NovelToon NovelToon
Cleaning The Thorne'S Empire

Cleaning The Thorne'S Empire

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Action
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Chi Chi chantika

Alistair Thorne, bos mafia London yang kaku dan perfeksionis, bertemu dengan Sloane Sterling, gadis jalanan galak yang ahli bersih-bersih tapi ceroboh luar biasa. Pertemuan mereka terjadi di tengah baku tembak, di mana Sloane justru memarahi Alistair karena mengotori lantai yang baru ia pel.

Terpikat oleh keberaniannya, Alistair membawa Sloane pulang sebagai asisten rumah tangga. Hidup sang bos dingin pun berubah jadi kacau: ia terus diteriaki karena menaruh jaket sembarangan dan terpaksa turun tangan ke dapur setiap kali Sloane hampir membakar rumah saat memasak. Di antara desingan peluru dan omelan sehari-hari, dimulailah kisah cinta yang lucu, kaku, dan penuh aksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chi Chi chantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

London dan Debu Pengkhianatan

London di bawah naungan awan mendung tampak seperti monster beton yang siap menelan siapa saja yang berani menantang otoritasnya. SUV hitam Alistair Thorne meluncur membelah distrik keuangan, melewati gedung-gedung pencakar langit yang berkilauan. Namun, di balik kemewahan itu, jaringan mata-mata The Obsidian Order sedang memantau setiap pergerakan mereka.

"Tuan Thorne, kita baru saja melewati sensor biometrik di Jembatan Westminster. Identitas kita sudah terdeteksi di server pusat Ayah Anda," lapor Elena Vost dari kursi pengemudi. Wajahnya tetap datar meski ada perban yang menonjol di bahunya. "Estimasi waktu hingga unit pencegat pertama tiba: empat menit."

Alistair yang duduk di kursi belakang, sedang memeriksa magasin senjatanya dengan gerakan yang sangat mekanis. Di sampingnya, Sloane Sterling sedang sibuk menyeka dasbor mobil yang terkena sedikit debu dari ventilasi udara.tangan nya sedikit gemetar.

"Alistair, kenapa kau sangat tenang?! Kita baru saja masuk ke sarang serigala, dan kau bahkan tidak merapikan kerah bajumu!" Sloane mengomel, mencoba menutupi rasa takutnya yang luar biasa. "Dan lihat kota ini! London lebih kotor daripada yang aku ingat. Polusinya bisa merusak serat kemejamu dalam hitungan detik!"Kau tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan nya.

Alistair menoleh perlahan. Ia menangkap tangan Sloane yang sedang sibuk memegang tisu basah. "Nona Sterling, secara administratif... kemeja saya adalah masalah sekunder. Prioritas utama kita adalah mencapai 'Sektor Nol' sebelum Ayah saya menutup seluruh akses kota."Kita tidak punya waktu untuk memikirkan masalah debu sekarang. nyawa anda lebih penting.

Sloane menatap mata biru Alistair. Ia melihat bayangan lelah di sana, namun juga ada binar cinta yang kini tidak bisa lagi disembunyikan oleh sang bos kaku itu. Alistair tidak melepaskan tangan Sloane; ia justru membawa tangan kecil yang kasar karena sering memegang sabun itu ke bibirnya, memberikan kecupan singkat namun penuh janji.matanya menatap Sloane dengan kasih sayang. Sloane bisa merasakan detak jantung nya berdebar kencang.

"Tetaplah di dekat saya, Sloane. Jangan pernah melepaskan sabuk pengaman Anda... secara operasional maupun emosional," bisik Alistair.

Wajah Sloane memerah hebat. "C-cih! Kau mulai lagi dengan bahasa kaku itu! Bilang saja kau ingin memegang tanganku karena kau sendiri yang ketakutan!"

"Mungkin," jawab Alistair pendek, sebuah pengakuan langka yang membuat jantung Sloane berdegup kencang.ia tidak menduga jika Alistair memberikan jawaban berani seperti itu.

Tiba-tiba, suara ban mobil berdecit keras. Dua mobil sedan hitam berlogo mawar perak—simbol pasukan elit Silas—mencoba menghimpit SUV mereka dari sisi kiri dan kanan.

"Kontak taktis! Elena, eksekusi manuver Alpha!" perintah Alistair tajam.

Elena memutar setir dengan kasar. Mobil berguncang hebat. Sloane terlempar ke arah Alistair, dan tanpa berpikir dua kali, Alistair menarik Sloane ke bawah, melindunginya dengan tubuhnya sendiri sementara suara peluru mulai menghantam kaca antipeluru mobil.

"Alistair! Mereka menembaki kita!" teriak Sloane di balik dada bidang Alistair. "Mereka merusak cat mobilnya! Itu mobil mahal!"

"Fokus pada pernapasan Anda, Sloane! Mobil bisa dicat ulang!" Alistair membalas tembakan melalui celah jendela yang terbuka sedikit.

Di tengah hujan peluru dan kejar-kejaran maut di jalanan London yang licin, Alistair menyadari satu hal yang sangat mengganggu logikanya. Ia adalah pria yang dibesarkan untuk tidak memiliki rasa takut. Namun sekarang, setiap kali peluru menghantam bodi mobil, ia merasa jiwanya seperti ditarik keluar. Bukan karena ia takut mati, tapi karena ia takut satu peluru nyasar akan mengenai gadis berisik yang kini sedang mencengkeram kemejanya erat-erat.

Saya benar-benar sudah kalah, pikir Alistair. Silas benar. Gadis ini adalah kelemahan saya. Tapi dia juga satu-satunya alasan kenapa saya masih ingin melihat matahari terbit besok pagi.

"Tuan Thorne! Ada barikade di depan! Kita tidak bisa lewat!" teriak Marcus melalui radio.

"Elena, tabrak saja! Gunakan sistem pendorong hidrolik!" perintah Alistair.

BRAKKKK!

SUV mereka menghantam barikade mobil musuh, melontarkannya ke samping seperti mainan plastik. Sloane menjerit kecil, tangannya secara tidak sengaja memeluk leher Alistair dengan sangat kencang.

"Ugh... Sloane... Anda mencekik saya secara kasar," gumam Alistair, suaranya tercekik namun ia tidak melepaskan pelukan itu.

"Maaf! Habisnya kau menyetir seperti orang gila!" Sloane segera melonggarkan pelukannya, namun ia tetap tidak menjauh. Wajah mereka begitu dekat, dan di tengah kekacauan itu, Alistair sempat menatap bibir Sloane yang sedikit terbuka.

Ia hampir saja mencium gadis itu jika saja Elena tidak berteriak, "Kita sampai di titik aman! Masuk ke terowongan pembuangan sekarang!"

Mobil meluncur masuk ke dalam terowongan bawah tanah yang gelap dan lembap. Begitu gerbang baja di belakang mereka tertutup, suasana mendadak sunyi—hanya ada suara tetesan air dan deru mesin mobil yang mendingin.

Elena dan Marcus segera keluar dengan senjata siaga, sementara Alistair tetap di dalam mobil selama beberapa detik bersama Sloane.

"Sloane, Anda tidak apa-apa?" tanya Alistair, tangannya mengusap pipi Sloane yang ternoda abu.

"Aku... aku tidak apa-apa. Tapi Alistair," Sloane menunjuk ke arah kursi depan mobil. "Kau lihat itu? Ada selongsong peluru yang jatuh di atas karpet mobilmu. Dan baunya... bau belerang ini akan sangat sulit dihilangkan!"

Alistair tertegun, lalu ia tidak bisa lagi menahan diri. Ia tertawa. Sebuah tawa yang keras dan lepas, memecah keheningan terowongan bawah tanah itu.ia tidak habis fikir dengan gadis dipelukan nya itu. suasana tegang baru saja mereka lewati, tapi Sloane malah mengkhawatirkan sesuatu yang seharusnya dia abaikan saja. alistair tidak mampu lagu menahan tawanya.

"Kenapa kau tertawa?! Aku serius!" Sloane merengut, memukul bahu Alistair dengan kemocengnya yang entah bagaimana masih ia pegang.

"Anda luar biasa, Sloane Sterling," gumam Alistair, menatap Sloane dengan tatapan yang sangat dalam dan penuh cinta. "Di tengah pertempuran hidup dan mati, Anda tetap menjadi asisten rumah tangga yang paling berdedikasi terhadap detail."

Alistair mendekat, dan kali ini ia benar-benar melakukannya. Ia mencium kening Sloane dengan sangat lembut dan lama. "Tetaplah seperti ini. Jangan pernah berubah... meskipun dunia di atas sana sedang mencoba menjadi kotor."

Sloane terdiam, hatinya terasa meleleh. Ia menyandarkan kepalanya di dada Alistair. "Tentu saja aku tidak akan berubah. Siapa lagi yang akan memarahimu kalau kau jadi kotor, Tuan Bos Kaku?"

Namun, di kegelapan terowongan itu, Alistair tahu bahwa perang yang sesungguhnya baru saja dimulai. Ayahnya sudah menunggu di atas sana, dan kali ini, Alistair tidak akan berhenti sampai ia berhasil "membersihkan" seluruh pengkhianatan di kotanya, demi mawar jalanan yang kini telah menjadi dunianya.

To be continued....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!