NovelToon NovelToon
Yohana

Yohana

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Fantasi / Nikahmuda
Popularitas:381
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Setelah mereka berempat dari kantin, kini mereka bersama-sama melangkahkan kaki menuju ke kelas masing-masing. Saat berjalan, tiba-tiba Rani berjalan begitu cepat tanpa melihat ke depan. Rani pun menabrak Alex hingga terjatuh bersamaan.

Aldo, Lexy, dan Fian terhenti lalu menatap Alex. Rani pun berbicara kepada Alex dengan begitu ketakutan sambil menunduk.

"Maaf... aku tidak lihat jalan," ucap Rani.

"Tidak apa-apa, kok," ucap Alex lalu berdiri.

"Sekali lagi, maaf, ya, Kak," ucap Rani.

"Kamu tidak apa-apa, kan? Ayo berdiri," ucap Alex sambil mengulurkan tangannya agar menarik Rani untuk berdiri.

"Aku tidak apa-apa, kok, Kak," ucap Rani sambil berdiri dan berhadapan dengan Alex.

"Kamu habis dari mana? Kok buru-buru banget?" tanya Lexy.

"Aku habis dari toko. Aku duluan, ya, Alex," ucap Rani.

Rani pun melangkah langsung menuju ke kelasnya. Dia merasa malu dan tidak ingin berpanjang lebar, lalu dia pun pergi. Alex sempat menatap heran kepada Rani saat kepergiannya. Alex menatap begitu lekat hingga Aldo berbicara kepadanya.

"Hmm... kok bengong begitu, sih, Alex? Melihat ke arah Rani," tanya Aldo sambil tersenyum.

"Enggak, kok, Al. Tidak ada apa-apa," jawab Alex.

"Jangan-jangan kamu mulai terpancing pesona cinta," ucap Aldo sambil tersenyum.

"Sudah, sudah. Kita ke kelas. Tidak mungkin aku suka sama dia," ucap Alex.

"Nanti lama-lama jadi suka, hehe," ucap Lexy.

Mereka pun mulai terpisah. Aldo menuju kelasnya, sedangkan Alex, Lexy, dan Fian menuju kelas yang sama. Saat melangkahkan kaki, Aldo sempat terdiam mendengar bunyi bel sekolah.

Kringg... kringg...

Bukannya Aldo langsung menuju ke kelas, melainkan dia terdiam sesaat, lalu melangkahkan kaki menuju kelasnya. Jam pelajaran pun masuk. Namun, saat jam pelajaran dimulai, kelas yang diduduki oleh Alex, Alex sempat menatap bengong dan tidak fokus pada pelajaran.

Karena apa yang dikatakan oleh Aldo ada benarnya. Alex mulai berpikir untuk mencoba mendekati Rani agar bisa berteman. Jam terus berlalu, Alex sempat kembali fokus setelah selesai dengan pikirannya. Alex merasa bahwa dia mulai menaruh rasa pada pandangan pertamanya saat bertemu dengan Rani di teras sekolah.

Waktu terus berjalan. Pelajaran sekolah terus berlanjut. Alex di dalam kelasnya begitu tekun dengan pelajarannya. Namun, tidak terasa karena hari sudah semakin siang, jam pelajaran pun mulai selesai. Alex masih duduk di kelasnya, sedangkan murid di kelas yang diduduki oleh Alex kini sudah pada pergi untuk pulang. Sementara itu, Lexy dari tempat duduknya lalu berdiri dan memanggil Alex.

"Lex, kita mau pulang atau ke tempat biasa?" ucap Lexy sambil mendekat.

"Duluan saja, deh. Aku pulang sendirian nanti," ucap Alex.

Lexy sempat terdiam dan terhenti karena Alex berbicara untuk pulang lebih awal. Lexy tidak berpanjang lebar menanyakan hal itu kepada Alex. Melainkan Lexy langsung berpamitan untuk pulang.

"Ya sudah, Lex, gue duluan, ya. Nanti jangan lupa ke basecamp," ucap Lexy sambil pergi meninggalkan kelas.

Lexy melangkahkan kaki sampai menginjakkan kakinya keluar kelas. Aldo berpapasan dengannya, lalu bertanya kepada Lexy karena tidak melihat Alex bersamanya.

"Alex ke mana? Kok tidak bareng?" tanya Aldo.

"Masih di dalam. Entah lagi apa. Aku disuruh duluan sama dia. Ya sudah, gue duluan, ya," ucap Lexy.

"Emm... ya sudah," ucap Aldo sambil melihat Lexy melangkahkan kaki.

Aldo mencoba masuk ke dalam kelas sambil melihat ke arah Alex. Aldo pun berbicara kepada Alex dari kejauhan. Alex terlihat begitu tenang sedang melihat bukunya.

"Alex, pulang bareng enggak?" tanya Aldo.

"Duluan saja. Aku masih ingin di sini," ucap Alex.

Dari pintu tempat masuk ke kelas, Aldo berdiri lalu menjawab ucapan Alex dan dia pun pergi setelah menjawab ucapan Alex.

"Aku duluan, ya. Soalnya sudah ditungguin sama Hana," ucap Aldo.

Aldo pun kini pergi. Dia langsung menuju ke parkiran dan kembali pergi meninggalkan sekolah untuk langsung menuju ke rumahnya.

Alex masih di dalam kelas hingga terasa sepi. Alex pun mulai memasukkan buku yang barusan dia baca ke dalam ranselnya. Dia pun berdiri dan melangkahkan kaki untuk menuju keluar kelasnya. Di depan teras sekolah, Alex melangkahkan kaki untuk menuju ke arah parkiran, namun dia terhenti melihat Rani yang sedang duduk sambil bertelepon. Rani sedang bertelepon sambil menangis, entah apa yang sedang dia dapat.

Alex, hingga jarak tidak terlalu jauh dari tempat duduk Rani, dia mendengarkan ucapan Rani. Sampai telepon Rani selesai, Alex pun ikut mendudukkan dirinya di kursi. Sambil duduk, Alex pun berbicara kepada Rani.

"Kamu ada masalah apa?" tanya Alex.

"Kamu sudah lama duduk di situ?" tanya Rani sambil mengusap air matanya.

"Sudah lama. Kamu nangisin apa, emm?" tanya Alex.

"Aku sedang dapat masalah. Ayahku sedang koma di rumah sakit karena kecelakaan, tapi aku tidak tahu harus berangkat sama siapa," ucap Rani sambil menatap Alex.

"Aku bisa temani kamu. Kita jenguk orang tua kamu sekarang," ucap Alex sambil berdiri.

"Kamu mau mengantarkan aku ke rumah sakit?" tanya Rani.

"Iya, aku antarkan kamu. Ayo, jangan diam saja," ucap Alex.

Rani pun berdiri, dan mereka melangkahkan kaki bersama untuk menuju ke parkiran. Hingga di parkiran sekolah, Alex pun menuju motornya dan menyalakannya. Alex langsung menyuruh Rani untuk naik ke atas motornya.

Setelah Rani menaiki motor Alex, kini Alex pun bersama-sama melajukan motornya untuk menuju ke rumah sakit. Rani sempat bersedih karena merasakan ketakutan yang sangat dalam. Perjalanan lumayan memakan waktu. Kini Alex dan Rani pun sudah sampai di parkiran rumah sakit. Rani dan Alex pun langsung bergegas untuk menuju lobi rumah sakit.

Di lobi rumah sakit, Rani langsung menanyakan tentang pasien bernama ayahnya Rani. Kini Rani pun bersama Alex menuju ke UGD untuk melihat kabar tentang ayahnya. Di depan pintu masuk ruang UGD, ibu serta adik Rani kini sedang menunggu kabar. Rani mendekat ke arah ibunya sambil menangis dan menanyakan kabar ayahnya.

"Bun, bagaimana kabar Ayah, Bun?" tanya Rani sambil duduk di samping ibunya.

"Ibu belum dapat kabar, Nak. Doakan agar ayah kamu selamat," ucap ibu Rani.

Alex berdiri sambil menatap Rani yang begitu kacau di dalam hatinya. Tak hanya itu saja, saat Alex memperhatikan Rani, ibunya Rani sempat melihat ke arah Alex lalu bertanya kepada Rani.

"Nak, kamu sama siapa?" tanya ibunya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!