SEOLAH SEMUA INI MIMPI!!
YA, INI PASTI HANYA MIMPI!
Aku terbangun dari tidurku dan mendapati bahwa aku sudah berubah status dari gadis biasa menjadi seorang istri pria tua buruk rupa yang lebih pantas kupanggil paman atau bahkan ayah!!
Namun sial!
Nasibku sejak lahir tidak sebaik nasib kedua kakakku yang cantik jelita dan disayang Ayah dan Ibu. Kelahiran ku tidak pernah direncanakan. Katanya saat aku lahir seluruh bisnis keluarga kami hancur berantakan. Padahal bukan kesalahanku, tapi mereka (ayah,ibu, kedua kakak bahkan sampai nenek buyutnya pamanku) menyebut aku sebagai anak pembawa sial.
Selama tujuh belas tahun hidup, aku diasingkan di gubuk tua yang jauh di belakang rumah. Dan hebatnya, saat aku diasingkan, bisnis keluarga kami kembali membaik. Apa mungkin aku benar benar seorang pembawa sial?
Kesialan itu tidak berakhir, hingga aku dipaksa menikahi seorang pria tua yang datang ke rumah untuk melamar. Kenapa aku dipaksa? padahal aku anak kandung mereka juga!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harsie Alive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16 Wajahnya Serem Amat!
Setelah memeriksa kondisi Ruby, Kevin turun dari lantai dua bersama Gama sedangkan Ruby dibiarkan beristirahat di sana setelah diberi suntikan nutrisi dan vitamin.
"Kevin, ada apa dengan Ruby?" tanya Nyonya Mita khawatir.
"Tan, tenang saja gadis itu hanya kelelahan dan syok, dia juga mengalami malnutrisi, sebaiknya besok setelah bangun dia diberi banyak makanan sehat," jelas Kevin.
"Ahh syukurlah, Terimakasih sudah datang dengan cepat," ucap nyonya Mita.
Kevin mengangguk sambil tersenyum," sudah tugas Kevin Tan, kalau begitu Kevin kembali dulu, jika ada sesuatu segera hubungi Kevin,' tuturnya dengan sopan.
Pria itu pergi setelah menyelesaikan urusannya. Gama berdiri di dekat tangga, menatap dingin ke arah kepergian Kevin.
Pria itu adalah saudara mendiang istrinya sekaligus dokter pribadi keluarga Falcon selama bertahun-tahun.
Di luar sana Kevin menatap geram ke arah kediaman keluarga Falcon," Gamaliel Falcon, kau pikir kau bisa hidup bahagia!? Heh... Istrimu meninggal dan kau cari istri baru, semoga dia mati seperti Kiara! Agar hidupmu menderita!" umpatnya di dalam hati lalu pergi dari sana begitu saja.
*
*
*
Sinar matahari yang nakal menggelitik wajah Ruby, membuat gadis cantik itu melenguh kesal padahal matahari yang mengganggu tidurnya. Dia menggeliat dan menyusupkan tubuhnya ke dalam balutan selimut tebal yang hangat dan lembut selembut bulu kelinci hutan yang jadi teman bermainnya.
“ Emmhhh... dasar pak tua matahari yang menyebalkan, terus saja mengganggu tidurku!” kesal Ruby sambil membungkus tubuhnya dalam balutan selimut hangat di atas sebuah ranjang besar berukuran raksasa itu.
“Sudah bangun Ruby, selamat pagi,” ucap seorang pria dengan deep voice yang sangat enak di dengar.
“ Emmm.. selamat pagi pak tua Serigala, kenapa kau bangunnya pagi sekali, jangan ganggu Ruby dong, Ruby masih ngantuk, badan Ruby pegel semua, pipi Ruby yang dipukul Mama kemarin masih sakit,”
“ nyut nyuutan tahu..” celetuk gadis yang masih berpikir kalau dirinya berada di dalam gubuk tuanya dan sedang diganggu oleh mahluk mahluk hutan sahabat baiknya.
“ Dipukul?” tanya pria yang tak lain adalah Gama, yang tengah uduk di atas kasur yang sama dengan Ruby dan sedang mengerjakan pekerjaan kantornya. Hari ini dia akan menemani Ruby .
“ Uhum... dipukul sayang hehehe... “ balasnya.
“ Sakit sih, tapi gak apa-apa selama Mama bahagia,” ucapnya dnegan polosnya.
“ Apa kau tidak marah?” tanya Gama heran.
Ruby geleng geleng kepala seperti bocah kecil,”nggak boleh marah sama orangtua, sekalipun sakit Ruby harus tahan, karena Ruby sayang pada Mama,” tuturnya .
“hooooammmm... Pak Serigala sini dong, Ruby peluk, masih ngantuk..” rengek gadis itu sambil mengangkat tangannya dan meraba raba ke samping tempat tidurnya berharap menemukan pak Serigala yang sering kali masuk ke dalam gubuknya.
Tapi ada yang aneh, kok pak Serigala bisa bicara? Ya jelas aneh lah Ruby, yang bicara denganmu manusia bukan Serigala!!
“ Pak Serigala kok bisa ngomong!” celetuk Ruby yang tiba-tiba tersadar akan keanehan itu. Dia sontak mengangkat tubuhnya dan membuka kedua matanya untuk melihat dengan jelas siapa yang berbicara dengannya.
“ pak Ser...... arrrrrk,kkhhhhhh siapa kau!!!” Ruby memekik ketakutan saat mendapati singa galak duduk di sampingnya sambil tersenyum menyeringai.
“ Pak Serigala,” jawabnya sambil mengulum senyum menatap wajah baru bangun istrinya yang menggemaskan dilengkapi dengan rambut panjang yang berantakan seperti sarang burung.
Ruby terkesiap, suara itu dia kenali, bukan suara pak Serigala pastinya. Yang jelas Pak Serigala tidak bisa bahasa manusia!
“ Pa.. paman baik hati atau paman bertopeng!!” ucap Ruby terkejut saat melihat Gama di dekatnya.
“ Selamat pagi Ruby,” ucap Gama sambil tersenyum lembut di depan gadis itu, dia masih mengenakan topeng yang menutupi setengah wajahnya.
Ruby menatap pria itu nanar, lalu sesaat kemudian dia baru sadar kalau rumah gubuknya berganti jadi ruangan besar seperti istana di buku dongeng yang dia dapat di tempat sampah.
“ Wahh gubukku berubah jadi istana dalam semalam!!!” seru Ruby yang takjub dengan interior kamar besar yang merupakan kamar Gama itu.
“ Heh ini bukan gubuk, ya kali gubuk sebesar ini, ini kamar kita,”jelas Gama.
“ kamar? Ya lebih nggak mungkin lagilah Paman bertopeng, ini mah sudah kayak rumah besarnya, masa dibilang kamar!!” celetuk Ruby .
“ Ini benar benar kamar Ruby, dan sekali lagi jangan memanggilku paman!” ketus Gama.
Ruby terdiam sejenak, apa benar orang yang ada di sampingnya ini adalah orang yang sama dengan paman baik hati yang menolongnya semalam?
“ Paman adalah paman baik hati kan? Buka topengnya, jelek tahu kalau pakai topeng, buka topengnya!!!” ucap Ruby dengan hebohnya. Suara melengking gadis remaja itu berhasil membuat Gama yang sudah hampir jadi jompo mendelik kesal.
“ Ruby, kalau ngomong itu pelan pelan suaranya, pecah telingaku karena mu!” ucap Gama dengan wajah kesal.
“ hehheheh maaf paman, tapi topengnya dibuka dulu, itu wajahnya serem amat,” ucap Ruby yang tidak terlalu suka dnegan topeng suaminya.
“ kau mengenaliku? Bagaimana bisa?” tanya Gama heran.
Ruby menatap Gama sambil terkikik, " dari suara, bibir, tinggi badan juga suara aliran darahmu!” celetuk gadis itu dengan senyuman manis di wajahnya.
Degh
Ahh serangan senyuman manis itu berhasil membuat seorang Gama gundah gulana.
“ Jangan senyum, kau jelek!” ketus Gama.
Pria itu akhirnya membuka topeng yang menutupi wajahnya. Ternyata Ruby mengenalinya dengan begitu mudah, padahal dia berharap Ruby tidak tahu kalau dia adalah orang yang sama dengan orang yang menyelamatkannya hari itu.
“nah begini kan lebih bagus, sekarang jelaskan, kenapa Ruby bisa ada di kamar ini bersama paman? Kepala Ruby sedikit sakit, sepertinya Ruby bermimpi aneh semalam,” ucapnya dengan wajah ditekuk sembari mengusap kepalanya yang berdenyut.
“ Ruby bermimpi menikahi paman, hahah itu pasti salah kan? Dan anehnya lagi keluarga paman menerima Ruby,” tutur gadis itu yang merasa semua yang dia lalui semalam hanyalah sebuah mimpi belaka.
Gama geleng geleng kepala menatap kelakuan bocah tengil itu,” Ruby ini bukan mimpi, kita sudah menikah dan kau kini adalah bagian kelurga Falcon, kau berada di kamar, karena setelah menjelaskan dirimu sambil menangis semalam, kau jatuh pingsan akibat malnutrisi!” terang Gama panjang kali lebar.
Ini kata kata paling panjang yang pernah dia ucapkan di dalam kediaman Falcon.
Di kediaman itu, dengan identitasnya sebagai tuan muda berwajah buruk rupa dia adalah sosok pria yang dingin dan juga irit bicara. Tapi saat berhadapan dengan bocah yang sudah jadi istrinya itu, dia tak bisa menahan mulutnya untuk tidak berbicara.
“Ohhh begitu toh, lalu kenapa paman pakai topeng?” tanya Ruby heran.
“ Tak perlu banyak tanya, kau harus merahasiakan ini dari keluarga falcon! Aku ingin menangkap seorang pencuri, dia tidak boleh tahu kalau wajahku ini tidak buruk rupa seperti yang orang dengan!”terang Gama.
Padahal ucapannya itu hanya alasan agar Ruby tidak membocorkan kebenaran tentang wajahnya pada keluarganya.
“ Baik, Ruby akan jaga rahasia,” jawab gadi situ dnegan patuh.
Suasana kembali hening, Gama tampak melanjutkan kegiatannya.
Hingga tiba-tiba si gadis tengil nan cerewet itu mulai mengoceh lagi.
“ emmm paman, itu apa? Kok ada gelembung gelembungnya?” Ruby menunjuk sebuah air cleaner di sudut ruangan.
“ eh itu apa paman, kok bisa bergerak gerak dan ada angkanya, apa itu yang namanya jam?”tanya Ruby sambil menunjuk jam din-ding.
“ Paman paman.. itu apa, benda apa itu, bentuknya seperti kotak tapi pipih, bisa dipakai buat talenan?” tanya ruby sambil menunjuk sebuah ponsel di atas nakas.
“paman paman paman.. itu apa..
"Itu apa paman.."
"Itu apa... ini apa paman!? Gunanya apa!? Untuk apa!? Kenapa di sini!? darimana!? Blaa... Blaa.. Blaa......"
Rasanya telinga Gama tak berhenti mendengar pertanyaan keluar dari bibir Ruby. Gadis remaja yang baru kali pertama melihat dunia luar itu sudah seperti satwa liar melompat ke sana sini dengan segala pertanyaan aneh keluar dari dalam mulutnya.
Bagaimana bisa dia mengangkat segitiga Bermuda Gama dan membentangankannya di depan wajah Gama,”Ini punya siapa paman, kok lebar sekali!!!”
Ktakk!!
“ Awwhhhhhh sakit... dasar benda aneh yang menyebalakn, wajahku malah dipukul, ,Paman buang saja ini!!”protes Ruby sambil menyampaikan celana kolor hijau itu ke sembarang arah saking kesalnya.
Ruby yang merasa aman di dekat Gama menunjukkan rasa penasarannya bagai hewan liar, dia menatap ke sana kemari.
Sedang Gama hanya bisa menatap cengo ke arah Ruby, saking kagetnya dengan kelakuan absurd gadis itu.
Dia melongo menatap segitiga hijau yang teronggok tak berbentuk di atas lantai, sungguh kolor hijaunya tak lagi punya harga diri di tangan seorang Ruby.
"Apa aku baru saja menikahi Tarzan!? liar sekali!!!" batin Gama termangu menatap Ruby yang begitu heboh berjalan ke sana kemari menyelusuri ruangan itu.