NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Kakak Tiri

Benih Rahasia Kakak Tiri

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / One Night Stand / Fantasi / Reinkarnasi / Konflik etika / Tamat
Popularitas:292.9k
Nilai: 4.5
Nama Author: sayonk

Rosetta Luwig di hidupkan kembali setelah mengalami sebuah kecelakaan dimana ia sedang mengandung anak kakak tirinya. Dia mencintai Jhonatan Maxiliam, namun ternyata pria itu justru mencintai adiknya. Dengan berbagai cara dia menjebak Jhonatan hingga mengandung anaknya, namun sayang ternyata anaknya tidak di akui bahkan keluarganya membencinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apakah aku haru rela?

"Aku punya Daddy, Daddy ku Maxiliam."

Kedua pendengaran Lili terasa panas. Ia tidak terima jika suaminya menjadi ayah dari anak Rosetta. "Jangan sembarangan berbicara, Maxiliam bukan ayah mu. Siapa yang ingin menjadi ayah mu, hah. Kau saja tidak tau siapa ayah mu. Tanyakan saja pada ibu mu dimana ayah mu."

"Cukup Lili sekali kau mengatakan yang tidak-tidak, aku tidak akan segan mencekik leher mu."

Lili merasa Rosetta seperti harimau betina yang akan menyantapnya, ia pun melenggang pergi tanpa berpamitan.

Rosetta berjongkok dan memeluk Javer. Ia tidak pernah merasakan sesakit ini, sakitnya lebih menyakitkan saat Javer di katakan tidak memiliki ayah.

"Mommy aku ingin bertemu dengan Daddy."

Rosetta mengusap pucuk kepala Javer. "Kau punya Daddy sayang, hanya tunggu saja Daddy akan pulang dan menemui mu."

“Tapi kapan Mommy? Aku tidak mau di ejek terus Mom.”

Emely yang melihatnya sangat sedih, seharusnya masa kecil Javer di anugrahi dengan kebahagian.

Ceklek

“Paman?” Javer terkejut melihat Harvey yang keluar dari ruangan dapur. “Paman disini?”

Rosetta menatap Harvey kemudian beralih pada Javer. “Javer kamu pasti ingin bermain dengan paman Harvey, mainlah dengannya dulu.”

Harvey ingin berbicara dengan Rosetta namun Javer menahannya untuk bermain dengannya.

“Daddy ayo main dengan Javer.” Ajaknya sambil menarik lengan Harvey.

Emely memegang sebelah bahu Rosetta. Dia yakin perasaan Rosetta tidak baik-baik saja setelah mendengarkan ucapan Javer. “Rosetta apa kita pergi saja? Sepertinya Lili tidak akan tinggal diam, dia akan selalu mengusik mu.”

“Kau benar, aku harus menikah.”

Emely membulatkan mulutnya. Ia pernah menasehati Rosetta untuk menikah lagi namun Rosetta menolaknya.

“Aku harus menikah demi memberikan ayah untuk Javer.”

“Kau yakin?” tanya Emely. “Maksudnya kau akan melakukannya?”

Rosetta tersenyum, anehnya sahabatnya ini seakan tak mempercayai ucapannya. “Kau kenapa? Bukankah ini yang terbaik?”

Emely merasa khawatir dengan semuanya. Memang benar Javer pasti memiliki ayah, tapi bagaimana dengan perasaan Rosetta. “Kau harus memikirkan perasaan mu.”

“Bagi seorang ibu, perasaan anak-anaklah yang terpenting. Aku ingin membahagiakan Javer.”

“Kau pasti bisa mengatur tentang kencan ku?” Dia tau Emely selalu berusaha memberikan pria yang baik. “Di lihat tampan, kayanya dan perhatiannya.”

Emely merasa yakin, sahabatnya ini pasti bahagia. “Aku akan melakukannya, walaupun sempat ragu.”

Emely memeluk Rosetta dengan erat dan tersenyum senang. “Ya sudah aku akan mencarikan yang lebih baik dari pada si dia.”

“Dia?” Rosetta mengerutkan keningnya. Hingga ia menyadari siapa yang di maksud sahabatnya tersebut.

Pada malam harinya.

Maxiliam merasa lelah, namun ia merasa sangat bahagia. Seharian ini ia bermain dengan Javer tanpa jeda sedikit pun. Punggungny pun terasa sakit, Javer bermain kuda-kudaan dan membuatnya kewalahan.

Rosetta pun masuk ke kamar Javer dan melihat Maxiliam menepuk-nepuk pinggangnya dan bahunya. “Kau pasti lelah, sebaiknya kau menginap saja.”

Maxiliam menoleh, ia tidak ingin merepotkan Rosetta. Ia takut ada seseorang yang masuk. “Bagaimana kalau ada orang yang masuk?”

“Aku sudah mengubah pinnya dengan tanggal lahir Javer.”

“Oh, baiklah. Aku akan tidur di sini. Malam ini aku ingin tidur dengan Javer.”

“Iya.”

Rosetta mengusap pucuk kepala Javer dan menciumnya. “Aku akan membawakan selimut untuk mu.”

Maxiliam mengangguk, dia pun menghubungi asistennya untuk membelikan beberapa pakaian.

"Ini." Rosetta menaruh selimut tersebut di atas ranjang.

Drt

Maxiliam mengambil lagi ponselnya yang baru saja ia taruh di atas nakas. "Aku akan menginap di kantor Lili," ucapnya sambil menatap Rosetta.

Tak ingin mendengarkan pembicaraan mereka, Rosetta pun bermaksud keluar.

“Ya sudah aku masih banyak pekerjaan.” Tanpa menunggu jawaban Lili, Maxiliam menutup ponselnya. “Kau mau kemana? Aku ingin berbicara dengan mu.”

Rosetta menghadap lurus ke arah Maxiliam. “Apa yang ingin kau bicarakan? Aku tidak ingin di fitnah menguping pembicaraan mu.”

Maxiliam mengingat kejadian tadi. “Apa Lili selalu seperti tadi pada mu?”

Sebenarnya ia tak menyangka, di kehidupan lalunya ialah yang paling jahat menurutnya. “Baru kali ini, sepertinya memang dia tidak menyukai ku sejak lama. Ya sudahlah, apa pun yang aku katakan kau tidak akan mempercayainya. Aku pergi dulu.”

Maxiliam berdecak pinggang, ia tidak pernah mendengarkan ucapan Lili yang penuh amarah. Lili yang ia kenal lembut dan polos. “Apa mungkin ia terlalu dekat dengan Javer hingga membuat Lili cemburu?”

“Emely kau belum tidur?” tanya Rosetta melihat sahabatnya keluar dari kamarnya.

Emely meminta untuk menginap di apartemennya karena malam ada Maxiliam yang menginap di sini. Dengan alasan Maxiliam harus di awasi.

“Aku ingin ambil air putih? Javer sudah tidur?”

“Iya.”

Emely mengangguk, ia melangkah kedua kakinya menuruni anak tangga. Rosetta pun menyusul dan mensejajarkan langkahnya dengan langkah Emely.

Rosetta menuangkan air di dalam gelas dan menaruhnya di depan Emely. “Minumlah.”

“Terima kasih.” Emely meneguk setengahnya dan menaruhnya kembali. “Rosetta kadang aku tidak mengerti, mengapa kau terlalu membuka pintu untuk Maxiliam.”

“Sebagai seorang ibu aku ingin Javer merasakan kasih sayang ayahnya walaupun sementara. Aku tidak ingin egois walaupun aku tidak menginginkannya.”

Emely kembali meneguk air putih di depannya hingga tandas. “Aku khawatir apa yang akan terjadi pada Javer jika semua orang tau.”

“Mereka pasti kecewa pada ku dan jika suatu saat nanti terbongkar, aku sudah siap dengan kemarahan mereka. Aku tau semuanya karena salah ku, tapi kedatangan Javer bukanlah kesalahan.”

“Kau harus berhati-hati pada Lili. Dia seperti rubah.”

“Aku tau, dia tidak menyukai ku semenjak berada di rumah nenek. Aku tidak mengerti padanya, katanya aku merebut semua perhatian orang. Itulah yang aku tidak paham.”

“Rose aku senang akhirnya kau membuka hati mu.” Tidak ingin membicarakan Lili lebih lama, Emely mengalihkan pembicaraannya.

“Rose kau yakin menikah tanpa cinta?”

“Ada yang bilang cinta akan datang setelah pernikahan.”

Emely menopang dagunya dengan kedua tangannya. “Aku yakin kau bisa menemukan yang lebih baik dari pada Maxiliam.”

Maxiliam menahan langkahnya, tadi ia ingin mengambil segelas air putih. Siapa sangka ia malah mendengarkan obrolan mereka. Rasanya sangat aneh, ia seakan tak memiliki semangat untuk hidup. Rasanya tidak percaya jika Rosetta menikah.

"Apa benar dia akan menikah? Lalu bagaimana dengan Javer? Apa artinya Javer akan memiliki ayah selain dirinya? Lalu ia harus bagaimana?"

Maxiliam kembali berbalik ke kamarnya, rasa hausnya langsung sirna dalam sekejap saja. Ia menatap Javer dengan lekat, bayangannya putranya akan tersenyum sambil memanggil orang lain dengan sebutan ayah.

"Javer, apa kau akan melupakan Daddy?" Selama ini putranya ingin memiliki status sebagai seorang ayah dan ia tak bisa mewujudkannya. "Apakah aku harus rela?"

1
ayu cantik
bagus
Siti Solikah
wah jangan sampai rosetta ketemu max
Siti Solikah
wah kok max tahu
Siti Solikah
kok diceritakan to sama mamanya rosetta
Siti Solikah
bagus
Siti Solikah
pergi yang jauh dari mereka
Siti Solikah
bagus rosetta
Siti Solikah
mampir baca thor
Siti Solikah
bagus
tenny
kasian Mario, kok Maxi malah ga dapet karma. enak banget jadi Maximilian
tenny
kasihan mario, harusnya Rosetta tegas. kecewa banget KL endingnya Rosetta SM maxi 😬
tenny
kayaknya dicerita ini pas partnya Emily yg masuk akal dialognya, KL yg lain banyak yg ga logis rada aneh. Pdhal alur ceritanya bagus looh
falea sezi
najis balikan
falea sezi
najis lu uda obok2 lili mau balek ke roseta enak bgt lu bangsatt
falea sezi
males aja moga aja g balik maxi bekas lili
falea sezi
najis amat ne maxi kakak adek. mau serakah
Ricka Monika
kasihan marionya,kalau rose balik SM max,satu kata untuk mu "BODOH"
Ricka Monika
kasihan ya Mario di PHP,gerem deh lihat si rose
Ricka Monika
ingat jika kau bukan anak emas ortu mu maka kebaikan sebesar apapun tidak berguna dan kesalahan sekecil apapun akan menjadi sangat besar dan fatal,maka lebih baik menjauhi mereka agar hati dan raga mu tenang dan tentram
Ricka Monika
rose ini plin plan deh gerem aku jd nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!