#Ruang Ajaib # fantasi wanita # romansa pedesaan
Song Xinglan tidak sengaja menemukan batu Giok Permata Rubi, dia tidak menyangka batu tersebut yang membawanya pindah ke zaman lain yang tidak ada dalam sejarah, zaman yang serba kekurangan dan miskin dengan sumber makanan, dan dia menjadi putri bungsu di keluarga Song.
•
•
•
•
"Hah... banyak sekali kekayaan di sini, apakah masyarakat disini tidak mengetahuinya!" Gumam Song Xinglan sambil melihat sekelilingnya dengan mata berbinar...!!!
"Ini bukan daerah miskin tapi daerah kaya dengan sumber daya! Karena aku sudah disini, keluarga song akan jaya di tanganku!." Gumamnya lagi.
Ya sekarang Song Xinglang berada di pegunungan, tadinya dia ingin mencari peruntungan untuk mengisi perutnya yang lapar, setelah tiba di pegunungan mata sangat berbinar melihat tumbuhan begitu banyak disana yang bisa di makan..
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. perubahan ruang dimensi
Ia memang malas soal belajar, karena ia perpikir hanya akan menjadi petani jadi untuk apa belajar juga tidak akan jadi pejabat.
"Kamu akan kembali sekolah lagi, ini tidak ada bantahan kamu harus terima, jiejie tidak suka dengan orang bodoh." Ucap Song Xinglan tegas.
"Baiklah!." Ucapnya sambil menunduk ia pasrah, lalu ia teringat sesuatu ia kembali mendongak melihat song xinglan.
"Jiejie, keluarga kita kekurangan uang untuk biaya sekolahku, jadi aku tidak usah sekolah." Ucapnya lagi, ia sedikit senang karena tidak akan sekolah.
Ning Qingru juga berbicara kepada Song Xinglan, sebenar ia senang bila song Xinghui sekolah, tapi saat mengingat kondisi keluarga tidak memungkinkan, untuk melanjutkan sekolah untuk putra bungsunya.
"Lanlan, itu benar kondisi keluarga kita, tidak bisa membiaya sekolah Xiaohui, bagaimana kamu undurkan niat ini, karena ini tidak mungkin tercapai!" Ucapnya dengan lembut.
"Bibi, aku memiliki caranya jadi bibi tenang saja!, aku ingin Xiaohui sekolah, di dalam keluarga kita belum ada yang lulus sekolah, jangan sampai Xiaohui seperti itu juga, dia masih kecil, bibi!" Ucapnya lagi.
"Nainai percaya lah padaku kali ini."Song xinglan mencari neneknya, karena Jing Meiru selalu membelanya baik salah maupun tidak, cucu kesayangannya tidak pernah salah dimatanya.
"Dengarkan apa yang dikatakan Lan lan aku percaya padanya, jika tidak ada uang aku akan mengambil uang tabunganku." Ucapnya Jing Meiru, hatinya luluh mengikuti saja saran song xinglan, ini lah seorang nenek selalu memanjakan cucu perempuan.
Jika Jing Meiru yang berbicara tidak ada lagi yang membantah, soal sekolah sudah selesai.
Masalah selanjut yaitu soal pembelian tanah, menanam ubi jalar diladang untuk masalah ini ia harus membujuk nainainya, tetapi Song Xinglan tidak buru-buru membicarakan soal ini, ia harus mencari uang lebih dahulu.
Setelah uang ada ditangan, baru ia membahas masalah membeli tanah. Semua keluarga tidak akan membantahnya lagi pasti mengikuti idenya, apalagi Jing Meiru yang selalu membelanya.
Tidak lama setelah berbincang-bincang hari sudah gelap, sebelum masuk kamar Song Xinglan ditegur oleh ibunya.
"Lanlan apakah tangan dan kakimu sudah sembuh? Lalu dari mana kamu mendapatkan bahan-bahan untuk makanan tadi?." Ucap Li Roulan menghentikan langkah song xinglan saat masuk kamar.
"Mati aku ternyata ibu masih ingat, padahal aku sudah berusaha mengalihkan topik." Gumamnya, lalu ia kembali duduk disamping ibunya menjelaskan dengan sungguh-sungguh.
" ibu, nainai! Aku sudah sembuh, lihat ini aku sudah bisa jalan, lihat tanganku sudah bisa di gerakan, buktinya aku bisa masak kan" Song Xinglan menjawab dengan jujur soal kondisinya,
tetapi untuk soal pergi kegunung ia tidak menjelaskan dengan rinci, ia mengakatakan saat sampai di pinggiran saja.
"Saat kalian pergi keladang aku bosan di rumah, jadi aku jalan-jalan pinggiran gunung, ternyata aku beruntung mendapat ini semua." Ucapnya lagi dengan mata berbinar, melihat nenek dan ibunya kurang percaya ia melanjutkan berbicara dengan yakin.
"Nainai, ibu percayalah aku benar-benar hanya batas luar pegunungan saja, tidak masuk terlalu dalam, aku juga takut masuk pedalaman...!! ibu, nainai tenang saja jangan khawatir aku tahu batasku, aku tidak akan merugikan diriku sendiri!." Ucapnya menjelaskan dengan lembut.
"Baiklah, kali ini kami percaya, tapi ingat kamu harus jaga diri jangan pergi ke gunung paling dalam, disana sangat berbahaya kamu perempuan, didalam sana banyak hewan buasnya." Ucap Ibunya, song xinglan mengangguk tanda setuju.
"Ibu apa masih ada lagi yang ibu tanyakan, kalau tidak aku istirahat dulu, soalnya aku sudah lelah." Ucapnya
"Pergilah istirahat, tidak ada lagi yang ibu katakan, ibu hanya mengingatkan jaga dirimu baik-baik, kami hanya punya satu anak perempuan, ingat itu apa kamu paham, kami tidak ingin kejadian saat bersama Li Yunru terulang lagi." Ucap Li Roulan lagi sambil mengelus kepala song xinglan dengan sayang.
Begitu pula Jing Meiru ia menepuk-nepuk tangan song Xinglan dengan lembut. "Pergilah, istirahat apapun kamu lakukan nainai akan dukung, asalkan kamu bisa jaga dirimu sendiri." Ucapnya lembut.
Song Xinglan memeluk nainainya lali ibunya, " Terimakasih nainai ibu kalian baik sekali padaku! Aku akan selalu ingat nasehat kalian, aku juga janji untuk membahagiakan keluarga ini." Ucapnya memeluk kedua orang itu dengat erat.
Setelah itu ia pergi kedalam kamarnya, karena kamarnya gelap ia masuk kedalam ruang untuk kembali berlatih, kekuatannya belum cukup, buktinya ia masih luka saat melawan monster ular air.
Saat sampai didalam ia melihat tubuh ular air yang besar terletak disana. Ia belum memperhati sesuatu yang beda.
"Baihu, apakah kamu sudah selesai menanam semaunya." Ucapnya ia mencari Baihu.
"Sudah tuan! Ini sangat sempurna tuan mendapat tumbuhan spiritual yaitu teratai merah! Apa tuan tidak merasakan perubahan ruang." Ucap Baihu lagi dengan gembira.
Mendengar ucapan Baihu baru Song Xinglan memperhatikan Ruang Dimensi Bai Lian Hua, benar ada perubahan yaitu tambah luas, mata terbelalak tidak percaya lalu ada kebahagian disana.
"Baihu ruang tambah luas, apa segel sudah terbuka!." Ucapnya senang, melihat Baihu dengan seksama karena Baihu juga sedikit berbeda, ia tambah tinggi.
"Tunggu dulu, kamu juga tambah tinggi, ya walaupun tambah beberapa cm sich tapi terlihat bangat perubahannya." Ucapnya lagi.
"Nah! Itu dia aku tambah tinggi tuan, jika tuan mencati tanaman yang mengandung aura spiritual lebih banyak lagi, mungkin aku akan kembali wujud asliku yaitu singa putih." Ucapnya senang karena Song Xinglan melihat perubahan dirinya.
"Kamu pikir mencari tumbuhan spiritual itu mudah, lalu bagaimana ruang ini, kamu hanya semangat dengan tubuhmu saja, jika tubuhmu besar tidak akan lucu lagi." Ucap Song Xinglan Jengkel.
"Meski aku besar tuan pasti suka, buluku sangat lebat." Ucap Baihu lagi.
"Oh tentang ruang, seperti yang tuan lihat ruang tambah luas, dan segel juga terbuka tetapi hanya bagian tanaman padi dan jagung yang lainnya belum." Ucap Baihu sambil menbawa song xinglan kebagian lahan tanaman padi dan jagung.
Mata song berbinar melihatnya, dengan ini saja ia sudah sangat bersyukur ia tidak akan kelaparan lagi, lalu ia teringat pakai cara mengupas kulit padi menjadi beras disini tidak ada mesin.
Baihu yang tahu pikirannya, lalu ia menjelaskan.
"Tuan jangan khawatir, disini semuanya otamatis tetapi jika tuan menanam padi diluar tuan memang harus membuat lesung padi untuk menumbuk padi supaya menjadi beras" ucapnya lagi menjelaskan kepada Song Xinglan.
°°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
♡Terimakasih😊
pasti auto kabur.....😁