WARNING NOVEL INI BIKIN NGAKAK!!!!
JIKA KALIAN MENEMUKAN KOMENTAR BERBEDA DI SETIAP BAB-NYA MAAF YAH, DIKARENAKAN NOVEL INI SUDAH DIROMBAK JADI SISA-SISA KOMENTAR LAMA MASIH TETAP ADA.
Hanya Sefruit Kisah Lanjutan Dari Novel [I Love You Pak Arman] Melanjutkan Kisah Pernikahan Absurd Sasa dan Andra yang dituntut harus memberikan cucu untuk orang tua mereka.
Bagaimanakah keabsurdan kisah pernikahan antara guru dan murid ini, dan juga jangan lupa kekocakan Genk Gesrek Ria, Rizky, Nino yang siap mengocok perut para pembaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH. 16: Batu Banget Sih?
TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTAR TERBAIK KALIAN!
MENUJU ENDING EPISODE NIH SEMOGA KALIAN SUKA YAH!
Sasa dan Andra kini tengah memilah baju bayi untuk calon anak mereka, tetapi seperti biasanya perbedaan pendapat antara keduanya kembali terjadi.
Sasa merasa bahwa anaknya adalah Laki-Laki jadi dia memilih baju bernuansa Hitam putih.
Sedangkan Andra merasa bahwa itu Perempuan jadi ia memilih nuansa pink, tapi pemahaman dan pemikiran itu ditepis cepat oleh Sasa.
Jika kalian tanya kenapa mereka tidak tahu jenis kelamin anaknya ditengah canggihnya alat kedokteran, ini sudah menjadi kesepakatan antara Andra dan Sasa untuk menjadikan jenis kelamin itu sebagai kejutan nantinya.
"Batu banget sih pak? Anak kita laki-laki," Sasa bersikukuh dengan pendiriannya bahwa bayinya adalah laki-laki.
"Feeling saya tidak pernah salah, bayi kita pasti Perempuan Pao," balas Andra yang kali ini tidak ingin kalah.
Penjual yang ada di toko itu hanya melongo, mungkin dipikirannya kenapa tidak memilih warna netral saja seperti putih atau biru.
"Eh Pak, Aku yang hamil, jadi aku yakin banget kalau anak kita perempuan," Sasa melakukan pembelaan dengan taktiknya sendiri.
"Tapi saya yang membuatnya," goda Andra dengan senyum mesumnya.
Sasa terdiam pipinya memerah, ia lebih memilih menyerah dan berlari keluar dengan kesal, Andra segera memborong baju bayi dengan nuansa hitam itu sebelum akhirnya keluar menemui Sasa.
"Kamu marah yah Pao?" tanya Andra memeluk Sasa dari belakang.
"Gak,"
"Terus?"
"Bapak nyebelin dan menjengkelkan gak berubah sama sekali," jawab Sasa pada Andra.
Andra tersenyum kemudian mengambil dagu Sasa lembut, sebelum akhirnya Sasa merasakan bahwa akan ada yang keluar dari perutnya, rasanya seperti ingin buang air tapi sakitnya tak tertahankan.
Andra yang mengetahui bahwa Sasa akan melahirkan segera membawa Sasa masuk kedalam mobil dan melarikannya kerumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit, Andra berteriak kencang memanggil dokter, kemudian datanglah seorang dokter dengan tiga orang perawat yang membawa Sasa menggunakan bangsal masuk kedalam ruang persalinan.
Andra tampak panik, ini kali kedua ia menyaksikan prosesi melahirkan setelah lima tahun yang lalu, melihat istri temannya.
Ia masih sibuk mondar-mandir tak tentu arah sampai terdengar suara tangisan bayi yang membuatnya bernapas lega.
Andra segera masuk kedalam ruang bersalin dan melihat dokter tadi menggendong seorang bayi laki-laki yang Tampan, sedangkan Sasa tampak tak sadarkan diri yang membuat Andra panik dan langsung menanyakannya.
"Bu Sasa baik-baik saja, cuma sedikit kelelahan,"
Andra tersenyum lega, kemudian segera mengabari anggota keluarganya tentang hal ini.
Setelahnya Andra berjalan masuk kedalam ruangan Sasa dimana Sasa tengah tertidur pulas. Andra kemudian melihat bahwa bayinya merupakan anak kembar berbeda jenis kelamin. Sehingga kini Andra kini memiliki sepasang anak yang tampan dan Cantik.
"Namanya adalah, Adi Gibran Andra Anindito dan Alea Andra Anindito," monolog Andra mencium kedua malaikat kecilnya.
°°°°°
Sudah empat Jam Sasa tidak sadarkan diri, ia membuka matanya perlahan berusaha beradaptasi dan mencium dengan normal karena bau obat-obatan diruangan nya sangat menyengat.
"Kamu sudah bangun Pao?'
"Dimana bayi ki....," Andra menarik telunjuknya dibibir Sasa sambil berusaha menyuruhnya untuk diam.
"Bayi kita sehat, dia laki-laki dan perempuan, dia tampan sepertilku, dan cantik sepertimu," jawab Andra menyengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kembar beneran?" tanya Sasa pada Andra.
"Tapi tenang aja, Saya udah beli satu toko untuk perlengkapan kedua anak kita," jawab Andra santai.
Sasa hanya melongo kemudian tersenyum lega setidaknya dia tahu bahwa suaminya benar-benar menyayanginya.
- TBC
*HORANG KAYA MAH BEBAS!