NovelToon NovelToon
My Little Girl (SEASON 1-2)

My Little Girl (SEASON 1-2)

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Tamat
Popularitas:305.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rsawty

SEASON 1-2

S1(TAMAT) | S2(ON GOING)

Sinopsis S-1:

Dikhianati oleh kekasih dan sahabat sendiri? bagaimana rasanya? sakit yang teramat? yah! tentu saja! itulah yang di alami oleh Ruby.

Kecewa dikhianati oleh dua orang yang berharga untuknya hingga membuat dirinya pergi menghibur diri di Club malam. Hingga di pertemukan dengan Athala yaitu seorang CEO yang impoten yang tidak memiliki gairah terhadap lawan jenis. Tapi, siapa sangka, Ruby yang hanya sosok gadis SMA bisa membuat dirinya kehilangan kendali?

Apakah mungkin dia adalah cinta sejatinya?

Sinopsis S-2:

Disia-siakan oleh kekasih sendiri? Bagaimana rasanya? Terluka? Tentu saja!

Tidak pernah terbesit dalam benak Zeal bahwa dirinya akan dikhianati oleh kekasihnya sendiri. Dan parahnya, ia dicampakkan. Kekasihnya lebih memilih bersama dengan Pria selingkuhannya dari pada dirinya.

Lalu bagaimana jadinya jika Mantan kekasih yang menyia-nyiakan mu, tiba-tiba muncul kembali dalam hidupmu?

-SECOND NOVEL

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rsawty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MLG.KESEMPATAN KEDUA

Pukul sepuluh lewat malam Ruby dan Flora merapikan cafe. Mereka keluar dan Ruby yang menutup pintu kedai. Ruby menyangka Alan sudah pulang, ternyata ia masih menunggu di bagian sisi Cafe. Jengah sekali Ruby rasa jika terus berhadapan dengan Alan.

Tidak lupa Ruby memutar balikan label plat dari open ke close. Padahal kalau tidak ada Alan yang datang, minimal pukul sembilan mereka sudah pulang. Kedatangan Alan memperpanjang durasi mereka di cafe hingga mau tidak mau untuk malam ini mereka pulang terlambat.

Tujuan pulang Ruby saat ini bukan kostnya melainkan rumah Flora. Sejak kejadian di mana Alan menunggunya di depan kost pagi itu, Ruby memutuskan untuk menginap di rumah Flora saja untuk sementara waktu karena Alan terus-terus menguntit dirinya bagaikan stalker. Setidaknya, sampai Alan lelah sendiri.

Tidak pagi, siang, malam, Alan selalu saja muncul di sekitar kostnya. Kemungkinan nanti Ruby mau balikan barulah ia menghentikan aksinya yang ngecosplay jadi paparazi.

"Ruy? kamu pulang bareng siapa?"

"Buta mata lo? lo gak liat nih ada cecunguk di samping gue? gue pulang bareng dia lah!" Ruby menjawab jutek sekali. Jari telunjuknya melayang menunjuk Flora yang jalan di sebelahnya.

"Eh enak aja lo ngatain gue cecunguk!!" Flora mengelak tidak terima. Alan mengiringi langkah mereka menuju jalan raya. Terpaksa Ruby balik badan karena risih Alan terus-menerus mengikuti mereka.

"Lan? lo bisa gak sih jangan ikutin gue mulu?!" Sarkasnya muak. "Lo punya harga diri gak sih? meski pun lo ngejar-ngejar gue sampe mati sekalipun. Lo pikir gue mau balikan lagi? enggak Lan enggak!! lo lupa? kalo yang udah bikin hubungan kita kandas itu lo sendiri!!"

Alan merunduk. Bibirnya keluh tidak bisa membuka suara sedikit pun, sadar jika yang di utarakan Ruby itu semua kebenaran yang tidak bisa ia sangkal. Tetapi, untaian kalimat menusuk Ruby begitu menohok di relungnya. Tangannya mengepal merasa marah sekaligus lara.

"Salah satu pedoman hidup gue adalah, gak bakal mau kembali pada orang yang udah menoreh kan luka buat gue! lo pikir gue cewek gampangan yang mudah lo dapetin hanya dengan kata-kata manis yang ternyata semua dusta seperti sebelumnya?" Ruby berdecih sinis. "Basi tahu gak itu Basi!!" Pungkasnya menggebu-gebu.

Wajahnya memerah padam karena amarah. Kalau tidak mengingat jika manusia di hadapannya beda jenis dengannya, ke mungkinan besar ia sudah menjambak rambutnya. Di lain sisi, Flora sudah menghentikan sebuah taksi.

"Kalo kamu gak mau kita kembali, setidaknya kita bisa jadi teman Ruy. Jangan asing. Aku gak bisa.." Lirih Alan mencoba menangkap tangan Ruby yang terus menepisnya kasar. Ruby malah memutar bola matanya muak. Mengapa lelaki ini tidak melamar kerja sebagai aktor saja? pintar sekali bersandiwara! Malahan di sini terlihat, layaknya Ruby yang berperan sebagai antagonis. Faktanya justru sebaliknya.

Flora? ia merasa tidak ada hak jika melibatkan diri dalam masalah mereka. Alangkah baiknya jika mereka berdua menyelesaikan masalah mereka dengan kepala dingin. Bukan seperti ini. Tapi, ya sudah lah mau bagaimana lagi. Yang namanya Ruby yah Ruby. Kepribadiannya mudah menanam kebencian dengan orang lain.

Terutama, terhadap orang-orang yang memahat cedera dalam dirinya. Ia akan menyimpannya dalam palung hati nya dengan awet.

"Ruy... aku udah mengakhiri hubunganku dengan Sandra karena aku lebih mencintai kamu dari pada dia. Kamu beneran gak cinta lagi sama aku? kalo emang iya, setidaknya jangan asing.." Alan bersikeras membuntuti Ruby yang sudah melangkah kearah di mana Flora berada. "Ruy..aku butuh ke pastian.."

Ruby berputar badan lagi, "Pergi dari hidup gue Lan!! gue gak mau liat lo lagi!! lo udah goresin luka besar untuk gue!!!" Tiba-tiba Ruby berteriak histeris terdengar melengking, ia tidak kuat lagi menahan semua gelora yang membendung di dalam dirinya.

Alan menarik tangannya dan membawa tubuh mungil Ruby masuk ke dalam dekapannya. Bahunya bergetar, isak tangis Ruby dapat terdengar jelas. Sesakit itu kah? pikir Alan.

Ruby benci dengan kesensitifan-nya jika berkaitan dengan Alan. Ia benci kepada dirinya sendiri yang tidak bisa mengontrol dirinya di depan Alan. Mestinya ia tidak menangis, tapi air matanya jatuh tanpa bisa di cegah.

Dari belakang Ruby, Flora mengasih kode kepada Alan bahwa ia akan pulang duluan, bermaksud menitipkan Ruby padanya. Alan memberinya anggukan persetujuan.

"Maaf Ruy.. maaf," bisik Alan menenangkan. Ia membelai lembut kepala Ruby yang menangis sesenggukan di dada bidangnya. "Aku menyesal. Aku khilaf Ruy, maaf. Janji kalo kamu kasih aku kesempatan ke dua, aku gak akan ulangin kesalahan yang sama."

Ruby memukul-mukul keras dada Alan melampiaskan emosi dan kesedihannya nya yang terkumpul, "Lo tega selingkuhin gue!! lo nyakitin gue!! lo jahat!! kalian jahat khianatin gue!!"

Embun mengucur di pipinya, ia menangis pilu. Alan tidak berkomentar apapun hanya membiarkan Ruby menyalurkan amarah dan kesedihannya. Berharap dengan begini, Ruby akan jauh lebih lega dan tenang.

"Iya Ruy iya, aku jahat. Aku cowok brengsek dan terbajingan di dunia."

Percuma menampik keras, nyatanya Ruby tidak bisa membohongi hatinya. Semua hanya palsu, perasaannya tetap utuh. Ia benci, sudah di sakiti sejauh ini, ia tetap memiliki cinta terhadap Alan. Mengapa?

"Gue benci.. gue benci banget sama lo Lan!! lo udah sakitin gue tapi kenapa? kenapa perasaan gue gak bisa hilang?" paraunya. Tepukan telapak tangan Alan menyentuh punggung Ruby yang tengah menangis sesenggukan.

"Itu tandanya kita tidak di takdirkan berpisah Ruy... balikan sama aku yah? kita masih sama-sama memiliki perasaan. Jadi, apa salahnya kita kembali menjalin kasih?"

"Takut Lan.. gue takut terluka lagi.." Ruby menyembunyikan wajahnya di balik dada bidang Alan yang menumpukkan dagunya di atas kepala Ruby. Aroma mint menyeruak masuk ke dalam hidung Ruby. "Janji setelah ini, aku tidak akan ulangi kesalahan yang sama. Hanya ada kita. Aku dan kamu tidak ada lagi orang yang ke tiga."

Kepala Ruby ia tarik sedikit memberi jarak dari dada Alan, menetralisir diri agar berhenti dari sisa-sisa tangisannya. Anggukan pelan darinya sebagai jawaban dari ajakan Alan. Reaksi Alan? tidak perlu di tanya tentu langsung melepas pelukan secara sepihak dan menatap Ruby tidak percaya, "Beneran? kamu mau balikan lagi sama aku?"

Jika di adegan-adegan drama Korea di situasi seperti ini, cowoknya akan mengusap air mata perempuannya. Ah, tapi itukan tidak lebih hanya lah drama. Mana bisa di bandingkan dengan realita. Tenang, Ruby manusia mandiri, ia bisa mengusap matanya yang sembap sendiri.

Ruby mengangguk lagi, "Beneran?" Alan masih tidak percaya membuat Ruby memberengut tidak senang, "Kalo kamu gak percaya yaudah, aku tarik kemba---"

Omongan Ruby di cegat oleh Alan dengan benda kenyal dan lembut, hangat membubuhi persis di bibir ranum Ruby. Tidak ada pergerakan sama sekali pada masing-masing organ indera sentuhan yang saling merapat, Alan hanya menciumnya singkat.

"Fiks! kita resmi balikan!" Seru Alan sesudahnya membuat Ruby tersipu malu.

***

1
Qaisaa Nazarudin
OMG ku pikir Flo sama Gatra..
Qaisaa Nazarudin
Lha udah koma berahun2 bangun2 langsung Amnesia,Ini mah orang bilang,UDAH JATUH,TERTIMPA TANGGA, Apes banget gak sih .🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Woow sampe 4 Tahun Atha koma,Hanya karena kebakaran doang..
Qaisaa Nazarudin
Aneh, Padahal gedungnya jan gede, Sempat2 lah Atha lari menyelamatkan diri kan..Tapi kalo udah outhor bikin kayak gini ya udah,ikutin aja alurnya..
Qaisaa Nazarudin
Ruby Masih aja gak berubah,Masih bego dan keras kepala,Di bilangin juga malah tdk dianggap, Sekarang rasakan,Baru tau jan kamu..
Qaisaa Nazarudin
Gila... Ternyata benar Alga orangnya..ckk hanya karena tuh Cewek,kamu mempertaruhkan masa depan mu,Kasian banget Ortu kamu,yg susah payah membesarkan dan menyekolahkan kamu, Hujung2 nya Bego hanya karena Cewek..🤦🤦🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Ga??? Alga kah??🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Masih mau kabur2 an lagi..
Qaisaa Nazarudin
Kan ku bilang juga apa, Percuma juga Ruby kabur jauh2, Tapi tetap aja masih dlm pengawasan dan kendali keluarga nya..
Qaisaa Nazarudin
Oh fi sini aja aku udah tau,kalo lelaki buncit ini diupah oleh suruhan keluarga Ruby untuk bikin DRAMA itu ya..
Qaisaa Nazarudin
Mata2 keluarga Ruby kah??
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Alurnya terlalu BERTELE-TELE,Peran Athala gak TEGAS,Hatusnya bisa aja dia maksa Ruby menikah dengannya,Dengan alasan Ruby bisa Hamil karena udah ditidurin,Ini mah malah ngajak Ruby jadi WANITA nya, Bukan jadi ISTERI,Gak GERCEP banget..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Berarti kamu Pedofil dong,Nidurin anak SD..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa aku jadi Risih dengan panggilan mereka, Padahal udah tidur bareng, Masih aja manggil loe gue..
Qaisaa Nazarudin
Ginjal?? Itu bisa Atha jadikan Alasan utk mengikat Ruby,Apalagi mereka udah tidur bareng,gimana kalo Ruby nanti HAMIL...
Qaisaa Nazarudin
Biasanya MANTAN yg seperti ini yg akan jadi PELAKOR nantinya saat prianya udah mulai bahagia dengan wanita lain..
Qaisaa Nazarudin
CUMAN PACAR KAN,BUKAN TUNANGAN,JUGA BUKAN ISTERI ORANG..
Qaisaa Nazarudin
Athala kah..??
Qaisaa Nazarudin
Itu mah pandangan orang yg lagi maruk dan bucin..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!