" Ketika hari-hari bahagianya berumah tangga harus sirna karna kehadiran orang ketiga. Apakah Ashima akan mempertahankan rumah tangganya? Atau menyerah dengan cinta tulus yang telah lama dirajutnya dengan Darren, suaminya? "
#Mari mampir di novel " Sang Ratu "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fikriyah Al lailiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Tian kembali mengutuki dirinya " Bodoh!.. Bodoh!.. Bodoh! ". Ia sudah membulatkan tekad untuk tidak menemuinya, kenapa justru ia malah mengirimkan pesan untuk menunggunya diMall.
" Oke! aku tunggu difoodcourtnya, tapi jangan lama-lama, HPku lowbatt "
Tian membaca pesan itu lagi. Ingin dibatalkan tapi ia sendiri yang membuat janji, pasti Shima sudah menunggu. Tidak dibatalkan tapi ia ingin bertemu. Tian menepuk-nepuk dahinya " Ayolah.. dia istri orang! kamu bisa dapatkan yang lebih baik darinya " Tian kembali lagi mengingatkan dirinya sendiri. " Ah.. aku kan tidak merebutnya dari suaminya, aku hanya bertemu, berteman seperti biasa " Batinnya berkecamuk. " Kalau bertemu terus, kamu nanti susah melupakannya " Lagi, perang batin bergejolak dihatinya. Akhirnya ia hanya bisa mendengus sambil menyandarkan tubuhnya pada kursi mobilnya.
Yohan menyadari kegalauan yang menimpa bosnya. Sejak tadi ia memperhatikan tingkah bosnya lewat spion depan. Sepertinya bosnya kali ini benar-benar jatuh cinta. Bosnya adalah tipikal pria tenang dan memikirkan apapun dengan matang, tapi kali ini ia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri dan bertindak gegabah.
" Perlu saya tunggu, bos? "
" Tidak perlu pak Yohan, nanti saya akan menyuruh sopir untuk menjemputku "
" Baik bos " Yohan segera memasuki tempat parkir dan menurunkan bosnya.
Setelah menutup pintu mobil dan melambaikan tangan pada Yohan, ia bergegas masuk dan menuju foodcourt.
" Maaf, Lama ya? " Sapanya tiba-tiba.
Shima yang sedang asik membaca buku terlonjak kaget. " Aduh, ngagetin aja " Ucapnya.
" Eh, maaf.. kaget ya? "
Shima memperhatikan sosok yang berdiri didepannya dari atas kebawah " Kamu abis darimana? kok rapi amat " komentarnya melihat Tian berbalut setelan jas berwarna hitam.
" Dari kantor " karena terburu-buru, Tian sampai lupa mengganti bajunya.
" Kata supervisor kamu libur, kantor yang mana lagi? "
" Kantor cabang yang lain "
" Oh iya, ini kartumu.. Maaf baru bisa kukembalikan. Terima kasih ya "
" Kalau kamu mau, ambilah! "
" Tidak, Terima kasih banyak. Yang kemarin aja udah bikin aku gak enak banget sama kamu "
" Gak masalah. Kamu belanja banyak? "
" Iya, untuk ibuku. Aku mau kesana. Menganggur bikin aku gak ada kerjaan selain diem dirumah. Jadi dari kemarin aku keluyuran terus biar gak bete "
" Kenapa berhenti kerja? "
" Gak boleh sama suamiku "
" Oh.. kamu dari sini langsung kerumah ibumu? "
" Iya "
" Mau kuantar? "
" Gak usah, aku bawa motor sendiri "
" Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu "
" Gak mau makan dulu? "
Tian terdiam. Makan gak ya? " Okelah, kamu mau makan apa? " Tanya Tian.
" Sate sama jus jeruk. Kamu mau makan apa? "
" Sama "
Shima jadi merasa kalau Tian sama sekali tidak punya pendirian, setiap kali diajak makan ia pasti pesan menu yang sama dengannya. " Oke, kamu diam aja disini! biar aku yang pesan dan aku yang traktir " Ancam Shima.
Tian hanya mengangguk sambil memperhatikan punggung wanita manis itu. Sungguh, ia ingin memilikinya!
Shima datang membawa 2 porsi sate lontong dan 2 gelas jus jeruk. Seperti biasa, mereka makan tanpa suara. Sebenarnya Shima cukup supel, hanya saja lawan bicaranya agak pendiam dan membuat shima tidak enak jika ia terus yang harus membuka obrolan.
" Tian, Boleh gak kalau aku lagi suntuk mengobrol denganmu lewat Chat? "
Lagi, Tian hanya mengangguk. " Kamu benar-benar tidak punya kesibukan dirumah? " Tanyanya.
" Ada, aku coba-coba menulis novel tapi ternyata sulit "
" Menulislah! Aku nanti yang pertama membaca novelmu "
" Ha.. ha.. ha.. jadi juga belum tentu "
" Maka harus jadi karena aku menantikannya "
" Baiklah. sekali lagi terima kasih untuk kartunya. Nanti kalau novelnya jadi, aku pasti kabarin kamu. Aku pergi dulu. Dah Tian.. "
Tian menggaruk-garuk kepalanya. Tiba-tiba terlintas ide untuk membuat perusahaan penerbit untuk Shima. Ayolah Tian, Hentikan kekonyolanmu!
tambahin chapther extra ya dong thor,padahal seru loh ceritanya😞
sinih siniih.. tk puk puk.. ben adem atimuuu..
kasian mas Darren..😣😣😣
omng2..Tian ini pasti mr.Kim bosnya mas Darren kan??
pake bangeeet lagee thor😂😂😂
waduuuh..
lanjuut deh..
klo IRT .. jadi Ibu Rumah Tangga doonk😁😁