NovelToon NovelToon
Istri Pengantin Untuk CEO Lumpu

Istri Pengantin Untuk CEO Lumpu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: ayu gerimis

Karena kakaknya kabur tepat hari pernikahan demi bersanding dengan musuh bisnis tunangannya, Aruna terpaksa mengambil alih posisi yang bukan miliknya. Ia menikah dengan Argan, seorang pengusaha muda yang tampan, kaya raya, namun lumpuh dan duduk di kursi roda akibat kecelakaan. Dianggap sebagai pengganti sekaligus pelampiasan, Aruna tetap bertahan dengan kesabaran dan ketulusan. Ia tak hanya menuntun langkah kaki Argan yang perlahan pulih, namun juga menyembuhkan luka hatinya yang sempat membeku akibat pengkhianatan. Di antara kebohongan yang memulainya, tumbuh kasih sayang yang perlahan menyatukan dua jiwa yang saling melengkapi — hingga akhirnya mereka menyadari, pernikahan yang dipaksakan itu justru adalah takdir terindah yang pernah Tuhan berikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu gerimis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Satu Hati, Satu Jalan

Bulan berganti musim, membawa perubahan yang lembut namun nyata. Langkah Argan kini semakin tegap. Meski masih kadang terasa pegal dan lelah, ia sudah bisa berjalan jauh tanpa bantuan, bahkan menemaninya berjalan-jalan di taman hingga matahari terbenam. Kediaman Adhyaksa yang dulu sunyi dan dingin kini dipenuhi tawa dan kehangatan. Setiap sudutnya seolah menyimpan cerita perjuangan dan kasih sayang yang tumbuh dari masa-masa sulit.

Pagi itu, mereka berjalan beriringan menyusuri jalan setapak yang penuh bunga. Tangan Argan menggenggam jemari Aruna erat, seolah tak ingin melepaskannya walau sedetik pun. Langkah mereka selaras, berjalan lambat namun penuh keyakinan.

“Dulu aku berpikir pernikahan ini hanyalah ikatan yang dipaksakan,” ucap Argan pelan, menatap wajah Aruna yang disinari cahaya pagi. “Aku datang dengan hati tertutup dan penuh syak wasangka. Namun kau membukanya dengan kesabaran dan ketulusan yang tak pernah kurasakan sebelumnya.”

Aruna menoleh, tersenyum lembut. “Saya pun datang dengan cemas dan tak tahu apa yang akan dihadapi. Tapi di samping Anda, saya belajar bahwa kasih yang tulus mampu mengubah segalanya. Bahwa dari keadaan yang paling sulit sekalipun, bisa lahir kebahagiaan yang sejati.”

Argan berhenti sejenak, lalu berdiri tepat di hadapan Aruna. Ia menatap mata gadis itu lekat-lekat, lalu berkata dengan suara yang tenang namun penuh kesungguhan:

“Dulu aku berjanji akan berusaha menjadi pria yang pantas berdiri di sampingmu. Dan hari ini... aku berdiri tegak bukan untuk membuktikan pada dunia, melainkan untukmu. Karena kau adalah alasan kakiku kembali kuat, alasan hatiku kembali berharap, dan alasan masa depanku tampak begitu cerah.”

Ia mengeratkan genggamannya, melanjutkan dengan nada yang penuh kasih sayang:

“Aku tak tahu apa yang akan kita hadapi di masa depan. Mungkin masih ada hari hujan, mungkin masih ada jalan terjal. Tapi aku tahu satu hal pasti: selama kita berjalan dengan satu hati dan satu jalan, tak ada apa pun yang mampu menjatuhkan kita. Karena kekuatan kita bukan berasal dari harta atau kedudukan, melainkan dari kebersamaan yang tak pernah goyah.”

Aruna menatapnya lekat, air mata bahagia menetes perlahan namun senyumnya tak hilang. “Saya juga berjanji. Apa pun yang terjadi, saya akan tetap di sini. Menemani langkahmu, menopangmu saat kau lelah, dan mencintaimu dengan segenap jiwaku. Karena bagi saya, mencintaimu bukanlah kewajiban... melainkan anugerah terindah yang pernah saya terima.”

Argan tersenyum tulus, lalu menarik Aruna ke dalam pelukannya yang hangat dan kokoh. Di bawah langit yang cerah, di tengah taman yang berbunga indah, mereka berdiri saling mendekap erat. Dua jiwa yang awalnya dipertemukan oleh keadaan yang pahit, kini menyatu menjadi satu hati yang utuh dan kuat.

“Terima kasih telah memilihku, Aruna,” bisik Argan pelan di telinga istrinya. “Terima kasih tidak pernah pergi saat dunia memaksamu menyerah. Terima kasih telah menjadi cahaya dalam hidupku.”

“Dan terima kasih telah membiarkan saya menjadi rumah tempat hatimu pulang,” jawab Aruna lembut sambil mendekap erat dada bidang suaminya. “Kita berjalan bersama, Argan. Sisa hidup kita adalah milik kita berdua.”

Matahari semakin tinggi, menyinari jalan yang terbentang luas di hadapan mereka. Masih panjang perjalanan itu, penuh harapan dan kemungkinan. Namun mereka tak lagi takut. Karena kini mereka berjalan dengan satu hati, satu jalan, dan satu tujuan—menua bersama, saling mencintai, hingga rambut mereka memutih dan napas mereka berakhir.

bersambung......✨

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!