NovelToon NovelToon
KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:20.1k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Bagi Elvano Diwantara, hidup adalah tentang Return on Investment (ROI).

​Mewarisi ketampanan Kairo dan otak jenius Elena, Elvano tumbuh menjadi "Hiu Muda" yang lebih kejam dari ayahnya. Di usia 27 tahun, dia sudah melipatgandakan aset Diwantara Group. Motonya sederhana: "Kalau tidak menghasilkan uang, buang."

​Satu-satunya makhluk di bumi yang bisa membuat Elvano rugi bandar hanyalah Elora, adik perempuannya yang manja dan boros. Elvano rela membakar satu kota demi melindungi sang adik, tapi dia juga akan menagih utang jajan adiknya dengan bunga majemuk.

​Namun, kalkulasi Elvano mendadak error ketika dia bertemu wanita itu. Seorang wanita yang berani menawar harga dirinya, mengacaukan neraca keuangannya, dan membuat detak jantungnya berfluktuasi seperti saham gorengan.

​"Menikahimu adalah investasi risiko tinggi dengan probabilitas kerugian 90%," kata Elvano dingin.

Wanita itu tersenyum miring, "Kalau begitu, kenapa Tuan Muda tidak berani cut loss dan melepaskan saya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 13: Laporan Keuangan Ajaib

​"Lima puluh juta. Angka yang cantik. Sangat cantik. Lebih cantik daripada lukisan abstrak yang harganya miliaran."

​Elvano Diwantara bergumam sendiri di ruang kerjanya yang sunyi. Matanya menatap lekat layar tablet di hadapannya seolah sedang melihat foto wanita paling seksi di dunia. Padahal, yang dia tatap hanyalah grafik batang berwarna hijau dan merah.

​Laporan pengeluaran kartu debit Elora bulan ini.

​Biasanya, grafik kartu kreditnya menjulang tinggi menembus atap, penuh dengan warna merah membara yang menandakan 'BAHAYA' atau 'PEMBOROSAN AKUT'. Rata-rata tagihan adiknya itu tidak pernah kurang dari lima ratus juta rupiah. Tapi bulan ini? Grafiknya tiarap. Datar. Hijau royo-royo.

​Total pengeluaran: Rp 50.250.000.

​"Turun sembilan puluh persen," desis Elvano, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum kemenangan yang jarang terlihat. "Ini bukan penghematan. Ini keajaiban dunia kedelapan."

​Elvano menekan tombol interkom di mejanya dengan semangat yang tidak biasa.

​"Panggil Aluna ke ruangan saya. Sekarang."

​Tidak sampai satu menit, pintu ruangan terbuka. Aluna masuk dengan langkah gontai. Kantung matanya agak tebal, dan rambutnya dikuncir asal-asalan. Sebulan mengawal Elora ternyata lebih melelahkan daripada kerja romusa.

​"Bapak panggil saya?" tanya Aluna lesu, lalu langsung duduk di kursi tanpa disuruh. Kakinya pegal habis mengejar Elora yang mencoba kabur ke butik sepatu tadi pagi. "Kalau Elora ngadu soal saya nahan dia beli kucing persia seharga motor ninja, saya bisa jelasin."

​"Bukan soal kucing," Elvano memutar tabletnya menghadap Aluna. "Lihat ini."

​Aluna menyipitkan mata, mencondongkan tubuhnya ke depan. "Grafik apa tuh, Pak? Saham Bapak anjlok?"

​"Ini laporan pengeluaran Elora," Elvano mengetuk layar dengan telunjuknya. "Lima puluh juta. Bulan ini dia cuma menghabiskan lima puluh juta. Rekor terendah dalam sejarah keluarga Diwantara sejak Elora belajar cara gesek kartu."

​Mata Aluna langsung berbinar. Rasa lelahnya mendadak hilang, digantikan oleh kilatan mata duitan yang murni.

​"Serius, Pak? Cuma gocap juta?" Aluna menyambar tablet itu, memastikan angkanya tidak salah. "Wah... perjuangan saya berdarah-darah, Pak. Bapak tahu nggak? Saya sampai harus debat sama kasir salon gara-gara Elora mau creambath pake masker emas. Saya ganti pake masker alpukat pasar, dia nangis dua jam."

​Elvano terkekeh pelan. Dia bisa membayangkan adiknya yang manja itu meraung-raung karena dipaksa memakai alpukat pasar.

​"Kerja bagus, Aluna. Sangat bagus," puji Elvano tulus. "Kamu benar-benar tembok penghalang yang efektif. Saya tidak salah investasi."

​Aluna meletakkan tablet itu kembali, lalu menengadahkan tangan kanannya sambil tersenyum lebar. Jari-jemarinya bergerak-gerak meminta jatah.

​"Pujian Bapak bikin hati senang, tapi nggak bikin perut kenyang," kata Aluna to the point. "Sesuai kontrak, Pak. Sepuluh persen dari penghematan."

​Elvano bersandar santai, menikmati momen ini. Dia suka bernegosiasi dengan orang yang logis seperti Aluna.

​"Tenang. Saya tidak lupa," Elvano mengambil kalkulator keramatnya, memencet beberapa tombol hanya untuk formalitas.

​"Biasanya lima ratus juta. Bulan ini lima puluh juta. Penghematan empat ratus lima puluh juta," Elvano menyebut angka itu dengan nikmat. "Sepuluh persen buat kamu. Empat puluh lima juta rupiah."

​"Alhamdulillah!" seru Aluna, hampir melompat dari kursi. "Cair kapan, Pak? Sekarang? Detik ini juga? Saya udah masukin keranjang belanja shopee banyak banget nih."

​"Sabar. Kamu pikir saya mesin ATM berjalan?" Elvano menahan antusiasme gadis itu. "Gaji pokok dan insentif empat puluh lima juta itu akan ditransfer barengan saat tanggal gajian perusahaan. Tanggal 25. Masih seminggu lagi."

​Bahu Aluna merosot. "Yah... kirain cash keras. Lama amat, Pak. Keburu diskonannya abis."

​"Prosedur tetap prosedur. Uang sebesar itu butuh persetujuan bagian keuangan, nggak bisa saya tarik tunai dari dompet," jelas Elvano logis. "Tapi..."

​Elvano menggantung kalimatnya. Dia membuka laci meja kerjanya yang paling atas. Laci yang biasanya berisi barang-barang "berharga" versi Elvano.

​"Karena kinerja kamu bulan ini sangat memuaskan, dan kamu berhasil menyelamatkan aset saya dari kebangkrutan dini..." Elvano merogoh laci itu.

​Aluna menahan napas. Matanya kembali berbinar. Apakah itu bonus dadakan? Uang tunai segepok? Atau mungkin emas batangan kecil? Elvano kan miliarder, pasti hadiah apresiasinya barang mewah.

​"Saya ada bonus spesial buat kamu. On the spot," lanjut Elvano dengan senyum misterius.

​"Apa tuh, Pak?" Aluna memajukan kursinya, penasaran setengah mati. "Kunci motor baru? Atau voucher belanja di mall?"

​Elvano menarik tangannya dari laci. Dia meletakkan selembar kertas kecil berwarna biru muda di atas meja, lalu mendorongnya pelan ke arah Aluna dengan dua jari. Gerakannya sangat elegan, seolah dia sedang memberikan cek kosong.

​"Ambil. Ini bentuk apresiasi pribadi saya. Langsung bisa dipakai hari ini."

​Aluna menyambar kertas itu dengan cepat. Jantungnya berdegup kencang.

​Dia melihat tulisan di kertas itu.

​MINIMARKET ALBAMART - KUPON POTONGAN HARGA

Rp 50.000

(Berlaku untuk pembelian susu bayi dan popok. Minimal belanja Rp 200.000. Tidak dapat diuangkan. Berlaku hingga: Besok)

​Hening.

​Suara AC di ruangan itu mendadak terdengar sangat kencang.

​Aluna membolak-balik kertas itu. Siapa tahu di belakangnya ada tempelan uang satu juta. Nihil. Cuma ada syarat dan ketentuan yang dicetak dengan huruf super kecil.

​Aluna mendongak perlahan. Dia menatap Elvano yang sedang tersenyum bangga, seolah baru saja memberikan tiket liburan ke Paris.

​"Pak..." panggil Aluna, suaranya datar tanpa emosi.

​"Ya? Lumayan kan?" tanya Elvano antusias. "Itu saya dapat dari cashback beli kopi sachet grosiran kemarin. Sayang kalau hangus besok. Kamu bisa pakai buat beli kebutuhan harian. Hemat lima puluh ribu itu lumayan lho, bisa buat beli bensin dua hari."

​Aluna menarik napas panjang, mengisi paru-parunya dengan oksigen mahal di ruangan CEO itu, berusaha supaya tidak meledak dan melempar kursi.

​Dia mengangkat kupon lecek itu dengan dua jari, menatapnya jijik.

​"Pak Elvano yang terhormat," ucap Aluna sarkas, matanya menatap tajam ke arah bosnya. "Bapak ini sebenernya miliarder pemilik gedung pencakar langit, atau admin grup giveaway di Facebook?"

​"Maksud kamu?" Elvano bingung. "Itu uang lho, Aluna. Setara uang tunai."

​"Ini kupon popok bayi, Pak! Saya belum nikah! Ya kali saya disuruh beli popok?!" Aluna mengibaskan kupon itu. "Lagian minimal belanja dua ratus ribu baru dapet potongan gocap. Itu namanya saya harus keluar duit seratus lima puluh ribu dulu! Itu bukan bonus, itu jebakan marketing!"

​"Lho, kamu bisa jual lagi kuponnya ke ibu-ibu komplek," Elvano memberi solusi bisnis. "Jual tiga puluh ribu. Kamu untung tunai tiga puluh ribu tanpa modal. Cerdas, kan?"

​Aluna memijat pelipisnya. Kepalanya pening. Dia lupa kalau bosnya ini bukan manusia normal, tapi kalkulator yang dikutuk jadi manusia.

​"Terserah Bapak deh," Aluna berdiri, memasukkan kupon itu ke saku dengan kasar—daripada dibuang sayang, siapa tahu laku dijual ceban. "Makasih bonusnya yang sangat... membagongkan ini. Saya permisi. Mau lanjut ngawasin adik Bapak biar bonus empat puluh lima juta saya beneran cair dan nggak dipotong gara-gara dia beli cilok satu gerobak."

1
Muft Smoker
baru bangun yx bos ,,
makany baru bisa liat Dunia yg nyata ,,
🤭🤭🤭🤭🤭
kutukan sedang berjalan pak bos ,,
kutukan adik mu🤣🤣🤣🤣🤣
Pa Muhsid
ye baru sadar lo
nanti cinbu dan bucin mas kalkulator
Yeni Puspitasari
🤣🤣 cocok lu bedus
Nana Colen
Allohuakbar keluarga medit keked mengkene cap jahe
Nana Colen
ampuuun deh El 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️.. kalau beneran ada di dunia nyata manusia seperti El 🤣🤣🤣🤣
Nana Colen
naaaah tahu rasa jan lhoooooo... satu kata MAMPUS 👎👎👎👎
Nana Colen
adik kakak sebelas duabelas.. cuman bertolak belakang
Nana Colen
ya jelas lah suka.... karena sesama orang perhitungan ya gitu 🤣🤣🤣🤣


pinter bener nih yang nulis skenario 😍😍😍😍
Nana Colen
🤣🤣🤣🤣🤣 jawaban yang mantap
Hary Nengsih
akhirnya kelar jg nego nya🤣🤣
Murni Binti sulaiman
tuh kan baru sadar ya El... Aluna tuh paket lengkap 😁
Eli Rahma
jgn ditatap lama² nanti ada love merah jambu yg nyangkut..😂
Muft Smoker: udh nyangkut kak tp si pak bos pelit bin medit belum sadar🤭🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Meliandriyani Sumardi
baru sadar dia🤣🤣 kutukan elora jadi kenyataan ternyata🤣🤣 lanjut kak
Mineaa
weeeehhh.....
Tersepona...... akuhh.....tersepona.....
asyik.... asyiiiikk.....joossss......😁
Murni Binti sulaiman
lama" darah tinggi ya luna😁, boss modelan gitu😂
K4RL4
motel onyo-onyo....luarrrr biasa medit pak boss ni. bsk sarapan nasi uduk hrg goceng y... murmer tp bikin kenyang.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kyknya klo udah kinerja, ga perlu lg pake kata kerja tor
Pa Muhsid
kelas paud mungkin hotel nya 0kecil
Muft Smoker
pak bos mending nginep di kandang ayam aj gratis pling harus gelut dlu sama ayam ny ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁😁😁
total 6 replies
Mineaa
800 M. VS. 100 rb.......
😭😭😭😭😭😭😭😭
super duper inti kerak bumi ga sih tuh pengiritan nya......🔥
Savana Liora: wkwkwk 🤣🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!