Andrea Meyla anak tunggal dari Anadiya dan Akbar.
Cantik, bermata hitam, Rambut panjang sedikit bergelombang, meskipun tingginya kurang dari 150cm, hehe
Dia suka tidur, membaca, ngemil, memasak, mojok di perpustakaan, dan berenang. Dia paling mahir gaya batu! hehe.
Bilang saja suka berendam tapi tidak bisa berenang.
Dia akrab dipanggil Rere, gadis yang ceria, mudah bergaul dengan siapapun.
Punya hobi lain yang gak banyak orang tau, hobi memanah dan menembak.
Tinggal bersama Rita dan Daniel, mereka adalah Oma dan opanya. Namun tidak lama, Daniel meninggal dunia karena serangan jantung.
Andrea tidak pernah menggubris kedua orang tuanya yang sudah lama berpisah alias cerai.
Rere sangat menginginkan sebuah keluarga lengkap nan bahagia sudah sirna sejak dia duduk dibangku menengah pertama. Gadis itu tidak pernah ikut campur urusan rumah tangga ayah dan bundanya lagi setelah berpisah.
Meskipun tidak ada KDRT, tak ada pedang hanya bermodalkan mulut perang pun jadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ladysti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benturan
...🌼 Putih Abu-Abu 🌼...
Hari demi hari dan Minggu ke Minggu Berlalu dengan cepat. Aktivitas yang itu-itu saja, membuat Rere sangat bosan, apalagi sang Oma jauh dirinya. Sekolah Rere juga lancar, semakin cepat pula hari berlalu karena Andra bersikap lembut padanya dan tidak cuek seperti sebelumnya.
Mr Killer juga memberikan bimbel 30 menit seperti janjinya, dan berkat Bayu dan Willy yang setia membimbing tiap pulang sekolah setelah Andre. Rere semakin pandai di pelajaran bahasa Inggris.
Kali ini Andra suka tiba-tiba gandeng tangan Rere diam-diam, tidak sedikit teman sekelasnya melihat kedekatan Andra dan Rere. Dan bukan hal rahasia lagi.
Seisi kelas tau dia suka dengan Andra, tapi sepertinya tidak dengan Andra. Bayu yang awalnya hanya mengerjai Rere diawal pertemuan pertama mereka. Kini menaruh hati padanya. Ada cinta segitiga di dalam kelas. Oh tidak, masih ada Mellisa yang suka Andra juga.
Mr killer yang jarang bertemu Rere di ruangannya pun jadi gelisah, waktu mereka bersama hilang begitu saja karena dia mulai pintar di pelajaran bahasa inggris.
Andre tidak sengaja melewati kelas Rere yang sepi pun terkejut dengan tingkah adiknya yang tengah mengukuh anak manusia di dinding.
Rere dengan gesit menendang tulang kering pemuda mesum itu. Bayu terjongkok merasakan ngilu dikakinya. Andre masih tidak percaya dengan apa yang terjadi didepan matanya sendiri. Mau lerai mereka tapi malah kepo apa yang akan terjadi.
"Breng_sek lo, sekali lagi bertingkah seperti ini, gue gak akan cuma tendang kaki lo, tapi biji lo juga," Rere murka kali ini, sembari merapikan baju dan mengusap rambutnya kebelakang dengan kasar dia bergegas pergi dari kelas.
"Ouch sakit. Re, Tunggu!" Bayu masih terduduk merasakan ngilu dikakinya tak main-main sakitnya.
Tanpa menghiraukan ucapan Bayu, ia bergegas lari keluar kelas, na'as nya didepan pintu masih ada Andre si Mr Killer yang masih berdiri mematung tak kunjung beranjak. Namun, akibat benturan yang disebabkan Rere cukup kuat hingga keduanya terjatuh.
Gedubrak!
Dengan posisi laknat, Rere berada diatas dada bidang Mr killer. Rere yang memejamkan mata tidak sadar bibir mereka berbenturan hingga persekian detik.
Ada setitik darah dibibir bawah Andre, sama halnya dengan Andrea, keduanya meringis perih di bagian yang terbentur.
Andre reflek memegang pinggang ramping gadis itu, dan membantunya bangun. Posisi mereka membuat setiap milik lelaki akan tegak, Apa itu? Yang pasti bukan keadilan. Apalagi sekarang Andre merasakan ada yang aneh saat berada di sisi muridnya.
Rere sempat ternganga di tempat. Dan kembali tersadar akan perbuatannya barusan.
"Maa..maaf Pak, saya tidak sengaja, biar saya bantu rapikan," ucap Rere gugup, dia memungut beberapa buku yang tercecer dilantai.
'Aaaaaaakh!!!! Apaan tadi??? Gue ga sengaja nyium Mr killer, rasa perih tadi langsung ilang gitu aja, bayangan gue mimpiin dia waktu itu jadi berputar kembali' batinnya meronta, entah seperti apa wajahnya sekarang mungkin seungu warna terong.
Belum selesai Rere merapikan buku-buku milik Andre. Bayu tergesa-gesa mendengar Rere terjatuh. Dengan kaki terpincang-pincang, Bayu tidak sengaja mendorong tubuh Rere hingga tersungkur tepat di depan selang_kangan Mr killer.
Sontak kedua mata kakak beradik ini melebar, seakan bola mata mereka akan keluar.
Bagaimana tidak, Bayu sampai menung_ging dibelakang pan_tat gadis itu. Andre tak kalah terkejut. Pusaka miliknya juga tidak sengaja tercium olehnya. Hembusan nafasnya saja bisa tembus sampai ke dalam.
"Aaaaakh! maaf, saya tidak sengaja!" teriak Rere panik yang kemudian bergegas meninggalkan dua kakak beradik itu.
Andre menghembuskan nafas panjang, dan mengusap wajahnya kasar, pria itu menenangkan hatinya sejenak.
"Kamu masih ada urusan denganku, bawa buku-buku itu keruangan ku. Tunggu di sana kita harus bicara," tegas Andre.
Bersambung...