NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tidak pernah menyangka, bahwa cincin perak berukir naga yang menjadi hadiah saat membeli seekor kelinci akan mengubah seluruh hidupnya—menyeretnya ke dunia kuno tempat manusia dan beastmen hidup berdampingan.

Belum sempat memahami situasi, Li Yunru malah terikat sebagai pasangan hidup Raja Naga Putih wilayah utara, Bai Muzhi. Berkat cincin misterius itu, mimpi Li Yunru untuk menjadi koki akhirnya terwujud. Namun, kedatangannya ke dunia itu ternyata bukan kebetulan.

Sedikit demi sedikit, tabir asal-usulnya mulai terbuka. Dan musuh-musuh yang selama ini bersembunyi ikut bergerak. Di tengah bahaya, rahasia dan takdir yang menantinya ... mampukah Li Yunru bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjadi Pelayan

Hei Sanfeng menyipitkan mata elangnya. Tatapannya yang tajam begitu penuh selidik. Ia lantas bertanya pada Hong Maxing.

"Kamu bahkan tahu dia keturunan ras peri hutan?"

"Aku bukan raja bodoh yang tidak tahu apa-apa. Jika tidak, apa gunanya aku jadi raja?" balas Hong Maxing santai, ekornya bergoyang pelan dengan penuh percaya diri.

"Kalau begitu, tahukah kamu siapa orang tuanya juga?"

Rubah merah jelmaan Hong Maxing itu memutar bola matanya dengan malas. "Keahlianku adalah merayu wanita, bukan meramal seperti biksu tua! Mana aku tahu!"

"Kalau begitu kamu bodoh!"

"Seolah-olah kamu pintar! Bercermin dulu, dasar elang kepala botak!"

Hei Sanfeng kembali menyentuh kepalanya yang botak dengan ujung sayapnya. Ia mengeluh dalam hati, rasa kesal bercampur malu. Dalam benaknya, kecurigaan terhadap Hong Maxing justru semakin menguat.

Si penjahat nomor satu di wilayah barat, raja rubah merah paling buruk sepanjang sejarah—siapa yang tidak mengenalnya?

Bukan hanya itu, menurut Hei Sanfeng, rubah merah itu juga menjadi salah satu penyebab utama jiwa Bai Muzhi yang terluka.

Baginya, semua ini bukan kebetulan. Rubah licik itu pasti memiliki rencana tersembunyi untuk menggulingkan kejayaan suku naga putih.

"Rubah jahat, apakah kamu ingin membunuh gadis manusia itu karena khawatir dia mampu menyembuhkan Bai Muzhi?! Kukatakan padamu, langkahi dulu mayatku!" teriak Hei Sanfeng tajam, sayapnya mengepak kuat meski tubuhnya masih lemah.

"Fitnah—aku juga ditipu! Siapa yang ingin membunuh siapa? Itu hanya niat awal yang sudah hilang!" Hong Maxing membalas, nadanya mulai naik.

"Benar saja! Kamu benar-benar ingin membunuh Bai Muzhi dan gadis manusia itu untuk menjatuhkan kekuatan wilayah utara. Kamu pemberontak kekaisaran!"

Sejak perang besar antar benua tahun itu, Hei Sanfeng memang selalu curiga pada Hong Maxing.

Rubah merah jelmaan Hong Maxing marah hingga semua ekornya mengembang, bulunya berdiri tegang. "Itu beda konteks, bodoh!"

Mengapa tiba-tiba dia dicap sebagai pengkhianat kekaisaran?!

Ia bahkan tidak pernah memikirkannya sama sekali. Jika memang berniat demikian, ia tidak perlu ikut berperang di masa lalu dan kehilangan kedua orang tuanya.

Li Yunru tiba-tiba teringat sesuatu dan rasa penasarannya muncul begitu saja. Ia menatap rubah merah jelmaan Hong Maxing.

"Apakah kamu mengenal Xu Jiangyue?" tanya

Hong Maxing tampak sedikit canggung, telinganya bergerak gelisah. "Tidak lebih dari seorang betina genit yang menjatuhkan dirinya ke pelukanku," jawabnya cepat. "Tidak lebih dari itu. Sungguh!"

"Bukankah kalian tidur bersama? Bukankah kamu perayu wanita?"

"Merayu wanita bukan berarti menyentuh mereka. Aku masih suci dan perjaka." Ia menepuk dada rubahnya dengan bangga, lalu menatap Li Yunru dengan mata berbinar. "Tanda kepemilikanku hanya akan menjadi milikmu."

"Rubah jahat, apa maksudmu dengan berkata demikian?!" Hei Sanfeng naik pitam. "Kamu ingin jadi selir gadis manusia itu?"

"Mengapa tidak?" jawab Hong Maxing tanpa rasa malu sedikit pun.

Tanpa diduga, Ruu justru menyela dengan nada polos. "Apakah kamu tidak ingat? Kamu bangun dari pingsan dan bilang dikejar leluhur. Lalu ingin menjadi budak tuanku."

Hong Maxing menatap kosong, jelas mulai curiga pada ingatannya sendiri. "... Apakah aku berkata demikian?"

"Tidak ingat? Tuanku memberimu buah merah dan berkata jika kamu memakannya, kamu akan menjadi budaknya. Lalu kamu memakan buah merah itu."

"...."

Hong Maxing akhirnya mengingat kejadian itu. Wajahnya membeku, lalu berubah pucat. Rasanya seperti disambar petir saat menyadari kebodohan yang telah ia lakukan—memakan buah merah beracun, lalu pingsan tanpa sadar.

Dalam ingatannya, ia benar-benar ketakutan saat dikejar para leluhur rubah merah di alam mimpi yang hendak memotong ekornya satu per satu. Karena panik, ia pun refleks bersumpah tanpa berpikir panjang.

"Jadi ... aku benar-benar jadi budak?" suaranya bergetar. "Tidak mungkin! Aku ingin jadi selirnya!"

"Terlambat."

"Tidak mungkin! Aku akan membunuhmu, gadis manusia! Beraninya menipu rubah ini untuk menjadi budakmu!"

Hong Maxing memamerkan deretan giginya, matanya menyala penuh amarah. Ia menatap Li Yunru dengan niat membunuh yang jelas, lalu melompat ke depan, tubuhnya melesat cepat bersiap untuk menyerang.

Bai Muzhi terlihat sangat santai. Bahkan Hei Sanfeng dan Ruu pun tidak panik sama sekali, seolah apa yang terjadi berikutnya sudah bisa ditebak.

Hanya Li Yunru yang terkejut dan hendak menghindar. Namun Hong Maxing baru saja membuat gerakan dua langkah dan kemudian—jederr—petir ungu kecil tiba-tiba muncul dari langit dan menyambar si rubah merah hingga pingsan seketika.

Li Yunru mengelus dadanya, jantungnya hampir meloncat ke tenggorokan. "Mengapa tiba-tiba dia tersambar petir?"

Ia menengadah, melihat langit sore yang tenang tanpa awan gelap sedikit pun, lalu kembali menatap si rubah merah yang kini tubuhnya berasap dan sedikit gosong.

Bai Muzhi baru saja selesai makan, ekspresinya tetap tenang. "Setelah sumpah diucapkan, tidak bisa ditarik kembali. Budak menyerang tuan, maka dihukum langit. Jangan khawatir, setelah ini dia pasti akan tobat."

"Dengan sifatnya itu, kurasa tidak!" Hei Sanfeng mendengus tidak percaya.

"Seharusnya dia dikejar leluhurnya lagi sekarang."

"...."

Sangat ajaib? Leluhur yang sangat perhatian, batin si elang hitam dengan ekspresi aneh.

Li Yunru masih sibuk memakan ayam panggangnya, seolah kejadian barusan hanyalah gangguan kecil. "Mengapa kalian terus membicarakan tentang ras peri hutan dan mengaitkanku dengan mereka? Jelas aku hanya manusia biasa."

"Seperti apa orang tuamu?" tanya Bai Muzhi tiba-tiba.

"Orang tuaku? Keduanya adalah pebisnis. Lumayan kaya, setidaknya aku tidak pernah kekurangan uang."

"Kamu sangat mirip dengan mereka?"

"Ah, tidak, tidak. Ibu bilang aku sangat mirip dengan nenek dari pihak ayahku. Tapi aku tidak pernah melihatnya, karena nenekku sudah meninggal jauh sebelum aku lahir."

Li Yunru menceritakan sekilas tentang masa kecilnya hingga dewasa. Bagaimana ibunya selalu memaksanya sarapan sebelum sekolah, atau bagaimana ayahnya sering pulang membawa makanan kesukaannya. Hidupnya memang tidak pernah buruk.

Awalnya Li Yunru sempat mengira dirinya hanyalah anak angkat karena tidak memiliki kemiripan dengan kedua orang tuanya. Namun setelah melakukan tes hubungan kekerabatan di rumah sakit, hasilnya jelas—ia adalah anak kandung mereka.

Bai Muzhi mendengarkan ceritanya dengan penuh perhatian, namun pikirannya melayang jauh ke tempat lain.

Mungkinkah ... dia harus mengunjungi wilayah ras peri hutan untuk mencari tahu? Pikiran itu terus mengganggunya hingga keesokan pagi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keesokan harinya, Bai Muzhi mengubah dirinya menjadi naga putih dan melesat menuju salah satu pegunungan paling dingin di wilayah utara. Angin dingin berembus, namun tidak berpengaruh padanya sama sekali.

Ketika melihat bangunan megah namun misterius yang berdiri di atas puncak pegunungan, ia kembali mengubah dirinya menjadi manusia dan mendarat dengan ringan di halaman yang sepi.

Tidak ada yang menghentikannya saat memasuki tempat tersebut, seolah keberadaannya sudah diakui tanpa perlu izin apa pun.

Bai Muzhi berjalan tenang menuju halaman belakang, di mana sebuah gazebo besar berdiri dengan lonceng angin yang tergantung di bawah atapnya, berdenting pelan tertiup angin.

Sebuah suara tua terdengar dari dalam gazebo. "Raja naga wilayah utara rupanya masih ingat jalan untuk mengunjungi neneknya?"

Seorang wanita tua berambut putih dan berwajah keriput tampak duduk santai, memegang secangkir teh hangat. Meski usianya lanjut, aura yang terpancar darinya terasa tenang namun dalam, seolah menyimpan kebijaksanaan bertahun-tahun.

Bai Muzhi sedikit membungkuk saat melihatnya. Tatapan matanya yang biasanya dingin kini menjadi lebih hangat.

"Nenek," sapanya lembut.

"Haihh, cucuku, duduklah. Kamu pasti punya sesuatu untuk didiskusikan dengan nenek, kan?"

"Nenek yang paling tahu."

"Bukan yang paling tahu, tapi sudah biasa."

"...."

Bai Muzhi memang tidak mengingat banyak tentang kunjungannya ke tempat ini di masa lalu. Jiwanya yang terluka membuatnya sulit mempertahankan wujud naga terlalu lama, sehingga ia jarang datang. Namun setelah memakan masakan Li Yunru, kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya.

Ia duduk di seberang neneknya. Wanita tua yang mengenakan hanfu sederhana itu menuangkan secangkir teh untuknya. Meski sudah tua, gerakannya tetap stabil dan anggun, tanpa sedikit pun gemetar.

Wanita tua itu menatap Bai Muzhi selama beberapa saat dan senyumnya memudar.

"Mengapa kamu tiba-tiba datang untuk menemui nenek hari ini?"

1
A
masih lah. kan ada adudu
Marsya
klau diliat2 keisengannya,itu si elang botaklah🤣🤣🤣🤣🤣
Marsya
aiaiai.....,sang merak muncul thor😉😉😉😉😉
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
🤣🤣 ya ya sama-sama kelompok burung kalian, ayam dan merak 🤣

ayo Yunru botakin aja Lan Peijun🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
ternyata itu artinya Ben, kupikir itu typo atau apa /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
gak boleh, Yunru harus tetap sama Bai Muzhi, gak boleh yang lain/Curse//Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
nona ben??? siapa kak??
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm//Facepalm/ aduhhh... tadi dielus, dicium, sekarang di plak plak plak🤣🤣
Sonya Kapahang
TIDAAAAAKKKKKKKK.. aku yg tidak setuju klo Yunru sm si Merak juga...
Yunru hrs tetap sm Tuan Naga satu²nya.. ga boleh ada yg lain.. apalagi Merak bau.. bikin botak aj itu Merak...
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm//Facepalm/ pria narsistik lagi🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sudah kena bawang dan keluar darah, eh di tambah malah dilepaskan dari ketinggian oleh elang 🤣, aduh kasian banget, tapi itu memang cocok buat Yan Diming, sepertinya itu masih kurang untuk memberinya pelajaran 🤣

Yunru kamu udah mulai berani ya minta cium dulu 🤣/Facepalm//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
kok aku baca ini, geli ya 🤣 aku ngebayangin dia bicara seperti itu sambil mendayu-dayu🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: beneran loh kak, sambil ngebayangin dia bergerak gemulai dengan suara mendayu-dayu🤣
total 2 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sabar ya maxing🤣🤣, kamu malah merekomendasikan untuk Yunru membuat peraturan tertulis🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: wajib kak khusus Hong Maxing buat peraturan tertulis biar dia gak lupa 🤣🤣
total 2 replies
Marsya
korban pertama naga diduduki,korban kedua elang dibotaki,korban ketiga rubah diracuni,skarang korban keempat ular dipukuli,🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭😉😉😉👍👍👍👍
Author Risa Jey: waktunya cari mangsa baru /Hey//Hey/
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
🤣🤣🤣 kasian, itu artinya cermin air gak boleh lihat wajah Yunru🤣
Author Risa Jey: ada hubungannya dengan si kelinci nanti, mengapa itu cermin maunya lihat dia terus 😅
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
hahaha🤣🤣 ngatain diri sendiri/Facepalm/
Sonya Kapahang
Yah.. belum tau dia siapa Yunru.. udh kena serang 2 kali tp msh ga kapok..
Author Risa Jey: kalau kapok, bukankah dia pengecut? 🤣🙏
total 1 replies
Sonya Kapahang
Terlalu percaya diri kamu Ruu..
Klo kata Yunru, Narsistik sekali kelinci gendut ini 😒😒😒
Author Risa Jey: Maklum, dibesarkan Bai Muzhi sebelumnya. Ya gini jadinya /Cleaver/
total 1 replies
Sonya Kapahang
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Liatin aj noh pantatnya si Ruu yg montok dan seksih
ER
kaka kalau ada buku cetakan kabarin yaa mau belii
ER: serius gak ada kak , padahal sebagus itu novel²nyaa , apalagii ini udah 2026
udah baca novel kak risa dari 2019
kirain udah ada cetakann nyaa
tapi mudah mudahn segera ya kak
aku dukung apapun asal itu punya kaka semangat teruss
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!