Jika biasanya seseorang dijodohkan dengan orang berbeda levelnya, maka berbeda dengan Seorang pewaris Dari Keluarga Kingston. Aorion kingston di Jodohkan dengan seorang wanita yang jati dirinya disembunyikan, namun wanita tersebut adalah seorang Anak dari Triliuner di London. Alona Queen Hanzel.
Keduanya di jodohkan karna ikatan persahabatan antara keluarga Kingston dan Hanzel.
Dapatkan keduanya menerima perjodohan ini..? hubungan yang dipenuhi dengan begitu banyak intrik dan juga pertumpahan darah.
Ataukah masing-masing dari mereka memiliki takdir yang lain..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penculikan Jessy
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Setelah Aorion sampai di Cabin miliknya, ia langsung menuju sofa dan duduk di sana menantikan laporan Luca orang kepercayaannya.
Sebaiknya yang di laporkan Luca adalah hal yang penting atau setidaknya hal yang berguna berhubungan dengan pekerjaan mereka, jika tidak mungkin saja Aorion akan menguliti asisten yang telah berani mengganggu keintimannya dengan Queen.
"Katakan, ada apa sebenarnya." perintah Aorion dengan nada dingin khas dirinya.
"Tuan, kami mendapat laporan jika nona Jessy kembali di culik. Kejadiannya baru saja berlangsung." lapor Luca cepat.
''Apa? bagaimana ini bisa terjadi?" Bentak Aorion, sambil mengepalkan tangannya.
''Penculikan ini sepertinya sesuatu yang direncanakan tuan, dan semuanya terjadi dengan begitu cepat.''
Aorion memejamkan matanya mendengarkan berita buruk tersebut. Ia mencoba menenangkan diri sebelum memutuskan hal apa yang akan ia lakukan.
Semua ini berhubungan dengan orang-orang yang ia sayangi. Aorion tidak bisa bertindak gegabah.
"Apa penculiknya sudah menghubungi..?" Tanyanya, bersikap tenang.
"Belum Tuan. Saya mendapat laporan dari pengawal yang menjaga nona Jessy, salah satunya menceritakan jika mereka semuanya di buat tumbang saat penculikan terjadi".
"Brengsek..!" Aorion menghentakkan tangannya yang terkepal kuat ke atas.
"Aku ingin sesampainya kita di London, pecat semua pengawal tidak becus itu!" kata Aorion, marah. Ia pikir semua yang sudah di tempatkan disisi Jessy adalah pengawal terbaik, ternyata mereka masih bisa kecolongan untuk kedua kalinya.
Siapa orang-orang ini? Apa yang mereka ingin kan? Aorion memendam kegelisahan serta kemarahan sekaligus.
"Segera lacak keberadaan Jessy. Untuk sementara rahasiakan berita ini dari mommy dan daddy, jangan biarkan mereka tahu. Itu akan memperburuk situasi.'' ujar Aorion.
Perintah Aorion segera Luca laksanakan. Ia melakukan panggilan pada semua tim dan juga anak buah Aorion yang tersebar di beberapa wilayah di London untuk menemukan keberadaan nona muda keluarga Kingston.
Aorion masih berdiam di ruangannya. Ia masih memikirkan berbagai kemungkinan yang terjadi terhadap Jessy, dan juga mulai menebak-nebak siapa dalang di balik penculikan tersebut.
Sementara Luca menghubungi semua orang yang akan membantu mereka melacak keberadaan Jessy, Queen sudah berada di belakangnya.
Ia melihat jika ada hal yang tidak beres dari gelagat orang-orang kepercayaan Aorion yang ada di dalam pesawat.
"Ada apa Luca, Apa terjadi sesuatu...?" tanya Queen penasaran melihat gelagat Luca yang terlihat kalang kabut.
"Nona..?" Luca menunduk hormat melihat Queen. "Aku bertanya ada apa Luca..?" desak Queen tidak sabaran.
"Terjadi sesuatu pada nona Jessy. " Jawab Luca ragu, namun ia sudah terlanjur mengatakan sesuatu yang seharusnya ia tutupi.
" Apa maksud mu?" Queen kembali mendesak.
"Nona Jessy baru saja di culik, dan kami baru menerima laporannya." Jawab Luca tanpa berbasa-basi. Insting Queen benar.
"Apa kalian sudah tau siapa yang menculiknya..?"
"Belum Nona, tapi kami sudah mengerahkan semua organisasi yang kami miliki untuk mencari keberadaan nona Jessy." Kata Luca lagi.
"Baiklah. Tidak perlu memberitahu Aorion jika aku bertanya padamu.- Lanjutkan saja apa yang harus kau lakukan.'' perintah Queen, yang langsung di balas anggukan oleh Luca.
Setelah mengetahui berita itu Queen kembali ke Cabin miliknya dan menghubungi David. Beruntung David selalu sigap dalam menerima panggilan Queen hingga wanita itu tidak butuh waktu lama untuk dapat berbicara langsung padanya.
"Dav, aku ingin kau melakukan sesuatu untukku. Segera lacak keberadaan Jessy. Gadis itu lagi-lagi di culik hari ini. Aku ingin berita secepatnya..!" perintah Queen pada David.
"Kapan itu terjadi? apa kalian sudah tiba di London?"
"Sepertinya baru saja. Semuanya terlihat cemas saat ini. Ku rasa ini lebih serius dari sebelumnya. Dan, kami masih dalam perjalanan menuju London." jelas Queen.
"Baiklah. Aku akan melacaknya sekarang. Aku akan mengirim laporannya saat aku sudah selesai." ujar David menuruti.
"Hmm. Terima kasih, Dad. Sampai Nanti."
Bukan hal yang sulit untuk di lakukan bagi keluarga Hanzel jika hanya melakukan pelacakan pada manusia. Apalagi jika pencarian tersebut masih berada di kawasan London dan sekitarnya.
London adalah teritorial kerajaan bisnis milik keluarga Hanzel, jadi semuanya dapat di lakukan dengan mudah oleh orang-orang milik Queen ataupun orang-orang milik kakaknya Kevin Hanzel.
Setelah beberapa saat, suara ketukan kembali terdengar di Cabin milik Queen.
"Lilie, kau sudah tidur..?" suara Aorion terdengar dari depan pintu.
Queen bangun dari atas ranjang, dan segera menghampiri pintu dan membukanya. Queen berusaha, bersikap setenang mungkin, seolah-olah tak mengetahui apapun yang saat ini tengah terjadi.
"Rion, kau kembali, ada apa?" tanya Queen, tak ingin mengomentari perubahan wajah Aorion yang terlihat kusut, namun berusaha tersenyum di depannya.
"Aku hanya ingin memeriksamu sayang." Sahut Aorion, berusaha bersikap manis pada Queen. Queen sangat tahu, jika Aorion tak ingin membuat dirinya ikut cemas.
"Masuklah." ajak Queen, setelah membuka pintu. Lalu kembali ke ranjang, yang juga di ikuti oleh Aorion.
"Kau terlihat lelah, apa terjadi sesuatu..?" tanya Queen, sengaja memancing Aorion untuk bicara.
"Tidak ada yang terjadi Lilie, hanya tentang pekerjaan". Jawab Aorion sambil mengedikkan bahu. Ah, Queen sudah bisa menebak jika inilah yang akan di katakan Aorion padanya. Tak mengapa. Toh hubungan mereka memang sebatas ini saja. Tidak ada kewajiban bagi mereka untuk berbagi hal-hal rahasia yang bersifat pribadi.
"Baiklah. Kau ingin Istirahat, kita masih punya banyak waktu sebelum tiba di London" Ucap Queen lagi, tanpa niat apapun. Ini adalah sedikit bentuk kepedulian Queen.
"Benarkah, tapi aku ingin memakanmu...." Aorion kembali menggoda Queen. Bersikap seolah-olah semuanya memang baik-baik saja.
Queen memutar matanya menatap Aorion malas. Tidak mudah di rayu. '''Kemarilah.'' ajak Queen menarik pelan tangan Rion.
Kali ini ia akan mentoleransi apapun yang akan Aorion katakan pada nya. "Kemarilah, dan istirahatlah. Kau terlihat lelah." Ujar Queen lagi, sambil menepuk bantal yang ada di sampingnya.
Sementara Queen sendiri, sudah berada di bawah selimut. Aorion pun menuruti ucapan Queen. Selain pikirannya yang penuh dengan pemikiran tentang Jessy, Aorion memang cukup lelah dan ia butuh tidur untuk menstabilkan emosinya yang sebenarnya sudah sangat siap meledak kapan saja.
Dengan sikap penurut Aorion ikut masuk ke dalam selimut dan berbaring di samping Queen.
"Sepertinya aku memang butuh tidur Lilie." ucapnya sambil memeluk pinggang ramping milik Queen. "Berikan aku sebuah ciuman pengantar tidur." Pinta Aorion, sambil menengadahkan wajahnya pada Queen.
Mau tidak mau Queen pun mencium singkat bibir Aorion lalu kembali menenggakkan punggungnya.
"Aku akan mimpi buruk jika kau mencium ku seperti itu Lilie" Ucap Aorion yang langsung menarik pinggang Queen hingga gadis itu menjadi sejajar dengan dirinya. Queen hanya menatap Aorion dengan pipi yang merona.
"Aku suka melihat wajah mu yang seperti ini sayang." Ucap Aorion sebelum mencium lembut bibir Queen.
Setelah cukup lama keduanya saling *******, Queen melepaskan ciuman mereka dan meninggalkan ******* tertahan dari mulut Aorion.
"Aku rasa kau harus tidur.'' Kata Queen dengan mata yang berkedip-kedip saat menatap Aorion, membuat Aorion merasakan sedikit kekecewaan. Tapi kekasihnya benar. Aorion memang butuh tidur.
Setelah mengambil posisi yang nyaman untuk berbaring, Aorion semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Queen lalu memejamkan mata mencoba untuk tidur. Semoga saja ia bisa terlelap.
Tidak butuh waktu lama. Dengan perlahan tapi pasti, nafas Aorion mulai teratur, dan itu artinya ia sudah mulai terlelap. Sementara Queen masih membelai rambut Rion agar laki-laki itu semakin merasa nyaman dalam tidurnya.
Queen tidak tau apakah itu akan berhasil bagi Aorion. Tapi baginya itu selalu berhasil. Saat ia susah tidur maka David akan melakukan itu padanya sampai ia benar-benar terlelap.
Setelah memastikan bahwa Aorion benar-benar tertidur pulas, Queen mengambil ponsel yang terletak di atas nakas dan mengecek apakah ada pesan dari David.
Setelah cukup lama Queen mengotak-atik ponselnya, ia pun merasa mengantuk dan memilih untuk ikut berbaring di samping Aorion dengan tangan Aorion yang kembali memeluk pinggang nya.
Semoga semua nya baik-baik saja,- Doa Queen sebelum ia benar-benar ikut tertidur.
...❄️...
...❄️...
...❄️...
dan perasaaan cinta David yg TDK bersambut.
oleh queen.tapi...
selamanya sahabat sejati...tiada yg mengkhianati.semuanya selesai dg baik dan masing masing dpt menerima keputusan nya.
senang lihat queen bersatu dg Rion.
pokoknya ceritamu thort....
membuatku termehek mebel..
syukurlah ternyata bukan.
Hidup memang misteri....
yg penting kita jalani aja semampu kita.
aku suka karyamu thort.
TDK membosankan bcnya.
penuh misteri...ada juga lucunya...🥰🥰🥰
bukan rion
aku curiga...
tapi kenapa dia melindungi qieeen
atau taktiknya aja
ku rasa Romero adalah megguel
ceritamu kerennn thort
cuma aku ngga tau siapa kamu thor...
kurang jelas
rahasia apa di balik pertunangan queen dan Rion...