––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(33) Bianglala Date
Noted: jangan kritik author jika ada kesalahan dalam penulisan dan tata letak tempat nya, author hanya mencari di sosmed sebagai perantara.
Ailena terdiam saat tubuh nya keluar dari mobil yang di kendarai oleh Haikal sampai di tempat tujuan kedua setelah dinner romantis di restoran mewah.
AEON Garden City -- yang terletak di Jakarta Timur menjadi spot first date yang di datangi oleh Ailena dan Haikal.
Ailena benar-benar di buat tak berkutit, Ailena sering kencan dengan Ardian tapi bukan berarti akan semewah ini, bahkan dari makan malam tadi saja Ardian sudah kalah jauh dari Haikal.
"Yuk!" ujar Haikal sembari mengaitkan tangan Ailena dengan erat di genggaman nya, tanda tak ingin berjauhan.
"Kamu tau tempat ini darimana?" tanya Ailena dengan menatap Haikal yang berjalan di samping nya.
"Nanti aja tanya nya, kita nikmatin dulu ya. Mau aku fotoin?" balas Haikal segera merogoh hp nya yang berada di kantong celana nya dan langsung mengarahkan pada Ailena yang berdiri tegak di samping nya tanpa menunggu jawaban.
Ailena berdecak dan memilih tak peduli seakan-akan kegiatan baru Haikal tak di lihat nya.
"Cantik" tangan Haikal tak tinggal diam untuk menekan tombol video dan mengarahkan pada Ailena sesekali ke sekitar.
Keadaan sekitar tak terlalu ramai dan itu memudahkan Haikal untuk berwara-wiri bersama Ailena sebelum menaiki bianglala yang berukuran besar.
"Mau jajan dulu nggak? Biar nanti pas di dalam cabin bisa nyantai" tanya Haikal di angguki Ailena yang sibuk memperhatikan bianglala di samping nya.
Haikal tersenyum lalu merangkul pinggang Ailena. "Sabar, kita cari minum dulu baru naik ke situ ya" ucap Haikal lagi-lagi mendapat anggukan dari Ailena.
Usai membeli minuman dan sedikit camilan untuk menemani mereka di dalam cabin bianglala.
Kini akhirnya Ailena dan Haikal masuk ke dalam cabin yang nampak besar dengan tempat duduk yang berhadapan, di tambah AC yang membuat ruangan cabin dingin tanpa menyisakan bau apapun.
"Putaran nya berapa lama?" tanya Ailena menatap Haikal yang duduk di sebrang nya.
"2 putaran, 24 menit" jawab Haikal sembari menaruh minuman dan camilan di samping nya, lalu beralih duduk di samping Ailena.
Dan bianglala mulai berputar dengan pelan membuat Ailena dan Haikal nampak meresapi pemandangan Jakarta malam hari yang tetap akan padat setiap saat.
"Walau padat, tetap jadi kota yang cantik" puji Ailena tanpa sadar menyenderkan kepala nya di pundak Haikal.
Haikal berdehem membenarkan pujian Ailena. "Seperti kamu" ujar Haikal membuat Ailena mendongak dengan kernyitan alis.
"Kok aku?" tanya Ailena bingung.
"Iya kayak kamu. Padat dan cantik" jelas Haikal dengan kerlingan mata menggoda Ailena.
Ailena berdecak dan memutar bola mata malas.
Haikal terkekeh lalu mengecup pipi Ailena dengan gerakan cepat. "Kamu nggak mau bikin momen disini?" Haikal bertanya dengan alis naik turun.
"Jangan ngaco deh, aku mau nikmatin pemandangan aja" ketus Ailena memilih menghadap ke arah lain.
"Nggak asik kalau cuma nikmatin pemandangan aja, kamu nggak mau nikmatin yang lain?"
Sumpah! Ailena menggeram saat semua ucapan nya di serap Haikal dan di olah menjadi kata lain yang membuat jantung Ailena bergemuruh.
"Misal nya camilan ini, kalau nggak di nikmatin nggak akan habis camilan sama minuman nya" sahut Haikal lagi membuat Ailena melirik nya sebal.
Kan kan, bisa aja ngeles nya. Ailena segera mengambil minuman yang ada di hadapan nya dan meminum nya tanpa kata-kata.
"Enak?" tanya Haikal.
Ailena mengangguk. "Cobain punya mu" ucap Ailena hendak mengambil minum Haikal yang ada di tangan Haikal, niat nya yang ingin mencoba karena mereka membeli dengan rasa yang berbeda.
Haikal segera mengangkat tinggi minuman nya lalu menggeleng pelan. "Aku dulu, aku mau cobain punya kamu yang-"
Plak
Haikal langsung mengaduh saat paha nya di pukul oleh Ailena di tambah pelototan mata.
Haikal pun cengir kuda dan menyodorkan minuman nya, tak lagi menggoda Ailena.
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️