NovelToon NovelToon
Dihamili Adiknya Dinikahi Kakaknya

Dihamili Adiknya Dinikahi Kakaknya

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Pengantin Pengganti
Popularitas:99.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lisdaa Rustandy

Diana yang masih duduk di bangku SMA merasa sedih,karena dia dinyatakan hamil.

Diana tak tahu jika cinta satu malam yang terjadi antara dirinya dengan Gaga,teman sekelasnya karena pengaruh minuman keras,bisa menghasilkan benih yang tumbuh di rahimnya.

Diana dan orangtuanya meminta pertanggung jawaban dari Gaga,tetapi Gaga menolak,karena dia tak ingat apapun yang terjadi dengan Diana malam itu, Gaga malah memojokkan Diana dan menghinanya,seolah Diana adalah gadis murahan.

Dengan hati yang sakit, Diana dan keluarganya pulang ke rumah mereka,mengubur harapan untuk bisa mendapatkan keadilan untuk Diana.

Tetapi Devan 29 tahun,Kakak kandung Gaga datang dan bersiap untuk menikahi Diana,dia juga bersedia untuk menjadi Ayah dari anak benih adiknya sendiri.

Seperti apa kelanjutan hubungan mereka?
Akankah Devan mencintai Diana dan sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisdaa Rustandy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecewa

Diana melahap roti sandwich sarapannya, sebelum pergi jogging.

Hari ini, Diana akan pergi jogging seperti biasa yang dilakukan setiap minggu pagi, dia juga telah bersiap dengan seragam olahraga sekolahnya.

Devan turun dari kamarnya dan duduk si samping Diana.

"Di, maaf untuk yang semalam" ucap Devan sungkan.

"Maaf buat apa?" tanya Diana sibuk memakan sandwich miliknya.

"Saya belum pernah jujur sama Alina kalo saya udah nikah" jawab Devan.

"Kenapa harus minta maaf? kan Kakak gak salah , yang salah itu aku, karena aku masuk dalam hidup Kakak, harusnya sejak awal aku gak usah nikah sama Kakak, aku malah ngerasa kalo aku cuma jadi benalu" tutur Diana tanpa menoleh pada suaminya.

Jujur saja, Diana memang sedikit dongkol karena Devan tak jujur akan pernikahannya kepada Alina, itu sangat membuat Diana tak nyaman.

Diana pikir, Devan sudah mengatakan tentang pernikahan mereka, tetapi ternyata tidak, sungguh membuat kecewa.

"Jangan bilang seperti itu, kamu bukan benalu buat saya, hanya saya belum bisa jujur sama Alina tentang hubungan kita" jelas Devan, tak mau Diana salah paham.

"Kakak gak perlu jujur sama dia, toh Kaka juga cinta banget sama dia, Kakak gak perlu mempertahankan aku, yang nyatanya cuma bikin hubungan kalian terhalangi" Diana berkata dengan nada yang acuh tak acuh, seolah dia memang malas membahas tentang itu.

"Udah ya, aku mau jogging dulu" Diana beranjak dan pergi.

Devan terdiam sendirian di meja makan, hatinya sedang kalut, antara harus jujur atau tidak pada Alina.

JIka Devan jujur, maka Alina akan sangat terluka, apalagi Devan juga masih mencintainya. Tetapi, kalau Devan tak jujur, itu juga menyakiti Diana, yang notabene adalah istri sah nya.

Devan mengacak rambut kasar, bingung memikirkan sesuatu yang bagai buah simalakama baginya.

Diana jogging sendirian, tanpa peduli Devan akan jogging atau tidak, Diana tak peduli lagi, dia takkan mau berharap lagi pada seseorang yang bahkan tak menganggapnya spesial.

Diana tahu, Devan sangat mencintai Alina, Devan takkan mungkin jujur pada Alina tentang hubungan mereka, Devan pasti akan menyembunyikannya dengan baik.

"Udahlah Di, ngapain juga lu berharap sama Kak Devan, dia gak akan pernah bisa melupakan cinta pertamanya itu, lu harus sadar diri, kalo lu cuma dinikahi karena lu hamil anak adiknya" batin Diana, menenangkan dirinya sendiri.

Diana terus berlari, tak menoleh kesana kemari, hingga dia pun tak sadar, Devan berlari di belakangnya juga.

Devan terus menatap lurus pada Diana, ada rasa tak tega dalam hatinya, melihat Diana yang seolah hanya dijadikan pengantin di atas kertas olehnya, tetapi Devan pun sulit untuk memilih.

Devan awalnya memang menikahi Diana untuk menggantikan kewajiba Gaga menikahinya, tetapi pada akhirnya Devan pun merasa nyaman dengan Diana, gadis itu seolah memberikan warna baru dalam hidupnya yang selama ini kosong.

Diana masuk ke area taman golf, lalu duduk di kursi, karena dia telah merasa lelah berlari cukup jauh.

Diana duduk dan melamun sendirian, entah apa yang ingin dilakukannya, tapi Diana ingin pulang saja kepada orangtuanya, dan menjadi anak manja lagi.

Meskipun Diana pernah berpikir, tak masalah jika Devan tak mencintainya, tetapi untuk sekarang, sepertinya pemikiran Diana berbeda, dia merasa ingin cintanya mendapatkan balasan dari Devan.

Saat tengah melamun seperti itu, Devan datang, lalu duduk bersamanya.

Diana menoleh, Devan sangat berkeringat, nafasnya pun terengah-engah, mungkin Devan berlari sangat cepat.

Diana mengambil sapu tangan dari saku celananya, kemudian mengelap keringat Devan dengan sapu tangannya.

Devan menatapnya saat Diana mengelap keringatnya, Devan senang diperhatikan seperti ini, selama ini tak pernah ada yang memberikan perhatian padanya.

Diana tak menyadari suaminya terus menatap wajahnya, dia hanya fokus mengelap keringat suaminya itu.

"Di, apa yang kamu rasakan kalo saya menikahi Alina tanpa menceraikan kamu?" tanya Devan.

Diana mengangkat wajahnya dan menatap Devan.

"Aku akan ikut bahagia buat kalian" jawab Diana tenang.

"Kamu yakin?" tanya Devan lagi.

"Tentu, kenapa nggak? toh kalian saling mencintai, kenapa aku harus memiliki masalah dengan pernikahan kalian.Tapi..." Diana menjawab, namun sepertinya dia memiliki suatu syarat untuk itu.

Devan memiringkan kepalanya menatap pada Diana, menunggu jawaban darinya.

"Aku mau pulang, tolong antarkan aku ke rumah orangtuaku Kak, aku mau pulang dan tinggal dengan mereka lagi" tambah Diana serius.

Devan hanya menatapnya, tak merespon apapun.

"Saya gak sejahat yang kamu pikir Di, saya memang mencintai Alina, tetapi saya juga gak akan menyakiti kamu dengan menikahinya, saya akan menikahi wanita lain kalo kamu sudah menemukan tambatan hati yang tepat setelah melahirkan anak itu" tutur Devan.

Diana tak mengerti, mengapa Devan harus menahan diri?

Jika Devan ingin menikahi Alina tetapi masih memiliki Diana sebagai istrinya, mengapa Devan harus peduli pada perasaan Diana?

"Kakak jangan tahan diri kayak gitu, aku gak apa-apa kalo Kaka mau nikah sama Alina, aku mungkin bisa menikah sama Gaga, dengan begitu anak ini bisa mengakui Gaga sebagai Ayahnya" Diana terlihat sangat tenang saat mengatakan itu.

"Gaga? apa kamu pernah bertemu dia? apa yang dia bilang sama kamu?" tanya Devan.

"Ya, aku pernah ketemu dia, dan dia ajak aku nikah, dia siap bertanggung jawab pada anak ini, dia udah mengakui anak ini sebagai benihnya " jelas Diana.

"Lalu, kamu mau?" tanya Devan lagi.

Raut wajah Devan seolah tak tenang, seolah ada kecemasan disana.

"Aku belum memutuskan, tapi kalo memang Kakak mau menikahi Alina, aku akan memilih perceraian, lalu menikah dengan Gaga, karena anak ini memang milik Gaga, dialah yang lebih pantas untuk menikahi aku " jawab Diana dengan menatap mata Devan sendu.

Diana dan Devan saling bertatap mata cukup lama, Diana mengikuti setiap gerakan bola mata Devan.

Devan kemudian memalingkan muka, apa yang dikatakan oleh Diana sedikit menyakiti perasaannya.

Devan telah berusaha untuk mengambil tanggung jawab Gaga untuk bayi yang dikandung oleh Diana, karena Gaga menolaknya mentah-mentah.

Tetapi sekarang, Diana malah ingin pergi darinya dan menikah dengan Gaga, Devan merasa Diana tak menghargai perjuangannya untuk menikahi Diana dan melepaskan Diana dari kata ' hamil diluar nikah '.

Devan tak berkata lagi, mungkinkah perjalanan hubungan mereka hanya cukup sampai disini?

Hanya dalam waktu satu bulan saja?

Devan pun jadi berpikir kalau Diana memang telah mantap memilih Gaga, itu artinya, Devan benar-benar harus melepaskan Diana.

Namun, Devan merasakan sebuah pelukan hangat dari belakang, Diana memeluknya, kedua tangan Diana memeluk erat pinggangnya.

"Aku maunya terus sama Kakak seumur hidup, itupun kalo memang bisa, karena aku gak akan pernah menemukan sosok lelaki kayak Kakak lagi di dunia ini" ucap Diana, dengan menyandarkan tubuhnya pada punggung Devan.

Devan mengulas senyum, ternyata Diana tak benar-benar ingin bersama Gaga, dia hanya berbicara omong kosong saja.

Devan menyentuh tangan Diana, Diana pun tersenyum senang.

*****

1
Elmi Varida
ceritanya bagus, buat kita penasaran recomen banget. nyesel yg blm baca.
Elmi Varida
ya...susul dong...masa gitu aja mesti diajarin.😤
Retno Harningsih
lanjut
Naufal Affiq
lanjut kak
Naufal Affiq
dev kamu harus jaga diana,gimana caranya,jangan sampai mama mu mengambil alih kekuasaan,sehingga kau berpisah dengan istrimu
Retno Harningsih
lanjut
Naufal Affiq
semangat diana,suami mu menunggu mu
Retno Harningsih
lanjut
Naufal Affiq
dengar dulu tuan,yang mau di omongin gaga lho,jangan langsung emosi
Naufal Affiq
jangan keras kepala dev,mau sampai kapan kamu ingin menyembunyikan ini sama diana,biar dia tau keadaan mu sekarang,biar diana tidak berpikiran yang aneh -aneh tentang lho dev
Naufal Affiq
lanjut kak
Naufal Affiq
semangat dev,ingat ada istri mu yang menunggu kehadiranmu
Naufal Affiq
Devannnnnnn,dimana dirimu sekarang
Naufal Affiq
mana suami mu di,kenapa gak muncul,kamu lagi hamil,suami mu gak ada di sisi mu
Naufal Affiq
lanjut kak
Naufal Affiq
kak sampai lupa ceritanya,perlu di ulang lagi kak,karena sudah lama gak up lho
Lisdaa Rustandy: maaf ya sayang, aku sibuk di pf sebelah soalnya
total 1 replies
mimin
lanjutannya
Lisdaa Rustandy: nanti aku coba lanjut lagi ya kalo sempet🙏
total 1 replies
mimin
aku suka karya yha kak..
Naufal Affiq
kak kapan up nya,sudah lama menunggu cerita selanjutnya.
Liyan Damiyanti
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!