NovelToon NovelToon
Si Kembar Milik Tuan Mafia

Si Kembar Milik Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Anak Genius / One Night Stand / Mafia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:163.3k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Siapa yang tidak kenal dengan nama besarnya? Oh, tentu ini bukan sekedar sombong dan omong kosong, seorang Presdir wanita yang sangat terkenal itu kini tengah di lilit masalah besar, namanya Kiana.

Seorang bandar organ tubuh manusia kini menculik putri kesayangannya, Kiana yang super dingin dan sudah masuk mode iblisnya itu memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan putrinya.

Hingga sebuah kejadian mengharuskan Kiana bersabar, ayah biologis dari putrinya kini menemukan sang anak.

Ah, gila saja! Selama ini Kiana susah payah menyembunyikan anak itu dari umum dan pindah Negara demi menutupi semuanya.

Wah, ada apa sebenarnya dengan Presdir cantik ini ya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Kamar Hotel

Aksen tersenyum mengejek pada Violet yang memang tinggi badannya di bawah Aksen, Aksen berpikir apa kelebihan pria itu hingga membuat Kiana lebih memilih dia di bandingkan dengan dirinya.

"Aiden, di parkiran nomor 15. Bawa pria ini dengan mu, kau akan tinggal di apartemen Kota J nomor 80 lantai 8. Kau akan tinggal bersama pria ini." Ucap Aksen dan menarik lengan Kiana ke arah parkiran, Aiden yang sudah mengetahui bagaimana sikap cemburu dari seorang Aksen hanya mampu menelan ludah dan menuruti keinginan pria itu.

Aksen membawa Kiana menjauh nampak senyum bahagia dari bibir Kiana dan Violet, keduanya berhasil membuat Aksen cemburu buta dan melakukan hal gila untuk menjaga Kiana dari tatapan pria.

Aksen membawa Kiana masuk ke dalan mobilnya, masih dengan wajah masam Aksen mengendarai mobilnya dengan ugal-ugalan. Kiana ingin tertawa saat itu juga, namun tujuan utamanya masih belum tercapai.

"Enak ya kalo di cintai kaya mobil gini?" Ucap Kiana tiba-tiba.

"Heng, kau lebih ingin jadi mobil?" Tanya Aksen dengan suara terdengar serak, sangat jelas bila dia baru saja menelan lemon sepertinya.

"Ya, dia di cintai dengan ugal-ugalan begini. Aku sangat bersyukur karena Viktor juga memperlakukan ku dengan penuh cinta dan perhatian." Ucap Kiana membuat dada Aksen kembali menjadi sesak dan tidak lagi bersuara.

Aksen membawa Kiana ke sebuah hotel, entah apa yang akan di lakukan pria itu pada Kiana. Kiana juga merasa agak takut melihat sikap aneh dari pria itu.

'Astaga, apa dia mau?' Pikiran Kiana melayang entah kemana, lengannya terus di tarik oleh Aksen dengan tampang dinginnya dia melakukan cek in dan membawa Kiana pada sebuah kamar hotel.

"Kamu mau apa?" Tanya Kiana berusaha berontak saat berada di depan sebuah kamar hotel.

'Mau kamu dong, jawabannya.' Gumam Kiana lagi dalam hati. Ya, Kiana berharap bila pria tampan itu akan melakukan hal gila pada tubuhnya.

"Menurut kamu sendiri?" Tanya balik Aksen dan menarik lengan Kiana masuk ke dalam ruangan itu.

Kiana menghela nafas penuh kekecewaan saat melihat isi rungan itu yang tidak terlihat seperti hotel pada umumnya, itu adalah sebuah rungan private tempat orang melakukan negosiasi besar ataupun rapat perusahaan.

'Cih, aku pikir dia akan melakukan itu.' Gerutu Kiana yang merasa kecewa dengan apa yang di lakukan Aksen.

"Kenapa wajah mu seperti kecewa? Apa kamu berharap hal yang lain?" Tegur Aksen tepat sasaran, Kiana memutar bola matanya malas dan duduk di kurai yang tersedia di tempat itu.

"Ini, tolong di baca dan hafalkan!" Aksen memberikan kertas setebal 102 lembar pada Kiana dan Kiana hanya menganga menatap kertas tebal itu. Kiana membolak balik setiap kertas itu dan menatap Aksen sengit.

"Apa maksudnya ini semua?" Tanya Kiana yang merasa terjebak dengan apa yang di lakukan oleh Aksen.

"Maksud ku? Apa kurang jelas maksud dari 102 lembar kertas itu. Apa aku tidak jelas seperti apa aku mencintai kamu Kiana?" Aksen menatap sinis ke arah Kiana dan duduk di samping wanita itu.

"Aku tidak tahu bila seorang pria dari marga Ziad akan melakukan ini padaku." Ucap Kiana menatap setiap syarat yang ajukan oleh Aksen.

"Aku mencintai kamu Kiana." Lirih Aksen menyelipkan wajahnya di dekat leher Kiana, Kiana merinding bukan main saat nafas Aksen menerpa leher mulusnya.

"Jangan gila Aksen!" Kiana beringsut menjauh, ya meskipun nyatanya dia tidak ingin melakukan itu semua.

"Kau baca ini sayang." Aksen memperlihatkan lembar ke 5 nomor 104 syarat tersebut.

"Di larang bersentuhan dengan pria manapun selain suami sendiri, hukuman baca nomor 604?" Kiana langsung menuju nomor yang ada di sana. Kiana membulatkan matanya saat melihat nomor 604.

"Harus mencium bibir suami selama 5 menit? Yang benar saja!" Pekik Kiana berbalik, namun justru tengkuknya sudah di tarik oleh Aksen dan bibir mereka sudah menempel dengan sempurna.

Kiana hendak mendorong dada bidang Aksen, ya meskipun pada kenyataannya dia juga sangat suka ciuman itu. Kiana akhirnya berusaha berontak namun kedua lengannya justru di kunci di belakang tubuh oleh Aksen.

Lidah Aksen berusaha masuk ke dalam mulut Kiana, Kiana mengatupkan mulutnya. Aksen tak kehilangan cara, dia mencubit pinggang Kiana hingga bibir Kiana terbuka dan lidah Aksen akhirnya beraksi dengan sangat liar.

5 Menit kemudian, sesuai dengan apa yang di katakan dalam perjanjian itu. Aksen melepaskan ciumannya dan tersenyum penuh kemenangan.

"Jangan berbohong, kamu menyukai itu kan?" Tanya Aksen dengan senyum penuh kepuasan.

Kiana membalikkan wajahnya, dia merasakan hawa panas menerjang kulit di pipinya. Aksen terkekeh melihat tingkah menggemaskan wanita itu.

Sedangkan di tempat lain, Violet yang di bawa oleh Aiden ke sebuah apartemen mewah yang semula di katakan oleh Aksen.

"Di sini hanya ada dua kamar. Aku di sana, dan kamu di sana. Oh iya, ngomong-ngomong kamu siapanya Kiana?" Tanya Aiden, Violet tersenyum kaku.

"Kiana itu kekasih ku."

"APA?" Pekik Aiden cepat setelah mendengar sebuah pengakuan tak terduga dari Violet.

"Pantas saja tadi wajah es batu itu masam dan seperti hendak makan orang. Hei, apa kamu tidak takut dengan Aksen?" Tanya Aiden menghempaskan tubuhnya di atas sofa.

"Takut? Tidak juga, lagi pula tidak semua orang harus takut pada satu orang bukan?" Aiden mengangguk anggukkan kepalanya. Benar juga, tidak semua orang merasa takut padahal yang di takuti orang lain.

"Kamu cukup pemberani, dan memiliki nyali." Puji Aiden, dia merasa senang pada akhirnya ada juga orang yang berani menentang pria es itu.

"Aku istirahat lebih dulu, apa di sini aku harus bayar sewa?" Tanya Violet sebelum dirinya melangkah, Aiden menggelengkan kepalanya.

"Tidak, ini apartemen milik Aksen. Oh ya, apa kamu tidak cemburu melihat kedekatan Aksen dengan Kiana?" Tanya lagi Aiden.

"Cemburu? Sepertinya tidak, aku sangat percaya dengan Kiana, aku sangat yakin bila dia akan menjaga hati ku." Ucap Violet dan langsung masuk ke dalam sebuah kamar.

Sejak tadi Violet memang sudah sangat ingin kabur dari hadapan Victor, tapi dia juga tidak bisa semena-mena dengan keinginannya sendiri. Karena dia juga tahu bila dia macam-macam mungkin nyawanya akan melayang.

Violet buru-buru menghubungi Kiana, namun panggilannya tak terjawab. Violet sudah kehabisan cara dengan kebohongan gila yang di inginkan oleh Kiana.

"Sebaiknya aku mandi dulu, aku harus mendinginkan otak." Ucap Violet, dia melepaskan rambut palsu di kepalanya. Hingga rambut panjang berwarna hitam tergerai indah.

Violet juga melepaskan masker di wajahnya demi menutupi warna asli kulitnya yang putih mulus, Violet melepaskan kemejanya hingga tiba-tiba pintu terbuka.

1
Kusmawaty Kusmawaty
perdagangan
Fahmi Fahmi
semangat bacanya suka banget
LIXX: makasih akak/Kiss/
total 1 replies
SARI MEUTIA
Luar biasa
ros
ceritanya menarik 👍
shofia ramadhani4
Luar biasa
LIXX: makasih kak
total 1 replies
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali 👍👍
teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa: Sama kasih juga kak thor 😘😘
total 4 replies
Yunerty Blessa
tak terasa sudah tamat..
makasih kak thor buat cerita nya
LIXX: sama sama akak
total 1 replies
Yunerty Blessa
Kelvin panik kesakitan dialami oleh Kiara...
Yunerty Blessa: lucu banget 🤭🤭🤣🤣
total 2 replies
Yunerty Blessa
tahniah buat Kelvin dan Kiara.....
Yunerty Blessa
Rival seperti Aksen suka menggunakan komputer Kiana sebagai uji cuba..
Yunerty Blessa
suka dengan sikap Kelvin yang jujur dan tegas walaupun masih muda..
LIXX: waaah setuju tuh
total 1 replies
Yunerty Blessa
mantap Kelvin....
LIXX: wish mantap
total 1 replies
Yunerty Blessa
cetak gol Aksen 🤭🤣🤣
LIXX: hahhahah.. hadeeh
total 1 replies
Yunerty Blessa
Aiden dan Violet berjiwang....nikah cepat lah Aiden ...
LIXX: wah bener tuh
total 1 replies
Yunerty Blessa
terus lah melangkah Kelvin untuk meraih cinta mu
LIXX: jayooooo
total 1 replies
Yunerty Blessa
Aksen menggunakan trik kotor untuk buka puasa dengan Kiana
LIXX: iya, wkwkwkwk
total 1 replies
Yunerty Blessa
tahniah buat pernikahan Aksen dan Kiana..
Yunerty Blessa
bisa kah Aksen menahan nya🤭
Yunerty Blessa
kena kau Kiana🤣🤣🤣🤣
Yunerty Blessa
rahsia Violet ketahuan oleh Aiden 🤭🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!