Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.
Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.
Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.
Salah satunya adalah kakek Shen yifan.
Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 : Sebuah perbedaan dalam kultivasi
Anak buah Gu Lie terus bergerak mencari keberadaan Shen Yifan, menyusuri setiap jengkal anak sungai dengan saksama.
"Kapten, sepertinya bocah itu melarikan diri ke arah Kota Istana Langit," lapor salah satu anak buahnya setelah mendeteksi bercak darah kering dan bekas jejak kaki milik Shen Yifan.
"Sepertinya bocah itu memilih bersembunyi di dalam kota, ya?" Sang kapten menyunggingkan senyum yang terkesan seram.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya anak buahnya.
"Simpel saja. Tinggal masuk ke kota itu. Walaupun gerbangnya agak ketat untuk orang-orang dengan latar belakang seperti kita, percayalah, dengan beberapa batu spiritual tingkat menengah saja, kita sudah bisa membungkam mulut para penjaga Istana Langit!" Sang kapten langsung membalikkan tubuh, berniat pergi untuk segera melapor kepada atasannya terlebih dahulu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tepat setelah Nangong Bingxue melangkah pergi dari aula, Shen Yifan tiba-tiba merasakan kepalanya luar biasa pusing. Pandangannya mengabur dan ia berjalan sempoyongan sembari memegangi pinggulnya yang terluka. Darah segar kembali merembes keluar dari balik bajunya.
"Yi Fan, kamu kenapa?!" Nangong Yue yang melihat kondisi tersebut langsung bergerak cepat menghampiri Shen Yifan yang hampir ambruk.
"Ahaha, aku hanya sedikit..." Belum sempat ia melanjutkan kalimatnya, kesadaran Shen Yifan runtuh. Keadaan fisiknya memang sudah sangat kritis.
Pertama, ia menderita luka parah di bagian pinggul akibat pelarian sebelumnya. Kedua, seluruh energi spiritual di dalam tubuhnya telah terkuras habis tanpa sisa saat memurnikan pil obat tadi. Dan yang ketiga—yang menjadi masalah paling utama—Shen Yifan sedang kelaparan hebat karena terlalu berdedikasi membuat pil hingga tidak sempat mengisi perutnya.
................
Malam akhirnya telah tiba. Bulan purnama yang menggantung di langit Kota Istana Langit tampak sangat indah, memantulkan cahaya perak yang jernih lewat ornamen giok putih yang terpasang rapi di setiap sudut sisi jalan.
"Di mana ini?" Shen Yifan perlahan terbangun dari pingsannya. Ia mengedarkan pandangan ke atas, namun interior langit-langit ruangan ini terasa sangat asing bagi ingatannya.
Shen Yifan perlahan mengangkat tubuhnya, lalu duduk di atas ranjang yang terasa empuk dan sedikit megah.
"Eh? Lukaku... sudah hilang?" Ia tersentak saat menyadari bahwa luka robek di pinggulnya kini telah tertutup rapat, bahkan tidak ada lagi rasa sakit yang tertinggal di dalam bekas luka tersebut.
"Lukamu sudah aku sembuhkan!" Tiba-tiba terdengar sebuah suara dingin yang sangat familiar dari arah kegelapan.
"S-Senior? Kenapa Anda bisa ada di sini?" Shen Yifan menoleh ke arah pintu. Di sana, Nangong Bingxue tengah berdiri sembari menyilangkan kedua tangan di depan dadanya yang sedikit membusung.
"Jangan takut begitu, dan jangan panggil aku 'Senior'. Aku tidak ingat pernah memiliki seorang junior sepertimu. Panggil saja aku seperti kamu memanggil adikku," ucap Nangong Bingxue dengan nada bicara yang perlahan melunak.
"Ahaha, baiklah, Kakak Bing. Terima kasih banyak telah menyembuhkan luka-lukaku," ucap Shen Yifan sembari menundukkan kepala dengan hormat dalam posisi duduknya.
"Itu cuma hal kecil. Aku hanya membantu menutup jalur luka luar dan dalammu. Jika kamu mau berterima kasih karena hilangnya rasa sakit itu, sebaiknya kamu berterima kasih kepada Yue," jawab Nangong Bingxue sembari tersenyum tipis.
"Kalau begitu, aku akan berterima kasih kepadanya nanti saja!" Shen Yifan tersenyum, perlahan-lahan mulai merasa rileks saat mengobrol dengan Nangong Bingxue.
"Oh iya, omong-omong... sebelumnya kamu tidak pernah melakukan kultivasi sama sekali?" tebak Nangong Bingxue. Ia merasa heran karena pemuda di depannya ini begitu berbakat dalam urusan membuat pil, namun basis kultivasinya sungguh berada di luar dugaan.
"Sebelumnya memang tidak pernah, Kak. Karena ada sebuah gerbang misterius di dalam laut kesadaranku yang entah kenapa tidak mau menyerap energi spiritual seperti orang normal!" jawab Shen Yifan jujur.
"Gerbang misterius? Maksudmu adalah akar spiritual?" Nangong Bingxue kembali dibuat bingung oleh istilah aneh yang digunakan oleh Shen Yifan.
"Eh? Apa bedanya? Bukankah gerbang misterius itu yang biasanya disebut sebagai akar spiritual? Tunggu... Kak Bing, sebenarnya menurutmu apa itu akar spiritual?" Shen Yifan ikut merasa bingung. Selama ini ia mengira bahwa gerbang raksasa di dalam kesadarannya adalah apa yang dinamakan akar spiritual.
"Akar spiritual adalah fondasi dasar bagi seorang kultivator. Bentuknya menyerupai akar pohon metafisik yang menjalar ke segala arah di dalam tubuh. Gunanya adalah untuk menentukan seberapa besar tingkat afinitas atau kecocokan seseorang terhadap Qi langit dan bumi," jelas Nangong Bingxue dengan kalimat yang simpel.
"Tapi aku sama sekali tidak merasakan adanya akar seperti itu? Maksudku, di dalam laut kesadaranku tidak ada wujud akar spiritual yang seperti Kak Bing katakan. Yang ada di sana hanyalah sebuah gerbang batu yang sangat besar!" Shen Yifan kembali dibuat kebingungan dengan kondisi tubuhnya sendiri.
"Hmmm, aku tidak tahu. Anomali dalam dunia kultivasi memang selalu ada di setiap zaman, namun sungguh, aku tidak tahu apa yang kamu maksud dengan konsep gerbang misterius itu," ucap Nangong Bingxue sembari menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Memang aneh, Kak. Gerbang itu awalnya menyerap energi spiritual, lalu setelah itu dialirkan ke setiap jalur meridian dan—" Ketika Shen Yifan hendak menjelaskan detail mekanismenya secara rinci, Nangong Bingxue segera menyela.
"Aduh, sudahlah, aku tidak ahli dalam teori-teori rumit seperti itu! Bagiku, kultivasi ya hanya tinggal menyerap energi, mencari bahan spiritual untuk membantu menerobos, lalu naik ranah. Aku tidak pernah pusing menggunakan teori. Sebaliknya, aku tipe orang yang langsung menggunakan praktik untuk menaikkan ranah kultivasi, sesuai dengan apa yang ditulis dan dipelajari di sekte," jawab Nangong Bingxue jujur. Ternyata wanita tangguh ini melangkah sejauh ini murni dipandu oleh latihan fisik dan buku manual sekte; jika ditanya soal teori mendalam, dia langsung angkat tangan.
"Ah, baiklah. Aku akan memikirkannya sendiri nanti!" Shen Yifan tersenyum mufakat, tidak ingin membebani pikiran Nangong Bingxue lebih jauh.
"Kalau begitu, aku masih ada urusan lain yang harus diselesaikan. Ini, terimalah seratus batu spiritual tingkat atas. Anggap saja ini sebagai biaya pembayaran penuh untuk Pil Penghangat Jiwa yang kubeli darimu tadi," ucap Nangong Bingxue seraya melemparkan sebuah kantung kain kecil yang berisi batu spiritual, lalu berbalik pergi meninggalkan ruangan tanpa menunggu jawaban dari Shen Yifan.
Shen Yifan hanya bisa tersenyum kecut menyaksikan kelakuan blak-blakan wanita itu sembari melambaikan tangan pelan.
Ruangan mewah itu kini kembali diselimuti kesunyian.
(Lagi-lagi ada hal baru yang membuat kepalaku pusing,) gerutunya di dalam hati.
Ia menimbang-nimbang kantung kecil di tangannya, lalu membukanya secara perlahan. Sepasang matanya seketika langsung berbinar cerah.
"Wah... ini benar-benar batu spiritual tingkat atas!"
Shen Yifan mengambil sebutir batu spiritual berbentuk kristal berwarna bening kebiruan. Energi murni yang terkandung di dalamnya terasa jauh lebih masif dan bersih jika dibandingkan dengan batu spiritual tingkat rendah atau biasa yang pernah ia lihat selama hidupnya.
"Haha! Keluarga Nangong ternyata benar-benar kaya raya."
Namun, senyuman puas di wajahnya perlahan-lahan memudar, digantikan oleh tatapan mata yang kembali kosong.
"Tapi... kalau memang semua kultivator normal di dunia ini memiliki akar spiritual..." Ia mengepalkan tangan kirinya erat-erat. "Kenapa hanya aku yang tidak punya?"
Pertanyaan krusial itu terus-menerus menghantui pikirannya. Orang lain memiliki akar spiritual murni sebagai pusat kendali elemen mereka. Sedangkan dirinya? Hanya dibekali sebuah gerbang misterius tak dikenal yang berdiri kokoh di tengah-tengah lautan spiritualnya.
Semakin dipikirkan, fenomena ini terasa semakin tidak masuk akal.
Ketika Shen Yifan sedang menggenggam beberapa butir batu spiritual tingkat atas itu di telapak tangannya, tiba-tiba ia bisa merasakan adanya riak aura langit yang teramat pekat mengalir di dalam batu kristal tersebut.
Tanpa sadar, ia terus memfokuskan pandangan pada batu spiritual di tangannya. Tepat ketika pertanyaan tentang fondasi tubuhnya kembali melintas di benaknya, batu spiritual tersebut mendadak bergetar hebat sebelum akhirnya memancarkan cahaya perak yang sangat menyilaukan.
"Hmm?!"
Belum sempat Shen Yifan memberikan reaksi atau melepaskan batu tersebut, kilauan cahaya itu langsung mencair menjadi aliran energi murni dan menerobos masuk secara paksa ke dalam pori-pori tubuhnya.
"Argh!" Shen Yifan seketika memegangi dadanya kuat-kuat, lalu memuntahkan seteguk darah segar ke lantai. Rasa sakit yang luar biasa hebat menjalar cepat ke seluruh jalur meridiannya, membuat seluruh tubuh pemuda itu gemetar hebat. "Apa-apaan ini?! Kenapa tiba-tiba sekali?!"
Ia buru-buru memejamkan mata untuk memeriksa aliran energi asing yang baru saja masuk ke dalam tubuhnya. Namun anehnya, energi masif itu tidak berkumpul di area Dantian seperti yang biasa digambarkan dalam buku manual, melainkan seolah-olah menguap dan menghilang begitu saja tanpa bekas.
"Jangan-jangan... cara penggunaan batu spiritual memang bukan langsung diserap untuk meningkatkan basis kultivasi secara instan?" gumamnya lirih dengan napas terengah-engah.
Sesaat kemudian, ia tertawa kecil sembari menggelengkan kepala. "Ahaha, mana ada cara kultivasi yang sekikir itu? Sehingga batu spiritual yang notabene merupakan materi duniawi bisa secara langsung menaikkan—"
Kalimat pembelaannya belum sempat terselesaikan ketika butiran batu spiritual lain yang masih berada di dalam kantung kain tiba-tiba ikut memancarkan cahaya perak yang serupa.
"Woi, tunggu dulu! Berhenti!"
Satu demi satu, sisa batu spiritual di dalam kantung itu berubah menjadi aliran berkas cahaya murni dan melesat masuk secara paksa ke dalam dada Shen Yifan.
"Urghhh!"
Rasa sakit yang menghantam kali ini terasa jauh lebih menyiksa dibanding yang pertama. Shen Yifan bahkan tidak sanggup lagi mempertahankan posisi duduknya hingga ambruk ke kasur. Dengan napas yang memburu tidak teratur, ia segera memejamkan mata rapat-rapat dan berusaha sekuat tenaga menenangkan pikirannya agar aliran energi liar di dalam tubuhnya tidak menjadi kacau dan merusak meridiannya.
Tak lama kemudian, kesadaran batinnya tenggelam jauh ke dalam lautan spiritual miliknya sendiri. Gerbang batu raksasa yang misterius kini berdiri megah di hadapannya, persis seperti sebelumnya. Shen Yifan menarik napas panjang di dalam ruang batinnya sebelum melangkah masuk melewati celah gerbang tersebut.
"Hah?!" Sepasang matanya langsung membelalak sempurna karena terkejut. "Tempat ini... berubah?"
Terakhir kali ia memasuki ruang di balik gerbang ini, di sana hanya terdapat sebuah kolam energi kecil yang bahkan ukurannya tidak cukup untuk dipakai berendam satu orang. Namun kini, ukuran kolam tersebut telah melebar hingga beberapa kali lipat dan dipenuhi oleh cairan energi spiritual yang jauh lebih pekat dan murni.
"Apa yang sebenarnya terjadi di sini?"
Saat itulah ia melihat butiran-butiran cahaya perak menembus melewati gerbang misterius dari arah luar. Shen Yifan langsung mengenali karakteristik energi tersebut; itu adalah esensi dari batu-batu spiritual tingkat atas milik Keluarga Nangong yang baru saja terserap ke dalam tubuh fisiknya. Semua partikel energi murni itu jatuh mengalir ke dalam kolam, membuat permukaan air kolam spiritualnya terus meluas sedikit demi sedikit seiring berjalannya waktu.
Shen Yifan akhirnya memegang dagunya sendiri sembari menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan pemahaman baru. "Jadi begitu polanya... Batu spiritual yang kuserap ternyata tidak disimpan di dalam Dantian fisik, melainkan langsung dialirkan dan dimurnikan oleh gerbang misterius ini untuk memperluas kolam spiritualku."
Tatapannya kemudian beralih menatap ke arah bagian atas kolam. Di sana, kobaran api Flame Devouring tampak sedang melayang dengan tenang, bertindak bagaikan seorang penjaga setia yang tidak pernah tidur. Api merah mistis itu memancarkan aura hangat sekaligus getaran energi yang mengerikan.
Shen Yifan kembali teringat akan ucapan mendiang Kakek Lu Ming serta ambisi gila Gu Lie yang begitu mendamba untuk memiliki api spiritual tersebut.
"Kalau situasinya seperti ini... berarti beginilah cara unikku untuk berkultivasi."
Kesadaran batin Shen Yifan perlahan-lahan kembali ke dunia nyata. Tanpa membuang-buang waktu lagi, ia segera mengambil sisa batu spiritual tingkat atas yang berceceran di atas ranjangnya. Dan benar saja, dugaan Shen Yifan terbukti tepat. Begitu jari-jarinya bersentuhan dengan batu kristal tersebut, seluruh energinya kembali mencair menjadi cahaya murni dan langsung terserap habis oleh gerbang misterius. Di dalam lautan spiritualnya, kolam energi murni itu kembali berguncang dan melebar hingga hampir dua kali lipat dari ukuran sebelumnya.
Pada saat yang bersamaan, hawa keberadaan Shen Yifan di dunia nyata mendadak melonjak tajam. Energi spiritual di dalam jalur meridiannya mengalir semakin deras dan lancar, membuat seluruh tubuh fisiknya terasa jauh lebih ringan dan bertenaga.
"Ranah Qi Condensation Tahap Menengah!"
Shen Yifan perlahan membuka kedua matanya. Sebuah senyuman puas baru saja hendak mengembang di wajahnya, namun raut wajah itu seketika berubah drastis saat ia mendadak teringat akan sesuatu hal yang krusial. Dengan gerakan panik, ia buru-buru membuka kembali kantung kain tempat menyimpan batu spiritual pemberian Nangong Bingxue tadi.
"..."
"..."
"Tidakkk!!!"
Shen Yifan rasanya ingin menangis menjerit di tempat saat melihat isi di dalam kantung kain tersebut.
"Batu spiritual tingkat atasku... kenapa cuma tinggal satu butir?"
Ia memeluk kantung kain kosong itu erat-erat ke dadanya, seolah-olah takut satu-satunya batu spiritual yang tersisa di dalamnya akan ikut menghilang secara misterius jika dilepaskan.
"Sialan... Kalau memang begini mekanisme dan cara kultivasi tubuhku..." Shen Yifan mengusap wajahnya yang kusut sembari menghela napas panjang yang teramat berat. "Mulai sekarang, aku benar-benar harus memutar otak untuk menjadi orang yang paling kaya di dunia ini!"