Direnggut, dianggap remeh dan dihancurkan. Semua itu sirna saat diriku mengalami kebangkitan. Ingatan yang diwariskan akan menjadi saksi bisu untuk mengembalikan kehormatanku. Apa yang ditakdirkan untukku akan kembali padaku. Langit dan bumi, seluruh penjuru dunia, akan kuukir sebuah kisah, kisah tentang reinkarnasi sang dewa naga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sam Ilfar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
XYD 16 - Lima Jagoan Kekaisaran Jia
XYD 16 - Lima Jagoan Kekaisaran Jia
“Apa yang kau lakukan disana Tuan Putri?! Apa kau tidak menyadari kultivasimu berada dibawah mereka?!” ujar Xiao Yang dengan ekspresi tidak percaya.
Melihat Jia Yu bertindak demikian membuat Xiao Yang menggelengkan kepalanya tidak percaya. Ada alasan mengapa Jia Yu berani bertindak demikian karena mengetahui kemampuan Xiao Yang lebih dari mereka semua.
“Aku merasa aman karena ada dirimu Ling Yang!” ucap Jia Yu sebelum menyerang kultivator Lembah Hantu yang berjaga dipintu masuk.
“Lihatlah siapa yang datang saudaraku! Kita tidak perlu repot-repot mencarinya!” ujar kultivator yang berhadapan dengan Jia Yu.
“Tuan Putri ada keperluan apa kau kembali kemari?”
“Lihat dia membawa pengawal yang kelihatan lemah! Sungguh tidak berguna!”
Merasa diuntungkan para kultivator Lembah Hantu pun meremehkan Jia Yu ataupun Xiao Yang. Terlihat mereka menanggapi serangan Jia Yu dengan santai dan tenang.
‘Aku tidak percaya ini! Kenapa aku tidak bisa melukai mereka?!’ Jia Yu mengumpat kesal dalam hatinya karena serangannya tidak dapat mendarat di tubuh para kultivator Lembah Hantu.
“Kau mengincar kearah mana Tuan Putri? Seranganmu terlalu lemah!” ejek salah satu kultivator.
“Bahkan pengawalmu hanya berdiri ketakutan disana! Sungguh memalukan!” sahut kultivator yang lainnya.
Sesekali Jia Yu melirik Xiao Yang dengan tatapan tajam seolah-olah meminta bantuan. Xiao Yang yang melihat hal itu menghela nafas panjang sebelum mengolah pernafasan miliknya.
“Seni Nafas Naga Surgawi...”
Xiao Yang menarik nafas panjang dalam satu kali tarikan nafasnya dan mengolahnya secara halus. Dengan ketenangannya Xiao Yang mengeluarkan aura intimidasi yang membuat suara tawa meremehkan menjadi sunyi.
“Bentuk Pertama - Api...”
Apa yang berada di area sekeliling Xiao Yang terasa panas. Dalam hitungan detik para kultivator Lembah Hantu yang sangat percaya diri menjadi diam seribu bahasa. Mereka semua merasakan tekanan intimidasi yang mematikan dari Xiao Yang dan hawa panas yang menyengat secara alami ditubuh mereka.
“Sihir apa yang kau lakukan? Siapa pengawalmu itu sebenarnya gadis kecil sialan?!” Salah satu kultivator merasa panik dan mencoba menjadikan Jia Yu sebagai sandera.
Bukannya menjadikan Jia Yu sebagai sandera, kultivator tersebut malah menyandera Xiao Yang dan itu membuat semua orang terkejut. Lokasi keberadaan Jia Yu dan Xiao Yang bertukar tempat dan itu dimanfaatkan Xiao Yang untuk melepaskan aura tubuhnya lebih besar lagi dibandingkan sebelumnya.
“Aku pernah membakar kelinci tapi aku belum pernah membakar manusia.” Xiao Yang berkata dengan suara yang dingin dan membuat tubuh semua kultivator gemetaran.
“Aku ingin mencobanya!”
Dengan memanipulasi aura tubuhnya menjadi api, Xiao Yang membakar tubuh para kultivator yang ada disekitarnya. Mengingat dirinya mengolah pernafasan membuatnya semakin bebas memanipulasi aura tubuhnya menjadi unsur api.
“Apa yang terjadi?” Kultivator yang menyadari Xiao Yang terkejut saat tubuhnya terbakar.
‘Kenapa dia sama sekali tidak merasa sakit ataupun panas?!’ Kultivator membatin dan melihat tubuh Xiao Yang yang diselimuti api namun masih baik-baik saja.
“Panas! Panas! Tubuhku- Argh!”
“Kepalaku terbakar! Sakit Argh!”
Apa yang dilakukan Xiao Yang membuat Jia Yu bergidik ngeri. Bagi Jia Yu tentu apa yang dilakukan Xiao Yang terhadap kultivator Lembah Hantu diluar pikirannya dan diluar nalar.
‘Ling Yang sangat sadis... Entah kenapa saat ini dia terlihat seperti orang dewasa...’ Jia Yu membatin dan melihat dengan seksama bagaimana Xiao Yang menghabisi semua kultivator Lembah Hantu yang mencegatnya dipintu masuk.
Setelah beberapa menit bau gosong yang menyengat sangat terasa. Xiao Yang membakar mereka semua hingga tak bernyawa. Suara jeritan dan teriakan kesakitan ia abaikan. Dengan aliran nafasnya yang tenang Xiao Yang menatap puluhan tubuh yang menghitam dan tidak dikenali bentuknya dengan tatapan kekosongan.
‘Ada apa dengannya? Apa dia selalu memasang ekspresi seperti ini?’ Jia Yu tiba-tiba merasa sedih karena melihat tatapan Xiao Yang yang kosong dan itu terlihat sangat hampa.
“Ada apa Tuan Putri?” Tiba-tiba Xiao Yang menoleh kearah Jia Yu dan berjalan mendekati gadis itu.
“Tidak, hanya saja aku merasa kau terlihat sangat hampa dan kesakitan...” ujar Jia Yu memberitahu apa yang ada dipikirannya.
Mendengar itu Xiao Yang tersenyum hangat karena tidak menyangka Jia Yu akan sangat peka terhadap dirinya.
“Tuan Putri, aku sedang memikirkan bagaimana caraku menjadi kehidupan ini tanpa sebuah penyesalan. Aku harap kali ini diriku bisa melakukannya.” Xiao Yang berjalan mendekati Jia Yu dan mengelus kepalanya sebelum mengucapkan rasa terimakasihnya.
“Apa maksudmu Ling Yang? Aku sungguh tidak mengerti...” Tentu saja Jia Yu tidak dapat mencerna ucapan Xiao Yang karena anak lelaki itu telah mengalami reinkarnasi yang berulang kali dan tentu memiliki banyak penyesalan.
Saat Xiao Yang mengusap kepala Jia Yu, sebuah aura yang asing dan sejumlah nafsu membunuh mulai menerpa tubuh keduanya. Xiao Yang tersenyum tipis saat merasakan kultivasi yang setara dengannya.
“Ini kesempatan yang bagus. Sepertinya Patriark Lembah Hantu mendatangi kita berdua, Tuan Putri.” Xiao Yang berkata kepada Jia Yu sambil membalikkan badannya.
“Apakah kau yang bernama Wu Guang?” Xiao Yang menatap pria sepuh yang memimpin kultivator Lembah Hantu setelah merasakan keributan dipintu masuk.
“Apa kau tidak pernah diajari sopan santun bocah tengil?” Pria sepuh yang tidak lain adalah Wu Guang mengeluarkan nafsu membunuh yang langsung membuat Jia Yu gemetar ketakutan.
Xiao Yang tertawa kecil merasakan nafsu membunuh Wu Guang dan membuat pria sepuh itu mengerutkan keningnya.
“Siapa bocah itu? Dia tertawa setelah merasakan nafsu membunuh Patriark!” ujar salah satu Tetua Lembah Hantu yang terkejut melihat sikap Xiao Yang.
“Ada rumor jika Patriark Hutan Bambu Emas dibunuh pengawal Asosiasi Salju Putih yang merupakan seorang bocah. Apa dia orangnya?”
“Lihat dengan baik! Dia tidak memakai topeng! Aku rasa dia adalah orang yang berbeda!”
Para Tetua Lembah Hantu yang berada disekitar Wu Guang tidak menurunkan kewaspadaannya saat melihat reaksi Xiao Yang.
‘Bocah ini menyembunyikan sesuatu yang membuat tubuhku bergidik! Apa yang dia sembunyikan sampai aku merasa seperti ini?!’ Wu Guang membatin dan mengamati Xiao Yang dengan seksama.
Dengan menajamkan indera penglihatannya Wu Guang dapat melihat kultivasi seseorang yang setara atau lebih rendah darinya. Namun saat mencoba melihat seberapa besar kultivasi Xiao Yang, Wu Guang sama sekali tidak dapat melihat ataupun mengetahui kultivasi Xiao Yang.
‘Apa dia memiliki kultivasi yang lebih tinggi dariku?’ Saat Wu Guang berpikir demikian, para Tetua Lembah Hantu sudah berada didepannya dan berusaha melindunginya.
Wu Guang menemukan Xiao Yang berjalan pelan mendekati dirinya dan membuatnya refleks melepaskan energi Qi yang sangat besar.
“Patriark Wu! Biarkan kami yang menghadapinya! Kau tidak perlu repot-repot sampai turun tangan!”
“Benar apa kata Tetua He! Kau tidak perlu turun tangan Patriark Wu!”
Akhirnya satu persatu Tetua Lembah Hantu menyerang Xiao Yang secara bergantian. Serangan beruntun dan bertubi-tubi yang datang dari segala arah membuat Xiao Yang tersenyum dingin.
“Kalian hendak mengecohku dan menjadikan Tuan Putri sandera? Kenapa kalian selalu menggunakan cara yang sama! Itu sangat membosankan!” ujar Xiao Yang saat mengetahui rencana licik mereka.
“Apa kalian tidak dapat melihatnya?” Xiao Yang dengan santai tidak bergerak dari tempatnya saat salah satu Tetua Lembah Hantu sudah berada didekat Jia Yu.
Hanya dalam hitungan detik kepala Tetua Lembah Hantu yang hendak menjadikan Jia Yu menjadi sandera terpotong. Hal ini membuat semua Tetua Lembah Hantu langsung menjaga jarak dengan segenap kemampuan mereka.
“Tetua He! Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba kepala Tetua He putus?!”
“Cara licik seperti apa yang kau gunakan barusan bocah!”
Saat para Tetua Lembah Hantu merasa cemas dan panik, Wu Guang berkeringat dingin namun seulas senyuman terpancar diwajahnya karena mengetahui Xiao Yang memiliki kemampuan yang belum ia pernah lihat sebelumnya.
‘Mungkin pedang tak kasat mata yang berterbangan diudara itu berjumlah seribu. Siapa sebenarnya bocah ini? Dia menggunakan sihir seperti apa untuk membuatnya tubuh kecil!’
Wu Guang membatin dan melihat Xiao Yang telah membunuh semua Tetua Lembah Hantu yang hendak melindungi dirinya.
“Teknik Pedang Hantu!”
Wu Guang pun terlihat seperti menggenggam dua pedang namun pedang itu tidak terlihat. Dengan gerakan yang cepat Wu Guang bergerak maju kedepan melepaskan dua puluh tebasan beruntun memotong tubuh Xiao Yang menjadi beberapa bagian.
“Apa hanya segini kemampuanmu?!” Wu Guang mengibaskan kedua pedangnya yang tak terlihat dan nampak kecewa.
“Ling Yang!” teriak Jia Yu karena mendapati Xiao Yang telah tewas ditangan Wu Guang.
Sementara itu pandangan Wu Guang menatap potongan tubuh Xiao Yang yang secara perlahan menjadi kepulan asap.