NovelToon NovelToon
MENCINTAIMU DALAM DIAM

MENCINTAIMU DALAM DIAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Karlina Sulaiman

SEASON 1

Tentang Azzahra yang memiliki kehidupan rumit dan dicintai banyak laki-laki sampai hampir kehilangan nyawa.

SEASON 2

Tentang kehidupan Azzahra setelah menikah dan kehidupan kakaknya yang telah mendapatkan jodohnya masing-masing. Juga cerita laki-laki yang mendapat cinta tulus dari wanita lain setelah patah hati karena Azzahra.

SEASON 3

Tentang perjuangan cinta Azam dan Aisha dengan anak-anak dari sahabat orangtua mereka.

Penuh suka duka, juga perjuangan yang kuat dan tangguh dari mereka.

***

Ig. Karlina_sulaiman

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karlina Sulaiman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Setelah menyelesaikan sarapannya, Azzahra membawa peralatan bekas makan ke dapur. Bi Mar yang kebetulan sedang mencuci peralatan masak dan langsung mengambil alih nampan dari tangan Azzahra.

"Non, biar bibi saja yang mencuci ini." ucap Bi Mar.

"Eh itu mata Non Azzahra bengkak seperti habis menangis, apa tadi malam saat bertengkar dengan Tuan Muda Arvie ya?" gumam Bi Mar dalam hati.

"Makasih Bi."

Setelah mengucapkan terima kasih, Azzahra membuka kulkas kemudian mengambil es batu, yang akan dia pakai untuk mengompres matanya agar bengkaknya hilang.

Setelah selesai mengompres matanya, Azzahra menghampiri kakaknya yang sedang berenang. Azzahra duduk di tepi kolam sambil memperhatikan kakaknya.

"Mau ikut berenang?" tanya Kak Arvie ketika melihat Azzahra.

"Tidak Kak, tapi aku ingin berbicara tentang sesuatu kepadamu,Kak." ucap Azzahra sambil membalas sipratan air kepada kakaknya yang tadi usil menyipratkan air kepadanya.

"Apa yang mau kamu bicarakan, De?" tanya Kak Arvie penasaran.

"Kak, aku baru teringat kalau aku mempunyai bekas luka di kepalaku, tapi aku tidak ingat kenapa aku mempunyai bekas luka di sana.Apa Kakak tau mengapa aku mempunyai luka di kepalaku?"

Kak Arvie tentu saja masih sangat ingat dengan penyebab luka di kepala adiknya itu.

"Ya, itu karena kamu dulu jatuh dan terbentur sudut meja." jawab Kak Arvie.

"Benarkah?, tapi kenapa aku tidak ingat kalau aku pernah terbentur meja."

"Tentu saja kamu tidak ingat, karena waktu itu kamu baru berusia tiga tahun." balas Kak Arvie.

Azzahra membaca raut muka kakaknya, namun dia sulit sekali menebaknya sehingga dia tidak bisa mengetahui apakah kakaknya bohong atau tidak.

"Kak, aku rindu Umi dan Abi.Kapan mereka pulang?" tanya Azzahra.

"Satu bulan lagi, Abi ingin menghabiskan waktu bersama Umi." jawab Kak Arvie.

"Kak, kalau misal Azzahra deket sama laki-laki boleh nggak?, sekarang Azzahra kan udah dewasa nih. Bukan anak kecil lagi." ucap Azzahra tidak serius.

"Tentu saja sangat boleh, asal hanya sebatas seperti dengan Mushan, Faza dan Sauqi sahabatmu itu."

"Sudah ku duga."

Saat mereka sedang asik melanjutkan percakapannya.Kak Arta dan Kak Azmy tiba-tiba menghampiri mereka.

"Assalamu'alaikum, lagi asik ngobrolin apa nih?, kok nggak ngajak-ajak." ucap Kak Azmy kemudian ikut duduk di samping Azzahra.

Sedangkan Kak Arta berbicara bisik-bisik dengan Azzahra.

"Waalaikumsalam, Kak. Cuma lagi ngobrolin hal nggak penting kok." balas Azzahra, sambil masih mendengarkan Kak Arta yang membisikinya sesuatu.

"Kalian nih bicara kok bisik-bisik, kakak nggak suka ya, De."

"Azzahra kenapa?, kok matanya bengkak gitu?, habis nangis ya?"tanya Kak Azmy karena melihat mata Azzahra yang masih sedikit bengkak.

Spontan Azzahra langsung bertanya kepada Kak Azmy yang mengatakan kalau matanya bengkak.

"Masa sih Kak?, padahal Azzahra nggak nangis lho... iya kan Kak Arvie?" Azzahra meminta dukungan dari kakaknya.

"Azzahra jangan bohong lah, tadi malam di mobil Kan kamu... ummmmm." Kak Arta tidak menyelesaikan perkataannya karena Azzahra telah membungkam mulutnya dengan tangannya.

"Iya Azzahra nangis, karena mau minta di belikan Boneka Barbie tapi nggak aku beliin." ucap Kak Arvie berbohong, dan tidak sadar bahwa Kak Arvie mengucapkan kata Boneka Barbie yang pantang di ucapkan di depan Azzahra.

Kak Azmy menganggukkan kepalanya mengiyakan walaupun dia tau kalau itu hanya candaan saja.

Berbeda dengan reaksi Kak Azmy yang biasa-biasa saja. Azzahra malah langsung menutup matanya kemudian memeluk Kak Arta yang tepat di depannya dengan sangat erat sambil berteriak histeris.

"Aaaa arrrggghhh, enggak... enggak..." teriakan histeris Azzahra yang membuat ketiga pemuda tampan itu kaget.

Kak Arvie langsung naik dari kolam kemudian mendekati adiknya itu.

"Enggak kenapa Azzahara?, Azzahra kenapa meluk kakak tiba-tiba begini sambil teriak-teriak gini, kenapa Azzahra?" tanya Kak Arta karena panik.

"Vie kenapa adik kamu?, kenapa dia teriak histeris gitu sih?" tanya Kak Azmy karena bingung, sambil mengusap-usap punggung Azzahra pelan.

Kak Arvie tidak menjawab pertanyaan Kak Azmy, Kak Arvie juga bingung kenapa Azzahra tiba-tiba berteriak histeris seperti ini.

"Aaaaarrrrrgggghhhhh... hiks... hiks..." Azzahra berteriak semakin kencang dan sekarang menangis tersedu-sedu sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Kak Arta.

"Azzahra dengerin kakak. Kamu kenapa sih De, jangan buat kakak khawatir gini dong!.Azzahra coba cerita sama kakak."

Kak Arvie mecoba menarik Azzahra ke dalam pelukannya namun Azzahra tidak mau lepas dari pelukan Kak Arta.

"Pergi kamu... pergiiiiii... jangan sentuh aku hiks... " Azzahra semakin mengeratkan pelukannya.

"Siapa yang kamu suruh pergi De.Ini Kak Arvie coba lihat sini De, ini kakak lho bukan orang lain." ucap Kak Arvie.

"Bro tadi dia baik-baik aja lho, tapi setelah kamu ngejawab aku tadi, Azzahra tiba-tiba seperti ini." ucap Kak Azmy.

Teriakan Azzahra semakin menjadi-jadi bahkan para pelayan yang sedang sibuk dengan pekerjaannya langsung berlari ke arah Azzahra.

Bi Mar berinisiatif menanyakan kenapa Azzahra berteriak-teriak seperti ini kepada Kak Arvie. Dan menyuruh pelayan yang lain meninggalkan mereka.

"Tuan Arvie, kenapa dengan Nona Azzahra... sebelumnya Nona Azzahra jarang sekali berteriak bahkan sampai menangis seperti ini." Tanya Bi Mar sambil mendekati Azzahra.

"Arvie juga nggak tau Bi. Tadi Azzahra baik-baik aja kok, tapi tiba-tiba dia teriak-teriak begitu. Arvie juga bingung Bi."

Azzahra semakin berteriak keras, hingga membuat Kak Arvie dan Kak Azmy semakin panik. Sedangkan Kak Arta sekarang sedang mencoba menenangkan Azzahra.

Bi Mar berusaha menanyakan kenapa Azzahra menangis secara pelan kepada Azzahra, namun sia-sia karena Azzahra malah semakin histeris.

"Astaghfirullah hal adzim, Azzahra kenapa sayang?" tanya Kak Arta lembut.

"Sebaiknya kalian pergi dulu jangan mengerubungi Non Azzahra. Biar Non Azzahra sama Tuan Arta dulu.Tuan Arvie dan Tuan Azmy kembali saja ke dalam." ucap Bi Mar.

"Bagaimana saya meninggalkan dia Bi, sedangkan dia sedang menangis seperti ini." teriak Kak Arvie.

"Bro lebih baik kita dengerin apa kata Bi Mar, siapa tau aja Azzahra butuh ketenangan. Biarin Arta yang menangani ini." Kak Azmy menarik tangan Kak Arvie agar masuk ke dalam.

"Arta aku titip Azzahra, tolong buat di tenang!" pinta Kak Arvie sambil berjalan masuk di ikuti Bi Mar dan Kak Azmy.

***

Di pintu belakang rumah Kak Arvie masih memperhatikan adik kesayangannya itu, Kak Azmy juga demikian.

"Arvie, lo tau nggak biasanya kalau Azzahra nangis gitu penyebabnya apa?"

"Nggak tau aku, kalau aku tau pasti aku nggak akan sebingung ini."

Kak Arvie kembali melihat ke arah adiknya yang sedang di tenangkan Kak Arta.

"Aku yakin pasti ada hubungannya sama pembicaraan kita tadi, karena nggak mungkin banget kalau nggak ada hubungannya Azzahra jadi seperti itu." ucap Kak Azmy.

"Sumpah aku bingung, apa aku tanya ke Umi ya?" kata Arvie sambil berlalu masuk, namun Kak Azmy mencegahnya.

"Jangan buat orang tuamu panik Vie!"

"Terus gue harus gimana, gue harus liat adik gue tersiksa gitu haaah?, Azmy lo nggak tau gimana rasanya ngeliat adik sendiri tersiksa seperti itu, kamu nggak tau rasanya." ucap Kak Arvie lirih, bulir bening mengalir pelan di pipinya.

Kak Azmy baru pertama kali melihat Kak Arvie menangis, dia sangat mengerti bagaimana khawatirnya Kak Arvie terhadap Azzahra.

"Istighfar Vie, aku nggak pernah liat lo serapuh ini. Kalau lo rapuh kaya gini, gimana lo mau ngadepin adik lo nanti."

Kak Arvie yang mencerna ucapan Kak Azmy akhirnya mengucapakan istighfar.

"Astaghfirullah hal adzim." ucapnya walaupun air mata tetap mengalir.

***

Kak Arta dengan susah payah menenangkan Azzahra, lama-kelamaan Azzahra mulai tenang. Kak Arta mencoba bertanya kepada Azzahra. Namun setiap Kak Arta bertanya Azzahra malah kembali histeris sehingga Kak Arta menenangkannya lagi.

Setelah kurang lebih satu jam Azzahra akhirnya terdiam, namun itu malah membuat Kak Arta semakin panik.

"Azzahra." panggil Kak Arta lirih.

Azzahra tidak menjawab dan hanya diam.

"Azzahra sayang sekarang udah tenang kan, ayo coba lepasin pelukan kakak sayang!" ucap Kak Arta lembut sambil perlahan melepaskan pelukan Azzahra.

Saat Kak Arta sudah berhasil melepaskan pelukan Azzahra, Kak Arta melihat wajah Azzahra.

"Astaghfirullah hal adzim Azzahraaaaa..." teriak Kak Arta dengan keras sehingga Kak Azmy dan Kak Arvie yang sedang duduk di ruang keluarga bisa mendengarnya.

Kedua pemuda itu berlari ke belakang dan saat mereka melihat Azzahra mereka juga berteriak seperti Kak Arta tadi.

"Astaghfirullah Azzahra." teriak Kak Azmy dan Kak Arvie bersamaan.

#Jangan lupa like, komen, dan votenya ... erima kasih 😘

1
Yuliana Hartini
Thor msh sekolah gimana bagi waktu utk belajar dan nulis karyanya semoga tdk terganggu ya sekolahnya semangat terus ya 👍😃
Yuliana Hartini
Saya selalu semangat membacanya semoga thor semangat juga 👍😃
Yuliana Hartini
Sorry thor jawaban suka2 gue boleh sja, tp bisa nggak yg agak lembut dikit 👏👍
Yuliana Hartini
Lanjut thor tolong biar enak yg baca jalan ceritanya lebih tersusun rapii ya dn semangat trus 👍😃😃
Nana Bati
bagus banget ceritanya walaupun awalnya agak membingungkan.... lanjoooot thor 👍👍👍
Nana Bati
bahagia ....ternyata Allah maha baik diatas kegundahan Azzahra dia dititipkan janin yg sedang berkembang dirahimnya smp 9 bln.. lanjut thor 👍👍👍
Nana Bati
seruuuuu.... semoga endingnya membahagiakan... semangat thor 👍👍👍👍👍
imam zulkifli
sadar dong azahra
᪙ͤæ⃝᷍𝖒ᵗᵃʳⁱ♡⃝𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂᶬ⃝𝔣🌺
cerita ny bgus ka...sllu bikin para readers ketawa
aku joker
semangat thor
Rinjani
happy happy walau jalan nya sendat2
Rinjani
🥰🥰🥰🥰🥰🤪🤪❤❤❤🤭🙏🙏🙏🙏
Rinjani
gatol MP
Rinjani
sedih trus..kok Azhara apes trusss seh Thor ...thor dihhh kok buat susah trusss😭😭
Rinjani
Azmy gila kok malah nyulik Azhara krn cinta di tolak🤭🤭🥰
Rinjani
Arta drh
Rinjani
ini cerita org Dubai yg anak hilang di sadur apa gmn nih apa hanya ngarang aja🤭🤭🤦‍♀️🙏
Rinjani
Arya kakak yg hilang yaa Azhara adik bungsunya
Rinjani
siapa Arya ya apa kakak Arvie dan Azharra
Rinjani
ceroboh ibu kok kayak anak2 yg minta mainnan ya namanya bukan zaman siti nurbaya u nikah paksa..kayak kekurangan laki🤭🤭🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!