NovelToon NovelToon
KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN VERSI ANDRI

KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN VERSI ANDRI

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:85.8k
Nilai: 5
Nama Author: Andiyas

Jika kebanyakan orang tua tidak ingin anaknya pacaran. Berbeda dengan orang tuaku. Aku dituduh menyimpang lantaran terlihat tidak pernah berdekatan dengan perempuan. Bahkan Papa sampai menjodohkan aku.

Aku pun pergi meninggalkan rumah demi menghindari perjodohan itu.

Tapi kemanapun aku pergi, Papa selalu menemukanku. Hingga aku menemukan sebuah kos-kosan sempit dan memutuskan tinggal di sana.

Aku pun mulai menjalani warna-warni kehidupan di kosan itu. Dan di sana pula aku bertemu dengan perempuan itu.

Di sarankan untuk membaca KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN yang versi Tisa terlebih dahulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andiyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keributan

Aku berusaha untuk terlelap dengan bantal yang masih menutupi kepala.

"Dasar jal*ng! Setelah menghabiskan uangku, kau main di belakangku hah?!!" teriakan itu menembus bantal yang menutupi telingaku.

Ya ampuun!! Kalau kayak gini ceritanya, aku nggak akan bisa tidur!!

Teriakan tadi disusul suara pukulan yang begitu keras.

Kusambar hp untuk melapor pada Ibu kos. Tapi tidak ada nada tersambung. Suara pukulan di luar juga masih terdengar.

Bahkan sekarang terdengar makin riuh. Terdengar juga teriakan Tisa.

Berulang-ulang aku menelepon Ibu kos. Tapi tak ada nada tersambung.

Kemudian terdengar lagi teriakan Tisa dan juga sudah tamparan.

"Ck. Apa yang dilakukan Tisa! Kenapa dia ikut campur urusan Mbak Lina sih! Memangnya dia bisa menolong Mbak Lina dengan tubuh kecilnya itu? Harusnya dia cukup melapor pada Ibu kos saja!"

Belum lagi suara teriakan Pipit. Makin menambah keriuhan di luar.

Aku berusaha mengabaikan suara riuh di luar sana dan kembali berbaring.

Berusaha memejamkan mata agar bisa terpejam. Biar saja aku tak ikut campur urusan mereka.

Aku hanya ingin ketenangan. Tidak baik ikut campur urusan orang. Hanya akan menimbulkan masalah.

Tapi dengan suara riuh diluar sana bagaimana aku bisa tidur?!

Kalau aku tidak keluar, pasti semalaman aku tidak akan bisa tidur.

Dengan kesal aku membuka pintu kamar.

Mataku terbelalak melihat pemandangan di luar. Seorang pria kekar berotot melayangkan tangannya hendak menampar Tisa.

GREP!

Aku sedikit bernafas lega. Beruntung aku sempat menangkap tangan pria itu sehingga tak mendarat di pipi Tisa.

"Siapa lagi ini?!! Mau jadi sok pahlawan ya?!" geram pria itu dan langsung menghempaskan tanganku.

Ada banyak tato di tangan berototnya. Matanya melotot menatapku. Seperti akan lompat dari lubangnya.

Apa aku akan menang melawannya?

"Lawan Om itu bukan perempuan, tapi saya!"

BUAKK!!

Aku meninju wajahnya sebelum dia duluan yang menunjukku.

Apa ini? Badannya saja yang kekar, tapi sekali pukul langsung tumbang.

Saat dia ingin bangun, langsung kuhujani dia dengan pukulan. Terus saja kupukul sampai dia tak bisa melawan.

Kupikir akan sulit memukulnya jika melihat badannya yang besar. Yogi yang mabuk saja masih bisa dibilang lebih kuat dibandingkan dengan Om ini.

"Stop, stop! Saya kalah!" cegah Om yang sedang kupukuli. Wajahnya sudah bonyok.

Aku pun langsung berhenti memukulinya. Tapi detik berikutnya dia langsung berdiri dan melarikan diri.

"Awas kamu ya Lina!" ancamnya sebelum berlari makin jauh.

Tisa langsung jatuh terduduk begitu Om tadi sudah pergi.

"Tisa, kamu nggak papa?!" Pipit langsung menghampiri Tisa dan memegang bahunya.

Tisa hanya mengangguk.

Apanya yang baik-baik saja? Badannya saja gemetar seperti itu! Kenapa sih dia sok-sokan nolongin orang?!

"Kalau kamu takut, kenapa kamu memaksakan diri untuk melawan orang yang menyeramkan tadi?!" Aku berjongkok di depannya.

Aku tak bisa menahan geram melihat sikapnya ini. Pipinya merah, sudut bibirnya juga berdarah. Pasti dia ditampar Om tadi.

"Lihat, bibirmu sampai berdarah karena ditamparnya!"

Tiba-tiba Tisa menepis tanganku yang sedang menyentuh ujung bibirnya yang berdarah. Padahal aku cuma ingin mengusap darahnya.

"Kalau kamu dari tadi ada di kamar, kenapa tidak keluar?!! Kenapa tidak sedari awal kamu keluar, sebelum semua orang dipukuli?!! Kenapa setelah semua orang dipukuli kamu baru keluar?!!" pekik Tisa marah.

"Lihat cowok itu! Dia sampai tidak sadarkan diri karena dipukuli Om tadi. Lihat Mbak Lina, pipinya lebam karena ditampar tangan besar itu!"

"Sudah semuanya, jangan bertengkar. Aku sudah cukup berterimakasih kalian sudah mau keluar menolongku," ucap Mbak Lina menengahi.

"Aku akan bawa Restu ke klinik untuk mengobati lukanya. Sekali lagi, terimakasih ya semuanya karena sudah menolongku," imbuh Mbak Lina.

"Akan aku antar kalian ke klinik!" Aku segera berdiri dan membantu memapah orang yang bernama Restu itu. Dia tak sadarkan diri dengan banyak luka di wajahnya.

"Tidak usah, di depan sini ada becak. Kami akan naik becak saja," tolak Mbak Lina.

Aku pun hanya mengangguk dan mengantarnya ke pangkalan becak.

Sepertinya Restu ini cowok yang tadi ada di kamar Mbak Lina. Mungkin pacarnya. Tapi kenapa cowok ini berbeda dengan cowok yang waktu itu berada di dalam toilet bersama Mbak Lina?

Memangnya ada berapa pacarnya Mbak Lina? Om itu juga marah pada Mbak Lina karena merasa diselingkuhi kan?

Aish. Kenapa aku jadi mikirin ada berapa pacar Mbak Lina!

Sepertinya aku harus pindah kos-kosan lagi. Om tadi juga mengancam Mbak Lina. Berarti dia akan datang lagi ke kosan dan membuat kerusuhan.

Gimana kalau dia mau balas dendam sama aku sambil membawa teman-teman premannya?

Ck! Sepertinya aku harus benar-benar pindah dari kos-kosan itu.

"Makasih ya," ucap Mbak Lina setelah sampai di pangkalan becak.

"Iya Mbak, sama-sama."

Setelah kepergian mereka, aku kembali ke kosan.

Terlihat Tisa sedang duduk di depan pintu kamarnya. Aku bisa melihat kalau tangannya masih gemetar.

Badan kecil gitu mau ngelawan Om tadi. Apa dia nggak mikir. Dengan dorongan satu jari Om tadi aja pasti dia akan jatuh!

"Kamu punya Betadine sama kapas nggak?" tanya Pipit. "Bibirmu luka, pasti perih!" Tisa menggeleng.

"Aku punya!" sahutku sambil membuka pagar kosan.

Tisa hanya melirikku sekilas. Lalu membuang pandangannya ke arah lain.

Apa? Apa dia marah padaku karena tadi nggak segera keluar?

Aku berlalu ke kamar dan mengambil kotak P3K. Aku bersyukur Mama selalu menyuruhku membawa kita obat ini.

Gegas aku keluar dari kamar dan menyodorkan kotak obat ke Pipit.

"Terimakasih," ucap Pipit.

Terlihat Pipit menuangkan Betadine ke kapas dan langsung mengarahkannya ke sudut bibir Tisa.

"Jangan langsung begitu!" cegahku. "Kita bersihkan dulu lukanya, biar tidak infeksi."

Aku meraih kapas dan Betadine yang ada di tangan Pipit. Lalu aku duduk di depan Tisa.

Tisa menatapku dengan tatapan tak suka.

"Aku bisa melakukannya sendiri!!" cegahnya berusaha meraih kapas dari tanganku.

"Diamlah, jangan bergerak. Aku akan membersihkan lukanya," ucapku dan mulai membersikan lukanya.

Tisa hanya diam ketika aku mengobati lukanya. Dia membuang pandangannya ke arah lain.

Di saat seperti ini saja di masih bersikap tak ramah padaku. Apa dia benar-benar nggak bisa bersikap seperti cewek pada umumnya.

Belum lagi kilatan matanya yang tidak bisa menyembunyikan rasa tidak suka. Dasar! Benar-benar deh!

Tak sengaja aku melihat ke dalam kamarnya yang terbuka.

Mataku tak sengaja menatap topi hitam dan jaket Hoodie warna hitam yang tergantung di dinding.

Itu topi yang sama persis dengan yang dipakai cewek yang menolong kucing waktu itu!

1
Kuma Bear
Luar biasa
Widodo Wilujeng
Setelah 2 minggu Tisa dirawat di rumah sakit, akhirnya diijinkan pulang oleh dokter.


satu bulan kemudian , acara resepsi pernikahan Andri dan Tisa pun digelar.. dan author pun datang ke undangan tsb menggandeng IBU KOS 😆😆😆😆
Widodo Wilujeng
Andri bego bgt sih.. kan dia udah booking cafe.. harusnya Tisa ditarik aja ke Kafe..
Ovira
nga dilanjutin sampai tisa dan Andri punya anak kak
Andiyas: nggak kak😁🙏 terimakasih sudah baca sampai tamat ya kak❤️❤️
total 1 replies
eL cHia
loh mendadak tamat kakk 😭
Andiyas: iya kak😁 makasih udah setia baca sampai akhir ya😍❤️ tak tamatin biar g muter-muter seperti para pembaca kak😁 makasih banyak udah setia baca ya kak😘❤️
total 1 replies
eL cHia
makasih totor sudah rajin update nya 😍😍
Andiyas: makasih juga udah setia baca ya kak❤️❤️😍
total 1 replies
Malihatul Hn
muter2 ceritanya
Andiyas: iya nih. yg nulis g becus. Mana nunggak berbulan-bulan lagi.
total 1 replies
eL cHia
masih setia disini 🥰
eL cHia
wahh andri ditungguin baru muncul nih
Andiyas: maaf Krn udah tidak bertanggung jawab sempat menelantarkan ya kak😟🙏🙏 terimakasih masih setia baca❤️❤️❤️
total 1 replies
Andi Sary Nova
semoga Tdk gegantung ky jemuran yg Tdk diangkat dihujani akhirx lumutan🤭🤪🤪🤪
Andi Sary Nova
kok nggk ada kelanjutanx lg jgn ngegantung dong ky jemuran yg terlupakan🤭🤪🤪🤪
Andiyas: 😁 maapken otor yg ecek-ecek ini. insyaallah nanti lanjut😁😁 makasih ya, usah mau mampir❤️❤️❤️
total 1 replies
Winarsih
lah kok gak lanjut
Salmah Hermansyah
lah, jadi berpisah dong Romi sama si Andri
Andiyas: Mak, aku NT-ku sedang tidak baik-baik saja 😭 ikon rekamanku bilang. gimana mau duber ini😭

makasih udah mampir ya Mak❤️
total 1 replies
Salmah Hermansyah
baru bab awal dah ngakak Ama kelakuannya si Romi yang bikin pada salah paham, ngakak baca pas dagunya dipegang. kebayang banget.astsga
Andiyas: makasih udah mampir Mak❤️❤️❤️😘😍 malu aku 🙈
total 1 replies
Salmah Hermansyah
cerita yang bikin ngakak, sedih baca ini ceria kembali. author nya keren banget. semangat Thor.
Malihatul Hn
muter 2ceritanya
Deddy Kurniadi
macet ceritanya
eL cHia
nakal bangettt ndri ndriii sumpah gemas
eL cHia
iseng banget andri sumpah
eL cHia
mulai seru mulai dari sini hihihi
Andiyas: terimakasih udah selalu mengikuti ya kak❤️❤️😚
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!