NovelToon NovelToon
Sekolah Kok Menikah

Sekolah Kok Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Alfina dan Alfino teman masa kecil yang selalu bertengkar jika berada di dalam satu kelas.

Fina mempunyai tambatan hati bernama Choki, sedangkan Fino memiliki Anjani, hubungan itu tidak berarti sama sekali ketika kedua orang tua memaksa mereka untuk menikah muda.

Fina membuat perjanjian setelah pernikahan, Jika disekolah menjaga jarak, jika dirumah berperan layaknya pasutri. Tujuan Fina buat janji karena untuk melindungi Fino dari gangguan Choki.

Pada akhirnya perjanjian yang Fina buat seakan masuk ke perangkap nya sendiri. Fina semakin di ganggu oleh Choki, sedangkan Fino semakin dekat dengan Anjani.

Apakah Fina bertahan dengan janji yang sudah ia buat, jika kalau tidak bertahan bagaimana kisah mereka membina sebuah pernikahan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19.

Seakan takdir sudah memberikan Fakta. yang dirasakan Fina, dirasakan juga oleh Fino. Sebuah ekspetasi yang tidak sesuai dengan realita.

Kalau keadaan nya sudah begini, Fino memilih mundur untuk mengikuti kisah cinta pada orang tua nya.

Ada banyak sekali hal dan keadaan yang memaksa Fino menanggapi dengan dewasa, Di kecewakan kenyataan, tidak seperti kemauan, bagian-bagian cerita pernikahan nya dengan Fina yang kemudian membuat Fino bergantung pada prinsip yasudah lah, kita akan jalani saja pernikahan ini tanpa mengikuti rekam jejak kisah orang tua.

Hanya dengan satu orang yang sama hal nya dengan rusaknya rencana tersembunyi dari Fina, Yaitu Anjani orangnya. Anjani berhasil membuat kedua pasangan itu tidak memiliki rencana lain pada kemudian hari.

"Serius Fina, kau gak marah kalau saya terima Niko jadi pacar saya?" Tanya Rahma.

"Lah iya, lagian kau kenapa pakai acara izin segala sama saya? Pacaran atau engga itu kan hidup-hidup kamu, saya enggak berhak melarang" Jawab Fina.

"Saya kepikiran soal rencana kamu yang mau comblangin Anjani sama Niko, makanya saya tanya dulu buat memastikan kalau kamu engga marah"

Fina bersedekap dada, menyindir seseorang yang kini diam-diam berada tepat di belakang Fina, tanpa gadis itu sadari. "Ya mau gimana lagi sih, lagian sudah terlanjur kera kecil itu malah terang-terangan bocorin rahasia pernikahan nya ke Anjani"

"Siapa kera kecil?"

"Fino lah siapa lagi"

"Hm..." Rahma sadar dengan kehadiran Fino, bahkan saat gadis itu ingin memberi tahu ke Fina untuk tidak membicarakan Fino tepat dibelakang tubuhnya yang mungil. Fino memberi isyarat dengan jari telunjuk yang sudah ia tempelkan ke bibir.

"Misalnya... Kalau Fino tau kamu ledek dia sebutan kera kecil kamu gak takut Fin?" Tanya Rahma.

Dengan gerak tubuh yang menantang. Fina menjawab. "Badan sekecil itu emang bisa apa sih ma? paling bisa nyuruh-nyuruh kelima pengawal ayahnya saja ya kan?"

"Saya gak ikut-ikutan ya Fin kalau itu" Kata Rahma.

"Apa kau takut ya sama Fino? Gausah takut Ma, percayalah dia itu tipikal laki-laki yang lemah gemulai" Kata Fina. Kembali, Rahma melihat Fino yang saat ini sudah gregetan mendengar semua perkataan dari istri nya.

"Jadi ini kelakukan kamu saat berada di belakang saya Fin?" Timpal Fino dari arah belakang. Sebuah kalimat yang keluar dari mulut Fino terdengar jelas di telinga Fina. Fina mendelik, sedetik setelah itu ia cengar-cengir saat Fino sudah merangkul pundaknya.

"Kok kamu ada dibelakang sih, sejak kapan mas?" Tanya Fina.

Fino terkekeh geli, yang pasti sejak Rahma pergi untuk mencari Fina. Fino mengikutinya dari belakang.

Rahma mengumbar senyum tipis, sebelum ia berkata. "Kalau gitu saya mau kasih jawaban dulu untuk Niko"

"Iya, silahkan" Fino mengangguk kepala, lalu mempersilahkan Rahma untuk pergi.

"Ikut" Fina hendak mendekat ke sisi Rahma, tapi itu lebih cepat dari tangan Fino yang reflek menariknya tetap berada di pelukan samping.

"Nanti malam hukuman seperti apa ya yang pantas buat kamu?" Kata Fino bicara pada diri sendiri. Mengetuk-ngetuk dagu dan berpikir sesuatu.

Malam? Malam ini? Dipikiran Fina tertuju ke arah sono. Di ancam seperti itu, jelas Fina mengancamnya balik. "Kau pasti gak bisa bertahan sampai dua ronde, mau tau siapa yang lebih ganas? Kau pasti akan kewalahan nantinya, mending gausah"

"Maksudnya?" Fino tidak mengerti apa yang ada di pikiran Fina. Dua ronde? Kewalahan?

"Mau pakai alat kontrasepsi apa enggak yang jelas saya akan buat kamu kehabisan tenaga di atas ran....."

Fino lekas membekap mulut Fina. "Ini kenapa kamu mikir nya sampai sono anjir!"

Fina cemberut. "Kau gak mau punya anak dari saya mas?"

Gerakan Fino melambat saat melepaskan tangan nya dari pundak Fina. Sambil memikirkan hal yang belum sama sekali ia pikirkan. Istrinya malah berpikir untuk membuat keturunan sejak awal.

Selagi hubungan mereka sudah halal. hal begituan tidak akan dosa jika dilakukan.

"Oke malam ini ya? Deal.!"

**

Malam ini adalah waktu dimana Niko akan diberi jawaban oleh Rahma. Disaat menikmati waktu kencannya di sebuah taman. Rahma mengumumkan kalau ia menerima Niko jadi pacarnya.

Niko seolah tak percaya dengan status nya yang sudah tidak lagi jomblo. "Ini serius saya punya pacar?, nembak kamu kok gampang banget dari pada nembak Anjani yang susah nya minta ampun" Kata Niko.

"Simpel saja, kamu sudah mati-matian ngejar teman masa kecil kamu, kalau dianya enggak ada perasaan untuk kamu ya pasti gak bakal diterima-terima" Jawab Rahma.

Niko tidak tau soal itu, yang ia tahu akhir-akhir ini Anjani lebih sering cemburu kalau ia berada di dekat wanita lain. Termasuk saat kemarin ia ngasih jajanan untuk Fina, Anjani tidak suka kalau Niko ngasih makanan untuk Fina secara gratis, padahal itu makanan yang dititipkan oleh Fino pakai uangnya sendiri.

**

POV Anjani.

Gadis itu menjatuhkan cemilan nya ke lantai saat mama bersama papanya datang yang langsung mengabarkan kalau Anjani akan segera di nikahkan oleh teman masa kecil nya. Siapa lagi kalau bukan Niko.

"Mah, apaan ini?" Tanya Anjani ke mama nya.

"Anjani maaf banget nak. Kita sudah tidak tau gimana caranya naikin saham perusahaan yang terus-terusan anjlok. Keluarga Niko sudah ngasih kita jalan terbaik buat jadi mitra bisnis yang strategis. Mereka sepakat tidak mau ambil keuntungan lewat uang, tapi mau kamu jadi menantu nya. Mereka sudah suka dengan kamu sejak saat kecil" Kata mama menjelaskan.

Membuat Anjani terdiam sesaat karena teringat akan perkataan nya yang sudah mencelos perasaan nya Niko saat berada di sekolah.

To be continue,

1
Queen Aisyah
dijodohin ama Fina malah sok jual mahal, maunya di jodohin sama mama ya Jan🤭
Queen Aisyah
janur kuning sudah melengkung kali An, kalau kau tau nangis pasti/Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!