Terlahir dari rahim seorang wanita yang mendapat julukan sebagai pelakor atau orang ketiga bukan kemauan Kanza Qiara Mecca. Gadis cantik yang kini sudah menjadi piatu sejak usia nya tiga bulan itu harus menanggung keras nya hidup di keluarga orang yang telah ibu hancurkan. Setiap hari dia selalu mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari ibu dan kakak tiri nya. Sosok ayah yang selama ini diaharapkan pun tidak bisa melakukan apa pun melihat hal itu.
Penderitaan Kanza tidak berhenti di situ saja, sebulan sebelum pernikahan sang kakak justru dia mendapati dirinya berada dalam satu kamar dengan calon kakak ipar nya dan hal itu membuat dia harus terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan tanpa cinta dengan sosok pria angkuh, dingin dan arogan Kenan Diyaksa.
Bagaimanakah kehidupan Kanza setelah mendapat gelar seorang istri dari calon kakak ipar nya? Apakah kebahagiaan yang selama ini dia harapkan akan dia raih?
Yuk….kepoin karya baru author “ Ikatan Tanpa Cinta “happy reading gaes😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ny.Irawana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 16 Suami macam apa
Hots News
"Seorang pengusaha sukses dan terkenal berinisial KA tertangkap kamera keluar dari salah satu hotel di Bali dengan seorang selebgram terkenal berinisial A yang tidak lain adalah mantan kekasihnya. Mengingat KA sudah mempunyai istri, apakah mereka selingkuh?"
Deg,
"Di saat aku bertaruh nyawa melawan orang yang ingin mencelakai ku semalam, kamu justru berduaan bersama mba Ara di hotel, jahat sekali kamu mas."
Airmata Kanza tak kuasa untuk terus mengalir membaca berita di salah satu akun gosip yang ada di sosmed nya. Seperti nya Andre kalah start, belum selesai dia menghapus semua berita yang memuat Kenan pagi ini, namun Kanza sudah terlanjur membuka dan membaca nya lebih dulu.
Kanza awal nya berniat untuk menghubungi sang ayah, memberitahu keadaan dia sekarang ini namun belum sempat dia mengirim pesan pada ayah nya, notif berita itu sudah dulu muncul di ponsel Kanza. Karena penasaran Kanza pun membuka dan membaca berita itu.
Ceklek,
"Ya Allah neng Kanza, kenapa bisa begini", ucap Bi Sum yang sedikit berlari ke arah ranjang Kanza dengan air mata yang sudah berderai.
Wanita tua itu langsung memeluk Kanza," neng Kanza baik - baik saja kan, ada yang sakit neng?"
" Kanza baik - baik saja Bi, badan Kanza cuma terasa sakit semua", jawab Kanza sambil tersenyum.
"Syukurlah kalau neng Kanza baik - baik saja, bibi syok sekali setelah terima kabar dari tuan tentang keadaan neng Kanza".
Kanza mengerutkan dahi nya," papa tahu tentang aku yang seperti ini Bi?"
Bi Sum menganggukkan kepalanya, dia kemudian menceritakan kepada Kanza jika Baskoro menghubungi nya untuk segera ke rumah sakit untuk menjaga Kanza. Baskoro sendiri saat ini sedang ada urusan bisnis di luar kota jadi tidak bisa datang ke rumah sakit untuk melihat Kanza maka dari itu dia menyuruh bi sum untuk mewakili nya.
"Seperti biasa dari dulu papa selalu tidak ada waktu sedikit pun untuk ku di saat aku sedang kesakitan seperti ini", batin Kanza tersenyum getir.
Hal ini sering dia alami sejak kecil, jika dia sakit hanya bi Sum lah yang perhatian sama dia. Ayah nya selalu saja beralasan sibuk dengan pekerjaan nya. Berbeda jauh dengan kakak nya Arabella, jika gadi itu terluka kecil saja selalu di perhatikan oleh sang ayah.
"Oh ya neng Kanza mau makan sup ayam? Tadi sebelum ke sini bibi masakin suk ayam kesukaan neng Kanza. Bibi suapin ya?"
"Iya bi, Kanza mau.."
**
"Kenapa ponsel ku mati? Pantesan sejak semalam tidak ada notif atau panggilan yang masuk ke dalam ponsel ku".
Kenan pun langsung menghidupkan ponsel nya, pria tampan itu pun terkejut karena banyak sekali panggilan telepon dari Andre dan papa nya. Bahkan puluhan pesan pun masuk dari papa dan asisten nya itu.
Dari puluhan pesan itu ada satu pesan dari sang asisten yang membuat tubuh ny bergetar hebat, saat melihat tubuh Kanza terkulai lemas dengan beberapa luka di tubuh gadis itu.
"Kanza...jadi apa yang dia bilang semalam itu..."
Tanpa banyak kata pria itu langsung memesan tiket pesawat ke Jakarta saat itu juga.
Kantor Argantara Kalendra
Pletak,
Pena yang awalnya Arga pegang kini sudah mendarat cantik di kepala Rendi. Membuat pria itu meringis karena merasa ngilu terkena lemparan pulpen dari bos nya itu.
"Ngawur kamu kalau ngomong, emang aku ada tampang pembinor apa !"
"Ya kali aja kamu ada niatan mau rebut istri orang", ucap Rendi sambil mengusap-usap kepala nya.
Arga berdiri dari duduk nya sambil berdecak, pria tampan itu berjalan ke arah sang asisten dengan langkah tegap sambil membawa map coklat.
"Nih baca..." Arga menaruh map coklat itu di tangan Rendi.
Rendi langsung membuka amplop coklat itu, dahi nya berkerut membaca kertas yang ada di amplop itu.
"CV lamaran kerja Kanza Qiara Mecca? Terus maksud kamu ngasih ini ke aku apa?"
"Ck...di situ kan ada nomer kontak Kanza Qiara Mecca, masak kamu ngga paham apa yang harus kamu lakuin", ucap Arga sambil pergi meninggalkan ruangan nya meninggalkan Rendi yang masih mematung mencerna ucapan nya.
Rendi berpikir keras apa maksud yang di katakan Arga barusan.
"Hei Argantara Kalendra, background pendidikan Kanza Qiara Mecca ini tidak sesuai dengan perusahaan kita. Mana bisa dia bekerja di sini !" teriak Rendi yang jelas tidak di dengar oleh Arga.
**
Back to rumah sakit,
Setelah menghabiskan semangkuk soup ayam yang hangat, Kanza pun tertidur pulas kembali. Selain karena kenyang pengaruh obat yang dia konsumsi setelah makan tadi juga mempengaruhi dia jadi bisa tertidur pulas seperti ini.
Tepat pukul dua siang Kanza terbangun dari tidur nya, gadis itu merasa pergelangan tangan nya terasa berat seperti ada benda yang menimpa nya.
"Mas Kenan.." lirih Kanza yang melihat Kenan sedang tertidur sambil memegang pergelangan tangan nya.
Bersamaan itu pula Kenan pun membuka mata nya.
"Kamu sudah bangun Za?"
"Ehm....sejak kapan mas Kenan ada di sini".
"Sejak beberapa jam yang lalu, Za...aku minta maaf karena telah meninggalkan mu sendirian sampai mengakibatkan kamu menjadi seperti ini. Aku benar - benar minta maaf Za", ucap Kenan dengan tulus bahkan sangat terlihat jelas di kedua mata nya nampak penyesalan yang mendalam.
Sebelum masuk ke ruang rawat Kanza, Kenan bertemu dengan sang ayah terlebih dahulu. Pria itu jelas mendapatkan amukan dari Mahendra karena telah membuat menantu kesayangan nya seperti celaka seperti itu.
"Di mana Bi Sum?" alih - alih menanggapi perkataan suami nya, Kanza justru mengalihkan pandangannya mencari keberadaan asisten rumah tangga nya yang tidak nampak di ruang itu.
"Bi Sum aku suruh pulang untuk mengambil pakaian ganti kita".
Kanza mengerutkan kedua alis nya," pakaian kita?"
"Hemmm, pakaian kita, baju kamu dan aku Za. Karena aku yang akan menjaga mu nanti sampai kamu pulih dan diperbolehkan untuk pulang", jawab Kenan dengan penuh percaya diri.
Kanza memejamkan mata nya sejenak sambil menghela nafasnya.
"Kamu pulang saja mas, aku tahu mas Kenan pasti capek sekali habis dari Bali ketemu mba Ara. Lebih baik aku di temani Bu Sum saja nanti", kata Kanza dingin.
Deg,
"Jadi Kanza tahu jika aku ke Bali untuk menemui Arabella kemarin", batin Kenan yang merasa sedikit bersalah pada Kanza.
"Aku akan tetap menemani kamu di sini, karena aku suami mu dan kamu adalah istri ku Za !"
Kanza berdecih mendengar ucapan Kenan barusan.
"Suami macam apa yang lebih mementingkan mantan kekasihnya dari pada keselamatan istri nya sendiri mas !"