NovelToon NovelToon
Metamorphosis

Metamorphosis

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Cintamanis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:112.3k
Nilai: 5
Nama Author: Anthiq. C

Siapa sangka jika Seo Bitna, siswi SMA yang merupakan korban bully di Korea, malah menjadi gadis yang sangat bersinar di Indonesia.

Pertukaran pelajar telah membawa banyak perubahan dalam dirinya. Tapi ternyata kepergiannya ke Indonesia memiliki misi penting, yaitu menemukan cintanya yang telah lama hilang.

Siapakah cinta yang hilang tersebut? Dan apakah ia bisa menyelesaikan misinya selama satu tahun, sebelum ia kembali ke Korea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anthiq. C, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 - Singkirkan dia!

"Ara, kenapa barang-barangku ada di luar semua?" seru Bitna dengan wajah sangat kesal.

"Ah, Kakak. Untung saja segera pulang. Aku melihat tikus menggigit barang-barang kakak," ucap Ara sambil menyeka keringat.

"Aku sudah mengamankan semua barang-barang kakak," ujar remaja tersebut.

"Tikus?" Bitna membuka lebar matanya.

Amarahnya redam seketika. Ia berjingkat-jingkat di lantai sambil menatap waspada ke sekeliling. Bitna sangat geli membayangkan hewan pengerat itu.

"Barang apa saja yang sudah digigitnya?" tanya Bitna.

"Buku-buku yang di rak biru sudut kamar itu. Hampir saja kenang-kenangan Bibi Min Ah jadi santapannya," tunjuk Ara.

"Apa? Itu buku sekolahku dan baju-baju ibu!" Bitna mengepalkan tangannya lalu mengikat rambutnya. "Ah, tidak. Baju-baju ibu rusak semua!"

"Hei, di mana kau makhluk kecil? Keluar! Awas saja nanti kalau ketemu. Akan kucincang sampai halus."

Sepertinya Bitna benar-benar kesal. Ia bahkan sampai lupa rasa takutnya pada hewan mungil itu.

"Hei, kalian ngapain? Mencari ini?" Kakak laki-laki mereka menenteng seekor binatang pengerat yang masih bergerak-gerak.

"Kyaaaa!!!"

Ara dan Bitna melompat keluar rumah melihat makhluk berwarna abu-abu tersebut.

"Cih, mana tadi yang katanya mau cincang sampai halus? Terus makhluk ini harus aku apakan?" ucap Yeon Woo tanpa rasa bersalah.

...🍎🍎🍎...

Ddrrtttt...

Lim Chan melihat ponselnya yang berdering.

"Loh, tumben dua menelepon jam segini?"

Pria bermata hitam kebiruan itu mengangkat teleponnya.

"Hei, Wooil? Kenapa meneleponku jam segini? Bukankah di Korea masih larut malam?"

"Aakhh.. Kenapa sih semua orang jahat sekali padaku? Kau saja bisa menelepon pacarmu selama lebih dua belas jam. Padahal kau hanya selingkuhannya."

"Diam kau anak kecil! Cepat katakan apa maumu. Aku sibuk," tegas Lim Chan.

"Kapan kau kembali ke Korea?" tanya Wooil.

"Kau? Ah, aku terharu. Ternyata adik kecilku sangat merindukanku. Padahal aku baru minggu yang lalu ke Korea."

"Diam, vangsaat! Bukan itu maksudku. Apartemen studiomu kosong, kan? Biarkan aku memakainya. Hitung-hitung sebagai balas jasa karena aku membersihkannya."

"Kenapa kau mau memakainya?" Lim Chan berpikir keras. "Ah, kau berantem sama Ayah lagi? Ada apa sih di antara kalian?"

"Aku nggak tahu. Aku selalu saja dibandingkan dengan salah seoarang siswi di kelasku. Dan ia baru saja bilang kalau siswi itu akan ke luar negeri. Apa peduliku? Memangnya gadis itu anak selingkuhan ayah?"

"Hei, Wooil. Kau tahu, kan? Sejak dulu ayah paling sayang padamu. Makanya kau jadi manja begini. Ayah pasti hanya ingin kau hidup mandiri."

"Aku nggak butuh nasehatmu, Hyung. Aku hanya butuh password pintu apartemenmu saja."

"Aku nggak akan meminjamkan apartemenku padamu, bocil. Kalau ada maunya saja, kau memanggilku hyung.

"Cih, dasar selingkuhan nenek lampir. Sombong banget."

"Apa kau bilang? Kau selalu meminta tambahan uang jajan padaku. Tapi kau selalu saja mengata-ngataiku. Kau mau subsidimu dipotong?"

"Ah... Syiialll. Jangan do-"

Tut... Tut... Tut...

"Lah, dia mematikan teleponnya? Aku belum selesai bicara," seru Wooil sambil membanting teleponnya ke kasur.

...🍎🍎🍎...

"Hei, kalian lihat Bitna?"

"Cieee... Ada apa nih? Tumben pagi-pagi Wooil udah cariin Bitna," seru teman-teman.

"Diam, kalian. Aku cuma tanya, anak yang selalu bikin masalah itu ada di mana? Kalau nggak tahu ya diam saja."

"Galak amat sih, bro."

"Aku tadi melihat Bitna memasuki ruang guru," ucap salah seorang siswi yang masuk kelas.

"Oh, thank you," ucap Wooil sambil menepuk bahu gadis tersebut. Wajahnya terlihat sumringah.

"Kenapa dia? Ada yang aneh," bisik para siswa.

Wooil melihat Bitna sedang berbincang dengan wali kelas.

"Apa yang mereka bicarakan? Kelihatannya serius banget?" pikis Wooil penasaran.

Cowok itu lalu berdiri di balik sebuah lemari buku, dan menguping pembicaraan Bu Hana dengan Bitna.

"Bitna, ini sangat beresiko. Kamu harus mendapatkan tanda tangan walimu dulu, baru boleh mendaftar," tolak Bu Hana.

"Saya pasti akan mendapatkan izin dari paman dan bibi, Bu. Saat ini mereka hanya sedang sibuk," kata Bitna.

"Tidak. Ibu tidak akan mengizinkannya. Lagi pula pendaftaran untuk pertukaran pelajar ke Indonesia masih lama karena sepi peminat. Kamu masih punya waktu," jelas Bu Hana.

"Pertukaran pelajar ke Indonesia?" Wooil mengerutkan dahi.

Memang bukan pertama kalinya ia mendengar siswa sekolah ini mengikuti pertukaran pelajar. Akan tetapi yang jadi masalah adalah negara tujuannya.

Tuk! Tuk! Tuk!

Wooil mengetik kata "Indonesia" di mesin pencarian internet.

"Oh, jadi dia mau ke negara tropis ini. Jadi ini yang disebut ayah tadi malam," pikir Wooil sambil menscroll foto-foto yang menampilkan keindahan alam dan budaya Indonesia.

"Begini saja, Bitna. Kamu boleh mengikuti kursus Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris terlebih dahulu. Ibu akan meminta izin lembaga pendidikan agar kamu bisa mulai belajar di sana," ucap Bu Hana.

"Tetapi, untuk pendaftaran tetap harus menunggu izin dari walimu dulu, ya."

"Baik, Bu. Terima kasih banyak." Bitna membungkukkan badannya di hadapan Bu Hana.

Wooil buru-buru memasukkan HPnya ke kantong, ketika melihat Bitna meninggalkan ruang guru.

"Hei, Nak. Ngapain kamu di situ?" Salah seorang guru menegur Wooil yang tengah bersembunyi.

"Eh, itu. Tadi saya mencari buku, Pak. Tapi nggak ketemu," jawab Wooil asal. Bola matanya berputar ke arah Bu Hana.

Ah, ternyata Bu Hana tak melihatnya. Syukurlah...

"Ya sudah. Cepat balik ke kelas. Sebentar lagi bel berbunyi," kata Pak Guru.

Wooil pun mohon pamit. Akan tetapi, ia masih belum meninggalkan ruang guru tersebut.

"Permisi, Bu."

"Oh, Wooil. Ada apa?" sahut Bu Hana.

"Bitna ikut program pertukaran pelajar ke Indonesia, ya?" selidik Wooil.

"Iya. Kenapa? Kamu mau ikut serta juga?" tanya Bu Hana.

"Bukan, Bu. Saya hanya..."

"Ah, sayang sekali. Padahal Ibu senang jika siswa kelas Ibu banyak yang mengikuti program ini. Apalagi kerjasama bilateral Korea dan Indonesia sangat bagus, lho," jelas Bu Hana.

"Ah.. Tidak, Bu. Saya kan bisa pergi ke luar negeri kapan saja saya mau," ucap Wooil angkuh.

"Ah.. Ya.. Benar sih. Kamu bahkan gak perlu ikut seleksi panjang seperti Bitna," jawab Bu Hana sedikit kesal.

Tapi wanita itu tidak bisa membantah ucapan siswanya yang dari keluarga konglomerat.

"Lalu, mengapa kamu bertanya?" lanjut Bu Hana.

"Apa Bitna pasti bakal lolos, Bu?"

"Kenapa kamu begitu penasaran? Kamu mengkhawatirkannya?" Alis Bu Hana terangkat ke atas, diikuti seulas senyum di wajahnya.

"Duh, Bu Hana jadi salah paham, nih," pikir Wooil.

"Saya cuma ingin tahu saja," ucap Wooil kemudian.

"Peluang Bitna untuk lolos memang cukup besar. Karena sebagian besar siswa banyak memilih Jepang, China dan Eropa," jawab Bu Hana.

"Tetapi, ia harus memperoleh izin dari walinya dulu, karena progam ini tidak main-main," lanjutnya.

"Yah, saya paham sih. Kalau jadi Bitna, saya pun pasti memilih negara-negara itu, daripada wilayah Asia Tenggara yang panas sepanjang tahun," ucap Wooil.

"Lalu?" gumam Bu Hana.

"Hmm...?" Wooil tak mengerti.

"Kalau kamu sudah tahu itu semua, lalu kenapa kamu masih menanyakannya lagi?" tanya Bu Hana.

Tentu saja Wooil tidak bisa mengatakan, jika alasannya adalah untuk menyingkirkan Bitna dari dia dan ayahnya sejauh mungkin.

Wooil sudah cukup lelah dibanding-bandingkan dengan perempuan. Mungkin jika Bitna pergi jauh, peluang untuk mendapatkan peringkat satu di kelas dan di sekolah akan lebih mudah dicapainya.

(Bersambung)

1
falea sezi
q kira jodohnya Alva hmmmm
falea sezi
kn bodoh qm itu bodoh bitna
falea sezi
bodoh Bitna dia jahat
falea sezi
rahasia apa sih sebenernya
falea sezi
min jin kayaknya uda kasih perawan nya ya ke gurunya
falea sezi
bibinya matre
Dev
keren Thor ceritanya😍
Dev: aamiin..
tp,,Thor liat d list novelnya author kok udh beralih genre y sepertinya..dari judul liatnya serem"..
total 2 replies
Ai Emy Ningrum
enak bnget tuh roti 🍞 🤤🤤😍😍🍞🍞
Ai Emy Ningrum
gmn rasanya itu coklat dikasih gula merah 😳🤔🤔
Ai Emy Ningrum: ga dikasih coklat nya 🙈
total 2 replies
Ai Emy Ningrum
kirain si Duloh dan Layangan Nyangkut 🤣🤣🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
Alhamdulillah.. kelar bacanya 😍 lanjuuuut aah
Ai Emy Ningrum: dibotak ulang ceu 😋 jd rambut nya numbuh baru ,baru yg sbnr bnr nya xixixi 🤣
total 27 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
bagus banget 👍👍😍😍😍
Ai Emy Ningrum: luar biasa 👍🏻👍🏻😍🤩
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
selow Bitna, disini mah tampang doang garang, hatinya mah lembuuuutt.. 😗😙
Ai Emy Ningrum: bikin nagih 😋🍬🍬🍬
total 6 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
semangat kak thor, ayah kk pasti bangga banget sama kakak 😍😍
setiap orang punya kisahnya masing2..
Anthiq. C: Aamiin...
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
othor pasti itu tuh yg punya komik dan novel terlarang 😚😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ: hahaha... salah bukan dia, othornya Tika 😋😋
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
batik dooong 😍😍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
beda negara beda bunyi yaa.. disana kalo laper perutnya berbunyi grooowl... kalok disini bunyinya kruuukkk.. 😳😲🙊🙀
Ai Emy Ningrum: seger buger siyap menghadapi hari dgn penuh semangat 😍😍
total 5 replies
Ai Emy Ningrum
sandra ..nti dikira dewi sandra ato sandra dewi 😂😂🤣
tawanan perang dr luar negeri bs jg kan 🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bitna disuruh ngapain..? 😳😲
Ai Emy Ningrum: yoiii 😍😍👍🏻👍🏻
total 9 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
yg punya kekurangan ya jelas sekolahnya pak kepala sekolah yg tidak terhormat! sekolah bobrok yg menghasilkan manusia2 dgn mental bobrok!! 😤😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!