Lucia seorang Gadis yang sangat mencintai Abraham bahkan ia meminta kedua orangtuanya untuk menetap di indonesia selama beberapa tahun, hingga akhirnya mereka bertunangan, di saat Lucia merasa Abraham akan jadi miliknya, ada satu kenyataan pahit yang Lucia terima saat itu, Abraham tidak menganggapnya sebagai seorang wanita melainkan Lucia di mata Abraham sudah seperti adik kandung.
Hal itu membuat Lucia kesal sekaligus marah, terlebih lagi Abraham mencintai orang lain.
Ia pada akhirnya menyerah pada takdirnya yang tidak bisa bersama Abraham, Lucia tidak ingin memaksa Abraham untuk bersama dengannya karena setiap manusia berhak untuk bahagia dengan pilihannya sendiri.
" Kak Abraham jangan pernah berpikir untuk mendapatkan cinta dariku lagi perasaanku kepadamu sudah hilang di telan waktu,"
"Kau selamanya Milikku Luc, jangan berpikiran untuk menikah dengan orang lain selain denganku, maaf telah melukai perasaanmu selama ini," ucap Abraham sambil menggendong tubuh lucia menuju kamar hotel.
Selamat membaca.
Salam dari Author alay & gila. 😎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ChanHun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
" Kepergian"
Di rumah Lucia...
"Papa kapan kita berangkat ke London..? "
tanya Lucia kepada David setelah menenangkan dirinya.
" kemungkinan kita akan pergi jam 3 sore tapi sebelum itu kita akan menemui seseorang yang ingin bertemu dengan kita... Luc lupakan masa lalu dan mulailah untuk menatap masa depan di luar sana masih banyak yang akan mencintaimu dengan tulus"
jawab David mengelus wajah putrinya .
"Baik papa.. Aku akan berusaha tapi siapa orang yang akan kita temui papa"
"Seseorang yang akan membawa kebahagiaan untukmu"
ucap David memeluk Lucia dengan penuh kasih sayang.
Meski Lucia bingung dengan ucapan dari papanya ia ikut membalas pelukan dari papanya sambil memejamkan matanya berusaha menghilangkan bayangan Abraham.
"Heii kalian berdua ayo kita berangkat ingat waktu dong.. Nanti mereka menunggu kita hingga bosan"
sisca membuyarkan suasana haru antara ayah dan anak.
"Ih.. Mama ganggu aja padahal aku sama papa sedang berpelukan atau jangan-jangan mama iri denganku.."
Ucap Lucia mengejek mamanya..
Lucia memang mempunyai sifat yang menyenangkan dan cerewet seperti mamanya sisca, jadi jangan heran suasana hatinya mudah berubah jika sudah menggoda mamanya tersebut .
" Papa ayo kita berangkat saja nanti ada orang yang akan memakanku habis-habis karena merasa cemburu"
Lanjut Lucia mengejek mamanya.
"sudahlah kalian ayo berangkat aku mencintai kalian semua "
Ucap sisca serius menatap ke arah suami dan putrinya yang sangat di cintai olehnya.
Lucia bersama kedua orangtuanya mengemas segala kebutuhan mereka masing-masing lalu meninggalkan kediamannya yang 5 tahun belakangan mereka tempati bersama.
"Selamat tinggal Abraham aku benar-benar sudah lelah untuk memperjuangkan cinta sepihak ku aku lebih memilih untuk menyerah dan mengubur kenangan kita di tempat ini.. Sampai jumpa semuanya"
ucap Lucia memandang Rumahnya yang kini akan di tinggalkan olehnya nya.
"Sayang ayo kita kemobil papa sudah menunggu" panggil Sisca melihat anaknya masih berdiri menghadap Rumahnya.
"Iya mama cerewet amat sihh"
kesal Lucia yang hanya di buat-buat.
Mereka melajukan mobilnya ke bandara namun sebelum itu mereka singgah di sebuah restoran untuk menemui orang yang sudah menunggu kedatangan mereka disana.
***
Sedangkan di rumah Johan dan Diana
Kiara menangis tidak mendapati keberadaan dari Lucia di rumah padahal Lucia sudah berjanji kepadanya untuk menjaga dan merawatnya hingga sembuh total.
"Mama kak Luc mana kenapa tidak bisa di hubungi sama sekali"
tanya kiara kepada Diana yang hanya memberinya alasan .
"Sepertinya Luc sedang mempunyai tugas yang penting jadi tidak bisa dihubungi sayang"
Diana mencoba menenangkan putrinya yang menangis mencari Lucia.
"Tidak bisanya kak luc akan seperti ini pasti ada sesuatu yang terjadi kepadanya hingga tidak dapat di hubungi.. Mana kak Abraham aku mau bertanya kepadanya keberadaan Lucia saat ini"
Ucap kiara semakin di luar kendali.
"Kakak mu tidak ada disini sayang mungkin ada hal yang di kerjakan juga olehnya jadi kau istirahatlah dulu jika Lucia sudah kembali pasti mama akan membangunkanmu sayang.. " bujuk Diana.
"Aku maunya kak luc yang menemaniku mama" tolak Kiara dengan wajah penuh air mata.
Diana yang merasa mulai dongkol menghadapi anak perempuannya yang sangat keras kepala ini mencoba memberikan bujukkan hingga kiara mau mendengar perkataannya.
Lucas melangkah menuju ke arah kamar Kiara setelah melihat mamanya keluar dari kamar tersebut..
"Sayang.. Sepertinya Luc tidak akan pernah kembali lagi yang sabar"
guman Lucas melihat raut wajah Kiara yang sembab.
"Bagaimana lagi kami akan membuat alasan untuk menutupi kesalahan Kak Abraham dari mu sayang katakan kepada kak"
Lucas mengelus wajah cantik dari kiara yang sudah berada di alam mimpi.
Setelah puas melihat wajah Kiara akhirnya Lucas memutuskan untuk menemani Kiara tidur. Ia merebahkan tubuhnya di samping Kiara yang kini membelakanginya.
"Lucia sudah pergi sayang maafkan kami harus berbohong demi kebaikanmu"
Ucap Lucas sebelum menutup matanya.
.
.
.
.
.
Tbc......!!!