NovelToon NovelToon
Gairah Ketua Geng Motor

Gairah Ketua Geng Motor

Status: tamat
Genre:Playboy / Teen School/College / Persahabatan / Tamat
Popularitas:52.6k
Nilai: 5
Nama Author: tompealla kriweall

Axel menarik kerah baju Varro, matanya melotot. "Sekali lagi gue dengar loe pada gosipin gue, kalian ga akan aman sampai di rumah! Mengerti?" Gertaknya.

Varro hanya berdecak kesal, sedangkan yang lain hanya melengos, membuang muka secara bersamaan karena paham dengan maksud perkataan Axel.

Axel langsung menyentak kerah baju Varro dan mendorongnya hingga jatuh. "Kalian pergi dari sini! Sebelum gue berubah pikiran! Kalian tau gue kagak takut ama siapa pun!" Mendengar kalimat ancaman itu, mereka berempat justru menahan tawa.

"Pfffttt..."

"Hahaha..."

Sayangnya Kai tidak bisa menahan diri untuk tertawa, sehingga tawanya pecah diikuti yang lainnya.

Di tempat lain

"Cewek.... "

Suittt... suittt...

"Cantik banget sih, mau nggak jadi pacar Abang."

"Huuuuu..."

"Gokil, cantik bener oii!"

"Iya, anyir... cantik banget! Eh tunggu, itu bukannya cewek yang kemarin barusan datang?"

#Yuk simak novel TK untuk event badboy! jangan lupa untuk subscribe, like dan komentar ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pingsan

Perlahan Alena membuka matanya, kepalanya masih terasa pusing apalagi dia sekarang merasa mual. Perlahan, sosok tinggi itu terlihat. Alena mengerjapkan matanya beberapa kali, memastikan bahwa sekarang ini dia hanya mimpi.

"Loe nyusahin tahu gak!"

"Kak Axel?"

Entah Alena harus senang atau sedih untuk saat ini, tapi dia merasa senang karena Axel yang telah menolongnya. Sedangkan untuk kesedihan Alena karena Axel merasa direpotkan olehnya.

"Maaf, kak Axel. A-ku ngerepotin kak Axel, ya?" tanya Alena sembari menundukkan kepalanya gugup.

Diam-diam Axel mengumpat dengan suara lirih. "Sudah tahu merepotkan masih saja tanya! Loe itu berat, mana panas lagi. Lain kali kalo mau pingsan jangan di depan gue, gue males nolongin loe, tahu!"

Rasa senang Alena menghilang seketika.

Benar dia hanya merepotkan Axel saja. Dia berjanji jika lain kali tidak akan lemah seperti tadi. Dia akan menjadi kuat mulai sekarang, dan dengan demikian, dia juga tidak akan pernah berharap agar bisa lebih dekat dengan Axel yang telah membuatnya sedih seberapa saat terakhir kemarin hingga saat ini.

"Maaf, kak Axel."

Alena ingin meraih tangan Axel, kemudian ingin memegangnya dengan hangat. Tapi nyatanya Axel langsung menepis kasar tangan Alena.

"Jangan sentuh gue! Gue jijik sama cewek lemah kayak loe! Sok cari perhatian."

Hati Alena semakin sakit mendengarnya. Dia bisa menerima dengan ucapan Axel tadi, tapi kenapa yang barusan Alena dengar sulit untuk diterima olehnya.

Alena bukan cewek lemah dan tukang cari perhatian, dia pindah bukan karena kemauannya. Tapi keadaan dirinya yang memang tiba-tiba lemah dengan matanya yang mengabur.

Axel menatap Alena dalam saat merasakan sentuhan tangan Alena tadi. Axel seperti terbang ke gudang kemarin, saat dia merasakan sentuhan Alena yang lebih dari ini. Tiba-tiba dia ingin mengulanginya lagi.

"Pulang sekarang."

Axel duduk di samping Alena, di pinggir ranjang UKS sembari memainkan ponselnya.

Alena menatap bingung dengan sikap Axel yang tiba-tiba berubah. Dia tidak tahu apa yang diinginkan oleh cowok tersebut. Kadang lembut, kadang kasar dan menyebalkan.

"Nanti izin biar diurus pihak UKS. Lagian, ngapain juga sekolah kalau cuma tiduran aja di UKS. Mending pulang, istirahat di rumah."

Alena menganggukkan kepalanya lalu menyibak selimut dan turun dari atas tempat tidur. Alena memegangi kepalanya yang masih terasa pusing. Langkahnya sedikit terseok-seok sambil memegangi pinggiran tempat tidur. Saking tidak kuatnya Anna terjatuh dengan kepalanya terbentur lantai.

Teg

Brukkk

"Ck! Lemah amat sih loe! Sakit gitu doang dibesar-besarin."

Axel menghampiri Anna lalu membantu Alena untuk berdiri atau duduk, tapi ternyata hidung Alena mimisan.

Melihat itu, Axel mengambil beberapa lembar tissue lalu memberikannya kepada Alena. "Jangan nunduk," perintahnya dengan nada tinggi, tapi juga cemas.

Alena menengadahkan kepalanya ke atas. Rasa pusing yang dirasakannya kian menjalar memenuhi kepalanya. Alena sudah tidak kuat lagi, tapi dia tidak ingin terlihat lemah dan berakhir Axel mengejeknya lagi.

"Maaf, kak Axel. Aku ngerepotin kakak lagi."

"Berisik!"

Axel menyahut cepat sembari menggendong Alena keluar dari dalam ruang UKS. Dia ingin membawa Alena ke rumah sakit saja.

"Mas..."

"Urus surat izin untuk Alena dan saya, sus. Saya mau ke rumah sakit!"

Axel memotong kalimat perawat UKS, saat perawat tersebut baru saja datang dan menegurnya.

Hari ini adalah hari Senin, dan tadi, saat upacara bendera Alena pingsan. Axel kebetulan tepat berada di belakangnya, sigap membopongnya ke UKS. Temannya yang lain, dua minta untuk tetap mengikuti upacara sampai selesai.

Darren, sudah beberapa hari tidak masuk sekolah sejak terakhir bertemu dengannya di kafe dan membahas tentang alasan Darren mengerjai Alena.

Alena dan Axel menjadi atensi semua mata yang melihat mereka. Tidak sedikit murid yang membicarakan mereka. Cibiran dan perkataan semakin banyak bahkan lebih mendominasi.

'Itu anak baru, kan? Dia sama kak Axel, kapten basket?”

"Kak Axel pacaran sama anak baru itu? Wah, beruntungnya anak baru itu bisa pacaran sama kak Axel."

"Tapi, gue denger-denger kak Axel lagi deket sama kak Clara, masa couple mereka bubar sih padahal chemistry-nya beralur banget.”

"Palingan murid baru itu caper kali, biasalah... anak baru belum tahu jika kak Clara bisa ngamuk. Hehehe..."

"Katanya kak Clara sama kak Axel udah deket lama, tapi kenapa malah sama si baru itu? atau kak Axel cuman mainin si baru doang?"

Alena menyembunyikan wajahnya di dada bidang Axel saat mendengar semua omongan dan perkataan mereka yang tidak benar. Alena tidak ada hubungan dengan Axel, dan Axel sendiri sebenarnya tidak ada hubungan dengan Clara ataupun yang lain.

"Kak Axel, maaf."

"Berisik loe! Dari tadi maaf mulu yang loe ucapin." Axel kesal saat Alena mengucapkan permintaan maaf lagi.

Axel mendudukkan Alena di atas jok motornya, kemudian ia mengambil jaketnya dan mengikatnya di pinggang Alena.

Alena memandang semua yang dilakukan oleh Axel untuk keamanan dirinya. Jantungnya berdegup kencang melihat dan merasakan perhatian kecil Axel ini.

"Gak perlu, kak Axel. Aku bisa pulang sendiri, kok. Aku gak mau ngerepotin kamu lagi, kak." Alena hendak turun dari motor Axel, tapi Axel mencengkram pundaknya.

“Pulang sama gue atau gue banting loe di sini!" ancam Axel tanpa melepas cengkeramannya.

Alena meringis pelan. Cengkraman Axel cukup membuat pundaknya sakit. Akhirnya Alena menganggukkan kepalanya sebelum Leon berlaku lebih kasar padanya.

“Iya, kak."

"Alena!"

Iris berlari menghampiri Alena dan langsung memeluknya. "Lie gak apa-apa, kan?" tanyanya kemudian.

Alena tentu saja tersentak kaget. Dia melirik Axel yang sedang menatapnya tajam. Alena hanya meringis sambil tersenyum tipis mendengar pertanyaan dan rasa khawatir Iris. Dia berusaha melepas pelukan Iris perlahan-lahan. Alena tidak mau jika Axel harus menunggu lama, karena bisa dipastikan jika Iris akan memberikan banyak pertanyaan untuknya.

"Loe gak papa, kan Len? Gue denger dari anak-anak loe pingsan di lapangan. Loe gak papa, kan?" tanya Iris sembari meneliti seluruh badan Alena.

Tadi, Iris terlambat datang sehingga dia tidak mengikuti upacara bendera di lapangan. Jadi, saat semuanya bubar dan dia mendengar banyak yang membicarakan tentang Alena yang pingsan, Iris langsung mencari keberadaannya.

“Aku gak papa, kok.” jawab Alena sedikit gemetar, pasalnya sedari tadi Axel terus menatapnya tajam.

Iris menghela nafas lega. “Kita ke rumah sakit ya?” tawarnya kemudian dengan wajah yang khawatir.

Alena menggelengkan kepalanya. “Gak perlu, Ris. A-ku, aku gak papa, kok. Lagian a-ku udah mendingan, ini."

“Baiklah, loe pulang sama gue ya?” pinta Iris.

"Minggir!" Axel membentak Iris, dengan menyingkirkan Iris dari depannya.

1
Qaisaa Nazarudin
Maaf thor sepanjang aku membancanya,menurut ku novel mu bagus, Tapi ceritanya tidak ada sangkut pautnya dgn Judul novel mu, Maaf ya,itu sih menurut ku doang..🙏🏻🙏🏻🙏🏻
TK: oh, ok thanks kak 🙏
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
tapi ayahnya daren kan selalu dlm Lab?? Ini pasti mamanya daren dgn selingkuhannya..
TK: terima kasih
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Siapa kah mereka itu?? apakah ayah Darren selingkuhannya?
TK: semoga sehat selalu kakak
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Ku pikir nih cewek pandai ilmu bela diri,ternyata cuman tau menjerit doang..
Qaisaa Nazarudin
Wah ku pikir Iris anaknya baik2,Ternyata mainnya ke club juga ya,sayang sekali..😌
Qaisaa Nazarudin
Anak baru juga gak perlu sok hangat dan sok ganjen,, Aku lagi suka kalo tipe cewek yg cuek,tegas dan dingin..menurut ku itu lebih keren..
Aisyah Ramadhani
wwaahh.... kesempatan datang juga,akhirnya bisa juga axel fan alena berduaan,walau menyembunyikan perasaannya,... 😊😊😊
TK: asyekkk 👏
total 1 replies
ghina🌺🌺
jangan di bikin mati Derren nya Thor,, blm minta maaf sm Alena 🤣🤣🤣🤣
TK: gak2 🤭🤭
total 1 replies
ghina🌺🌺
semangat author,, udh ku vote,, jng kelamaan up nya ya😁😁😁😁
TK: terima kasih banyak kak 😍
total 1 replies
ghina🌺🌺
akhirnya up jg Thor,, semangat Thor,,, ayo Axel gentle donk...🤏 Derren jd orang itu jng main ambil kesimpulan sendiri,blm jg di cari tau kebenaran nya,, dh seenaknya nilai Alena ngk bener😠😠
TK: nah iya bener 👍
total 1 replies
ghina🌺🌺
akhirnya up jg,, makasih Thor 😊😊😊
ghina🌺🌺: gpp yg penting up😁😁,, konflik nya jgn berat" ya Thor ✌️
total 2 replies
ghina🌺🌺
makasih untuk hadiahnya ya Thor 🙏🙏🙏 sukses selalu untuk mu😊 ku tunggu up selanjutnya.....🤗🤗💪💪💪
TK: sama2 kakak 😍
total 1 replies
ghina🌺🌺
ini beneran aku yang Like and Comen pertama,,,😁😁😁
semangat author 💪💪💜😍
TK: terima kasih kak 😍
total 1 replies
anggita
👌👌👏👏..,,
Septi Wijaya
so far bagus ceritanya 😍
Septi Wijaya
woaah jd Alena dan Axel sebenarnya saling jatuh cinta nih ceritanya, kira-kira gmn yaa cara mereka saling ungkapin perasaan 🤔... pasti seru nih😍
btw, Daren yg berkacamata kan...? sepertinya dia punya sisi yg lain deh🤔
TK: yuhuuu 👏👏👏
total 1 replies
Septi Wijaya
kerennn Alena, si cewe pemberani dan berhati baik😍😍..

semoga bisa merubah sikap Axel menjadi lbh baik...

lagi...lagiiii Thor❤️
TK: asyik 👏👏👏
total 1 replies
Septi Wijaya
Oalah, Alena diusir sama Axel 😔

kira-kira mereka jodoh ga ya? 😁😁😁 Axel badboy sama Alena yg polos hmmmm🤔
TK: ok siap kak 😍
total 3 replies
anggita
anyar maning... 👏☺
Septi Wijaya
loh Axel knp ditinggal, kasian ga ada yg jaga d RS
TK: nanti penjelasannya ya kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!