NovelToon NovelToon
Dipilih Menjadi Penyelamat

Dipilih Menjadi Penyelamat

Status: tamat
Genre:Time Travel / Konflik etika / Perperangan / Romansa / Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Ini cerita antara Nick, Moza, dan sebuah kesepakatan.
Kesepakatan yang lahir di antara mereka mengikat satu sama lain. Moza dengan sakitnya jika menjauhi Nick secara sengaja dan tidak mau membantunya, juga dengan Nick yang memberi syarat pada Moza isinya:

Saat kau sedang membantuku, kau tidak boleh jatuh cinta.

Siapa sangka, kesepakatan tersebut membuat hidup Moza--

Nyok, kita baca saja cerita ini biar tahu hidup Moza berakhir menangis di atas kebahagiaan atau tertawa pilu di atas kesedihan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penilaian

Guru Hong datang ketika Moza baru saja selesai menggantung sebuah cerita misteri pada Hugo. Gadis itu langsung menyambut kedatangan guru, meninggalkan Hugo yang berdecak karena ditinggal Moza saat penasaran sedang memuncak.

"Ck, jangan pergi Aurora, kau mau aku--"

"Mau apa?" guru yang menjawab.

Hugo pasang tampang terkejut, bisa-bisanya dia tidak mengetahui guru Hong telah datang.

"Salam kakek guru. Maaf, ini hanya soal cerita Aurora yang belum selesai."

"Oh, jadi rupanya kalian sedang bercerita. Kedatangan kakek apakah mengganggu alurnya?"

Segala pakai di tanya, sudah pasti kedatangan guru tidaklah tepat. Kira-kira seperti ini jika bergumam andai saja Nick yang mengalami. Moza dan Hugo masih terhitung anak yang legowo. Maka setelah bilang kedatangan guru Hong sama sekali tidak mengganggu keseruan, mereka berdua langsung mengambil posisi duduk siap, menyimak guru Hong memberi petuah.

"Terimakasih sudah menjalankan latihan ringan di hari pertama. Kakek sudah melihat bagaimana kalian menyelesaikan tugas. Maka, kakek akan beri tahu hasil penilaian."

Hasil penilaian?

"Tidak usah terkejut, kakek lupa bilang di awal bahwa setiap latihan, ada penilaian dan evaluasi di akhirannya. Kakek amati, nak Aurora tidak begitu kaku saat menjalankan tugas pagi. Apakah kegiatan itu sering atau pernah dilakukan pada kehidupan sehari-hari?"

"Aku sering melakukan ini kakek. Setiap harinya, aku selalu mengangkat beban air dari satu tempat ke tempat lain menggunakan kekuatan bahu ini. Aku juga kerap melakukan cuci pakaian, memeras airnya agar ketika di jemur cepat mengering. Tidak hanya itu, selesai dengan keduanya, aku juga semangat mencari potongan-potongan kayu bakar untuk urusan perut yang lapar."

Guru Hong beserta Hugo melempar pandangan skeptis kepada Moza.

Moza tersenyum mendapat tatapan seperti itu, ia menambahkan, "tapi ini bukan soal air, mencuci, juga kayu bakar." Lirihnya.

Guru Hong manggut-manggut, sedangkan Hugo menceloskan wajahnya. Lelaki itu iba pada kisah hidup si gadis yang terjebak di dalam tubuh Aurora.

"Baiklah, mendengar penjelasanmu rasanya sudah cukup memberi nilai yang pantas. Apakah kamu tidak bertanya-tanya kenapa kakek menyuruh melakukan semua ini alih-alih mendidikmu dengan akademik? apakah nak Aurora tidak merasa ini konyol?"

"Apapun pembelajaran yang kakek guru terapkan, pasti itu yang terbaik. Secara pribadi, aku menanggapi perihal ini adalah ada makna dibalik setiap perbuatan. Tidak ada yang konyol kakek guru, selama kita menerima dengan pikiran yang luas."

"Bagus, semua perkataanmu adalah cerminanmu. Kakek sangat suka." Lantas guru Hong tertawa dengan ciri khasnya.

Beberapa waktu berlalu,

Obrolan tidak memanjang karena malam telah menapaki larut. Lolongan serigala menambah kecekaman. Setelah Guru Hong pamit memejamkan mata namun sosoknya tidak pergi dari sana, Moza lalu meringsek pada Hugo hanya untuk bertanya dimanakah gadis itu akan tidur.

Hugo mengedarkan pandangan.

"Kau tidur di ruangan sana. Mari aku antar."

"Baiklah."

"Aurora," Hugo memanggil Moza yang sudah terserang kantuk.

"Iya Hugo, ada aapa hoooaam.. " di tambahkan dengan gerakan ngulet.

"Tidak jadi, istirahat lah."

"Baiklah, besok pagi akan ku ceritakan kembali ceritaku yang terpotong. Tentang temanku yang bertemu dengan hantu lalu membawanya ke dalam masalah pribadinya. Hugo, kau tidur dimana? dimanapun kau terpejam sebaiknya jangan jauh-jauh dariku."

Hugo tersenyum tipis, mengusap ubun-ubun Moza yang sudah terkantuk-kantuk semakin tertidur.

...******...

GOMPRANG..

Seluruh benda yang ada di hadapan Dixon berjatuhan terserang amarah. Lelaki itu murka ketika tahu Rexton telah memutuskan bergabung dengan klan Zhyier.

"Ck, kau ini manusia atau apa Dixon?! kau yang menabur paku, tapi kau juga yang marah-marah karena terluka olehnya. Jangan salahkan paku itu jika dia melukai kakimu!"

Kata-kata kiasan Xavier membahas soal Dixon yang gagal dalam rencananya. Bahkan lebih parahnya ia hancur oleh rencana itu sendiri. Tadinya Dixon akan mendekati Aurora karena melihat perubahan gadis tersebut guna mendapatkan informasi lebih dalam mengingat Aurora adalah putri tangan kanan kaisar Alexander. Tetapi tidak ada satupun yang terealisasi karena segalanya yang telah ia inginkan tidak berpihak padanya.

Aurora yang semakin sulit ditemui karena Nick mengirimnya ke tengah hutan.

Rexton dan Jorrel yang sudah mengetahui kebusukannya kini memiliki armada baru dengan tujuan yang tidak sejalan.

Juga kaisar Alexander yang tidak melihat ke arahnya sama sekali meskipun segunung perhatian sudah lancarkan.

Laki-laki itu kembali menyerang apapun yang masih tertata rapi. Sementara Xavier yang sudah kepalang jengah langsung menghentikan aksi pangeran Algawest tersebut.

"BERHENTI!"

Plak.

Dengan terpaksa Xavier menampar wajah Dixon yang sedang kalap. Ampuh. Dixon seketika terdiam, menatap nanar Xavier sembari memegangi pipinya yang panas.

"Darimana dia tahu aku yang menghalang-halanginya kalau bukan orang terdekat?"

"Kau merasa cerita padaku tidak? jangan coba-coba menghakimiku Dixon! kalau bukan aku, siapa lagi yang akan setia berdiri disampingmu?!"

"Aku tidak menuduhmu Xavier, aku hanya bermonolog. Mata-mataku bicara kalau Rexton tahu semua dari anggota klan. Itu artinya, mereka sangat dekat dengan Alga bukan?"

Xavier berfikir sambil mondar-mandir.

"Kau benar juga. Kalau begitu satu-satunya jalan terakhir adalah--"

"Iya kau benar."

Mereka sepakat menempuh jalan terakhirnya. Besok kita akan lihat bagaimana para putra mahkota tersebut melancarkan aksi.

Konon, para raja dari setiap perfektur adalah orang-orang pilihan kaisar. Setiap pribadi mereka tidak ada satupun berperangai haus akan kekuasaan. Seiring berjalannya waktu, kita tidak dapat mengendalikan hati manusia. Bukan, ini bukan soal para raja yang berbelok hati menjadi pengkhianat. Akan tetapi soal siapa dengan siapa menikah, tak ayal pasangan yang tidak sama sejalan hingga menimbulkan ambisi.

Kemudian turunlah pada anak-anaknya.

Inilah yang terjadi pada situasi putra mahkota raja prefektur.

.

.

.

Bersambung.

Udah mulai serius.

1
Nurul Komaria
lucu cerita akhirnya aq suka/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Zenun: terimakasih kak
total 1 replies
Bilqies
aku mampir nih kak, salam kenal yaa
dewidewie
🌹🌹🌹 untuk kak author 😉
dewidewie
wahhh Nick adalah kaisar tertinggi
Zenun: betuuuul
total 1 replies
dewidewie
wah serasa membaca komik jepang nihhh
Zenun: hehehehe
total 1 replies
dewidewie
aku mampir kakak , salam kenal🙏
〈⎳ FT. Zira
5iklan buat author
〈⎳ FT. Zira
semua berakhir bahagia...
moza dan aurora mendapatka jodohnya..

aahh aku padamu thorr🫰
〈⎳ FT. Zira
menolak kenyataan..😏
〈⎳ FT. Zira
semoga tidak.. kalo sampe iya, aku bakal demo sama authornya🙈
〈⎳ FT. Zira
mantu mertua kelakuannya sama 😅😅
〈⎳ FT. Zira
ini baru pertama kali bertemukah??😅😅😅
Zenun: setelah terpisah 20an rahun😁
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
otakku gagal traveling gegara moza😅😅
〈⎳ FT. Zira: 😅😅😅😅😅
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
yah... jangan gitu dong.. terdengar terlalu kejam
〈⎳ FT. Zira
pemikiran tersimpel ya😅😅
Zenun: yoo man
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
akhir dari Ellona kok gini sihh😢😢
〈⎳ FT. Zira: iya sih... nick nya bucin
total 4 replies
〈⎳ FT. Zira
jawaban nick di anggap gak penting🤭
Zenun: sungguh kasihan😄
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
ada penguntit🫣
Zenun: ada pengentut
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
langsung jujur😅
Zenun: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
benda apaan sihh.. kepo nih
Zenun: semvak mungkin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!