NovelToon NovelToon
MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Balas Dendam / Mafia / Mengubah Takdir / Chicklit / Tamat
Popularitas:55.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zheyra

Kisah ini menceritakan mengenai gadis bernama Sofia gadis muda yang lahir di penjara karena mendekam di penjara karena fitnah dari seseorang.

Ibunya meninggal setelah melahirkan Sofia, hidup di dunia yang keras dan merasakan pahitnya penjara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zheyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau musuhku

Sedikit demi sedikit orang-orang yang sudah mengkhianati ibunya telah di singkirkan oleh Sofia, tak ada keraguan, tak ada rasa kasihan. Sofia sekarang benar-benar tidak mempunyai hati sama sekali.

Beberapa hari ini Sofia membuat para staf kurang ajar sudah di singkirkan. berita mengenai pewaris sah perusahaan QUEEN QUINA sudah menyebar begitu cepat.

"Aku minta padamu Cari tahu mengenai orang itu, aku akan memberikan dia pembalasan karena pria itu sudah membunuh gadis kecilku." ucap Sofia yang terlihat mencari tahu siapa sebenarnya Xander.

"Memangnya kenapa kau mencari pria itu?" tanya Gerald junior.

"Pria itu telah membunuh gadis kecilku." jawab Sofia.

Seatap dengan Gerald namun tidak pernah berdekatan. Sofia dan Gerald bagaikan bayangan yang tersembunyi.

"Kau sudah makan?" tanya Sofia.

"Kau tidak usah bersikap sok baik padaku, Sok perhatian atau apapun. aku tidak menyukai semua perhatianmu itu jadi camkan perkataan ku, ingat baik-baik aku membantumu hanya karena Ayahku bukan hal yang lain dan aku sudah bilang kan padamu Kalau tidak ada hubungan apapun antara kita.." perkataan yang dikeluarkan oleh Gerald benar-benar begitu tajam. perkataan itu bagaikan pisau bermata dua, menyerang dari sisi kanan terkena, menyerang dari sisi kiri pun terkena.

"Aku tanya kepadamu, Mengapa dari dulu sampai sekarang kau tidak pernah menyukaiku? Apakah aku pernah berbuat salah kepadamu?" tanya Sofia kepada Gerald. hanya sebuah senyum sinis, senyum yang seolah mengatakan kalau kamu adalah wanita yang benar-benar menyedihkan.

Sofia hanya bisa terdiam menatap pria yang selalu dia tatap, beberapa tahun ini seorang pria yang selalu dia lihat hanya punggungnya saja, tidak pernah sekalipun Gerald menatapnya berbicara dengannya atau bertegur sapa sama sekali

"Itu semua bukan urusanku, kau mau baik atau mau melakukan apapun padaku bahkan kau mencari muka kepadaku pun aku tidak akan pernah menanggapi semua yang kau lakukan. bagiku kau hanyalah wanita pengganggu, kau hanyalah parasit yang selalu bergantung kepada ayahku." jawab Gerald yang kemudian pergi meninggalkan Sofia.

Hanya rasa sakit yang didapatkan oleh Sofia dengan semua perkataan Gerald. Lalu, mengapa Tuhan tidak memberikan dia sebuah hadiah yang indah. membuatnya melupakan semua mengenai perasaannya kepada Gerald.

Sofia tumbuh dengan perasaan mencintai Gerald semenjak kecil. menatap pria itu dari kejauhan Namun nyatanya hati Sofia tidak pernah mendapatkan simpati, perasaan itu bertepuk sebelah tangan hanya ada senyum yang begitu pedas bahkan kata-kata yang selalu menyakitkan.

"Sebenci itukah kau kepadaku hingga tak pernah sekalipun kau memiliki perasaan padaku, sehina itukah diriku hingga kau tidak mau melihatku. Seburuk itukah diriku hingga kau hanya berpaling tanpa ingin melirikku sama sekal.

Perasaan Sofia adalah perasaan yang hampa, tanpa ada orang yang mau menerimanya tanpa ada perkataan yang bisa membuatnya sedikit bahagia. Sendiri itulah sekarang yang selalu dialami oleh Sofia, terlihat wanita itu hanya sendiri sembari menatap rumah Megah yang sekarang dia tempat.

"Apa yang kau lakukan, Sofia?" tanya Raditya yang baru masuk ke dalam rumah Gerald.

"Tidak apa-apa, hanya saja Aku ingin berbicara dengan seseorang tapi tidak mempunyai teman untuk berbicara." jawab Sofia. tubuh yang disandarkan di sofa dengan tatapan mata yang menatap ke langit-langit ruang tamu.

"Apakah kau ingin bercerita ataukah kau merindukan seseorang?" tanya Raditya.

Seketika Sofia menoleh menatap pria yang memberikan nyawa untuk yang kedua kalinya.

"Pernahkah kau sendirian Tuan Raditya?" tanya Sofia.

"Aku kan juga bilang tidak usah memanggilku dengan sebutan, Tuan.. panggilan Namaku Raditya." jawab Raditya.

Sofia tersenyum kembali, dia menatap Raditya kemudian duduk sembari menatap langit-langit, Tak ada kata yang dikeluarkan Sofia ketika wanita itu menatap pria yang ada di depannya.

"Aku kesepian." ucap Sofia.

Mendengar perkataan seperti itu, tentu saja hal itu membuat Raditya terkejut. "Mengapa kamu kesepian?" tanya Raditya.

"Aku sebatang kara, tak berteman dan tak mempunyai keluarga." jawab Sofia.

Perkataan yang di ucapkan oleh Sofia membuat Raditya mengerti, gadis muda yang terlihat tegar, kuat bahkan terkesan angkuh itu ternyata begitu rapuh.

"Sudahlah, kamu tidak boleh seperti ini, kamu harus kuat untuk membalas dendam kepada mereka." jawab Raditya sambil memberikan semangat. Sofia baru merasakan sesuatu yang begitu berbeda, ada seseorang yang memberikannya dukungan, ada seseorang yang memberikan dia Harapan. seorang pria asing yang beberapa bulan lalu dia kenal. seorang pria asing yang entah menatapnya sebagai apa.

Keesokan hari akhirnya Sofia berada di perusahaan, melakukan pekerjaan sesuai petunjuk dari Raditya. semua dilakukan oleh Sofia untuk membalas dendam kepada orang-orang yang sudah membuatnya tidak berdaya.

TOK...

TOK...

TOK....

suara pintu Kantor Sofia diketok oleh seseorang, Sofia menatap Raditya yang ada di sampingnya.

"Apakah kamu mempunyai tamu?" tanya Raditya pada Sofia.

"Tentu saja tidak, memangnya aku punya tamu dari mana." jawab Sofia.

Seketika Raditya langsung beranjak dari samping Sofia dan membuka pintu kantor itu, tatapan mata Raditya menatap seorang pria yang tidak lain adalah Ayah dari Sofia.

"Selamat pagi!!" seru Fredrik Saat memasuki Kantor Sofia.

Raditya menatap pria yang ada di depannya, sesaat kemudian dia menatap Sofia. Sofia yang sedang menandatangani beberapa berkas Tentu saja dia langsung menghentikan semua aktivitasnya, Fredrik terlihat membawa begitu banyak buah-buahan. makanan dan lain sebagainya, tujuannya datang ke kantor Sofia hanya untuk mengambil hati Sofia. membuat Sofia menganggapnya sebagai seorang ayah, pria itu benar-benar menginginkan Tahta tertinggi di perusahaan Queen Quina.

"Putriku!" seru Fredrik Saat memasuki Kantor Sofia dan berjalan mendekati wanita muda itu. dia mulai berakting dengan semua kejeniusannya, Dia mulai menunjukkan isi jahatnya yang sebenarnya.

"Maaf, anda siapa ya?" tanya Sofia yang berpura-pura tidak mengenal pria yang ada di depannya itu.

"Putriku, ini adalah Ayah." jawab Fredrik

Dalam hati Sofia ingin tertawa terbahak-bahak saat mendengar Fredrik mengatakan kalau dia adalah ayahnya.

"Ayah, maksud Tuan apa Ya?" tanya Sofia dengan perkataan yang begitu menghina.

"Putriku, ini adalah Ayah. aku adalah ayahmu." jawab Fredrik.

Sofia nampak menyandarkan tubuhnya di kursi, menatap pria brengsek yang ada di depannya itu.

PROK....

PROK...

PROK...

suara tepuk tangan Sofia saat mendengar pria brengsek yang ada di depannya itu mengatakan kalau dia adalah putrinya.

"Wow kau benar-benar sangat luar biasa, berani sekali Anda mengakui aku sebagai putrimu. Memangnya siapa Anda?" tanya Sofia.

Fredrik menatap wanita muda yang ada di depannya itu, kalau dia tidak mengharapkan sesuatu dia tidak akan mungkin mau berakting sehina ini. berakting begitu pilu dengan semua kejahatan yang ada di otaknya.

** BERSAMBUNG **

mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊

1
Yunita Widiastuti
wis tamat...cepetmen.... makasih thor
Eka oktavia
Mulai baca…semoga menarik…cuss
shafrilla
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!