NovelToon NovelToon
Adella

Adella

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Action / Cintapertama / Tamat
Popularitas:155.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eliz

Adella Rahma Prameswari

Apakah ada yang lebih buruk dari hidupnya??

√ Ibunya dibunuh tanpa dia tahu siapa pelakunya
√ Selalu diganggu oleh kakak kelasnya yang gila
√ Kehadiran Ibu tiri yang tiba tiba.

Menyerah? Tidak, Adel tak ingin kalah. Dia memilih untuk berjuang menyelesaikan satu per satu masalah hidupnya.
Apakah Adel akan berhasil melakukannya?

( Hanya sebuah kisah tanpa arah.
hasil keputus asaan penulis terhadap ide yang tak dapat tercurah.
silakan berkeluh kesah, sopan santun sudah pastilah)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eliz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

" Katanya kalian habis main – main? Kok Lo gak ada bau darah sih?" tanya Adel saat masuk ke dalam mobil. Setelah kembali dari kelas Key, Adel langsung menujju ke ruang BK dan kesiswaan untuk meminta ijin keluar dari sekolah lebih awal karna perasaannya tidak enak terhadap Rafa. Entah apa yang merasukinya, dia mendadak peduli pada lelaki menyebalkan itu.

" Saya memiliki baju cadangan nona, baju saya tadi langsung saya bakar nona agar tidak menimbulkan masalah. Nona mau diantar kemana?" tanya Joy sambil melihat jalanan yang cukup ramai, memastikan tidak ada yang mengikuti mereka ataupun membahayakan mereka. Apalagi saat ini Joy sedang bersama target utama pesaing bisnis tuan Prameswara.

" Ke rumah sakit A, Rafa kecelakaan katanya, gue mau lihat dia soalnya tadi temannya datang ke gue. Takutnya dia mati dan mau ketemu gue, gue kan jadi gak enak," ujar Adel tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel. Joy langsung terkekeh tanpa sadar, hal itu membuat Adel mendesis tak suka.

" Tidak saya sangka Nona bisa bersimpati dengan lelaki itu, Nona tidak perlu berpura – pura di depan saya jika nona memang peduli, saya bisa merasakannya. Jangan dikira saya yang sudah ada di samping Nona sejak Nona masih SD tidak bisa mengetahui hal itu," ujar Joy panjang lebar, membuat Adel menatap lelaki itu tajam.

" Wah, Joy udah pintar ngomong ya sekarang, udah jadi cerewet gini, siapa yang ngajarin?" tanya Adel dengan nada yang menyindir. Joy kembali terkekeh dan melakukan anonim seakan dia sedang mengunci mulutnya dan diam setelah itu. Joy kembali fokus pada jalanan sementara Adel masih saja melihat ponselnya.

" Eeem, Nona, ada yang ingin saya bicarakan dengan Nona," ujar Joy saat dia mengingat apa yang akan dia katakan tadi pagi, Adel langsung menengok dan menatap Joy dengan tatapan bertanya. Memang apa yang sebegitu penting sampai Joy seakan mendesaknya untuk mengetahui hal ini. Joy tidak akan memberitahunya hal yang tak penting, itu bukan gayanya.

" Saya sudah tahu siapa dalang dibalik teror yang Nona terima. Saya yakin nona akan terkejut saat mendengarnya dan sama seklai tidak menyangka," ujar Joy dengan senyum yang lebar. Adel semakin penasaran karna Joy tampak sangat antusias. Adel menggerakkan dagunya seakan bertanya siapa yang melakukan itu?

" Silakan nona lihat sendiri, saya sudah cetak hasil bukti yang saya temukan," ujar Joy yang menepikan mobilnya sebentar dan mengambil sebuah map yang ada di kursi belakang dan memberikannya pada Adel. Lelaki itu kembali menggerakkan mobil yang mereka tumpangi agar lekas sampai ke rumah sakit.

" WHAT?! Jadi selama ini yang Teror Gue, Key sama Luna itu Lucy? Sahabat gue sendiri Joy? Wah, gue gak nyangka sama sekali, hidup gue jadi kayak di drama – drama gitu, dikhianati sama sahabat sendiri. Amazing amazing," ujar Adel sambil membalik tiap lembar yang sudah dia baca sampai lembar terakhir.

Adel melemparkan kembali map itu ke kursi belakang dan menggelengkan kepalanya dan memegang dadanya yang terasa sesak. Sahabat yang dia kira polos, bodoh ternyata merupakan ular berbisa yang sudah menyemprotkan bisanya kepada dirinya dan Luna. Bahkan motif gadis itu masih tak jelas mengapa dia menyerang Adel.

" Gue harus peringatin Luna, tapi gue gak bisa langsung bilang ke dia secara terang – terangan gitu, gue harus gimana Joy? Gue gak mau persahabatan ini pecah, tapi gue juga gak mau Luna kenapa – napa, ini motif dia ngeri banget sama Luna," ujar Adel yang menatap Joy dengan tatapan khawatir.

" Nona, saya rasa kita harus menyembunyikan fakta ini dulu dari teman – teman Nona, karna kita juga belum tahu motif Nona Lucy melakukan semua ini pada Nona. Jika kita mengungkap sebenarnya, bisa saja mereka yang ada dibalik teror Nona malah lepas dan bisa menyakiti Nona lagi. Nona harus lebih berhati – hati setelah ini."

" Kalau gue mah tenang – tenang aja tentang masalah itu, kan gue punya Lo. Lo yang harus jagain gue dari apapun itu. No matter what, no matter who, Lo harus jagain gue. Ya kan?" tanya Adel yang mendadak ceria. Joy terkekeh dan mengangguk, memang sudah menjadi tugasnya untuk menjaga Adel. Meski dalam hatinya dai tulus menjaga gadis itu.

" Nona, kita sudah sampai. Nona mau saya ikut ke dalam atau menunggu?" tanya Joy sambil memasuki gerbang sebuah rumah sakit yang cukup besar di kota itu. Adel meminta Joy untuk ikut karna dia tak tahu apa yang akan dia hadapi di dalam sana, dia tentu membutuhkan Joy jika sesuatu yang buruk terjadi.

" Baik nona, saya akan berada di belakang Nona. Tapi kalau boleh saya memberi saran sebagai kakak dan sebagai seseorang yang sangat lama menjaga Nona, saya harap Nona berhati – hati pada Rafa. Dia sangat misterius dan saya bahkan tidak bisa menemukan informasi tentang dia secara detail."

" Maksud Lo gimana? Bukannya gampang ya buat nyari info kayak gitu?" tanya Adel sambil keluar dari dalam mobil setelah mobil mereka berhenti di sebuah parkir mobil. Joy menggelengkan kepalanya sambil keluar dari dalam mobil. Dia pun heran mengapa sangat sulit menemukan informasi tentang lelaki bernama Rafa itu.

" Sangat sulit nona. Bahkans aya tidak bisa menemukan informasi orang tua kandungnya dan keluarganya. Seakan dia tak pernah lahir atau mungkin seseorang sudah menghapus semua riwayat hidupnya. Orang tua Rafa saat ini adalah orang tua angkat, hanya itu yang bisa saya tahu," ujar Joy yang sebenarnya ragu untuk mengatakannya pada Adel.

" Cari tahu terus dan kabarin gue kalau ada info. Gue udah yakin pasti ada yang gak beres sama dia yang tiba – tiba aja minta gue jadi pacarnya. Tapi apa motifnya? Dia siapa?" tanya Adel yang tentu saja tidak bisa dijawab oleh Joy. Lelaki itu menarik tangan Adel dan seakan membisiki sesuatu.

" Jika kita tak bisa menemukan informasi itu dari luar. Nona harus mencari tahu dari dalam. Jika dia berniat jahat dengan mendekati Nona, Nona harus cari tahu alasan dia jahat dengan mendekati dia. Maaf saya harus mendekat dan berbisik, ada yang mengawasi kita," ujar Joy yang memegang pipi Adel dan menitup mata gadis itu.

" Sudah nona," jawab Joy sambil menjauhkan dirinya dari Adel, sekaan dia sedang membantu Adel yang sedang kelilipan. Adel yang paham langsung mengucek matanya dan mengucapkan terima kasih sambil mereka tetap berjalan ke arah kamar yang sudah dikirim Rafa tadi pagi. Ketika dia menemukannya, Adel langsung mengetuk dan membuka pintu kamar tersebut.

Adel langsung terkejut saat melihat seorang pria dengan wujud nyaris seperti mumi karna satu tubuhnya dibalut kassa, menyisakan sedikit mukanya karna kepalanya pun juga terbalut rapi. Adel kembali keluar dari dalam kamar untuk melihat nomor ruang inap itu.

" Benar kok nomornya, tapi kenapa yang di dalam sana Mumi? Itu beneran Rafa yang jadi mumi? Demi apa itu Rafa yang jadi mumi gitu? Kok gue jadi kasihan?" tanya Adel pada dirinya sendiri sebelum akhirnya kembali masuk ke dalam kamar itu dan berjalan mendekat ke arah tuan mumi yang ada di sana.

" Kenapa balik lagi? Gue minta maaf anget karna gue gak bisa ke restoran malam itu. Gue udah mau ke sana tapi tiba –tiba gue ditabrak gak tahu sama apa dan gue udah ada di sini. Ponsel gue juga remuk pas ditemuin. Gue gak sengaja Del," ujar Rafa yang tampak merasa sangat bersalah.

" Lo.. Lo ketabrak? Te.. Terus, Lo .. Lo gak kenapa – napa?" tanya Adel dengan pelan dan hati – hati. Tanpa sadar Adel mendekat dan membelai kepala Rafa yang terbungkus kassa, dia merasa kasihan dan sedih melihat Rafa seperti itu.

" Ya, Lo gak usah khawatir, paling gue Cuma butuh satu minggu buat pemulihan. Gak usah bilang siapa pun di sekolah. gue gak mau berita ini heboh. Biar gue atasin sendiri aja. By the way, makasih Lo udah mau ke sini. Ini support terbaik yang gue dapat sih," ujar Rafa yang sebenarnya tersenyum, namun Adel tak bisa melihat itu.

" Satu minggu? Lo bercanda? Luka sampai penuh gini satu minggu pulihnya? Lo Astro boy? Atau Bo Bo Boy?" tanya Adel dengan nada sengit. Apakah Rafa selalau menyombongkan diri seperti ini? Sikapnya sangat tengil dan membuat Adel kesal. Rafa sedikit tertawa dibalik tubuh kakunya.

" Nanti juga Lo bakal tahu gue sekuat apa, dan harusnya Lo tuh aminin dong waktu gue bilang gue bakal sembuh dalam waktu seminggu, gimana sih," ujar Rafa dengan nada sedih. Adel menghela napasnya dan mengurut pelipisnya. Bahkan dia masih heran dengan dirinya sendiri yang saat ini berada di hadapan lelaki seperti Rafa.

" Iya, iya. Amin, udah kan? Puas kan Lo?" tanya Adel yang membuat Rafa tersenyum dan mengangguk samar. Lelaki itu memang tampak sungguh kesakitan dan sangat menahan rasa itu di hadapan Adel demi mndapat kesan lelaki kuat yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh Adel.

" Tapi bukannya Lo gak peduli sama gue ya Del? Kok Lo ada di sini sekarang? Lo khawatir ya sama gue?" tanya Rafa yang masih sempat – sempatnya menggoda Adel.

" Gue takut Lo mati padahal Lo pengen banget ketemu sama gue, jadi gue sempatin waktu ke sini. Lo gak usah Geer, gak ada yang kayak Lo pikirin itu," jawab Adel dengan cepat, namun belum membuat Rafa puas untuk menggodanya.

" Emang Lo tahu yang gue pikirn? Emang Lo bisa baca pikiran gue? Atau karna Lo udah jatuh cinta sama Gue jadi Lo tahu apa yang gue pikirin? Jadi diam – diam Lo udah care sama gue ya?" tanya Rafa bertubi yang membuat Adel terdiam dan menjadi malu.

" Kalau Lo ngomong lagi, gue bakal bikin Lo gak bisa ngomong sampai sebulan ke depan," ujar Adel yang membuat Rafa tergelak, namun dia langsung terdiam karna merasa nyeri di seluruh tubuhnya. Dia memang tidak boleh banayk bergerak untuk sementara waktu.

" Gue mau ngomong tapi gak godain Lo. Besok gue berangkat ke luar negeri buat urus nih badan. Selama gue gak ada, Lo jaga diri ya? Gue tahu Lo punya pengawal pribadi yang hebatnya kayak gitu, dan di sekolah gue juga udah utus orang buat jagain Lo. Tapi Lo tetap harus jaga diri karna gak ada gue."

Adel terdiam, benar- benar membisu. Pertama, Rafa tahu tentang kehebatan Joy padahal mereka tidak pernah menunjukkan di depan Rafa kehebatan Joy. Kedua, ternyata Rafa memerintahkan seseorang untuk membuntutinya. Apa yang sebenarnya diincar oleh Rafa yang ada pada dirinya?

" Gue Cuma ijin sama pihak sekolah sampai istirahat, dan gue ada pertandingan lagi setelah ini. Gue balik dulu ya. Lo baik – baik di negara orang. Kalau Lo bikin kasus malah Lo jadi tahanan negara orang, gak lucu banget,' ujar Adel dengan ketus sambil memakai lagi tas yang tadi dia lepaskan/

" Gue tahu ada kekhawatiran di situ dan gue tahu ada sebuah perhatian di situ. Makasih ya, Lo pulang sama siapa? Mau diantar gak sama nih cecungut satu?" tanya Rafa yang membuat salah satu teman yang ada di sana. Adel menggeleng sambil berdiri, menatap Rafa dari ujung kepala hingga kaki.

" Gue sama Joy pulangnya. Gue pulang dulu," ujar Adel yang diangguki pelan oleh Rafa. Adel langsung keluar dari dalam sana dan berjalan ke arah taman rumah sakit dimana Joy mengatakan dia menunggunya di tempat itu. Setelah pintu tertutup, senyum di wajah Rafa menghilang, berganti dengan wajah khawatir menatap pintu yang tertutup itu.

" Lo yakin gak mau bilang apa – apa ke dia? Bahkan Lo sampai kayak gini karna coba lindungin dia. Lo benar – benar udah jatuh cinta sama dia? Kenapa Lo gak akan rugi kalau Lo ikutin apa kata Bos." Arya mencerca Rafa yang hanya diam dan malah langsung memejamkan matanya.

" Gue punya cara sendiri untuk mencapai tujuan gue. Tugas Lo Cuma support gue dan bantu gue kalau gue mita bantuan Lo. Gue gak akan libatin Lo di masalah ini. Dan perkara gue suka sama dia atau enggak, gue gak tahu, gue juga bingung. Yang jelas gue mulai sedikit merasa kasihan sama takdir dia."

" Takdir? Lo bilang takdir? Lo bisa ubah itu kalau Lo mau, tapi Lo udah ngeyel kalau dibilangin sama gue. Lo bahkan tahu sendiri akibatnya kan? Bos bahkan celakain Lo sampai kayak gini dan gak mau bunuh Lo sekalian. Lo ikir itu buat apa? Dia mau memperingati Lo kalau dia gak main – main dan dia mau ngingetin Lo kalau nyawa Lo di tangan dia."

" Lo udah temenan sama gue berapa lama sih? Gue udah tahu semua itu dan gue juga terima aja kayak gini. Seakan sekarang hidup gue udah gak ada harganya lagi, bahkan semua gerak gue harus diatur sama dia. Tapi gue cowok yang berpegang pada apa ynag gue yakini."

" Entah kenapa ada banyak hal yang harus gue tahu tentang tuh cewek sebelum gue turutin semua mau Bos, dan gue gak mau gegabah langsung serahin dia gitu aja ke Bos, gue kayak lihat sesuatu dari dia yang bisa bikin gue mengakhiri semua ini."

" Kenapa Lo gak bisa lakuin hal yang sama ke cewek – cewek yang sebelumnya? Kenapa Lo bikin mereka semua gila bahkan sampai bunuh diri? Kenapa baru sekarang Lo ngerasa kayak gini?"

" Gue juga gak tahu, mungkin benar kata Lo. Gue mulai care dan ada rasa."

1
Ryvq Alvin
koq mkin ksini ceritay makin ngk jls y kk,bukany sich Agatha pacaran SM sich agung y??ni tiba" pacaran SM kk kelasy.
SHLDC’s Company
menurutku omongan anak 2 yg baru masuk sma,kok terlalu dewasa ya...
Syafiera Al-fariez
🤗
Winsulistyowati
Uda Tamat Ya Thor..??
Winsulistyowati
OPO Uwu Thor..??
Winsulistyowati
Ojo ngamuk'an ta Del..Sabar say..
Winsulistyowati
Adel Lo Baik Thor..cuma kasar n ceplas ceplos..kurang kasih syang dia..hmm.Semangat Adel say..🖐️😍💪💪
Winsulistyowati
Asiiik Thor..😍♥️👍
Winsulistyowati
Agatha Kliatan ya Cupu..tpi dia punya kelebihan..intinya jangan Meremehkan kn orang ..ok Thor..Siip👍👍🖐️
Winsulistyowati
Thor..Visual Tokohnya Keren..suka👍🖐️
Winsulistyowati
Kya'e Seruu ni Thor..
Nyi Arifin Bwi
keren jut thor
minawati
keren banget novel nya,dan saya mendapat misi mengisi suara novel ini semoga ajah lolos riview😊
Syafira
ini ngga ada up nya thor
pelangi senja🌈🌆
ini yang lanjutan hopeless ye kan
Yhuliiantii
ko lama ga up thorr . lanjutt
Yhuliiantii
lanjut thor ..smngatt juga nulisnya 😍💙
Arara Style
uwu😀😀
Arara Style
lanjutannya kapan kk??
cilaa
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!