Kita seperti air dan minyak, memang tidak bisa bersatu tetapi masih berdampingan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DISUKAI PRIA CUPU
KEESOKAN HARINYA DI SMA MERAH PUTIH
Saat jam istirahat, Diana dan Rika sedang berjalan menuju kantin seperti biasanya, Diana tidak sengaja menabrak pria misterius seorang pria cupu, berkaca mata, namun pinter bernama Stefen yang menjadi bahan perundungan geng galih. Pria cupu itu, membawa banyak buku menuju kantor. Dia sekelas dengan Geng galih, dia sengaja di tempatkan di kelas 11 IPS 3 supaya Stefen menjadi contoh buat siswa-siswinya.
"Aduhhhhh... Lu punya mata gak sih" ucap Diana sambil tersulut emosi.
"Sabar Din... diakan gak sengaja" ucap Rika yang tepat di sampingnya.
"Maaf..maaf.. gak sengaja kak" ucap Stefen yang sedang membereskan buku-buku nya yang bertaburan di lantai. Lalu saat ingin kembali memohon maaf tiba-tiba Stefen menatap tajam seolah-olah punya ketertarikan kepada Diana.
"Apaan sih loh lihat-lihat gw, marah loh?"ucap diana sambil marah
"Gak.. maaf ya?" ucap Stefen yang buru-buru pergi ke kantor.
Kemudian Diana dan Rika bergegas ke kantin untuk makan. Tetapi, saat ia ingin pergi ke kelas mereka bertemu pria cupu kembali yang tengah duduk sedang membaca buku. Gak sengaja di bully geng galih yang tengah bermain bola basket. Bola basket jatuh tepat pada ke kepalanya.
"Hey lu cupu sini in bola nya" ucap Galih yang berteriak di hadapan pria cupu yang malang. Diana yang yang gak tega melihat Steven lalu menghampiri pria cupu itu.
"Kamu gak papa kan?"ucap Diana lalu melempar bolanya ke geng galih.
"Lain kali, main tuh pake mata! Udah tau ada orang di sini?" ucap Diana yang mengarah ke arah Galih. Galih hanya bisa terdiam.
"Kamu gpp kan? Mau ke UKS biar aku anterin" ucap Diana melihat Stefen.
"Gpp kok" ucap stefen sambil menahan sakit.
"Rika, tolong kamu ke UKS sekarang ambil obat merah sedangkan aku membawa Stefen yang duduk lebih jauh dari lapangan" ucap Diana yang merangkul Stefen.
Lalu mereka bergegas meninggalkan lapangan, mulai duduk tempat lainnya yang lebih jauh dari lapangan basket.
"Aduh,,, sakitnya" ucap Stefen meringis kesakitan.
"Sabar-sabar, Rika lagi ngambil obat di UKS" ucap Diana yang melihat luka Stefen.
Akhirnya, Stefen mencari kesempatan ke Diana untuk berkomunikasi lebih dalam.
"Oh, Kalau boleh tau nama kamu siapa ya? " ucap Stefen yang ingin berkenalan.
"Oh namaku Diana lestari, panggil aja din" ucap Diana mereka pun berjabat tangan tapi pada saat itu terdengar suara teriakan sahabatnya Rika yang mengambil obat di UKS
"Dinnnnn!!!..........." Suara teriakan sahabatnya sambil belari ngos-ngosan dari UKS.
"Apaan sih Loh, kayak di kejar anjing aja" Ucap Diana yang kebingungan.
"Ada kabar buruk!!!!" Ucap Rika sambil menatap wajah Diana.
Diana dan Stefen pun kebingungan melihat tingkah sahabatnya yang mendadak membuat mereka bertanya-tanya.
"Tadi, gw lihat kak ERLANGGA cium siska!!! Di UKS" Ucap Rika yang bicara dengan suara jelas.
"Bercanda ya loh,," ucap Diana yang tidak percaya perkataan rika.
"Dia bilang mau fokus UN, gak mau pacaran dulu! Bercanda kali lu..."Ucap Diana yang gak percaya.
"Serius loh din, loh ke UKS sekarang!!!, ayo buruan " Ucap Rika yang menarik tangan Diana.
"Bentar-bentar" Ucap Diana yang meninggalkan pria cupu itu.
"UKS"
"Mana ka? Gak ada kok, kelewatan banget sih bercandanya" ucap Diana yang melihat ruang UKS yang sepi.
"Serius Din, gw ngelihat pake mata gw sendiri" ucap Rika yang kebingungan.
"Ya udh kita kembali ke Stefen, kasihan di tinggal sendiri" Ucap Diana yang menarik kembali rika.
"Apa gw salah lihat ya??" ucap Rika yang menggaruk garuk kepalanya.