Aska dan Carla 2 pewaris Geng saling bermusuhan yang yang tanpa sengaja bertemu dan saling jatuh Cinta. dibawah tekanan Para Tetua Geng yang tidak ingin mereka bersama, mereka berdua tetap nekat untuk bersama.
Carla juga di buru karena di anggap mengandung anak kutukan yang bisa menghancurkan keberlangsungan kedua geng.
Kisah kelam masa lalu membuat kedua geng saling menahan diri untuk tidak berperang semakin membuat semuanya menjadi tegang.
Novel ini benar-benar novel baru dengan ide dan gagasan baru, di luar dari 4 novel sebelumnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fonzo manek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa Cemas dan Takut
Bu Melisa meminta Aska untuk tidak cemas, Dia juga sudah menyewa Dokter dan perawat untuk menemani mereka selama perjalanan membuat Aska Tersenyum lega.
***
Setelah kepulangan Bu Melisa, Carla terus di liputi Rasa gelisa yang tiba-tiba saja menghantuinya.
Namun Carla berusaha cuek dan melawan rasa gelisa itu dengan menonton atau membuka kembali materi kuliahnya.
Rasa Gelisa itu semakin para saat Carla hendak tidur. Rasa Gelisa itu berubah menjadi rasa takut hingga Carla terbawa mimpi buruk dan berteriak.
Aska yang kaget mendengar teriakan Carla segera menuju kamar Carla dan mendobrak paksa pintu kamar Carla.
Dengan panik Aska segera memeluk Carla yang tengah kebingungan karena mimpi buruk tadi.
Aska segera memeluk Carla membuat Carla sedikit lebih tenang.
tidak banyak yang di ceritakan Carla, dengan spontan Carla meminta Aska untuk malam ini menemaninya tidur membuat Aska hanya bengong sambil mengangguk setuju.
Malam itu merupakan malam yang menyiksa bagi Aska. Piyama tipis Carla membuat semua anggota tubuh Carla bisa di rasakan oleh Aska.
Masing–masing dari mereka berdua tidur dengan menahan Hasrat mereka masing–masing.
Carla berharap aska meminta padanya dan Aska cemas jika harus menghancurkan masa depan Carla seperti Lisa.
Mereka sibuk berkelahi dengan pikiran mereka masing–masing hingga ketiduran. Mereka terjaga saat hari sudah mulai siang.
Aska yang terbangun lebih dulu berusaha untuk tetap tenang karena Carla saat ini masih nyenyak di pelukan Aska dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Aska.
Beberapa saat kemudian Carla terbangun dalam keadaan memeluk Aska. pergerakan yang di lakukan Carla membuat hasrat Aska kembali memuncak.
Aska yang terus di pandang oleh Carla tidak bisa menahannya lagi dan langsung mengecup singkat bibir Carla.
Kecupan itu menjadi lama karena Carla membalasnya dengan Agresif.
Tangan Aska sudah mulai bergerilia di bagian sensitive Carla membuat desahan kecil keluar dari mulutnya menambah semangat Aska.
Hampir saja kejadian Andai kepala pelayan tidak memanggil mereka untuk sarapan pagi. Carla harus menghabiskan obat yang harus di minumnya secara rutin.
Itu membuat mereka sedikit kesal. Aska menenangkan Carla jika kesembuhannya lebih penting. Mereka bisa menunda untuk hal ini.
Aska yang sudah lihai membantu Carla mencapai puncaknya, Carla melarang Aska untuk memasukan jari karena masih suci dan ingin di jebol dengan MR. P.
Aska dan Carla keluar layaknya sepasang suami istri menuju meja makan membuat kepala pelayan dan ART tersenyum bahagia.
Kepala pelayan cukup mengerti dengan perasaan dua anak mudah yang menjadi bos mereka saat ini.
Saling memendam perasaan namun tidak berani mengungkapkan membuat mereka saling menghindar.
Aska memperingati Carla untuk minum obat secara rutin dan mengikuti semua arahan suster supaya kesembuhannya lebih cepat.
Carla mengikuti terapi pagi hari ini dengan penuh semangat. Tidur bersama Aska semalam seperti membawa semangat baru bagi Carla.
Kecerian Carla tidak berlangsung lama. saat pulang dari terapi, Carla mendapati Aska sedang bersama Lisa dengan pakaian yang sangat kurang bahan.
Lisa duduk di pangkuan Aska sambil terus mencumbui dada bidang Aska.
Lisa yang sekilas melihat Carla semakin memanasi Carla dengan bergoyang di pangkuan Aska membuat Aska tidak Nyaman sehingga langsung menyimpan berkas yang sedang di bacanya.
Carla hanya berdehem dan langsung pergi membuat Aska kaget dan langsung menyusul Carla
"Kamu salah paham, Carla" Ucap Aska dengan Cemas
"Mataku masih Cukup terang untuk melihat semua tadi"
"Dia yang menggodaku, aku tidak meresponnya" Elak Aska
"Sudahlah, badanku pegal dan bau keringat. Aku pengen mandi"
Saat ingin menjelaskan, Aska mendapat telepon ada masalah cukup serius di proyek membuat aska terpaksa meninggalkan Carla yang sejak tadi hanya diam dan mendengar obrolan Aska di telepon.
Sebelum Pergi, Aska berpesan untuk bersiap karena akan di jemput ibunya sebentar lagi membuat Carla hanya mengangguk karena masih kesal.
Carla kembali kesal saat melihat Aska pergi bersama Lisa. Pikiran Negatif kembali menghantui Carla, Apa lagi Lisa menggukan pakaian yang sangat mini dan seksi.
Dia juga menjulurkan Lida pada Carla saat hendak pergi membuat Carla semakin kesal pada Lisa.
Ingin rasanya dia menjambak rambut gadis penggoda yang selalu menggoda Aska itu.
Happy Reading, Guys
tetap semangat yah thor