NovelToon NovelToon
Nasib Gadis Peramal Miskin

Nasib Gadis Peramal Miskin

Status: tamat
Genre:Duda / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Karena hutang pada mantan kekasihnya dan biaya kuliah yang nunggak, Fahira terpaksa mencari sampingan dengan menyamar sebagai peramal.


Akhirnya lapak jasa ramalnya didatangi pelanggan pertama, dia seorang duda ganteng yang kaya raya. Sudah lima tahun menduda. Ternyata duda itu merupakan tetangga sebelah rumah kos-kosan Fahira yang sudah lama Fahira taksir.

Fahira akhirnya merencanakan sesuatu. Dengan menyamar sebagai peramal, dia menjerat duda itu.

Apa yang dilakukan Fahira sebagai Peramal palsu pada sang duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Mertua Dan Ipar Kepo

  Faheera muncul dari kamar mandi, dia sudah membersihkan sisa keringat lelah bekas malam pertamanya tadi.

  Faheera segera menuju lemari pakaian dan memilih salah satu pakaian miliknya. Hari ini dia harus kuliah karena ada tugas akhir dari Dosennya.

  "Kamu mau ke mana sudah bersiap?" tanya Gelora dari belakang Faheera. Faheera terkejut karena ia sedang fokus dengan bajunya.

  "Heera mau kuliah, hari ini ada tugas akhir dari Dosen Pembimbing," jawabnya seraya merapikan bajunya.

  Gelora meraih bahu Faheera lalu membawa ke hadapannya dan menatap Faheera yang berubah murung setelah malam pertama mereka.

  "Kenapa kamu sangat murung, apakah kamu benar-benar sakit, atau demam akibat semalam?" tanya Gelora seraya meraih dahi Faheera. Tapi setelah diraba dahinya tidak panas.

  "Kamu tidak sakit."

  "Heera tidak sakit, tapi hati Heera sakit." Ucapan Faheera mengundang kerungan di dahi Gelora.

  "Sakit hati? Sakit hati kenapa?" Gelora penasaran.

  "Karena Mas Lora dan Ibu dan adik Mas Lora sudah menduga bahwa Heera sudah bolong dan tidak perawan. Nyatanya tadi malam hilang keperawanan itu sungguh menyakitkan," jelas Faheera sembari terisak dan menangis.

  "Ohhh itu? Aku minta maaf. Maafkan aku, Mama dan adikku. Mereka sudah menduga kamu seburuk itu. Tapi percayalah mereka seperti itu hanya karena ingin melindungiku dari kegagalan rumah tangga pertamaku. Terlebih melihat dirimu jauh lebih muda dariku dan cantik, jadi mereka takut kamu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan mantan istriku dulu," terang Gelora seraya memeluk Faheera lalu mencium keningnya.

  "Sudah, sekarang hapus air mata kamu, kamu mau ke kampus, bukan?" Faheera mengangguk lalu segera mengurai pelukannya dari Gelora dan bersiap.

***

Tiba di kampus,

  "Heera pergi dulu, ya, Mas," pamit Faheera seraya meraih tangan Gelora dan menciumnya. Padahal ini hari pertamanya setelah pernikahan yang harusnya dinikmati Faheera dengan kebahagiaan bersama suami, tapi Faheera justru masuk kuliah. Itu karena tidak ada yang tahu kalau Faheera sudah menikah, sebab pernikahan Faheera tidak banyak mengudang orang lain.

  "Baiklah, baik-baik kamu belajar," ujar Gelora seraya melepas Faheera dan membiarkan dia keluar dari mobil. Gelora menatap kepergian Faheera sampai tubuh rampingnya menghilang di balik gerbang.

  Gelora segera kembali ke rumah, hari ini dia akan ke toko bangunan agak siang. "Ya ampun, aku lupa. Padahal tadi mau menanyakan perihal pesan WA dari Moya temannya itu. Biar saja, nanti sepulang dia kuliah, aku tanyakan saja."

  Gelora segera melajukan mobilnya menuju rumah barunya. Tiba di rumah ternyata sudah ada mama dan Wisna adiknya. Entah ada apa dengan mereka sehingga pagi buta sudah bertandang ke rumah Gelora.

  "Lora, kamu dari mana pagi begini?" heran Bu Nora heran.

  "Aku habis antar istriku dari kampus. Mama dan Wisna pagi-pagi sudah datang ke rumah, ada apa nih? Apa Mama bawa kue pandan buatan Mama untuk aku?" tebak Gelora sambil melirik tangan Bu Nora.

  "Mama tidak bawa apa-apa, kebetulan mama sama Wisna datang ke sini ingin menikmati pagi di rumah kamu, juga ...." Bu Nora tidak melanjutkan ucapannya, dia menoleh ke arah Wisna seakan memberi kode.

  "Mama dan aku ingin tahu, kisah semalam saat Mas Lora berhasil unboxing si Faheera. Pasti unboxingnya tidak pakai lama," sambung Wisna membuat Gelora berdecak sebal dengan kedatangan mama dan adiknya yang agak nyeleneh

  "Kenapa Mama dan kamu kepo banget, pengen tahu masalah privasi aku. Memangnya penting bagi Mama dan Wisna?" dengus Gelora.

  "Katakan saja kalau istrimu itu sudah tidak perawan, kan? Kalau bukan perawan pastinya lancar saat ma ...."

  "Sudah, sudah, Mama dan kamu tidak perlu kepo lagi. Biar aku kasih tahu bahwa Faheera masih perawan ting-ting, bahkan segelnya beberapa kali hampir gagal aku jebol. Dia kesakitan tiap aku mau berkunjung. Setelah setengah jam, baru aku bisa masuk, itupun Heera sangat kesakitan sambil menangis. Apa kalian puas?" beber Gelora sembari berlalu.

  Bu Nora dan Wisna tercengang mendengar pengakuan Gelora. Tapi mereka masih juga belum percaya dengan pengakuan Gelora yang dianggapnya hanya untuk menutup-nutupi keadaan Faheera yang sebenarnya.

  "Ahhh, paling mas mu itu cuma menutupi hal yang sebenarnya," ucapnya sepele.

 "Ngapain Mas Lora bawa-bawa sepre ke bawah? Jangan-jangan sepre itu bekas mereka main semalam. Sebaiknya kita lihat di seprenya, apakah ada noda darah atau tidak. Kalau tidak ada, itu artinya Mas Lora memang menutup-nutupi keadaan yang sebenarnya," bisik Wisna ke telinga Bu Nora. Bu Nora mengangguk setuju.

  "Mama permisi, Ma. Aku mau kasih Bi Sonia sepre ini untuk dicuci," ujar Gelora seraya melewati Bu Nora dan adiknya yang terbengong-bengong menatap kepergian Gelora ke ruang cuci pakaian.

  Karena Bi Sonia sedang tidak ada, Gelora cukup meletakkan sepre itu di atas keranjang pakaian kotor. Lalu dia segera bergegas dan kembali ke kamar.

  Setelah Gelora pergi, Bu Nora dan Wisna segera menuju ruang cuci pakaian. Mereka memeriksa sepre yang diletakkan Gelora di keranjang pakaian kotor.

  Mereka mengangkat ujung-ujung sepre dengan perasaan jijik. Dan apa yang mereka cari, akhirnya ketemu.

  "Darah, ini noda darah. Darahnya juga terlihat segar. Itu berarti si Faheera memang masih perawan ting-ting. Dia ternyata tidak menipu mas mu. Satu masalah sudah kita ketahui. Tapi masih banyak lagi yang perlu kita gali lagi dari perempuan itu. Mengenai perangainya, apakah dia baik dan tidak akan selingkuh dari mas mu. Lalu apakah tujuan mau diajak menikah sama Mas mu adalah bukan karena uang atau apa. Jika karena uang, maka mama pastikan dia harus segera pergi dari hidup Gelora," dengus Bu Nora penuh ambisi.

  "Kalian ngapain?" sentak Gelora sampai Bu Nora dan Wisna terloncat dari tempatnya berdiri.

  "A~nu. Kami sedang mencari ...."

  "Mencari darah perawan maksud kalian? Sudah aku katakan tadi, bahwa Faheera masih perawan ting-ting. Kalian masih saja tidak percaya. Memangnya aku ini berbohong dengan yang aku katakan tadi?" sengor Gelora.

  "Ok, kami sudah yakin dan jelas tentang istrimu yang masih perawan, itu artinya dia tidak menipumu. Tapi, jangan santai dulu, kamu harus hati-hati dengan tujuan dia mau diajak kamu menikah. Apakah dia gila harta atau tidak. Sebab kemarin, mama mergoki dia sedang memberi amplop pada Uwanya itu sebelum pulang. Ngakunya itu uang sisa hasil kerjanya, tapi mama tidak percaya. Pasti si Faheera berhasil mencuri uang kamu atau bisa saja berhasil morotin kamu," cerocos Bu Nora terus mengompori Gelora.

  "Oh ya? Tapi, aku belum pernah ngasih uang sama Faheera atau berhasil diporotin. Sudahlah kalian diam saja, aku tahu apa yang sebaiknya aku lakukan dalam menghadapi istriku. Kalau dia minta uang, aku juga harus ngasih dia, karena dia istriku," tegas Gelora.

  "Iya, tapi kamu harus tetap waspada. Kami hanya mengingatkan saja. Soalnya sekarang istrimu sedang dalam masa ujian akhir untuk kelulusan sarjana. Kamu tahu sendiri semua itu butuh biaya, pasti dia butuh uang itu," tekan Bu Nora lagi.

  "Ya, aku tahu, Ma. Kalian tenang saja," sahut Gelora seraya pergi.

1
Evy
Itu tandanya istri mu hamil Pak ..
Evy
Sedihnya...
Evy
Hanya salah paham saja...
Evy
Ternyata ada juga ya orang yang butuh di ramal...bukan hanya ramalan cuaca.Ramalan jodoh juga banyak peminatnya...
Nasir: Hehehehehh😄😄😄
total 1 replies
Suyatno Galih
Bki Pokal lagi km heera/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Suyatno Galih
pintar km lora, km iket heera dg anak dan waktu good
Suyatno Galih
faheera hamil ya
Nasir: Wahhh, mksh Kak udah mampir di karya lama sy. Love seIndonesia Raya buat Kakak.
total 1 replies
Suyatno Galih
sedih/Sob/, tinggal tnggu waktu km lora akan menyesal
Suyatno Galih
nah kan nah kan nah kan, jd perkoro,
Suyatno Galih
faheera cari perkoro rumit, knp nggak mt temani suami mlh lebih aman, jd msh nangis lagi
Suyatno Galih
bkan malah pesan di hp sj yg jd prasangka buruk faheera, km km nemui Faris wl cm byr utang tp km tdk ijin suami jg jd hal buruk oon/CoolGuy//CoolGuy/ce mslh dak mau ijin
Suyatno Galih
nyinyir ember rusak temen faheera ini, pake nanya praktek sgl
falea sezi
minggat iku gowo duwek. lah. tolol mikir harga diri heleh pret
Nyakti Usman
terharu
Nasir: Makasih Kak....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!