Kisah dua sahabat yang dipertemukan kembali setelah sama-sama berpisah dari pasangan mereka masing-masing.
Gadis Ayudia Zahira tak pernah menyangka, pertemuan itu justru membawanya pada sebuah permintaan yang mengubah hidupnya. Demi memenuhi harapan terakhir ibu dari sahabatnya, Gadis terpaksa menerima pernikahan yang tak pernah ia rencanakan sebelumnya.
Dipertemukan kembali di usia yang tak lagi muda, dengan luka dan kecewa yang masih tersisa, mampukah mereka menumbuhkan benih-benih cinta di antara hubungan yang awalnya hanya sebatas sahabat?
Atau, mereka justru akan kembali berpisah seperti sebelumnya?
Yuk, ikuti kisah mereka!
Jangan lupa like dan komentar setelah membaca. Terima kasih 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquarius97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENYUSUL ISTRI
Keesokan paginya, Mami Rosa mengeluh dan ngeyel meminta pulang. Setelah dokter memeriksa kondisinya, akhirnya beliau diperbolehkan pulang karena keadaannya sudah stabil.
Saat ini, mereka sudah sampai di rumah Mami Rosa. Ketika Rendra turun dari mobil, ia langsung takjub melihat rumah Omanya yang lumayan besar. Gadis menurunkan beberapa koper, sedangkan Alan sibuk menyiapkan kursi roda, setelah itu ia membopong Ibunya untuk duduk disana.
Rendra mendekat ke arahnya, "Biar Rendra saja Dad, yang dorong." Alan pun menyingkir.
Mami Rosa begitu sumringah, "Selamat datang dirumah Oma nak." Ucapnya mendongak ke arah Rendra.
"Wah, bagus banget rumah Oma," puji Rendra.
"Masa? Semoga kamu betah ya selama tinggal disini, Ndra."
Rendra memeluk Omanya dari belakang, "Tentu, Oma sehat-sehat ya."
"In sya Allah nak,"jawab Mami Rosa sambil tersenyum.
Sedari tadi, Alan dan Gadis menyaksikan interaksi mereka dari belakang. Pasangan suami istri itu di buat terharu, mereka pun berharap Mami Rosa akan hidup lebih lama lagi.
Mereka semua masuk ke dalam rumah. Sebelumnya Rendra mengantar Mami Rosa ke kamarnya yang berada di lantai satu, kemudian ia naik ke kamarnya yang berdampingan dengan kamar ibu dan Daddy nya di lantai dua.
Seminggu sudah berlalu sejak Gadis tiba di Jepara. Meskipun Gadis dan Alan adalah pengantin baru, tapi selama seminggu ini, Gadis tetap memilih tidur bersama Mami Rosa. Padahal, Mami Rosa sudah menyuruh menantunya tidur di atas, namun Gadis tetap kekeh menemaninya dengan alasan ingin menjaganya.
Alan juga tidak mempermasalahkannya.
Hari ini, Gadis dan Rendra akan kembali ke Jakarta karena beberapa hari lagi adalah pengumuman kelulusan Rendra. Rencananya, setelah pengumuman, ia akan kembali ke Jepara untuk melanjutkan pendidikannya di sana, sesuai dengan rencana yang telah ia bicarakan dengan ibunya tempo lalu. Sementara itu, Alan masih harus mengurus surat pindah tugas terlebih dahulu.
Siang ini Alan mengantar anak dan istrinya ke bandara.
"Kita pamit dulu ya Dad,"kata Rendra yang kemudian mencium punggung tangan Alan.
"Aku pamit dulu ya Lan, titip Mami."
Alan mengangguk, "Iya, kalian hati-hati ya. Kalau sudah sampai, jangan lupa kabari."
Gadis pun mengangguk, kemudian berlalu dari hadapannya, Rendra menoleh ke belakang beberapa kali dan melambaikan tangan kepada Daddy-nya.
Gadis yang melihat putranya itu begitu heran, "Sebenarnya, ayah kandung kamu siapa sih, Ndra!"
Rendra menatap aneh pada ibunya, "Kenapa memangnya Bun?"
Gadis mendengus, "Kamu terlihat begitu dekat dan begitu menyayangi Alan, padahal ibaratnya kalian baru saja bertemu. Sedangkan dengan ayah kandung kamu, berkabar pun jarang. Hampir tidak pernah malahan."
Rendra menggaruk kulit kepalanya yang sebenarnya tidak gatal, "Hehehe, Ayah saja tidak pernah menghubungi Rendra Bun, kalau Rendra yang menghubunginya dulu, takutnya Rendra mengganggu dan merusak kebahagiaan keluarganya."
Gadis menghentikan langkahnya dan mengusap rambut putranya, "Yang sabar ya nak."
Rendra mengangguk lalu nyengir, "Ibun tenang saja, Rendra sudah paham kok. Lagian, Rendra sudah mendapatkan pengganti yang In Sya Allah lebih baik dan lebih tampan daripada ayah, Ups !"ia keceplosan dan buru-buru menutup mulutnya.
Rendra malu dan berlari meninggalkan ibunya.
"Apa? Kamu bilang Alan tampan? Hahahaha."
Gadis pun tiba-tiba mengingat wajah Alan,
"Tapi, dia memang tampan kok,"gumamnya pada diri sendiri.
"Haish, apaan sih. Udah, udah, Gadis ! Waktunya balik ke Jakarta,"ia jadi ngomong sendiri seperti orang gila.
Gadis pun berlari mengejar langkah Rendra.
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Beberapa Minggu kemudian Rendra tiba di Jakarta. Sesampainya di bandara, ia sudah di jemput oleh Daddy-nya.
"Dad," sapanya, mencium tangan Alan.
Alan kemudian memeluk Rendra,
"Bagaimana kabar kamu nak?"
"Baik Dad, Oma gimana dad?"Rendra balik bertanya.
"Oma Alhamdulillah, kondisinya semakin stabil. Ia sudah sangat merindukanmu, Ndra."
Rendra mengangguk. Tidak butuh waktu lama bagi Alan dan Rendra untuk menjadi akrab. Rasa canggung yang awalnya dirasakan Rendra sekarang telah hilang, digantikan oleh rasa nyaman yang menyenangkan saat bersama Alan. Mereka kemudian meninggalkan bandara.
"Daddy kapan ke Jakarta?" tanya Rendra ketika sudah berada di dalam mobil.
"Mungkin minggu ini, titip Oma disini ya," pintanya.
"Pasti Dad, Rendra juga titip Ibun disana ya Dad. Daddy yang sabar kalau menghadapi Ibun, hehehe."
"Emang Ibun kenapa?"Meskipun Alan sudah paham semua yang ada pada diri Gadis, namun ia sengaja membiarkan anaknya berkeluh kesah.
"Suka bawel bangettt Dad, apalagi kalau tantrum dan mood nya kambuh kadang Rendra sampe pusing," keluhnya.
Alan sontak tertawa mendengar keluhan Rendra, ternyata sahabatnya itu tidak berubah walaupun sudah menjadi seorang ibu.
Begitu sampai, Alan dan Rendra sudah disambut oleh Mami Rosa di depan pintu. Beliau terlihat senang seperti punya semangat baru dalam hidupnya.
"Cucu Oma......" seperti biasa, ia akan merentangkan tangannya kepada Rendra.
Sebenarnya Rendra bukan anak kecil lagi, tapi karena dia adalah cucu pertama yang ia temui saat sudah besar, Mami Rosa masih suka memanjakannya dan menganggapnya sebagai anak kecil.
Rendra memeluk Mami Rosa dengan senang hati, "Oma gimana kabarnya?"
"Oma baik,"
Mereka berdua masuk kedalam kemudian ngobrol dengan asyiknya tanpa memperdulikan Alan yang masih dibelakang.
Alan pun mendengus, "Hah, kacang....kacang...." ucapnya sebal.
**
Pagi ini, Alan bersiap-siap untuk terbang ke Jakarta menyusul istrinya, karena surat pindah kerja telah ia dapatkan. Kali ini ia sedikit tenang karena meninggalkan sang Ibu bersama cucu kesayangannya.
"Alan pamit dulu ya Mi, jangan lupa minum obat dan jangan terlalu capek hmm," tak lupa Alan memberi pesan kepada ibunya.
"Iya nak, kamu jaga istri kamu baik-baik ya disana."
"Pasti Mi," Alan mencium kening Ibunya.
Setelah puas berpamitan, Alan masuk kedalam mobil. Kini, gantian Alan yang diantar oleh anaknya ke bandara.
Ya, waktu satu minggu, cukup untuk Rendra belajar mengemudi dengan sang Daddy, ia juga telah berhasil mendapatkan SIM.
Sebenarnya Mami Rosa ingin ikut mengantar ke bandara, namun Alan melarangnya.
Mami Rosa melepas kepergian putranya dengan penuh doa dan harapan, semoga rumah tangganya selalu dilimpahi kebahagiaan.
...****************...
semoga berkah 😭