NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Panglima TNI.

Terjebak Cinta Panglima TNI.

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Cintapertama
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Nakorang

Aruna mencoba segala cara agar pertunangannya dengan seorang Panglima TNI bernama Axel dibatalkan. Tapi semua cara yang ia lakukan itu justru tidak membuahkan hasil sama sekali. Axel justru semakin menyukai dirinya, dan memberikan apapun yang dia mau. Bagaimana kelanjutan kisahnya? ikuti terus hanya disini..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakorang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Sisi lain Zayn.

Di dalam pikirannya, Aruna sama sekali tidak memikirkan soal Axel. Jujur saja, ia masih agak kesal dan dongkol pada pria itu. Axel terlalu berlebihan, sampai tega mengurungnya di rumah seperti tahanan, melarang ini-itu, dan tidak memberinya kebebasan sedikitpun.

Maka dari itu, saat kini ia berada di tempat asing ini, dan merasa bebas bergerak kemana saja, Aruna justru menikmatinya sepenuhnya. Anggap saja ini liburan dadakan! Pikirnya santai.

Ia berjalan santai menelusuri setiap sudut bangunan yang luas dan sangat mewah itu. Interiornya megah, dingin, dan memancarkan aura kekuasaan yang sangat kuat.

Di sepanjang lorong dan di setiap sudut, berdiri puluhan orang berseragam hitam lengkap dengan peralatan canggih. Mereka adalah pasukan pengawal Zayn. Wajah mereka kaku, tatapan mereka tajam dan siap membunuh siapa saja yang mengganggu.

Namun, tak satu pun dari mereka yang berani bergerak atau bahkan menatap Aruna terlalu lama. Mereka tahu betul, gadis yang berjalan seenaknya ini adalah orang spesial, wanita yang dimiliki oleh Bos mereka sendiri. Perintah tertulis: JANGAN DIGANGGU, JANGAN DISENTUH.

Aruna pun sama saja, ia benar-benar mengabaikan keberadaan mereka. Ia berjalan tanpa alas kaki, telapak kakinya yang putih dan bersih menyentuh lantai marmer yang dingin, sama santainya seperti saat ia berjalan di atas pasir pantai.

"Luas sekali rumah ini..." gumam Aruna sambil memutar tubuhnya melihat-lihat. "Beneran deh, aku pasti bakal tersesat kalau kelamaan jalan terus. Uh..."

Tiba-tiba perutnya berbunyi lagi, Kruuukk...

"Perutku lapar lagi... Zayn mana sih? Jangan-jangan aku harus makan daun tanaman di pot ini? Ini kan palsu.. Mana bida dimakan.. Tapi, kalau terlalu laper apa aja bisa jadi enak, batu pun bisa jadi daging kali ya.." ceplosnya kesal dan ngaco sambil menunjuk satu tanaman hias di sudut ruangan.

Belum sempat ia melanjutkan keluhannya, langkah kakinya terhenti. Dari arah seberang koridor, Zayn datang berjalan dengan gagah. Di belakangnya, berbaris para pelayan wanita yang membawa nampan-nampan besar berisi berbagai macam hidangan lezat, dan yang paling banyak adalah tumpukan buah-buahan segar yang sudah dipotong-potong dengan cantik.

Mata Aruna langsung berbinar-binar seperti anak kecil melihat permen. Tanpa basa-basi, tanpa menunggu izin atau bahkan ucapan "silakan makan", Aruna langsung menyambar potongan buah terdekat dan melahapnya dengan lahap.

"Mmmhh enak!!" serunya sambil mengunyah, tangannya tak berhenti mengambil satu persatu buah stroberi, anggur, dan mangga yang ada di hadapannya. Ia benar-benar tidak terlihat seperti orang yang sedang diculik, melainkan seperti ratu yang sedang menikmati jamuan istana.

Zayn hanya bisa tersenyum lebar melihat tingkah laku Aruna yang begitu polos namun sangat menggemaskan. Senyum itu tulus, hangat, dan sangat berbeda dari ekspresi dingin atau kejam yang biasa ia tampilkan.

Melihat pemandangan itu, para pelayan dan pengawal yang berdiri berjajar di sudut ruangan justru bergidik ngeri dan menahan napas. Mereka tak habis pikir. Selama bertahun-tahun bekerja untuk Bos Zayn, baru kali ini mereka melihat pria itu tersenyum seindah dan selembut itu. Biasanya senyum di wajah itu berarti ada orang yang akan mati atau terluka, tapi kali ini... sungguh berbeda.

"Aruna... makan pelan-pelan saja sayang... Tak akan ada yang mengambilnya, semua ini milikmu.." ucap Zayn lembut, suaranya terdengar sangat memanjakan.

Tangannya terulur, dengan sangat hati-hati ia menyisihkan helai rambut panjang Aruna yang berantakan dan menutupi wajah, menyelipkannya ke belakang telinga gadis itu agar lebih nyaman saat makan.

"Ih diam ah! Jangan ganggu!" Aruna menepis pelan tangan itu tanpa menoleh, mulutnya penuh dengan makanan. "Aku lagi fokus banget nih! Udah sana kamu nonton aja dari jauh, Anggap saja lagi nonton acara mukbang di YouTube, yang ini gratis deh." balasnya cuek dan ceplos.

Zayn tertawa kecil mendengarnya. "Ya baiklah... tapi setidaknya kita duduk ya di meja makan, jangan berdiri terus begini."

"Oke deh..." Aruna mengangguk cepat, lalu langsung mengangkat kedua tangannya ke atas dengan wajah memelas. "...tapi gendong.."

Permintaan manja itu keluar begitu saja, membuat Zayn geleng-geleng kepala tak kuasa menahan rasa sayang yang meluap-luap. Gadis ini benar-benar bisa membuatnya lupa segalanya, bahkan lupa bahwa di luar sana ada perang yang sedang menunggu terjadi.

Dengan senyum tak bertepi, Zayn pun mengangkat tubuh mungil itu kembali ke dalam gendongannya, membawanya menuju meja makan mewah seolah Aruna adalah putri kecil yang paling berharga di dunia ini.

"Zayn... aku mau sesuatu lagi nih.." ucap Aruna tiba-tiba, mulutnya masih penuh dengan potongan buah anggur.

"Katakan saja... apa lagi yang kamu inginkan, ratuku?" jawab Zayn lembut, matanya tak lepas menatap wajah gadis itu dengan penuh kekaguman.

"Aku mau berburu.." seru Aruna dengan mata yang berbinar-binar cerah.

"Berburu? Berburu apa? Kelinci? Rusa?" tanya Zayn bingung, mengerutkan keningnya.

"Bukan dong." Aruna memukul pelan lengan pria itu. "Berburu harta karun langka, Pasti kamu punya banyak kan barang-barang antik, berlian, atau emas batangan?" ucapnya jahil, imajinasinya langsung membayangkan, ruangan penuh harta karun seperti di film-film.

Zayn kembali tersenyum tipis, lalu geleng-geleng kepala tak habis pikir.

"Aruna... tolong ingat posisi kamu ya. Kamu lagi aku culik loh. Dan aku ini beneran bos mafia yang kejam dan ditakuti orang." ucapnya mencoba memasang wajah serius dan galak. "Kok kamu santai banget kayak lagi liburan di villa?"

"Haduh kaku amat kamu. Ya gak papa dong, aku begini." Aruna mendengus santai sambil mengambil potongan buah melon. "Terus kenapa harus takut? Aku sih pasrah aja... mau mati, mau hidup, ya itu takdir."

SRET!

Tangan Zayn langsung menutup mulut Aruna pelan, wajahnya berubah tegas dan sedikit kesal. Jari-jarinya mulai mengelus wajah cantik, di hadapannya itu dengan penuh kasih sayang. Sangat hati-hati, seperti menyentuh sesuatu yang mudah pecah atau rapuh.

"Sstt... jangan bicara sembarangan!" tegurnya rendah. "Aku menculikmu bukan untuk membunuhmu, sayang. Itu tak akan mungkin terjadi, selamanya tidak akan. Jadi jangan ngomong begitu seakan-akan aku adalah orang paling jahat sedunia yang tega menyakitimu. Sekejam-kejamnya aku, Aku tidak akan rela menyakitimu."

Melihat wajah Zayn yang mulai serius, Aruna pun mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.

"Hah iya deh... iya..." jawabnya malas. "Ngomong-ngomong... kamu gak ngasih racun kan di makanan ini?" tanyanya curiga sambil menatap nampan buah di hadapannya.

Zayn tertawa kecil mendengar kecurigaan itu.

"Ngapain aku buang-buang racun buat hal begitu? Gak ada kerjaan banget." balasnya sambil mencubit gemas pipi Aruna. "Aku cuma kangen aja sama kamu... mana mungkin aku tega racunin orang yang aku sayang. Udah makan aja yang tenang, gak usah terlalu banyak pikiran."

Aruna pun kembali melahap makanannya dengan lahap, sama sekali tidak merasa was-was, sementara Zayn hanya bisa menatapnya dengan perasaan campur aduk antara gemas dan semakin tak ingin melepaskan gadis itu pergi.

Namun satu hal yang pasti, Aruna tidak sepolos kelihatannya. Gadis itu penuh dengan taktik, dan perhitungan yang matang. Dia tahu, jika berontak dan semakin menolak, maka Zayn mungkin tak lagi selembut saat ini. Itu adalah alasan, kenapa dia mencoba untuk lebih santai menghadapi Zayn, seakan-akan sedang liburan dadakan.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!