NovelToon NovelToon
Kawin Gantung

Kawin Gantung

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:51.6k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Asviana

Leon dan Valeri bertemu saat gadis kecil itu baru terlahir ke dunia. Ibu mereka yang bersahabat sejak remaja, membuat kedua orang tua itu sepakat untuk menjodohkan Leon Orlando dengan Valeri Elmira.

Rentang usia empat tahun, seolah tak jadi soal bagi kedua sahabat itu untuk menjodohkan anak-anak mereka.

Dan, di sinilah Leon dan Valeri berada.

Leon yang kini berusia tujuh tahun, tengah memangku seorang gadi kecil berusia tiga tahun. Mereka tengah duduk di pelaminan dengan memakai baju pengantin.

Ya, kedua anak kecil itu akan segera melangsungkan pernikahan mereka. Kawin gantung. Itulah istilah yang orang-orang gunakan untuk menamai pernikahan kedua anak di bawah umur itu.

Setelah dewasa, akankah kedua anak itu menerima takdir yang sudah digariskan oleh kedua orang tua mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Asviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KG16

Sejak kunjungan pertamanya ke kantor Leon, Valerie tak lagi ragu. Gadis itu sangat yakin kalau Leon juga memiliki rasa yang sama dengannya. Hanya saja pria itu terlalu gengsi untuk menunjukkannya.

Leon yang berlagak menolak makanan yang dia berikan, nyatanya menyantap makanan itu setelah dirinya berlalu dari sana.

Bukankah itu artinya Leon hanya berpura-pura bersikap dingin dan tak menyukai dirinya?

Dan sejak hari itu, Valerie kerap datang ke kantor Leon dan membawakan makanan untuk pria itu.

“Hai Bang, Erie datang lagiii...”

Begitulah ucapan Valerie setiap masuk ke ruang kerja Leon.

“Buang saja makanan lu itu. Karena gue akan makan siang dengan klien, siang ini!” ketus Leon. Pria itu bahkan tak pernah menatap Valerie setiap gadis itu datang.

“Masa sih?” tanya Valerie tak percaya. Gadis itu tetap mengeluarkan makanan yang dia bawa dan menatanya di atas meja.

“Hm,” balas Leon singkat.

“Duh, sayang sekali. Prank-nya tidak berhasil. Karena Erie sudah punya jadwal Bang Leon selama tiga bulan ke depan!” ucap gadis itu antusias.

Leon hanya bisa menghela napas kasar mendengarnya.

Pria itu sudah bisa menebaknya. Pasti kedua orang tuanya yang memberitahukan hal itu pada Valerie.

Leon pun memerotes kedua orang tuanya.

“Bukannya Papi dan Mami sudah berjanji akan membiarkan Leon bekerja dengan tenang. Kenapa masih menyuruh bocil berisik itu ke kantor untuk membawakan makanan?! Bukankah kita sudah sepakat tidak akan membicarakan perihal perjodohan aneh ini?!”

Kevin dan Maharani saling bertukar pandang karena begitu tiba di rumah, sang anak semata wayang malah menyecar mereka.

“Erie datang ke kantor lagi?”

“Mami jangan pura-pura tidak tahu. Leon yakin, pasti Mami yang menyuruh dia datang kan?!” tuduh Leon.

“Sembarangan!” ketus Maharani tak terima.

“Kalau begitu, bagaimana dia bisa tau jadwal Leon, kalau bukan dari Mami dan Papi?!”

“Kalau soal jadwal, memang papi yang meminta sekretaris kamu memberikannya untuk Erie. Kasihan kan Erie sudah capek-capek masak tapi kamu tidak ada di kantor.”

“Itu sama aja Papi dan Mami ingkar janji. Leon sudah kan sudah mengatakannya dengan sangat jelas. Leon tidak mau perjodohan ini dibahas lagi beberapa tahun ke depan. Leon ingin fokus membangun karir, mengembangkan perusahaan kita!”

“Loh, sejak kamu pulang ke Indonesia, memangnya ada Mami menyuruh kamu jalan dengan Erie? Atau mengantar dan menjemput Erie ke kampusnya? Tidak kan? Mami bahkan tidak pernah meminta kamu untuk menghubungi Erie. Itu semua karena Mami dan Papi menyetujui syarat yang kamu berikan,” jelas Maharani.

“Perihal Erie yang sering datang ke kantor kamu membawa makanan, itu inisiatif Erie sendiri. Itu semua dia lakukan karena dia perhatian sama kamu. Dia takut kamu lupa makan dan jatuh sakit karena sibuk bekerja.”

“Kalau begitu, tolong Mami beritahu bocil berisik itu agar tidak lagi membawakan makanan ke kantor. Hampir setiap hari loh, dia datang membawa makanan. Leon muak! Nanti, lama-lama dia ngelunjak dan minta kepada Mami dan Papi untuk menikahkan kami setelah dia lulus!” ketus pria itu.

“Diiih .... Ge Er, kamu! Erie saja tidak ingin buru-buru menikah dengan kamu. Dia ingin melanjutkan pendidikannya sampai mendapatkan gelar magister agar bisa turut membantu di perusahaan,” ucap Maharani kemudian terkekeh.

“Jangan-jangan .... kamu tuh yang ingin buru-buru menikahi Erie karena dia pinter memasak. Mami dengar, kamu selalu menghabiskan setiap makanan yang Erie bawa. Wah ... Bisa-bisa dari lambung naik ke hati nih.”

Maharani dan Kevin pun terkekeh-kekeh bersama. Terlebih melihat wajah sang anak yang mulai berubah merah karena menahan kesal.

“Leon terbiasa hidup susah di negara orang. Jadi tidak suka membuang-buang makanan!”

Maharani dan Kevin semakin terkekeh-kekeh. Pasangan suami-isteri itupun kembali teringat akan kata-kata Valerie jika gadis itu akan menarik perhatian Leon secara ugal-ugalan.

“Trik Erie berhasil juga ya, Pi,” bisik Maharani.

“Banget, Mi,” balas Kevin.

Melihat Keuda orang tuanya terus terkekeh dan mengejeknya, Leon pun berlalu begitu saja.

Sebenarnya, Leon memang menyukai setiap masakan yang dibawa oleh gadis itu. Bahkan, hanya dengan aroma dari masakan yang dibawa oleh Valerie, sudah membuat perutnya bergemuruh dan liurnya hampir menetes.

Namun, Leon masih tak yakin, jika Valerie sendiri yang memasak makanan itu. Leon selalu berpikir jika gadis itu membeli makanan dan mengakui makanan itu sebagai hasil masakannya.

Minggu demi Minggu pun berlalu.

Walau tak pernah sekadar mengungkapkan rasa terima kasih, tapi Valerie masih sering mengantarkan makanan untuk Leon di sela-sela kesibukannya menyusun skripsi.

Kedua orang tua Leon pun turut memegang janji dan tak membicarakan perihal perjodohan antara dirinya dengan Valerie. Bahkan, pembicaraan itu juga tak muncul saat acara makan bersama dalam rangka menyambut Valerie yang telah lulus dari pendidikan strata satu.

Namun, pembicaraan tentang pernikahan itu kembali digaungkan oleh Maharani dan sang suami, saat Rania dan Adhyaksa— kedua orang tua Valerie— mengalami kecelakaan.

“Mi, bukankah kita sudah deal?! Bukannya bocah itu juga tidak mau menikah sebelum dia mendapatkan gelar magister dan bekerja di perusahaan?!”

“Tapi kondisinya sekarang berbeda, Le. Erie sudah tidak punya kedua orang tua. Dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini, selain kita. Pernikahan ini harus terjadi. Pernikahan ini adalah janji kami dengan kedua orang tua Erie,” ucap Maharani.

“Jadi, Mami dan Papi lebih mengutamakan janji dengan orang lain dibandingkan janji dengan anak kandung sendiri?! Atau jangan-jangan Leon bukan anak kandung Mami dan Papi?!”

“Jangan drama deh, Le. Ini bukan sinetron ikan terbang!” ketus Kevin.

“Tapi, Leon merasa, Papi dan Mami lebih mengutamakan kepentingan anak ingusan itu dibandingkan dengan Leon yang notabenenya adalah anak kandung Mami dan Papi.”

“Le ... Mami sudah menganggap Erie sebagai anak Mami juga. Mami menyayangi Erie sama seperti Mami menyayangi kamu, Le.”

“Ya, kalau begitu, kenapa Mami dan Papi tidak mengadopsi anak itu menjadi anak kalian, menjadi adik Leon?! Kenapa harus menikahkan kami?!” bentak Leon. Sebuah telapak tangan melayang ke wajah pria itu.

“Jangan berteriak di depan Mami yang sudah bertaruh nyawa melahirkanmu!” ucap Kevin.

Leon tersenyum sinis, sementara Maharani semakin menangis.

“Memangnya Leon pernah minta dilahirkan oleh Mami?” tanyanya sinis.

Leon benar-benar tak habis pikir, kenapa kedua orang tuanya begitu tega mengabaikan perasannya dan hanya memikirkan janji mereka saat remaja? Kenapa kedua orang tuanya bisa dengan seenaknya mengatur masa depannya?

“Mami mohon, Le. Mami hutang nyawa dengan Mama Rania. Karena menolong Mami dan nenek kamu, kakeknya Erie harus meregang nyawa. Bahkan, kejadian itu membuat mamanya Erie menjadi yatim. Walau kakek kamu telah membayarnya dengan membiayai Rania sampai menjadi sarjana, walau kami sudah seperti saudara, tapi mami merasa itu belum cukup. Mami ingin kami memiliki ikatan keluarga,” lirih Maharani.

“Kalau Mami begitu ingin menjadi saudara Tante Rania, kenapa bukan papi saja yang mami jodohkan dengan Erie, biar dia menjadi mami tiri aku!”

Kevin menggelengkan kepalanya. Sementara Leon meninggalkan rumah saat itu juga.

1
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Niè
keren si Nico iihhh....drpd leon..
Niè
gedeg yaa....eman2 valerie....
Namika
bacaan bagus..
Namika
perjuangan cinta valerie yg ugal2an ahirnya hepi ending..
Namika
keluarga besarrr
syumkia
lah Mak..
lalu lanjut d mana Mak
Namika
gws mamak
Namika
😂😂😂
Rita Riau
kebaikan tak akan pernah sia sia permata tak akan kalah walaupun ditimbun kaca,,,
Rita Riau
cuekin aja Rei suami rese mu itu biar dia tau rasa 🤔🤭
Rita Riau
nah ini dia yg ku tunggu" si Leon ketangkep basah terus nyebur ke air comberan,,, tinggalin pergi aja Rei
Rita Riau
nah bener kan Leon nemuin si Alexa,,
kasihan bgt Erie yg di bohongi Leon
awas Leon kamu bakalan nyesel 🤔🤭
Rita Riau
apa mgkin Leon pergi nemuin Alexa
awas ntar ada penyesalan 🤔🤭
Rita Riau
kayak nya ada rencana tersembunyi si Leon ,,, 🤔🤭
Rita Riau
yah,,,, kasihan Erie dgn cinta tulus nya,,,, selagi Erie belum capek ngejar Leon,,,ntar kalo Erie udah diem baru Leon sadar 🤔🤭
Rita Riau
sekarang Leon nolak tapi nanti Leon posesif,,, biasa lah di awal cerita 👍🏻🥰🥰
Rita Riau
nunggu waktu lama tuch baru bisa unboxing 🤔🤭😁🥰
@sulha faqih aysha💞
sebelumnya Valerie di nyatakan hamil 12 Minggu kok ini hamil 9 Minggu yang bener yg mana 🤔
Rita Riau
seru,,, persahabatan jadi besan,,,
perjodohan,,, awal ngelak ujung bucin. diri ku mampir Thor 🙏🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!