NovelToon NovelToon
It'S My Dream (Aksara Dan Nada)

It'S My Dream (Aksara Dan Nada)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Teen School/College / Tamat
Popularitas:337.7k
Nilai: 5
Nama Author: Puput

Nada Azalea adalah seorang pianis muda yang hebat. Dia mempunyai segudang prestasi. Setelah melakukan kompetisi di Jepang, dia memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Dia merindukan seseorang yang dulu sempat dijodohkan dengannya yaitu Reno Wijaya, seorang dosen muda di sebuah fakultas musik.

Untuk mendekati Reno kembali dia menyamar menjadi mahasiswi biasa dengan nol prestasi tapi usahanya sia-sia karena ternyata Reno sudah mempunyai calon tunangan.

Tak disangka Nada justru dekat dengan Aksara. Seorang Bad Boy yang sering menghina dan menyepelekan kemampuannya.

Begitu banyak kejadian yang membuat Aksara yang dulunya seorang bad boy nan player bisa jatuh cinta dengan Nada.

Tapi bagaimana jika Aksara tahu identitas Nada yang sebenarnya? Belum lagi terungkapnya masa lalu kedua orang tua mereka hingga membuat hubungan mereka tidak direstui?

"Mengapa nama kamu Aksara tapi kamu masuk fakultas musik?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aksara dan Nada

Aksara tersenyum miring sambil menatap Nada. "Pasti karena ciuman lo udah kembali lewat gelas itu, iya kan?" Aksara melangkahkan kakinya pergi ketika Nada meloading beberapa saat.

Darimana Aksa tahu???

"Aksa, lo sok tahu deh." Nada menyusul langkah Aksara.

Aksara hanya tersenyum penuh arti. Sebenarnya kemarin dia tidak langsung pulang. Dia masih mengintai Nada di dekat gerbang rumahnya.

"Gue lihat sendiri, lo minum gelas bekas gue."

"Bukannya lo udah pulang."

"Belum."

"Terus ngapain lo? Ngintipin gue?"

"Iya."

"Ih, Aksa. Udahlah." Nada memutar langkahnya. Dia tidak mau lagi mengikuti Aksara.

Tapi Aksara justru ikut memutar langkahnya. "Baru juga adem, udah marah lagi. Soal kecil aja kenapa harus pakai otot." Aksara menarik tangan Nada agar berhenti berjalan. "Udah ya, gue capek berantem terus sama lo hanya karena hal-hal yang gak penting. Kita baikan aja." Aksara mengangkat jari kelingkingnya.

"Tapi jangan ngeselin dong."

"Udah sifat kali. Tapi nyatanya banyak tuh cewek yang antri sama gue. Lo aja yang belum kenal lama sama gue jadi belum merasa nyaman."

Nada hanya terdiam.

"Oke, ya udah kalau gak mau." Aksara akan menurunkan tangannya tapi dengan cepat Nada melingkarkan jari kelingkingnya pada jari Aksara.

"Iya, iya, kita baikan."

Senyum Aksara seketika mengembang. "Kalau sekalian jadian gimana?"

"Aksa!!" Nada menarik tangannya sampai terlepas dari Aksara.

"Menggemaskan." Aksara sedikit mencubit pipi Nada yang membuat rona merah di pipinya.

Nada menepis tangan Aksara. "Jangan cubit-cubit."

"Ke kantin yuk. Gue traktir bakso. Sambil nunggu kelas siang mulai," ajak Aksara sambil menaik-turunkan alis tebalnya menggoda Nada.

"Hmm, sok kaya." Nada justru mencibir.

"Serius ini."

Akhirnya Nada mengiyakan ajakan Aksara. Mereka kini berjalan menuju kantin dan masih tetap beradu argumen sesaat. Tapi kali ini diiringi dengan sedikit tawa renyah.

Beberapa mahasiswa lain menatap mereka berdua. Hal yang sudah biasa melihat Aksara berganti pasangan di hampir tiap bulan tapi kali ini ada yang berbeda.

Melihat penampilan Nada yang memakai kacamata dan rambut dikuncir, jelas bukan tipe Aksara. Tapi mengapa mereka jalan bareng. Apa cinta sudah membutakan Aksara atau Aksara hanya coba-coba tipe baru saja.

Mereka memesan bakso, setelah bakso siap dan berada di tangan mereka masing-masing, Aksara dan Nada duduk berdampingan.

Nada mengambil kecap lalu sedikit sambal, hanya dua komponen itu yang dibubuhkan pada kuah baksonya.

"Na, kok sama sih. Gue juga gak suka saus," kata Aksara yang melakukan hal sama dengan Nada.

"Ah, lo sukanya niru gue doang."

"Idih, jangan-jangan isi hati kita sama lagi."

"Emang lo tahu isi hati gue?" tanya Nada sambil meniup bakso yang ada di sendoknya sebelum masuk ke mulut.

"Tahulah, pasti lo sedang mikirin gue."

"Ampun buaya, rayuannya gak mempan sama gue."

Aksara hanya tertawa, lalu dia mulai memakan baksonya. Sesekali Aksara masih tersenyum, baru kali ini dia dekat dengan gadis tanpa rasa jaim sedikit pun. Benar-benar mengalir apa adanya.

"Ngapain lo senyum-senyum gitu, sedang ngerencanain sesuatu ya lo."

"Nggak. Cuma lo cewek yang pikirannya piktor terus sama gue. Asal lo tahu ya, gue itu cowok baik-baik. Lo tenang aja, sekali lo merasa nyaman sama gue, lo pasti bakal sulit pindah ke lain hati."

"Uhuk, keselek gue."

"Mau minum bekas gue lagi?" Aksara memberikan botol minumannya yang memang sudah dia minum barusan.

"Ogah!" Nada mengambil air mineral sendiri dan meminumnya sampai habis setengahnya. Setelah itu dia kembali menghabiskan baksonya.

"Hmm, Aksa, kenapa sih nama lo Aksara? Tapi lo masuk fakultas musik. Harusnya nama lo itu cocoknya masuk di fakultas sastra. Aksara itu kan sistem penulisan yang berarti kumpulan huruf-huruf untuk membentuk sebuah kata."

Aksara menelan bakso terakhir di mulutnya lalu dia kini menatap gadis yang sangat pandai berbicara itu.

"Aneh ya? Iya, sama. Gue juga bingung. Tapi kalau nama gue Nada nanti sama kayak lo dong."

Satu cubitan kini mendarat di pinggang Aksara. "Ih, Aksara. Dasar!!"

Aksara tersenyum, sebenarnya alasan utama dia diberi nama Aksara agar dia selalu ingat pesan Ayahnya, bahwa dia tidak boleh berkutat di dunia musik. Meskipun itu jelas telah Aksara langgar.

"Lo tahu, lagu-lagu indah itu terdiri dari dua komponen, Aksara dan Nada. Jadi kedua hal itu harus bersatu dan saling melengkapi."

Nada mencebikkan bibirnya. Benar-benar khas omongan seorang buaya.

"Hah, kalau Aksara dan Nada bersatu nanti nama anaknya siapa ya?" Aksara mulai berangan-angan sendiri. Ada ya, lelaki seperti Aksara.

"Taulah. Bingung sama omongan lo. Gak nyambung ke otak gue."

Aksara masih saja melanjutkan angan-angannya. "Melodi kayaknya cocok ya kalau cewek."

"Hadeh... Cowok halu." Nada berdiri. "Makasih traktirannya, gue mau ke kelas dulu."

"Eh, Nada tunggu. Kelas kita kan sama. Jalan berdua itu lebih indah."

Nada hanya terdiam dan membiarkan Aksara jalan di sampingnya.

"Lo besok jadi datang ke acaranya Pak Reno?"

Nada hanya mengangguk pelan.

"Lo datang sendiri ya. Soalnya yang ngurusi acaranya Pak Reno itu gue."

Nada terdiam. Raut wajah Nada sudah berubah lagi. Sedikit mendung dan sendu.

"Udah gak usah sedih gitu. Lo mau bantu gue buat nyiapin acaranya Pak Reno?"

"Bantu? Tapi gak gratis."

"Iya, iya besok gue bayar. Kalau mau lo besok datang pagi-pagi ya ke cafe."

"Aksa, gue cuma bercanda. Gue juga gak bisa apa-apa. Nanti gue malah ngerepotin lo."

Mereka masih asyik mengobrol sambil berjalan menuju kelas.

"Gak papa. Lo cukup duduk aja liatin gue kerja. Sekalian besok itu ada acara syukuran kecil-kecilan dari bos."

"Syukuran apa?"

"Bos bucin berhasil nyetak anak."

Seketika Nada menghentikan langkah kakinya. "Maksudnya istrinya hamil? Astaga Aksara, kata-kata lo gak sopan banget. Nyetak? emang lo pikir kayak nyetak kue."

Aksara tertawa dengan keras. "Emang lo udah tahu cara buat anak?" Aksara menatap Nada tepat di kedua bola matanya.

Ada sedikit getaran di dada Nada. Hanya gelengan kepala yang bisa dia lakukan.

"Nanti kita praktekin ya tapi kalau udah nikah." goda Aksara yang membuat pipi Nada kembali memerah.

Ingin Nada melontarkan kata-kata sengit tapi bibirnya terkunci. Dia terhipnotis oleh tatapan teduh Aksara.

"Jadi kalian beneran udah jadian? Aksa, buaya banget sih lo. Baru juga kita putus udah jadian sama dia," kata Salma yang melihat kebersamaan Aksara dan Nada yang terlihat sangat mesra.

"Kita nggak..."

"Iya," Aksara memotong perkataan Nada. "Kalau kita udah jadian emang kenapa? Lo cemburu?"

1
Barbiemoon
Aksara dan nada nanti nama Anaknya Melodi Indah 😁
Atikah'na Anggit
Luar biasa
Rina Anggraeni
iya Thor knp kak satya sm salma ... kirain dpt jodoh yg laen tp terserah author si🤭 keren karyany ❤❤❤❤🌷🌷🌷🌷🌷
Siti Masitah
mokondo
Siti patma
indahnya ulthanya dirayain sama paksu
Siti patma
aku kasiha aja sama satya dapat jodoh sama author seperi salma
Siti patma
maaf ya thor setiap baca novelmu ngidam makan mangge yg lahir cewek padahal dunia nyata anaknya pasti cowok yg lahir setiap suka yg asam
Siti patma
kalau aku sih bacanya ketawa geli ngilu gimana gitu
Author Halu: wkwkwk, ini cerita gak jelasku zaman awal nulis. 🤣
total 1 replies
Siti patma
senang baca ceritanya adem gitu sampai terbawa seperti nyata
Siti patma
sedih baca part yang ini bikin air mata ngalir
Siti patma
suka gaya aksa kayak pak bos gentelman
Siti patma
suka cerita mereka kayak tidak di novel tapi nyata
Mina Rasi
emang dasar buaya
Itha Honkjy
😭😭😭😭😭sedih Thor
Kadsah Kadsah
luar biasa
Khasanah Mar Atun
waduh blm baca,jd penasaran sm pak alvin
Iis Nurhayati
aku g kasih like aku langsung skip sebel sama salma juga satya amit" satya dapet bekasan
Rynnn
Akhirnya selesai juga Bacanyaa 🥳...
Terima Kasih ya sis author untuk karya yg bagus ini😍.... Novelnyaaa bagus.. ceritanya kerennn..AQ suka sekaliii 😍😍....
Aska❣️Nada Forever 💖💖....
#sukses selalu author ✨🌹
LenteraHijaz: Mampir juga dong di karya aku. judulnya Taqiya's Scret
total 1 replies
Fitriyani
naaah,pasti yg d maksud itu ayah nya Aksa...
Sri Raganti Ols
Dah duluan baca itu,,,xixixi ups
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!