NovelToon NovelToon
Sistem Restoran Antar Dimensi

Sistem Restoran Antar Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Reza adalah mantan koki yang dipecat karena difitnah, tetapi ia menemukan tujuan hidup baru setelah mendapatkan Sistem Restoran Dunia Lain.

Kini ia mengelola Restoran di mana pintunya terhubung ke dimensi kultivator dan sihir, menyajikan makanan lezat yang menyelesaikan masalah para pelanggan dari berbagai dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Seorang pria berbaju rapi masuk ke dalam kedai dengan wajah kesal.

Dia duduk di kursi yang baru saja kosong dan menggebrak meja pelan.

"Pelayan, cepat beri aku satu porsi mi ayam," perintah pria itu dengan nada tinggi.

"Aku sudah mengantre hampir satu jam di luar sana karena kepanasan."

"Maaf Pak, saya koki sekaligus pelayan di sini," jawab Reza sopan.

"Pesanan Bapak akan segera saya siapkan dalam waktu lima menit."

Pria itu mendengus sinis dan melipat tangannya di dada.

"Tempat sekecil ini sok sibuk sekali, kalau rasanya biasa saja aku akan buat ulasan buruk di internet," ancam pria itu.

"Orang-orang sekarang terlalu mudah dibodohi oleh pembuat konten makanan bayaran."

Reza hanya menghela napas panjang dan tidak terpancing emosi.

Dia sudah sering menghadapi pelanggan arogan seperti ini saat bekerja di restoran lamanya.

Dia meracik pesanan pria itu dengan takaran bumbu yang sangat presisi.

Reza membawa semangkuk mi panas itu ke meja pria tersebut.

"Silakan dinikmati, Pak," ucap Reza meletakkan mangkuk itu.

Pria itu menatap mi di depannya dengan pandangan meremehkan.

Dia mengambil sumpit dan mengaduk mi itu dengan asal-asalan.

Begitu suapan pertama masuk ke mulutnya, ekspresi arogan di wajahnya langsung runtuh.

Dia terdiam selama beberapa detik sambil terus mengunyah perlahan.

"Bagaimana rasanya, Pak?" tanya Reza dengan nada datar.

Pria itu tidak menjawab dan malah menyuapkan suapan kedua dengan porsi lebih besar.

Dia menyeruput kuah kaldu dari mangkuk kecil hingga menimbulkan suara yang cukup keras.

"Ini sangat tidak masuk akal," gumam pria itu dengan mulut penuh makanan.

"Rasa kaldu dan tekstur mi ini sekelas hidangan restoran bintang lima, bagaimana bisa ada didalam gang kumuh begini?"

"Kami memang lebih fokus pada kualitas makanan daripada tempatnya, Pak," balas Reza tersenyum tipis.

"Semoga Bapak menyukainya."

Pria itu terus makan dengan lahap seolah lupa dengan keluhan kasarnya tadi.

Dia bahkan menjilat bibirnya yang terkena sisa kecap manis.

"Mas, tolong buatkan dua porsi lagi untuk dibawa pulang," pinta pria itu setengah malu.

"Saya mau bawa pulang untuk istri saya di rumah."

"Tentu saja, mohon tunggu sebentar," jawab Reza kembali ke dapur.

Sistem penjualan untuk dibungkus ini baru terpikirkan oleh Reza sekarang.

Banyak pelanggan yang tidak mendapat tempat duduk akhirnya memilih untuk membungkus makanannya.

Reza menyiapkan puluhan kotak makan berbahan kertas tebal yang disediakan oleh Sistem.

Tangannya terus bergerak mekanis hingga dia nyaris tidak merasakan pegal lagi di lengannya.

Menjelang pukul lima sore, bahan baku di kulkas dapur akhirnya habis total.

Reza berjalan ke depan pintu kedai dan memasang papan bertuliskan Habis Terjual.

"Maaf semuanya, porsi untuk hari ini sudah habis," seru Reza kepada sisa antrean di luar.

"Silakan datang kembali besok pagi, kedai akan buka jam sembilan."

Terdengar suara helaan napas kecewa dari belasan orang yang masih mengantre.

"Yah sayang banget Mas, padahal aku udah antre setengah jam," keluh seorang gadis muda.

"Besok aku pasti datang lebih pagi biar kebagian."

Satu per satu pelanggan yang kecewa itu mulai membubarkan diri dari gang.

Reza menutup pintu utama dan menguncinya dari dalam.

Dia menyandarkan tubuhnya ke pintu dan merosot turun hingga duduk di lantai.

Napasnya terengah-engah dan seluruh tubuhnya terasa sangat lengket oleh keringat.

"Ini hari yang sangat sibuk," ucap Reza menatap atap kedainya.

"Aku tidak pernah membayangkan efek video internet bisa sedahsyat ini."

Reza bangkit berdiri dan berjalan tertatih menuju meja kasir.

Dia membuka laci kayu itu dan melihat tumpukan uang kertas yang sangat banyak.

Lembaran uang sepuluh ribu, dua puluh ribu, dan lima puluh ribu tercampur menjadi satu.

Reza mulai menyusun dan menghitung uang itu dengan tangan yang sedikit gemetar.

"Satu juta, dua juta, tiga juta lima ratus ribu," hitung Reza dengan suara pelan.

Total pendapatan kotornya hari ini menyentuh angka empat juta dua ratus ribu rupiah.

Itu berarti dia telah menjual sekitar seratus enam puluh porsi mi ayam sendirian dalam waktu kurang dari delapan jam.

Sistem kembali memberikan pemberitahuan singkat di layarnya.

"Transaksi hari ini selesai, seluruh uang tunai sah menjadi milik Host," lapor Sistem.

"Tidak ada penambahan poin sistem untuk hari ini."

"Tidak masalah, uang sebanyak ini sudah lebih dari cukup untuk ukuran hari pertama," jawab Reza tersenyum lebar.

"Bahkan gajiku sebulan di restoran Hendra dulu tidak mencapai angka ini."

Reza menyadari satu kelemahan besar dari bisnisnya sekarang.

Dia tidak akan sanggup melayani ratusan orang setiap hari secara sendirian.

'Aku butuh pelayan atau setidaknya asisten dapur,' batin Reza.

'Tapi aku tidak bisa sembarangan mempekerjakan orang biasa di kedai ajaib ini.'

Jika dia mempekerjakan manusia dari Bumi, rahasia pintu dimensi itu pasti akan terbongkar.

Dia tidak ingin berurusan dengan pemerintah atau ilmuwan yang penasaran.

"Sistem, apakah ada cara agar aku bisa mendapatkan karyawan yang bisa dipercaya?" tanya Reza penuh harap.

"Maksudku karyawan yang tidak akan membocorkan rahasia kedai ini."

Layar biru sistem menampilkan sebuah menu yang belum pernah dilihat Reza sebelumnya.

"Host dapat merekrut karyawan dari dimensi lain menggunakan Poin Sistem," jelas Sistem.

"Karyawan yang dikontrak melalui Sistem akan terikat sumpah untuk tidak membocorkan rahasia."

Mata Reza langsung berbinar membaca penjelasan tersebut.

Ini adalah solusi sempurna untuk masalah tenaganya.

"Berapa Poin Sistem yang kubutuhkan untuk merekrut satu pelayan?" tanya Reza cepat.

"Biaya perekrutan bervariasi mulai dari seribu Poin Sistem tergantung ras dan kemampuan," jawab Sistem.

"Poin Sistem Host saat ini adalah seribu seratus sepuluh poin."

Reza tersenyum puas karena ternyata jumlah poinnya sudah cukup untuk merekrut orang paling murah.

Namun dia memutuskan untuk tidak terburu-buru.

'Lebih baik aku bersabar dan mengumpulkan sedikit poin lagi,' pikir Reza bijak.

'Aku ingin merekrut pelayan yang memiliki keterampilan bagus, bukan asal murah saja.'

Dia menutup laci kasir dan mulai membersihkan sisa piring kotor di meja pelanggan.

Kelelahan fisiknya tertutupi oleh rasa bahagia melihat hasil kerja kerasnya.

Hari esok pasti akan membawa kejutan baru dari dimensi yang berbeda lagi.

Reza berharap pelanggan antar dimensinya besok membawa barang berharga yang bisa ditukar dengan poin lebih banyak.

1
Yuliana Tunru
💪💪💪👍👍👍
Kasma Wati
lanjut👍👍👍👍
Alia Chans
lanjut✍️👈
Äï
loh kok dia tau?
cynth
Deja vu....
Yui: ehehehe, klo yang dah baca bayu pasti tau/Facepalm/
total 1 replies
Yuliana Tunru
cerita bagus jg santai tanpa tantangan berat reza menikmati posis koki dgn baik .. 👍👍👍up yg byk thorr
Gege
sampe bab 10 sangat ringan dan enak dibaca sebagai hiburan. saran koki akan menyiapkan menu dengan harga yang sudah dipatenkan, terkesan mahal, tapi efeknya warbyasaaah bagi tubuh. pada akhirnya pundi pundi milyaran menjadikan koki menjadi kayah rayah...
Gege
ide ceritanya menarik.. harusnya bisa jadi ratusan episode ini..💪🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!