Selama tiga tahun, Lin Fan hidup sebagai menantu yang dianggap benalu di keluarga Su. Dihina oleh ibu mertuanya, diremehkan oleh kerabat, dan diabaikan oleh istrinya sendiri, Su Yuhan—seorang CEO muda yang dingin namun jelita. Tidak ada yang tahu bahwa Lin Fan sebenarnya adalah pewaris tunggal dari Keluarga Lin di ibu kota, keluarga konglomerat paling berkuasa. Masa ujian tiga tahun yang diwajibkan oleh keluarganya akhirnya berakhir hari ini, dan roda nasib bersiap untuk berputar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16: Gelombang Hitam dari Ibu Kota
Ribuan kilometer dari hiruk-pikuk Kota Jiangzhou, ibu kota negara—Jingcheng—berdiri angkuh sebagai pusat gravitasi kekuasaan, ekonomi, dan politik. Di pusat distrik finansial, sebuah gedung pencakar langit setinggi seratus lantai menembus awan kelabu. Gedung itu adalah markas besar Lin Corporation, pusat saraf dari kekaisaran Keluarga Lin yang tak tertandingi.
Di lantai teratas, di dalam sebuah penthouse berdinding kaca anti-peluru, seorang pria muda sedang berdiri menatap kelap-kelip lampu kota yang menyerupai lautan bintang. Pria itu adalah Lin Ye. Berbeda dengan Lin Fan yang memiliki aura setenang air yang dalam, Lin Ye memancarkan ambisi yang membara dan kekejaman yang meledak-ledak. Ia adalah putra sulung dari cabang keluarga kedua, sepupu Lin Fan, dan orang yang selama tiga tahun terakhir memegang kendali operasional Keluarga Lin di permukaan.
Lin Ye memutar gelas kristal berisi Macallan berusia lima puluh tahun di tangannya. Senyum puas tersungging di bibirnya. Tiga tahun adalah waktu yang cukup baginya untuk menanamkan loyalis-loyalisnya di dewan direksi keluarga. Sebentar lagi, takhta kepala keluarga akan jatuh ke tangannya.
Namun, ketenangan malam itu dipecahkan oleh suara langkah kaki terburu-buru.
Pintu baja terbuka, dan seorang pria paruh baya dengan bekas luka sayatan melintang di lehernya melangkah masuk. Ia adalah Feng, kepala intelijen bayangan faksi Lin Ye. Wajah Feng tampak tegang, keringat dingin membasahi pelipisnya meski suhu ruangan sangat sejuk.
"Tuan Muda Ye," suara Feng sedikit bergetar, ia menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Saya membawa laporan darurat tingkat merah dari wilayah selatan. Anomali besar baru saja terjadi di Kota Jiangzhou."
Jejak Sang Pewaris yang Bangkit
Lin Ye mengerutkan keningnya, tidak berbalik dari jendela. "Jiangzhou? Kota kelas tiga itu? Anomali apa yang bisa membuatmu merusak waktu istirahatku, Feng? Apakah Wali Kota di sana mati tersedak?"
"Lebih buruk dari itu, Tuan Muda," Feng membuka tablet berlapis baja militer miliknya dan menekan sebuah tombol. Beberapa layar hologram proyektor di ruangan itu langsung menyala, menampilkan rekaman CCTV yang terpotong-potong dan laporan mutasi keuangan yang fantastis.
Lin Ye akhirnya berbalik. Matanya menyipit menatap deretan data tersebut. Feng mulai membacakan rangkuman laporannya dengan cepat:
Aktivasi Kartu Naga Hitam: "Tiga puluh jam yang lalu, sistem perbankan internal kita mencatat pencabutan blokir pada Kartu Naga Hitam utama. Dana sebesar 500 Miliar Yuan ditarik tanpa persetujuan dewan direksi pusat dan disuntikkan ke sebuah perusahaan kecil bernama Grup Su."
Pemusnahan Keluarga Lokal: "Grup Zhao dan Keluarga Chen—penguasa lokal Jiangzhou—dihancurkan hingga ke akarnya hanya dalam semalam. Pimpinan mereka dikirim ke tambang Siberia tanpa jejak."
"Satelit kami menangkap pergerakan Komandan Yuan dan satu peleton Pasukan Bayangan di Jiangzhou. Mereka melakukan operasi pembersihan tanpa mengirimkan laporan ke markas Anda."
Mendengar tiga poin tersebut, gelas kristal di tangan Lin Ye retak, lalu pecah berkeping-keping. Minuman keras mahal dan darah dari telapak tangannya menetes ke atas karpet wol Persia.
"Kartu Naga Hitam..." rahang Lin Ye mengeras, otot-otot di wajahnya menegang menahan amarah yang meledak. "Komandan Yuan bergerak sendiri? Hanya ada satu orang di dunia ini yang memiliki otoritas lebih tinggi dariku atas Pasukan Bayangan."
"Benar, Tuan Muda Ye," Feng menelan ludah. "Masa ujian pengasingan tiga tahun Tuan Muda Lin Fan... telah berakhir kemarin. Dia selamat. Dia masih hidup, dan dia telah kembali menggunakan kekuasaannya."
Lin Ye menendang meja kopi dari kayu eboni padat di hadapannya hingga hancur berkeping-keping. Tiga tahun! Selama tiga tahun ia berharap sepupunya itu akan mati membeku di jalanan, kelaparan, atau dibunuh oleh preman acak karena ia dilarang menggunakan identitas dan kekayaannya.
Namun, Lin Fan tidak hanya bertahan hidup, pria itu kini baru saja memberikan tamparan keras ke wajah Lin Ye dengan memobilisasi dana setengah triliun Yuan tanpa melapor. Ini adalah sebuah deklarasi bahwa Sang Raja yang asli telah kembali untuk merebut takhtanya.
"Jika Tetua Keluarga di ibu kota tahu Lin Fan telah lulus ujian, mereka akan segera menjemputnya dan menobatkannya sebagai Kepala Keluarga secara resmi," desis Lin Ye, matanya menyala penuh niat membunuh. "Aku tidak akan membiarkan kerja kerasku selama tiga tahun dirampas begitu saja oleh bajingan yang menghabiskan waktunya mencuci piring di kota kumuh!"
Feng melangkah maju dengan hati-hati. "Apa perintah Anda, Tuan Muda Ye? Haruskah kita mengirim pasukan pembunuh bayaran tingkat tinggi ke Jiangzhou malam ini? Kita bisa menyingkirkannya sebelum berita kelulusannya sampai ke telinga Tetua."
"Bodoh!" Lin Ye membentak. "Komandan Yuan ada di sana bersamanya! Pasukan Bayangan akan mencabik-cabik siapa pun pembunuh yang kita kirim. Bertempur secara langsung dengannya saat ini sama saja dengan bunuh diri."
Lin Ye membalikkan badannya, menatap layar hologram yang kini memperbesar sebuah foto. Foto itu bukan wajah Lin Fan, melainkan wajah seorang wanita jelita dengan tatapan dingin yang tajam—Su Yuhan.
Mata Lin Ye memancarkan kelicikan iblis. Ia menatap profil Su Yuhan, membaca statusnya sebagai CEO Grup Su dan istri dari Lin Fan selama masa pengasingan.
"Selama ini, sepupuku yang sombong itu tidak pernah peduli pada wanita mana pun di ibu kota," gumam Lin Ye dengan senyum sinis yang mengerikan. "Tapi dia tiba-tiba menggunakan 500 Miliar Yuan dan membantai sebuah keluarga kelas satu demi wanita ini? Menarik. Lin Fan akhirnya memiliki kelemahan."
Lin Ye berbalik menatap Feng. Amarahnya telah digantikan oleh kalkulasi mematikan.
"Feng, jangan serang Lin Fan secara fisik," perintah Lin Ye dengan nada dingin yang menembus tulang. "Hubungi Tuan Muda Pertama dari Keluarga Long di Provinsi Selatan. Beritahu dia bahwa Grup Su di Jiangzhou memiliki aset segar setengah triliun Yuan yang tidak dijaga."
Feng mengangguk paham, senyum licik mulai terbentuk di wajahnya. "Anda ingin menggunakan Keluarga Long sebagai pion untuk menghancurkan Grup Su dan menculik wanita itu?"
"Tepat," jawab Lin Ye. "Keluarga Long memiliki bekingan jenderal bintang empat militer. Bahkan Lin Fan harus berpikir dua kali sebelum membunuh pewaris Keluarga Long secara terang-terangan. Buat Lin Fan sibuk melindungi istrinya. Hancurkan perusahaannya, hancurkan mentalnya, buat dia memohon bantuan padaku. Saat dia berada di titik terendahnya, aku sendiri yang akan menginjak kepalanya di Jiangzhou."