NovelToon NovelToon
Love Is Deep

Love Is Deep

Status: sedang berlangsung
Popularitas:34.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Maelani

Vika gadis ceria dan sedikit tomboy jatuh cinta pada Ihsan yang merupakan teman kecilnya.
Vika terpaksa harus memendam rasa sukanya pada Ihsan karena ada begitu banyak hal yang membuat mereka tak bisa bersama.

Penasaran ....
yuk simak kisah lengkapnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

HAPPY READING

Malam itu Vika tidak dapat tidur dengan nyenyak ia terus saja memikirkan Mama Iren.

Seminggu berlalu setelah pertemuan dengan mamanya, setiap hari Vika merasa begitu rindu saat-saat bersama Mama Iren.

Setelah berpikir lama akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke Jakarta untuk menemui Mamanya sampai liburannya berakhir.

Sementara itu di kediamannya Mama Iren sedang tidak enak badan, sejak pulang dari Bandung ia lebih sering termenung hingga akhirnya ia malam itu ia demam tinggi sambil sesekali menyebut nama Vika.

Papa Bagas ingin segera menelpon Vika dan memberitahu jika saat ini Mamanya sedang sakit, namun Mama Iren melarangnya.

Pagi sekali Vika sudah berangkat ke terminal di antar oleh Ujang.

Sebenarnya Ujang berat untuk melepaskan Vika kembali ke Jakarta, ia takut jika nanti disana Vika akan kembali jatuh hari pada teman masa kecilnya apalagi sekarang Vika telah berubah jauh lebih cantik.

Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam lebih akhirnya Vika pun tiba di rumahnya.

Setelah membayar ojek yang ia tumpangi ia pun membuka pintu pagar diam-diam bermaksud ingin memberi kejutan kepada Mamanya.

Sebelum masuk kedalam ia sempat berhenti sebentar lalu melihat ke depan rumah nya.

"Untung aja pas aku sampe lagi sepi, coba kalo banyak orang yang ada aku gak akan jadi kejutan" ujar Vika bermonolog sendiri.

Ia sedikit heran saat pintu sudah terbuka lebar ia tak melihat adik atau mamanya ada di sana.

Vika pun langsung menuju kamar Mama Iren.

Crekkkkkk

Saat pintu terbuka alangkah terkejutnya Vika melihat Mamanya sedang terbang dengan kompres di dahinya.

Ia pun langsung melepas tas yang ia bawa lalu bergegas menuju tempat tidur dimana Mama Iren terbaring.

Mama Iren yang mendengar suara berisik perlahan membuka matanya.

Ia sedikit terkejut karena melihat Vika sudah duduk di sebelahnya.

"Vika ..ini beneran kamu nak"Mama Iren seakan tidak percaya ia meraba wajah Vika.

"Ini beneran kamu nak, Mama pikir mama cuma berhalusinasi" ujar Mama Iren

"Iya mah, ini Vika"

"Mama sakura apa kok gak kasih kabar Vika kalo mama sakit" Vika langsung memeluk Mama nya.

Ada rasa bersalah saat ia tau jika setelah bertemu dengan nya Mama Iren jatuh sakit.

"Mama udah makan?"

Mama Iren hanya menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Vika.

"Vika pesen makanan dulu ya biar nanti Vika yang suapin"

Vika pun langsung memesan beberapa makanan.

Tak lama menunggu akhirnya pesanannya pun datang.

Setelah makan dan minum obat Mama Iren pun langsung tertidur dengan ditemani Vika disampingnya.

"Sudah lama aku gak ngerasain tidur bareng Mama" batin Vika sambil memandang wajah mama Iren

Karena lelah akhirnya Vika pun ikut terlelap di sebelah mamanya.

Cukup lama Vika tertidur, ia terbangun saat ada seseorang yang mencubitnya.

Ia pun membuka matanya dan terlihat lah siapa pelaku yang telah mencubitnya kecil.

" Kk Vika kapan sampe, kok gak bilang sih mau kesini" tanpa permisi Pian pun langsung duduk di pinggir tempat tidur.

"Tadi siang, kamu Mama lagi sakit malah ditinggal sendirian sih"

"Tadi Pian ada urusan penting kk jadi terpaksa ninggalin Mama, biasanya juga Pian yang nemenin kok" ucap Pian tidak mau disalahkan.

Mereka pun ngobrol didalam kamar sambil menemani sang Mama yang terlihat begitu bahagia.

Selepas Magrib Papa Bagas tiba di rumahnya, ia pun sama terkejutny dengan Pian saat melihat Vika sudah ada dirumahnya.

"Anak papa udah berani naik bis sendirian, pasti ajarannya si Ujang ya"

"Dih gak lah, masa iya naik bis aja Vika gak berani" sangkal Vika

Malam itu suasana dirumah Vika terasa begitu hangat.

Sementara itu Ikhsan yang baru saja pulang dari mengatar Rani kesalon memperhatikan rumah Vika sejenak, entah ada sesuatu yang sedang ia pikirkan atau ia sudah punya firasat jika Vika akan datang beberapa saat ia mematung di sana sebelum akhirnya ia pun masuk kedalam rumahnya.

Pagi-pagi sekali Vika sudah bangun dan segera keluar untuk membeli sayuran didepan gang rumahnya.

Ikhlas yang pagi itu sudah rapi hendak mengantar Rani pergi sedikit terkejut berpapasan dengan Vika yang baru keluar dari pagar.

"Vika..." panggil nya

Bukannya Vika tidak mendengar panggilan dari Ikhsan tapi ia sengaja tidak menjawab.

Ikhlas pun langsung mengejar Vika.

"Vika loe ada disini" tanya nya seperti orang bego.

"Loe liat gw disini kan, kenapa harus tanya sih" jawab Vika ketus.

"Nanti sore kita ketaman yuk"

Vika mengerut keningnya merasa heran.

"Loe ngajak gw" tanya Vika sambil menunjuk dirinya sendiri.

"ckkk ya iyalah, masa iya gw ngajak hantu" jawab Ikhlas kesal.

"Gak bisa, lagi juga gw lagi gak mau kemana-mana, gw lagi kangen sama mama gw" Vika pun langsung mempercepat jalan lnya.

"Ya udah nanti malem gw kerumah loe ya" ucap Ikhlas tidak mau patah semangat.

Ikhlas terlihat sangat bahagia karena ia bisa melihat Vika.

Setelah mengantar Rany Ikhsan pun langsung berkumpul bersama teman-temannya.

Ia pun menceritakan kepada temannya jika perkiraan dia benar jika Vika yang ia temui di Bandung adalah Vika yang sama dengan teman masa kecilnya sekaligus tetangga depan rumah nya.

Sesuai dengan perkataannya tadi pagi jika ia akan main kerumah Vika.

Dengan membawa dua bungkus martabak ia pun langsung mengetuk pintu rumah Vika.

Ia sedikit kecewa saat yang membukakan pintu bukan Vika melainkan Pian.

"Vikanya ada gak Pi?" tanya nya ramah.

"ada perlu apa loe sama Kaka gw" tanya Pian sambil memperhatikan Wajak Ikhsan

"Ya gw mau ngobrol aja kan udah lama juga kita gak ketemu" jawab Ikhsan sambil menyerahkan martabak yang ia bawa kepada Pian.

Pian pun mempersilahkan Ikhsan duduk sementara itu ia langsung masuk dan memanggil Vika yang sedang berada di kamar Mam Iren.

"Kaka Vik, ada si ikan tuh diruang tamu" ucap Pian sambil memakan satu potong martabak.

"Bilang aja gw males ketemu dia" ucap Vika yang ikut mengambil satu potong martabak.

"Jangan begitu sayang, sana temui dulu sebentar"

"Aku tuh males mah liat dia" jawab Vika sambil mengunyah martabak.

"Gak enak sama Mamanya nanti Vik" lanjut Mama Iren.

Akhirnya dengan langkah yang berat Vika pun langsung menemui Ikhsan.

Senyum Iksan langsung mengembang saat melihat Vika.

"Haii Vik" sapa Ikhlas

"Juga" jawab Vika malas

"Dih kok juga doang sih" ujar Ikhsan

"Gw lagi males ngomong, apalagi sama loe" ucap Vika mengungkapkan kekesalannya pada Iksan

"Soal yang kemarin-kemarin gw minta maaf Vik"

"Maaf buat apa?" tanya Vika masih dengan nada kesal.

"ya maaf buat sikap gw sama loe" jawab Ikhsan sedikit malu.

Mereka pun ngobrol sambil menceritakan masalalu sewaktu di TK.

Vika hanya menanggapinya hanya sekedarnya saja .

1
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
sindiri terooosss Vik, Kay. Malu hati sendiri tuh si Ikhsan🤣🤣🤣
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Untung si Vika kagak jadi sama si Ikhsan. cowo plinta plintut ngga punya pendirian. Mau aja di porotin abis2, udah gitu pake di marah2in lagi
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Kasiah...diomelin mulu sama pacar. Baru jadi pacar aja, udah ngomel mulu. Gimana kalo udah jadi istri. Makan Hati lo San🤣🤣🤣
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
lo itu cuma terobsesi sama cewek Cantik San, kalo cewek nya ngga cantik mana mungkin mau lo deketin
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Nyesel kan lo sekaran San. Vika ngga cuma cantik Fisik nya sekarang, Tapi Hati nya pun Cantik
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Ngga Usah di Inget Vik, Ambil aja Hikmah nya, karena Perkataan Ikhsan lah akhirnya sekarang kamu jadi kurus, jadi cantik
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
kuat banget ya ikatan Batin Vika sama Mama nya. Untung Vika cepet² datang. Ikhsan egois amat, sana sini mau😣
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Bener kata Nenek Dilla. Yang lalu biarlah berlalu Vik. Cuma kok di kenyataan nya susah ya buat jalanin nya🤔🤔🤔
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
ahhh... Sweet banget Aa Ujang Ini. Jadi kepengen di suapin juga😊
❀ ⃟⃟ˢᵏ⏤͟͟͞R🔰π¹¹™ͽ֟֯͜᷍ꮴ❤💋👻ᴸᴷ
mungkin bisa jadi kepala sama badanmu misah dech, San😁😁😁
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
keysa sahabat yg baik ya vik, dia selalu jadi temen buat kamu, moga kedepannya kalian tetep bersahabat dg baik
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
pembully an verbal memang menyakitkan, sabar ya vik, harusnya gk usah didengerin tuh omongan sampah semua
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
astagfirullah nih bocil minta dikremes mulutnya, becandanya kelewatan kalik.. bagi cewek tuh ya paling anti klo dikatakan gemuk. sabar vika, aq juga gemuk kok 😅
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
yang pahit jangan diiinget2 ya fik, kan kamu sudah buka lembaran baru. sokkkkk berangkat, biar rasain gimana kangennya sama ujang ps ldr😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
kenyang makan baper🤣🤧
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
eah ujang udah mulai mpok cecif😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
bebek e ilang dimasak🤣🤣🤣
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
semogaaa aja vikaaa bs mencintai ujang
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
hayooo nek kawal sampai jadian😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
setuju tuh, ujang bs nerima kamu dalam keadaan apapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!