NovelToon NovelToon
Nirbita ( Cinta Dua Alam)

Nirbita ( Cinta Dua Alam)

Status: tamat
Genre:Horor / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:62.4k
Nilai: 5
Nama Author: m anha

Nirbita hanya terus menunggu siapa yang akan membebaskannya dari deritanya.
Ia tak pernah mengganggu siapapun dan hanya terus menunggu penyelamatnya.

Nirbita hanya bisa melihat dari balik pintu gerbang dan tak bisa keluar.

Menunggu, manunggu dan menunggu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon m anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berhasil

Setelah berusaha membuka dan mengganti jimat yang ada di atas pintu utama kediainan Pak Tono, akhirnya Kalandra dan juga Agam pun berhasil, mereka tak tinggal diam dan langsung pergi dari rumah itu, kembali keluar melewati gerbang pintu belakang. Mereka langsung berlari cepat menuju ke rumah Agam yang hanya berjarak beberapa meter saja.

Sementara itu, Nirbita yang melihat Agam dan Kalandra sudah meninggalkan lingkungan rumah Pak Tono, segeralah merasakan energi dari rumah itu. Nirbita tersenyum, ternyata keduanya berhasil, ia pun langsung masuk ke dalam rumah, merusak CCTV yang merekam aksi Kalandra dan juga Agam, diganti dengan penampakan dirinya.

Pak Tono yang baru saja selesai mengerjakan pekerjaannya di ruang kerjanya, bersiap untuk tidur. Ia masuk ke kamar mandi dan mencuci wajahnya. Namun, saat mengangkat wajahnya setelah mencuci dan melihat ke arah cermin, ia sangat terkejut saat melihat sosok Nirbita yang ada di belakangnya. Pak Tono yang terkejut langsung berbalik. Namun, saat berbalik ia tak melihat siapapun, tak ada siapapun di kamar mandi itu selain dirinya, membuat Pak Tono kembali melihat ke arah cermin dengan masih ketakutan, Sosok yang tadi dilihatnya sudah tak ada, ia bergantian melihat ke arah cermin dan juga ke arah belakangnya. Namun, ia tak melihat apapun.

"Pasti ini hanya halusinasiku," gumamnya kemudian ia keluar dari kamar mandi menuju ke tempat tidurnya, di mana istri keduanya sudah tidur di sana.

Pak Tono mau ngambil ponsel dan mencari tahu informasi tentang villanya dan di sana begitu banyak informasi mengenai foto Nirbita, penemuan mayat Nirbita di villa itu.

Villa itu merupakan villa milik almarhumah istri Pak Tono, semenjak membeli dan sampai sekarang ada orang yang dipercayakan untuk mengelolanya. Almarhum istri Pak Tono tak percaya pada suaminya, sehingga ia datang ke sana di saat waktu tertentu saja dan kejadian hari itu tak ada yang tahu jika Pak Tono habis mendatangi kediaman itu sebelum peristiwa kematian istrinya dan Nirbita, membuat mereka semua tak ada yang curiga dengannya, jika mungkin saja ia juga terlibat dalam kematian Nirbita dan yang saat ini dicurigai hanyalah orang kepercayaan almarhumah istri dari Pak Tono, yang dipercayakan untuk mengelola villa tersebut.

"Ini hanya halusinasiku saja, karena terbawa dengan ramenya berita yang mengenai pembunuhan Nirbita," ucap Pak Tono kemudian ia pun menyimpan kembali ponselnya dan bersiap untuk tidur.

Namun, saat setelah memenjamkan mata, tiba-tiba Pak Tono kembali membuka mata saat merasakan ada sesuatu yang menyentuh kakinya, sesuatu yang terasa dingin. Pak Tono melihat ke arah kakinya. Namun, tak ada siapa-siapa, kamar itu hanya diterangi oleh lampu tidur yang cahayanya samar-samar membuat Pak Tono mengambil kacamata yang sudah diletakkan di atas nakas disampingnya dan melihat di sekelilingnya, tak ada siapa-siapa, membuat Pak Tono hanya memperbaiki selimut dan ditutupi seluruh kakinya. Kemudian, ia pun kembali memejamkan mata. Namun, lagi-lagi lampu tidur di sampingnya berkedip-kedip membuat Pak Tono lagi-lagi terbangun dan melihat lampu itu yang terus saja berkedip dan saat melihat ke arah istrinya, ia melihat Nirbita berdiri di samping istrinya, berdiri dengan wajah menatapnya dengan kemarahan membuat Pak Tono menjerit ketakutan. Istrinya yang tadi tertidur, kini langsung terbangun.

"Ada apa?" tanyanya mencoba menyadarkan Pak Tono dari ketakutannya yang masih menjerit. Istri Pak Tono yang bernama Nana menyalahkan lampu, membuat kamar itu terang benderang Nirbita pun hilang membuat Pak Tono menjadi kebingungan.

"Ta-di-tadi, aku melihat dia," ucapnya dengan nada ketakutan.

"Siapa? Siapa yang Bapak lihat?" tanya Nana. Namun, Pak Tono hanya terus menunjuk ke arah di mana tadi Nirbita berdiri. Ia tak bisa berkata apa-apa, dia sangat jelas melihat sosok Nirbita berdiri di sana dengan kemarahan di wajahnya. Sampai pagi Pak Tono tak bisa tidur, ia terus ketakutan, walau Nana sudah menjelaskan jika tak ada apa-apa di kamar itu, mereka semua dalam keadaan baik-baik saja.

Setelah pagi pun tiba, Pak Tono langsung memeriksa jimat yang ditempelnya di atas pintu, menanyakan kepada satpam apakah ada orang lain yang masuk semalam, tapu Satpam mengatakan tidak ada siapapun yang datang.

Pak Tono kembali melihat jimatnya di atas pintu utama, masih ada disana.

"Lalu siapa yang aku lihat semalam mungkinkah itu memang arwah Nirbita atau hanya orang yang ngerjainku," gumamnya lagi. Kemudian, ia kembali mengarah ke pohon besar yang ada di belakang kediamannya, juga mengecek jimat yang disimpan disananya. Jimat itu juga masih ada di sana, membuat ia merasa lebih tenang.

"Berarti semalam memang hanyalah halusinasiku yang terlalu terbawa berita-berita yang sedang viral, sebaiknya aku tak melihat berita-berita itu lagi," gumamnya, kemudian ia pun kembali masuk ke dalam rumah menikmati sarapan yang dibuat oleh istrinya. Namun, tiba-tiba kopi yang diminumnya berubah menjadi berwarna merah.

"Apa ini? Aku kan minta kopi!" ucap Pak Tono pada istrinya.

"Aku membuat kopi, itu adalah kopi. Apa maksudmu?" tanya Nana yang merasa yakin jika ia membuat kopi, bukan minuman lainnya.

"Jika kopi, lalu kenapa warnanya menjadi merah seperti ini, kamu seperti menyajikanku secangkir darah saja," ucap kesal Pak Tono membuat Nana yang sedang sibuk di dapur pun menghampirinya dengan kesal. Nana menuangkan ulang kopi yang berada di cangkir ke dalam gelas transparan dan terlihat jelas jika yang dituang istrinya adalah kopi. Pak Tono mengucek-ngucek matanya setelah membuka kacamata yang bertengger di hidungnya dan yang dilihat juga adalah kopi.

'Lalu kenapa tadi berwarna merah?' batinnya lagi.

"Sepertinya kacamata Bapak harus diganti," kesal Nana, kemudian ia pun balik ke dapur membuat sarapan untuk mereka.

1
Clara Safitri
seru thor novelnya..lanjut😘
azka
dah lah kawen aja
azka
hahahahahha
ada pulak ya kan hantu bisa gtu
azka
hahahahah
auto ngompol kalau gitu thor
Ganuwa Gunawan
hebat kalian..sukses buat Nirbita akhir nya bebas juga
Ganuwa Gunawan
mungkin d situ jasad nya berada..ayo Kalandra semangat..
Ganuwa Gunawan
ayo pak bantu Kalandra Menemukan jasad Nirbita
Ganuwa Gunawan
jng ngagetin apa Nirbita..
Ganuwa Gunawan
aduh maaf bngt ya Nirbita.aku takut..
Ganuwa Gunawan
hebat dah ama Kalandra d senyumin hantu kok malah balik senyum..kita nih auto langsung pingsan
Santi Siti Sadiah
suka
Kartika Sari
lanjut lagi donk cerita nya D tunggu kelanjutan ny
Indah Batam: Aku mampir kakak, bagus keren banget ceritanya.. salam dari- Gairah Ayah Tiriku
total 1 replies
Mina Ina
makanya pk jadi orang jangan jahat cepetan tobat
Ria Ricis KW
mungkin masih ada hal yang ingin nerbita selesaikan
Ria Ricis KW
semoga Kaliandra menemukan petunjuk.kasihan nerbita
Nm@
Mampir kak
M Anha🌹 Ig: anha5569🌹: makasih kk
total 1 replies
Ria Ricis KW
semangat
M Anha🌹 Ig: anha5569🌹: makasih kk.
total 1 replies
Ria Ricis KW
nerbita ini di bunuh atau apa si..?
M Anha🌹 Ig: anha5569🌹: nnt juga ketahuan kk🤗
total 1 replies
Ria Ricis KW
makin penasaran aku😀
Ria Ricis KW
penasaran sama peristiwa nerbita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!