¤¤ Budayakan like, komen dan Vote ya, setelah membaca.
Kiran berasal dari keluarga kaya, dia berusia 24 tahun. Kehidupannya Glamor. Sifatnya plinplan suka menyakiti hati laki-laki. Kehidupan malam dan kemewahan lekat padanya.
Sebenarnya dulu Kiran adalah anak yang penurut, namun berubah ketika putus dengan pacar pertamanya. Hingga membuat dia berbuat sesukanya.
Kiran akhirnya dijodohkan dengan sopir pribadinya. Yang bersifat baik dan sholeh. Dia adalah Andrian, awalnya Kiran menolak perjodohan itu. Karena, dijodohkan dengan pria miskin yang tidak sesuai dengan kriterianya. Tetapi karena paksaan orang tuanya akhirnya Kiran menerima dengan terpaksa dan menikah dengan Andrian.
Andrian sebenarnya bukanlah dari keluarga miskin. Penasaran? Yuk simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijrah Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.16 Kandidat calon
Malam ini, Rina sudah berhasil mengumpulkan berbagai foto dari anak teman dan rekan bisnisnya dan rekan bisnis suaminya. Ada 6 foto laki-laki gagah dan mapan.
Hendra tampak heran melihat istrinya sangat senang malam ini, dan tersenyum melihat istrinya yang sibuk memilih-milih sesuatu.
"Pa, coba liat ini gagah-gagah kan?" Rina memperlihatkan foto ke suaminya.
"Mama, untuk apa foto-foto brondong itu. Khan mama sudah punya papa." Hendra pura-pura cemberut.
"Papa ini, ada-ada saja mama yang sudah berumur mau cari laki-laki seusia mereka. Emang mama perempuan apaan!" Rina cemberut pada suaminya.
"Hahahahha, papa bercanda ma. Lagian mama, ngumpulin foto-foto itu untuk apa? Untuk model kuliner mama?" Hendra menggoda istrinya.
"Ihhhh, papa ini, ini semua untuk Kiran pa?" Jawab Rina semangat.
"Apa, Sebanyak itu?" Hendra tertawa terkekeh.
Rina tampak sebal melihat ulah suaminya yang sengaja menggodanya. Hendra asyik nonton TV.
"Bi Inah, panggil non Kiran dikamar ya!" Ujar Rina pelan.
"Iya nya." Bibi lalu pergi kekamar Kiran.
"Non, dipanggil nyonya!"
"Hm ya." Jawab Kiran singkat.
Tak lama Kiranpun keluar dari kamar, dengan malas duduk dihadapan mamanya. Hendra serius nonton TV.
"Ada apa ma, tumben manggil Kiran kayak ada yang penting?" Kiran menatap mamanya.
"Pa, papa yang ngomong sama Kiran." Rina mencolek suaminya.
"Mama sajalah yang ngomong, papa dengerin!"
"Ada apa sih mama papa ini, Kiran kembali tidur kalau gak cepat ngomong." Kiran tampak cemberut.
"Oke papa mau ngomong Kiran." Hendra menatap anaknya dengan lembut.
"Kamu sudah dewasa, jadi kamu harus nikah!"
"Apa?" Kiran berdiri tampak marah.
"Duduk mama bilang, papa belum selesai bicara!" Ujar Rina kasar.
"Kamu harus mau nikah, titik!" Rina berusaha mengancam Kiran.
"Nikah sama siapa ma?" Jawab Kiran kesal.
"Mama ada calon, liat foto ini pilih salah satu." Rina memperlihatkan 5 foto.
Dengan malas Kiran menatap foto satu persatu, hampir setengah jam Kiran memilih. Tidak ada satupun yang dia pilih. Hatinya terasa sangat jengkel dengan keinginan mamanya.
"Ga ada satupun yang kamu pilih? Atau memang kamu menolak?" Rina pura-pura kasar pada anaknya. Hendra hanya diam melihat tingkah istrinya.
"Oke ga ada, sebenarnya dari kelima itu mama berharap tidak ada yang kamu pilih." Rina tersenyum.
Hendra menatap istrinya dengan penuh tanda tanya, trus kenapa dari tadi istrinya memilih-milih foto. Aneh perasaan Hendra bingung dengan ulah istrinya.
"Ini kamu harus lihat, dan terima." Rina menjatuhkan 1 foto dimeja.
"Apa?" Mata Kiran terbelalak melihat foto itu.
Hendra pun terkejut dengan pilihan istrinya, tapi lebih memilih diam.
"Kenapa Kiran, dia baik, gagah, sholeh. Kurang apa lagi?" Ujar Rina yakin.
"Ma, mama yakin aku harus nikah sama laki-laki dari lefel bawah?" Kiran tampak sangat kesal.
"Apa salahnya, jika dia bisa membimbingmu menjadi baik." Rina tersenyum.
"Hiihhhhh, kenapa sih ma aku akan nikah tapi dengan pilihanku sendiri." Kiran tampak merobek foto itu.
"Kiran ga boleh kayak gitu. Kamu harus ikuti kata mama papa!" Rina mencoba menenangkan Kiran.
"Mama egois." Kiran berlari kekamar.
Hendra menatap istrinya penuh pertanyaan.
"Ma, mama yakin mama memilih Andrian menjadi suami anak kita?" Hendra menatap bingung.
"Yakin pa dia anak yang baik, harta kita sudah cukup banyak. Andrian akan bisa menjaga Kiran selamanya." Rina tertunduk lesu.
"Ya sudah, papa ikut apa kata mama." Hendra memegang pundak Rina.
Rina tersenyum, lalu mengumpulkan sobekan foto tadi.
"Hhuuuuuhhhhh, kenapa hidupku kayak gini.
"Prakkkkkkkk!" Kiran menghambur makeup yang ada dimeja.
"Hiks hiks hiks" Kiranpun menangis tersedu-sedu.
"Sopir kenapa kamu bikin hidupku sesusah ini, pelet apa yang bikin orang tuaku menyukaimu?" Kiran tampak mengacak-acak rambutnya sendiri.
Aku harus bicara sama sopir itu besok, dia harus menolak perjodohan ini. Aku tidak mau hidup sama laki-laki miskin. Aku akan memberi sejumlah uang agar dia menolak.
Kiranpun berusaha menutup matanya, sangat susah matanya terpejam sampai larut malam baru dia bisa tertidur.
~ Jangan lupa like, dan komennya. Jika berkenan vote ya, agar penulis semangat untuk berkarya. Terimakasih🙏
aku asli lo Thor ngikutin kamu dri thn 2020,sampe skrng blm ada apdate terbaru si...