NovelToon NovelToon
Perawan Untuk Duda

Perawan Untuk Duda

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Cintapertama / Tamat
Popularitas:595.1k
Nilai: 5
Nama Author: sopiakim

"Maksud mamah apa nyuruh aku buat nikahin Ranti? Mamah jangan bercanda mah!" kesal Atlas karena permintaan mamahnya yang benar-benar diluar dugaannya.

"Ranti sudah lulus SMA dan kamu sudah sangat lama sendiri, bukankah kalian akan serasi jika bersama? mamah juga sangat yakin kalau Ranti akan menjadi istri yang baik untuk mu dan menjadi ibu yang baik untuk Aska anakmu!"

Atlas benar-benar tidak bisa menerima permintaan mamahnya karena itu adalah sebuah permintaan yang sangat tidak masuk akal bagi Atlas,ia sama sekali tidak pernah sekalipun memiliki niat untuk menikah dengan Ranti gadis muda dan belia itu.

jangan lupa yah like komen dan votenya. masukin juga yah ke daftar bacaan dan favorit kalian hehehe.

see you guys,salam dari author kentang ini hehehe 🤎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sopiakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Step 16: Kamu menyakiti ku.

Maaf yah baru up sekarang,dan cuma bisa up satu part sehari itu juga sebenarnya udah susah banget huuu, maklum yah anak semesteran akhir dan lagi nyusun proposal juga. Mohon doanya yah untuk kemudahan dan secepatnya bisa wisuda.

      Ranti keluar dari ruangan milik Atlas dengan perasaan mencelos dan belum lagi ia sedikit gemetar karena takut dengan tamu Atlas tadi. Jujur saja siapapun tahu kalau ia benar-benar tengah menggoda Ranti. Apa Atlas benar-benar hanya bisa mengatakan hal tadi saat melihat Ranti digoda oleh laki-laki lain?.

Ranti tersenyum merasa miris karena melihat reaksi Atlas benar-benar sama sekali tidak tegas seolah bukan masalah besar jika saja Ranti benar-benar digoda dan diambil oleh orang lain.

"Kamu benar-benar tidak ada dalam hatinya dan tidak berharga baginya,"ucap Ranti dengan mata sedikit memerah namun ia mencoba untuk tetap tenang.

Ia sadar diri dan juga sadar posisi kalau Atlas tidak memiliki perasaan apapun padanya dan tidak menganggap nya sebagai istrinya seperti yang sudah sering ia katakan selama ini kepada Ranti. Namun tetap saja bukankah sudah keterlaluan jika ia hanya membiarkan Ranti begitu saja digoda di hadapannya.

"Sudah tahu tapi kenapa masih sesakit ini?" Batin Ranti dengan pelan berjalan menuju ruangan khusus pembuatan minuman.

Ia meletakkan kembali nampan yang ia pegang tadi kemudian mencoba membersihkan beberapa peralatan disana yang sempat hilang dari tempatnya masing-masing. Tentu saja hal itu adalah perbuatan rekan kerjanya yang sama sekali tidak perduli dengan Ranti mereka pasti sengaja membiarkan nya begitu saja Agra Ranti yang harus membereskan nya.

"Kenapa tidak ada satupun yang menjadi temanku disini? Aku benar-benar tidak suka berada disini!" Ranti benar-benar sangat tidak menyukai kantor milik Atlas sebab tidak ada satu pun yang bisa menjadi teman nya disana termasuk Atlas yang lebih parah.

"Syukurlah semua pekerjaan sudah selesai aku kerjakan. Sekarang tinggal menunggu waktu pulang. Apa sekarang aku bisa yah jemput Aska ke sekolah nya,dia pasti sangat senang."

Saat Ranti berbalik ia dikagetkan oleh sosok laki-laki berumur yang merupakan tamu Atlas diruangan nya tadi. Laki-laki itu tepat berdiri dihadapan nya dengan tatapan yang sama kearah Ranti.

"Hai manis, kita bertemu kembali bukan? Bagaimana? Kamu senang kan?" Tanya laki-laki itu dengan senyuman menakutkan.

Ranti benar-benar takut kepadanya. Melihat tatapan serta senyuman nya benar-benar membuat ia gemetar karena sudah terlihat nyata ia adalah laki-laki nakal dan mesum.

"Ma,,maaf pak ada yang bisa saya bantu? Bapak ingin dibuatkan minum apa?" Tanya Ranti mencoba untuk tetap sopan karena biar bagaimanapun itu adalah tamu milik Atlas ia tidak ingin perlakuan nya bisa membahayakan bisnis Atlas.

Laki-laki itu tersenyum dan mendekat begitu juga dengan Ranti yang refleks menjauh dan mundur.

"Aku tidak butuh minuman manis,aku hanya butuh kamu. Bagaimana? Kamu mau membantu ku?" Tanya nya dengan nada yang sangat menakutkan.

"Ma,,maaf pak kalau sudah tidak ada yang bapak butuhkan. Saya permisi!"

Ranti mencoba untuk pergi dari ruangan itu karena sama sekali tidak ada orang disana. Belum lagi begitu sepi dan Ranti takut terjadi sesuatu yang ia takutkan.

Namun,saat Ranti hendak pergi tangan nya dipegang oleh laki-laki itu hingga ia sangat takut dan mencoba sekuat tenaga melepaskan tangannya. Bagaimana bisa ia tidak takut laki-laki itu sungguh sangat lancang memegangi tangan nya begitu saja.

"Akhh,," Ranti meringis saat ia berhasil melepaskan tangannya ia malah tidak sengaja terkena pisau yang terletak di dekatnya. Pergelangan tangan nya terluka sedikit parah namun ia tahan.

"Kamu benar-benar wanita tidak tahu diri yah, kamu hanya seorang pelayan disini kenapa begitu jual mahal?" Ucap laki-laki itu menarik Ranti mendekat kearah nya.

Ranti benar-benar gemetar karena laki-laki itu bahkan menekan bahunya dan jarak mereka sangat dekat hingga Ranti benar-benar sangat takut.

"Kalau kamu teriak maka aku bisa mengubah cerita bahwa kamu yang menggoda ku,maka kamu akan dipermalukan di kantor ini." Senyum laki-laki itu begitu licik.

Ranti benar-benar hendak berteriak namun mendengar ucapan laki-laki itu ia malah terbayang wajah Atlas yang mengabaikan ia saat digoda tadi. Dan sudah pasti nanti ia juga akan mempercayai ucapan laki-laki itu.

"Aku harus bagaimana? Aku benar-benar takut!"

Ranti benar-benar sangat takut karena jarak mereka sangat dekat saat ini, laki-laki itu juga sangat kuat. Bagaimana ia melepaskan dirinya dari Kungkungan nya?.

"Ku mohon! Siapapun tolong aku," batin Ranti dengan hati yang putus asa.

"Lepaskan saya! Kenapa bapak begitu lancang kepada saya? Walaupun saya hanya seorang petugas pembersih bukan berarti bapak bisa seenaknya menyentuh saya."

Ranti memberontak dengan sekuat tenaga dan menginjak kaki laki-laki itu namun ia malah mendapatkan tamparan di pipinya sangat keras.

Plak,

"Akhh!"

"Kamu benar-benar tidak bisa diajak bicara baik-baik yah? Kamu sok jual mahal, ingin di bayar berapa? Aku mampu membayar mu 10 kali lipat dari gajimu."

"Aku tidak butuh uang mu! Lepaskan aku,"ucap Ranti mencoba untuk melepaskan tangannya dan ia berhasil namun ia malah tidak sengaja menyenggol sudut kursi hingga terjatuh.

Laki-laki itu tertawa dan mendekat kearah nya dengan hendak melayangkan sebuah tamparan namun tiba-tiba saja pintu terbuka.

"Apa-apaan ini?" Teriak Atlas dari pintu.

Ranti yang awalnya sudah meringkuk memeluk lutut dilantai langsung bernafas lega dan seketika melemas. Ia benar-benar tidak tahu akan jadi apa kalau Atlas tidak datang kesana.

"Saya hanya hendak memberikan ia pelajaran karena sudah menggoda saya pak."

Laki-laki masih saja mencoba untuk membela diri padahal segalanya sudah sangat jelas kalau ialah yang menggoda Ranti bahkan Atlas sendiri melihat kalau ia hendak menganiaya Ranti.

Atlas benar-benar marah karena melihat perbuatan koleganya terhadap Ranti. Sebenci apapun ia kepada gadis itu bukan berarti ia setuju kalau Ranti diperlakukan seperti itu.

"Kamu saya pecat dan kerjasama kita dibatalkan!" Seketika Atlas memutuskan hubungan kerjasama mereka karena merasa marah.

Ia benar-benar tidak suka melihat kelakuan koleganya apalagi ia melakukan itu terhadap Ranti. Ia benar-benar tidak menyangka akan melihat hal seperti ini.

"Tapi pak, Bagaimana dengan proyek kit..."

"Keluar! Kalau sampai terjadi sesuatu dengan nya maka kamu akan saya tuntut!"

"Tapi pak..sa.."

"KELUAR!"

Teriak Atlas dengan keras hingga Ranti bahkan semakin gemetar takut sebab sejak tadi kondisi mentalnya benar-benar sangat terpuruk sebab ketakutan.

Laki-laki itu keluar dengan perasaan kesal dan melihat kearah Ranti dengan tatapan seolah ia akan membunuh gadis itu.

Ranti semakin ketakutan karena melihat tatapan yang semakin mengintimidasi itu.

Ranti memeluk dirinya dengan erat ia benar-benar sangat takut karena sempat diperlakukan dengan kasar oleh laki-laki itu.

Semua ini terjadi jelas karena Atlas, kalau saja sejak tadi ia mengatakan dengan tegas kalau Ranti adalah istrinya ia tidak akan menerima semua perlakuan hina ini. Ia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan sehina ini.

"Hiks,,,"

Tangisan gadis itu seketika pecah karena merasa pilu dengan nasibnya. Ia dilecehkan di perusahaan suaminya sendiri.

...🤎 Bersambung🤎...

Aaa kasian banget sih Ranti, Atlas jahat banget ini semua gara-gara kamu ihhh.

Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

See you guys 🧀

1
Hesti Maka
hai kak maaff baru mampir soalx aku scroll dan novel in sangat bagus..semangat yaaa😍
Dedeh Rokayah
bagus
lian
hadir
Saya Manda
lanjut author semoga makin seru
Saya Manda
siap 2ranti bakal bangun siang loh besok
Saya Manda
biar kan ran atlas merajuk apa dia thn enggak minta jatah aduuh bisa 2
Saya Manda
bener ran atlas memang harus kasih tau dong liat2tempat kali
Saya Manda
aku suka banget gayanya Ranti itu besti laki mna yg ga hmm
Saya Manda
abi si mau nya ranti sekalian cerai kl
Saya Manda
semangat author ya lanjut?
Saya Manda
iiih siranti cepat bang ngsi nya enak kan atlas tu
Saya Manda
kalau saya atlas di kasi jaga jarak dulu biar ngerasain gimana dia dulu nya ke kamu biar bucim?
Saya Manda
laki ma, gitu coba kalau perempuan cuman bisa nangis?
Saya Manda
ayo thuor liatin gaya manja nya ranti secara Ranti kan anak yang baru lulus SMA dan atlas kan duda !!!
Saya Manda
aduhduuuuuu author sampai mau manggrib aku masih seteiii baca Nya lanjut nanti ya besty??
Saya Manda
syukuri loh atlas waktu itu aku sampai manggis loh dgn kelakuan mu tidur aja gak mau seranjang ya kan besty!!!
Saya Manda
Ranti yg baik' terus dulu cuekin atlas biar dia bucim seeeeee bucin3 nya!!!!!
Saya Manda
aku rasa author Nya ramah abis nya byk he hehehe semangat ya ku doakan semoga cepat selesai wisuda nya
Saya Manda
tu....kan baru terasah membutuhkan nya ya besty!!!!!!
Saya Manda
baru kan terasah udah nyakitin hati orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!