NovelToon NovelToon
Happy Ending

Happy Ending

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Bullying di Tempat Kerja / Kehidupan di Kantor / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / TKP / Dendam Kesumat / Misteri / Tamat
Popularitas:56.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Charlie percaya adiknya mati bukan karena bunuh diri. Tetapi, seseorang berada di belakangnya. Setelah Charlie masuk dalam lingkup kehidupan sang adik, Charlie jadi tahu ternyata pelaku tak hanya satu orang tetapi beberapa orang yang terlibat, termasuk Bos dan juga ketua mafia yang beroperasi pada bagian bisnis ilegal.

Charlie berjanji siapapun yang terlibat pada kasus kematian sang adik, Charlie akan memberikan hukuman yang setimpal untuk pelaku.

Penasaran? Yuk, simak kisahnya di Happy Ending!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Happy Ending-16

"Kenapa kau diam saja?"Sherli ikut bertanya saat Charlie tak memberi jawaban.

"Apa jangan-jangan...." Sherli menggantungkan ucapannya lalu menatap Charlie dengan intens.

"Aku tak punya alasan apapun. Kenapa aku harus menceritakan semuanya pada kalian?"tanya Charlie kembali.

"Jika kamu ingin curiga, di sini yang patut kamu curigai adalah...."

"Kenapa kalian berdebat? Kita harus memikirkan cara agar kita bebas dari segala tuduhan yang ada,"saran Nico yang langsung menyela dan memotong ucapan Charlie. Hal itu membuat Charlie menyempitkan matanya. Kecurigaan Charlie terhadap Nico semakin dalam. Pasti ada sesuatu yang Nico sembunyikan dari mereka.

Nico terlihat takut saat Charlie akan mengatakan sesuatu kepada Sherli. Memang benar Charlie ingin membongkar semua yang dia tahu tentang Nico dan Juwita. Tetapi, saat ini semua bukti ada di handphone Charlie yang sudah hilang. Jadi, tak mungkin Charlie bisa membongkar rahasia itu tanpa adanya bukti.

Charlie pergi dari ruang tamu dan meninggalkan Nico dan juga Juwita. Sedangkan, Rifki dan Sherli serta Charlie memilih untuk pergi ke kamar.

Nico duduk di sofa bersama dengan Juwita, wajahnya tampak gelisah dan tatapannya sesekali melirik ke arah pintu. Dia merasa takut jika Charlie akan memberitahu Sherli tentang kebenaran pekerjaan sampingannya yang selama ini berhasil dia sembunyikan.

Kedua tangannya saling menggenggam erat, mencoba menenangkan diri dari rasa cemas yang menghantui pikirannya.

"Kamu kenapa, Nico?" tanya Juwita dengan nada khawatir, menyadari bahwa ada sesuatu yang mengganggu pikiran Nico. Nico menarik nafas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan keberanian untuk berbicara.

"Aku merasa Charlie tahu sesuatu tentang pekerjaan sampinganku, Juwita. Aku takut dia akan memberitahu Sherli," jawabnya dengan suara yang gemetar. Wajah Juwita berubah menjadi serius.

"Apa kamu yakin, Nico? Mungkin kamu hanya terlalu curiga saja," ujarnya mencoba menenangkan Nico. Namun, Nico tetap tidak bisa merasa tenang.

"Aku merasakan ada sesuatu yang aneh dari tatapan dan sikap Charlie padaku, Juwita. Aku tidak bisa menjelaskannya, tapi aku yakin dia tahu sesuatu." Juwita menepuk bahu Nico pelan, memberikan dukungan moral untuknya.

"Baiklah, jika memang itu yang kamu khawatirkan, kita harus mencari cara untuk memastikan apakah Charlie benar-benar tahu atau tidak. Jangan biarkan kekhawatiran ini menguasai dirimu, Nico. Kita akan menghadapinya bersama," ujar Juwita dengan tegas, berusaha memberikan kepercayaan diri pada Nico untuk mengatasi masalah yang dihadapinya. Meskipun usia keduanya berbeda. Nico dan Juwita dan Nico terlihat lebih akrab dari yang lain. Apalagi, Nico dan Juwita memiliki rahasia yang sama.

Di dalam kamar Sherli mondar-mandir memikirkan tentang Charlie. Kenapa Charlie ada foto mereka semua. Apa yang ingin Charlie lakukan? Itulah yang saat ini Sherli pikirkan. Sherli tak ingin terjadi sesuatu dia harus waspada kepada siapapun. Termasuk Charlie atau ketiga rekannya yang lain. Kematian Kang Dadang membuat Sherli menjadi parno dan ketakutan sendiri.

Malam itu, Charlie berdiri di balkon kamarnya. Sekali lagi dia melihat seorang pria yang berjalan ke arah pagar villa dengan menggunakan topeng. Tetapi, kali ini pria itu di jemput oleh sebuah mobil Brio bewarna hitam. Charlie melihatnya dari arah balkon. Karena penasaran akhrinya Charlie memutuskan untuk memeriksa semua rekan kerjanya di kamar. Agar Charlie tak berlarut dalam kecurigaannya. Terlebih lagi, beberapa hari lalu Charlie menemukan sebuah fakta tentang jam tangan Pak David yang sama persis dengan yang Charlie temukan di kamar Alia. Lalu, jaket yang dikenakan Rifki hari itu sama dengan yang dipakai oleh seseorang yang muncul di rekaman cctv apartemen Alia, beberapa menit setelah Alia melompat dari lantai atas kamarnya.

Tidak hanya sampai di situ. Charlie juga pernah memergoki Nico pergi ke gedung sekolah yang terbengkalai. Di sana Charlie curiga jika Nico sudah melakukan sesuatu yang membuat Bos bertopeng itu marah hingga waktu itu Nico terlihat gugup.

Juwita juga terlibat dalam pekerjaan yang sama dengan Nico. Charlie curiga jika Juwita menyembunyikan sesuatu darinya terkait kasus kematian Alia. Di dalam kamar apartemen nampak bersih seakan tak pernah terjadi masalah ataupun kejadian apapun. Padahal, semua itu sudah di rekayasa oleh seseorang untuk mengelabui pihak yang berwajib.

Charlie juga curiga kepada Pak David yang sengaja menutup kasus Alia.

"Sebenarnya ini semua ada apa?"gumam Charlie yang mengusap kasar wajahnya karena frustasi memikirkan semua masalah itu. Malam itu Charlie memilih untuk mengikuti orang tersebut. Dia takut hal serupa terjadi lagi dan kali ini bisa jadi dirinya dalam bahaya. Karena, pergerakannya telah di ketahui oleh rekan-rekan yang lain. Akhirnya, Charlie mengurungkan niatnya untuk memeriksa rekan kerjanya di dalam kamar.

Sementara itu, orang yang berpakaian serba hitam masuk ke dalam ruangan itu dan duduk di kursi kebesarannya di sebuah markas.

"Sejauh mana kau sudah melangkah? Apa kau sudah menemukan pelakunya?"pria bertopeng yang duduk di kursi Bos tersebut bertanya kepada pria yang berdiri di depan meja kerjanya dengan memakai topeng yang sama. Tetapi, jelas suara mereka sudah di samarkan.

"Aku mencurigai Charlie ada hubungannya dengan kematian Alia, Bos. Kedatangan Charlie ke perusahaan Florist terlalu mendadak. Terlebih lagi kejadian kemarin yang menyebabkan kematian Kang Dadang semua orang saling mencurigai,"ungkap Pria yang berpakaian hodie hitam dengan topeng di wajahnya.

"Kita memiliki waktu satu Minggu lagi untuk menangkap pelakunya,"ujar pria itu dan membalikan kursinya untuk membelakangi bawahannya yang memakai topeng.

"Hari ini aku tak ingin membawa paket itu. Charlie dan Sherli nampak curiga dengan barang tersebut. Saat ini, pihak kepolisian juga akan kembali ke villa ingin mengintrogasi kami. Jadi, untuk sementara aku tak ingin membawanya dulu,"ungkap pria itu lagi yang belom diketahui siapa pria dibalik topeng tersebut.

"Baiklah. Kau boleh pergi!"

Pria itu mengangguk sekilas. Lalu, pergi meninggalkan tempat tersebut. Di luar gedung sekolah terbengkalai itu, nampak beberapa orang dengan memakai topeng yang sama juga menjaga sekitaran tempat tersebut.

Sebuah mobil berhenti di depan jalan masuk gedung sekolah terbengkalai itu. Pria yang memakai topeng itu langsung masuk ke dalam mobil dan sampai di dalam mobil dan duduk dengan tenang. Barulah dia melepaskan topengnya. Seseorang yang sedang menyetir menatapnya dan tersenyum ke arah pria yang semula memakai topeng itu.

"Apa kau akan menyerah?"tanya sang sopir kepada pria itu.

"Tidak! Aku takkan menyerah! Aku akan mengetahui siapa pelaku yang sesungguhnya dan siapa saja yang terlibat dalam kematian Alia. Aku sudah cukup membodohi diriku selama ini. Ternyata, menjadi orang baik tidak membuat orang lain menghargaiku,"ujarnya meletakkan topeng wajah itu di samping. Pria yang saat ini sedang menyetir hanya menyeringai. Sorotan netra nya terlihat tajam dan juga pria itu memakai topi hitam.

1
Annie Soe..
Karya yg seru & penuh intrik2, misteri pelaku pem*un*han,,
Sayang endingnya seperti di paksakan the end..
Apa krn memang niatnya bikin episode pendek,
tapi aku tetap lap,,lap,, othor & tengkyuuu sdh menghibur kami readers,,
Tetap & teruslah berkarya../Rose//Kiss/
Annie Soe..
Charlie, wilson cepatlah sikit temukan clarissa..
Annie Soe..
Insting detektif charlie kurang tajam,
Sebagai org yg berkecimpung di dunia detektif tentunya instingnya refleks waspada, tajam dlm situasi apapun..
Annie Soe..
Motor itu suruhan rifky salah satu gerombolan mafia bertopeng
Kan rifky disuruh bos mafia beresin charlie yg sudah dicurigai..
Annie Soe..
Ternyata otak dibalik kem*ti*n alua adalah si culun rifky,
Dibalik keculunannya ada jiwa psikopat..
Annie Soe..
Hwedùuhh makin rumit niy,, semua yg di villa & p.david ada kemungkinan bs jadi tersangka,,
lanjuutt thor../Good/
Annie Soe..
Makin rumit, skrg charlie bisa jadi tersangka krn ditemukan topeng di tas mya..
Annie Soe..
Sebenarnya siapa Charlie selain dia kakaknya alia yg m*ti terjatuh dr lantai atas apartemennya?
Apa dia detektif juga waktu kerja di luar negeri itu ?
Banyak teka teki blom terjawab..
Annie Soe..
Siapakah pelaku pembunuhan kang dadsng ?
Semua bisa tersangka,,
Lalu kenapa kang Dadang dibunuh ?
Apa dia tau sesuatu yg selama ini di tutup2i ?
Annie Soe..
Alia sepertinya tau nico termasuk jaringan peredaran psikotropika & dia 'dibungkam selamanya' oleh jaringan tsb..
Annie Soe..
Charlie kau mulai memasuki jaringan terlarang yg berbahaya, hati2 dgn langkahmu..
fatin Rahman
kan..betul tekaan kù sherli dalang nya🤭
fatin Rahman
pasti dalang nya wanita. rakan sekerja Alia🤭
fatin Rahman
rifki saksi pembunuhan Aliya
Rifki berkata benar tpi tiada siapa yg percaya pd nya
fatin Rahman
adakah Wilson pria yg bertopeng di bangunan sekolah 💪
fatin Rahman
Nico,David dan Rifki yg terlibat dlm pembunuh adiknya..kan thor🤭
fatin Rahman
29/04/2026 Rabu
LENY
KEREN THOR ❤👍👍HAPPY ENDING
LENY
YA ALLAH TERNYATA ALIA MSH HIDUP DR SYAHRIL BENAR2 BERHATI MALAIKAT 😥😥
LENY
WILSON TERL8BAT SAYANG SEKALI DIA YG PERTAMA MENYENTUH ALIA😥😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!