NovelToon NovelToon
Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Amir adalah seorang pemuda yatim piatu yang selama bertahun-tahun hidup menderita sebagai menantu yang sama sekali tidak dianggap oleh keluarga istrinya, meskipun ia sudah bekerja keras banting tulang dari pagi hingga larut malam setiap harinya. Kesabarannya diuji hingga batas maksimal ketika ibu mertua dan adik iparnya dengan kejam menendangnya ke dalam danau saat ia sedang memancing, hanya demi memaksanya menceraikan istrinya yang hendak dijodohkan dengan pria kaya. Namun, di saat Amir tenggelam dan hampir kehilangan nyawanya, ia justru membangkitkan [Sistem Check-in Memancing] yang akan mengubah jalan hidupnya yang menyedihkan menjadi seorang legenda yang bergelimang harta dan kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Tiga sosok manusia sedang berjalan gontai menyeret tas plastik besar berisi pakaian kotor.

Mereka adalah Bu Rina, Siska, dan Rendy.

Pagi tadi, anak buah Bang Toyib benar-benar datang dan mengusir mereka dengan kasar dari rumah mewah mereka.

Semua barang berharga, perabot, hingga perhiasan sisa milik Bu Rina disita sebagai pembayaran denda keterlambatan.

Mereka hanya diizinkan membawa beberapa potong pakaian murah dan diusir ke jalanan tanpa sepeser uang pun.

Rendy berjalan dengan langkah terseok-seok sambil memegangi tangan kanannya yang dibalut perban kotor.

"Ibu, tanganku sakit sekali Bu, berdenyut-denyut seperti mau meledak."

"Aku lapar Bu, dari pagi kita belum makan apa-apa hiks hiks."

Rendy merengek menangis dengan wajah pucat dan bibir yang pecah-pecah.

Bu Rina yang biasanya selalu memakai gaun mahal kini hanya memakai daster lusuh yang basah kuyup terkena hujan.

Rambutnya lepek dan wajahnya dipenuhi keriput keputusasaan yang membuatnya terlihat sepuluh tahun lebih tua.

"Sabar Rendy, tahan sedikit lagi nak, kita harus cari tempat berteduh dulu."

"Siska, kau masih punya sisa uang di sakumu tidak untuk beli obat adikmu?"

Bu Rina menoleh pada Siska yang berjalan di belakang mereka dengan pandangan kosong.

Siska memakai jaket tipis yang sudah kotor terkena cipratan air kubangan.

Tas mewah yang selalu ia banggakan dulu sudah dirampas oleh rentenir sebagai jaminan.

"Tidak ada Bu, seribu rupiah pun aku tidak punya sekarang."

"Semua rekeningku dibekukan pihak bank karena Kevin memakai namaku untuk pinjaman perusahaannya."

Siska menjawab dengan suara serak yang nyaris hilang terbawa angin.

Dosa kebohongan Kevin ternyata menyeret Siska ke dalam jurang kebangkrutan yang paling dalam.

Bukan hanya kehilangan harta, Siska kini juga menjadi buronan bank atas utang miliaran yang tidak pernah ia nikmati.

"Ya Tuhan, cobaan apa ini, kenapa hidup kita jadi melarat begini dalam waktu satu malam!"

Bu Rina menangis meraung-raung menatap langit yang kelabu.

Mereka terus berjalan mencari kontrakan petakan yang sangat murah di kawasan pinggiran sungai yang bau.

Setelah memohon-mohon pada seorang pemilik kos kumuh, mereka akhirnya diizinkan tidur di sebuah gudang sempit berukuran dua kali dua meter.

Ruangan itu pengap, bau tikus, dan atapnya bocor meneteskan air hujan.

"Siska, kau pergilah ke depan jalan raya, mengemis atau cari pinjaman pada teman-teman arisanmu."

"Ibu mohon carikan makan untuk adikmu, dia bisa mati demam kalau begini terus."

Bu Rina duduk di lantai semen yang dingin sambil memangku kepala Rendy.

Siska menelan ludah kepahitannya dan mengangguk pelan.

Ia kembali berjalan keluar menembus hujan rintik menuju kawasan jalan raya yang lebih ramai.

Siska mencoba menelepon teman-teman sosialitanya menggunakan ponsel butut ibunya.

Namun tidak ada satu pun dari mereka yang mau mengangkat panggilannya.

Berita tentang kebangkrutan Kevin dan diusirnya keluarga Siska ternyata sudah menyebar luas di grup gosip mereka.

Semua temannya langsung memblokir nomornya karena tidak sudi berteman dengan gembel yang sedang dikejar rentenir.

"Kurang ajar, saat aku punya uang mereka selalu menjilatku, sekarang mereka membuangku seperti sampah."

Siska menangis memaki teman-temannya di bawah rintik hujan.

Ia terus berjalan tanpa arah hingga kakinya berhenti di depan sebuah gedung hotel berbintang lima yang sangat megah.

Itu adalah Hotel Nusantara, tempat berkumpulnya para pejabat dan pengusaha kelas atas malam ini.

Siska berdiri berteduh di bawah sebuah pohon di pinggir trotoar yang becek, menatap iri pada kemewahan di seberangnya.

Lampu-lampu hias menyala terang benderang menerangi karpet merah yang digelar dari pintu masuk hingga area parkir valet.

Puluhan pria berjas hitam berjaga ketat dengan alat komunikasi di telinga mereka.

Mobil-mobil mewah seharga miliaran rupiah terus berdatangan menurunkan tamu-tamu penting yang berpakaian sangat elegan.

Tiba-tiba, suara raungan mesin yang sangat familiar terdengar memecah keramaian lalu lintas.

Sebuah Mercedes G-Class hitam doff melaju dengan sangat gagah dan berhenti tepat di ujung karpet merah.

Siska menyipitkan matanya yang basah oleh air hujan.

Jantungnya kembali berdegup kencang saat melihat siapa yang keluar dari bangku kemudi mobil monster tersebut.

Pria itu mengenakan setelan jas hitam yang sangat pas di badan dengan potongan kemeja putih tanpa dasi yang terlihat maskulin.

Rambutnya disisir rapi ke belakang memancarkan karisma yang membuat setiap wanita di sana menahan napas.

Itu adalah Amir.

Mantan suami yang tiga tahun ia anggap sebagai pengemis dan benalu rumah tangganya.

Namun kejutan untuk Siska tidak berhenti sampai di situ saja.

Seorang pria paruh baya yang sangat berwibawa keluar dari pintu lobi hotel dan berjalan cepat menyambut Amir.

Siska sangat mengenali pria paruh baya itu dari sampul majalah bisnis terkenal.

Itu adalah Surya Adiningrat, konglomerat nomor satu yang kekayaannya ribuan kali lipat dari keluarga Kevin sang penipu.

"Selamat datang Amir, tamuku yang paling agung malam ini."

Pak Surya memeluk Amir dengan sangat akrab di depan kamera wartawan yang meliput di luar pagar.

"Silakan masuk, aku sudah menyiapkan kursi VVIP di meja utamaku khusus untukmu."

Pak Surya mempersilakan Amir berjalan masuk mendahuluinya layaknya seorang pangeran yang dihormati rajanya.

Semua pengawal berjas hitam serentak membungkuk hormat saat Amir melangkah di atas karpet merah tersebut.

Siska yang berdiri di pinggir jalanan berlumpur seolah tersambar petir yang menghancurkan jiwanya.

Kakinya lemas tak bertulang hingga ia jatuh terduduk di atas kubangan air kotor di trotoar.

Air hujan dan air lumpur menyiprat mengotori wajahnya yang penuh air mata keputusasaan.

"Itu... itu suamiku... pria hebat itu adalah suamiku..."

Siska bergumam seperti orang gila meratapi kebodohannya yang paling fatal seumur hidupnya.

Ia mencoba bangkit dan berjalan terhuyung-huyung mendekati pintu gerbang hotel.

"Amir! Amir tolong aku Amir, ini istrimu Siska!"

Siska berteriak parau melambaikan tangannya mencoba menarik perhatian pria yang sedang berjalan di atas karpet merah itu.

Namun suara teriakannya tenggelam oleh suara hujan dan hiruk pikuk di depan hotel.

Seorang satpam bertubuh besar langsung menghadang langkah Siska dan mendorong bahunya dengan kasar.

"Heh orang gila, menjauh dari sini!"

"Tempat ini bukan tempat untuk gelandangan sepertimu mengemis!"

Bruk.

Siska terdorong jatuh kembali ke aspal jalanan yang basah.

Amir yang sebenarnya mendengar samar-samar teriakan Siska sama sekali tidak menoleh ke belakang.

Langkahnya tetap tegap dan pasti memasuki lobi hotel yang hangat dan mewah.

Bagi Amir, suara Siska kini tidak lebih berharga dari suara rintihan anjing liar di pinggir jalan yang kehujanan.

Ia telah sepenuhnya membuang kotoran masa lalunya dan bersiap menaklukkan puncak dunia yang baru.

1
Wega Luna
mir jangan jauh jauh ke segitiga Bermuda,laut selatan menunggumu tuh🤭🤭
💫Penjelajah Novel💫
Thor. kolo bisa jangan 1× mancing 1× dapet langsung balik. kolo bisa banyakin mancingnya
kiyoe: terimakasih atas masukan nya kak
total 1 replies
Author Melda
Gilaak bab 1 nya langsung nyesek kak 😭 Amir yatim piatu jadi menantu gak dianggap, eh dibuang ke danau pula. Tapi pas bangkit sama sistem mancingnya itu keren banget plot twistnya! Semangat terus kak kiyoe, mancing mania mantap! 🎣
kiyoe: heheh terimakasih kak author Selpi atas dukungan nya
total 1 replies
Wega Luna
mir ,mancing ditempat ku ada danau ajaibnya,danau pasir putih yg keluar dari tanah seperti lumpur Lapindo,, dikelilingi bukit ular dan perumahan Citraland Surabaya, pemandangan keren,
kiyoe: wuih keren
total 3 replies
Wega Luna
banyakin saldo mancing nya terus ditukar dengan uang beli Bugatti ,,,direalita Buggati lebih mahal dari Lamborghini🤣🤣🤣🤣kalo perlu beli Ferrari yg konon belinya ribet banget tapi berkelas karena belum tentu setiap pengusaha bisa beli Ferrari,,,🤭🤭🤭🤭
Wega Luna
💪💪💪 semangat para mancing mania,🏃🏃🏃tau GK Thor aku baca novel mu ini sambil mancing di kolam pemancingan😄
kiyoe: nanti kalau udah Mateng kabarin othor yak kak 🤣🤣
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!