesai pemberkatan