Namaku adalah Alicia keys,biasa dipanggil Alicia dengan kacamata bulat yang tebal dengan tubuhku yang gemuk,aku tidak bisa mengontrol berat tubuhku sendiri.Aku pernah mencoba diet tapi aku selalu gagal.Aku sudah tidak terlalu memperdulikan penampilanku apalagi setelah menikah.Aku sibuk mengurus rumah tanggaku sebagai seorang istri.
Pernikahanku tidak terlalu baik,aku mengira dengan pernikahan aku akan bahagia.Kenyataannya tidak,bahkan suamiku yang dijodohkan oleh orang tua kita sangat menyesal telah menikahiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Riskiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16.Menikah
Aku turun melihat kehidupan Amerika melalui jendela besar yang terdapat di kamarku,lebih tepatnya ruangan yang menyekapku.Semua terlihat indah,aku tak tau aku berada di ketinggian berapa kilo meter dari bawah,yang jelas semua pemandangan kota Amerika terlihat jelas.Sepertinya diriku berada di tengah perkotaan.
Keindahan kota Amerika tidak bisa mengubah diriku menjadi senang,karena aku masih memikirkan suamiku dan anakku.Entah hari ini mereka sudah sarapan,karena tidak ada diriku yang memasak.Atau Anakku Keyla bisa tidur nyenyak tanpaku membacakan cerita untuknya.
Aku masih tetap berdiri dan memandang tak menyadari Max telah masuk,biasanya suara kakinya selalu terdengar brisik dengan beberapa bodyguardnya.
"Waktunya makan."Ucap Max,Sambil mengambil sepiring makanan yang di siapkan oleh pelayannya yang mengikutinya.
"Aku tidak lapar!"Ucapku memandang Max dengan tajam.Aku tidak suka melihat wajahnya.Bahkan aku tidak sudi menikah dengannya.Lebih baik aku mati.
Tapi dia terus mengancamku.
"Pernikahan kita dipercepat besok,pastur akan pergi kesini."Ucapnya.Semudah itu Max membalikkan kehidupanku.
Dengan entengnya dia bilang bahwa aku akan menikah dengannya besok.Statusku masih bersuami,Max sudah tidak waras rupanya.
"Max aku masih bersuami."Jelasku.Max melemparkan Amplop.
Kejutan apalagi yang sedang dia rencanakan.Aku tidak mengerti.Aku membuka berlahan-lahan.Aku sangat terkejut melihat isi surat yang merupakan perceraianku dengan Rey.Tanganku gemetar,jantungku berdetak lebih kencang.Ada apa dengan mataku?Apakah benar yang kulihat ini?
"Tidak..ini tidak mungkin...Rey tidak akan menceraikanku.Ini palsu...tidak.."Tanganku sangat gemetar.Aku terduduk lemas dengan kertas di tanganku.Dan ku robek kertas itu.Aku tidak percaya suamiku yang ku tau dia sangat mencintaku,akan menceraikanku.Sungguh aku tidak percaya.Aku menangis tersedu-sedu.Air mataku mengalir sangat deras.
"Apa kau masih ingin menolakku."Ucap Max tersenyum lebar.
"Aku tidak percaya Max.Itu palsu kan!"Ucapku menarik kerah kemeja Max.Apa yang kau lakukan Max,bisa-bisanya Rey meminta cerai kepadaku.
"Aku tetap tidak ingin menikah denganmu,Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menikah denganmu.Tidak akan pernah..Walaupun Rey telah menceraikanku,aku lebih baik mati daripada menikah denganmu!"Lantangku.Max melepas tanganku dengan kasar dan mencengkram daguku.
"Apa kau bilang?Kau menolakku.Aku akan memaksamu.Pikirkan keselamatan anakmu dan suamimu Alic.Atau aku akan membunuhnya seperti kantornya yang berhasil aku bangkrutkan!"Jelas Max dengan cengkraman yang lebih kuat sehingga nafasku tersenggal-senggal.
Apa?ternyata dibalik kebangkrutan suamiku rupanya Max dalangnya!Tak kusangka dia pelakunya.Sungguh keterlalun.Aku sangat membencinya.Persetan,kau Max!Dasar iblis...
"Bunuh saja aku,Bunuh Max..bukannya kau ingin membalas dendam,karena aku berhasil mencebloskanmu ke penjara!"Lantangku lagi dengan nafas yang tak beratur.
"Tidak semudah itu Alicia Keys..Aku masih ingin menyicipi tubuhmu."Ucap Max dan melepaskan cengkaramannya.Aku berusaha mengatur pernafasanku.
***
Aku menatap diriku di cermin dengan balutan gaun berwarna putih.Aku menyetujui pernikahan ini bukan karena surat cerai itu.Aku tidak berdaya dengan ancaman Max menyangkut orang-orang terdekatku.
Entah berapa kali pengrias wajahku menambahkan make up kepadaku,karena selalu luntur karena air mataku.
Singkat cerita,Max sudah mengucapkan janji suci.Aku masih menangis.Pastur dan beberapa bodyguardnya baru saja meninggalkan kami di kamar ini.
"Apakah kau tidak senang menikah denganku?"Ucap Max tersenyum kepadaku.Aku hanya diam membisu.Max menghapus air mataku yang berada di pipi.Aku memalingkan wajahku.
"Apa kau puas?"Lantangku.Apakah kau puas Max,mengacaukan hidupku?Mengapa kau selalu mengombang-ngambing hatiku?Mengapa kau selalu mengganggu kehidupanku,baru saja aku merasakan kebahagian,kenapa kau selalu merenggutnya Max.
Bagaimana lagi,caraku untuk membuatmu sadar?Bagaimana lagi,agar otakmu yang gila itu menjadi waras.
"Tentu tidak sayang.."Ucapnya sambil membuka kunciran rambutku yang tertata rapi ketika menikah,sehingga rambutku jatuh tergerai dan menghirup rambutku yang dekat dengan leherku.
Aku memalingkan wajahku.Dan Max meraih wajahku kembali.Daguku masih di pegang dan aku masih terisak.Aku menjauhkan wajahku ketika Max mencoba mendekatkan wajahnya.
"Kenapa kau tidak berubah Max..apakah dinginnya ruangan tahanan tidak cukup untukmu."Ucapku sambil terisak.
"Karena disanalah,aku menjadi sadar..kau terlalu penting untuk kulepaskan Alic."Ucapnya.Apa?mungkin ada yang salah dengan otakmu Max.
"Hmmm...Aroma tubuh yang kurindukan."Ucap Max sambil mengendus-ngendus sekitar tengkuk leherku.
"Tidak..Max..jangan..."Aku menarik bajuku yang Max lepaskan.Aku memukul-mukul dadanya yang kekar.Namun tentunya aku tidak berhasil.Badannya yang kekar berhasil mengunciku,aku berada di bawah kungkungan Max.
"Diam..."Teriaknya menyergapku.Dan akhirnya dia berhasil menikmati tubuhku kembali dan lagi.
Aku tau aku telah resmi menjadi istrinya,tapi aku tidak rela jika tubuhku dia sentuh karena pernikahan ini hanyalah pemaksaan.
Max terus melakukan aksinya dengan sangat buas karena bukan waktu sebentar dia tidak bertemu denganku,enam tahun kita tidak saling bertemu.Aku mengira aku tidak akan melihatnya lagi.Nyatanya aku bukan hanya melihatnya saja tapi aku tidak menduga aku akan menjadi istrinya lagi.
"Aku sangat merindukanmu Alic.I Love you."Bisiknya, tepat di telingaku.Aku tetap menangis.Rasanya aku tidak ingin mendengarnya.Aku ingin menjadi tuli kepada perkataannya yang cukup manis dan mengancam itu.Singa tua brengs**k!
***
Cahaya dari jendela yang besar menyelinap di celah tirai yang tebal.Aku memicingkan mataku.Dan Max masih merangkul tubuhku.Aku ingin melepaskan tangannya yang kekar ini.Aku ingin mandi membersihkan tubuh ini.Aku merasa sangat menjijikkan.Aku berhasil berdiri,tapi pergelangan tanganku berhasil dia raih sehingga aku terlempar lagi ditubuhnya yang kekar.
"Max lepaskan aku"Ucapku,memohon.Cukup Max,jangan lagi.Kau sungguh sangat menjijikkan.
"Aku masih belum puas."Ucapnya.
"Max.."
Aku tidak berdaya seolah-olah aku adalah bonekanya yang bisa kapan saja dia permainkan.Hatiku sangat hancur.Mengapa tuhan terus mengujiku.Aku sangat merindukan Rey suamiku.Senyumannya dan kelembutannya selalu berada di pikiranku.Aku tidak mau tinggal bersama pria brengs**k ini.Aku tidak mau jika setiap hari aku melihat dirinya.
Dosa mana yang membuatku di hukum seperti ini.Di persatukan dengan orang yang sangat kubenci.Dulu aku sempat ingin memaafkannya.Namun aku tidak salah,dia tidak akan ku maafkan sampai kapanpun.Aku berharap Rey akan menemukanku dan menyelamatkanku nanti.Aku masih tetap berharap walaupun surat cerai itu asli,pasti Rey melakukan itu karena keterpaksaan.
Aku tetap mencintainya....